Investasi Emas Mulai dari 100 Ribu, Cocok untuk Pemula!

Oleh Sahabat Pegadaian dalam Emas

07 May 2026
Bagikan :
image detail artikel

Di antara tujuan berinvestasi emas adalah untuk menyiapkan dana di masa depan, baik untuk kebutuhan pernikahan maupun biaya pendidikan anak, sekaligus melindungi nilai kekayaan dari inflasi dan fluktuasi pasar.

Saat ini juga ada tren investasi emas mulai dari 100 ribu yang membuat siapa pun bisa mulai menabung emas dengan modal kecil. Dengan begitu, peluang investasi menjadi lebih terbuka untuk banyak kalangan.

Untuk kamu yang ingin tahu lebih dalam tentang cara memulai hingga kesalahan investasi emas yang harus dihindari, simak artikel ini sampai selesai.

Cara Investasi Emas Mulai dari 100 Ribu

Sebelum mulai berinvestasi, penting untuk memahami langkah-langkah dasarnya agar prosesnya lebih terarah.

Dengan cara yang tepat, investasi emas bisa dimulai bahkan dari modal kecil sekalipun. Berikut beberapa cara investasi emas mulai dari 100 ribu yang bisa kamu ikuti:

1. Manfaatkan Tabungan Emas Digital

Tabungan emas digital cocok untuk pemula karena cara kerjanya cukup sederhana dan praktis. Melalui layanan seperti Tabungan Emas dari Pegadaian, uang yang kamu setorkan akan langsung diubah menjadi saldo emas dalam bentuk gram sesuai harga emas saat itu.

Kamu juga bisa mulai dengan nominal kecil, jadi tidak perlu menunggu punya modal besar. Selain itu, emas yang sudah terkumpul bisa dicetak menjadi fisik atau dicairkan kembali sesuai kebutuhan kamu.

2. Pilih Platform Berizin Resmi

Keamanan adalah hal yang sangat penting dalam investasi emas digital. Kamu perlu memastikan platform yang dipakai sudah berizin resmi, mencantumkan biaya secara jelas, dan mudah digunakan.

Selain itu, menabung secara rutin juga penting karena konsistensi akan membantu kamu mendapatkan hasil yang lebih baik dalam jangka panjang.

3. Gunakan Dana Dingin dan Pilih Emas yang Berkualitas

Saat berinvestasi emas, pastikan kamu menggunakan uang dingin, yaitu dana yang memang tidak dipakai untuk kebutuhan sehari-hari. Jangan sampai kamu berutang hanya untuk membeli emas karena bisa memberatkan kondisi keuangan.

Selain itu, pilih emas 24 karat karena kadar kemurniannya tinggi sehingga lebih cocok dijadikan investasi jangka panjang.

4. Pantau Harga dan Terapkan Strategi Rutin

Harga emas bisa naik dan turun karena dipengaruhi oleh banyak hal, seperti kondisi ekonomi dunia dan nilai tukar mata uang.

Untuk itu, kamu sebaiknya rutin mengecek harga emas lewat platform resmi yang sudah diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selain itu, kamu juga bisa menerapkan cara menabung secara rutin, misalnya mulai dari Rp100.000 per bulan. Dengan cara ini, kamu bisa membangun aset emas secara perlahan dan lebih konsisten tanpa harus menunggu punya modal besar.

Baca juga: Mengenal Perbedaan Tabungan Emas dan Cicil Emas di Pegadaian

Kesalahan Investasi Emas yang Harus Dihindari

Sebelum mulai berinvestasi emas, penting juga untuk memahami bahwa ada beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan oleh pemula. Kesalahan ini bisa berdampak pada hasil investasi jangka panjang jika tidak dihindari sejak awal.

Berikut beberapa kesalahan investasi emas yang perlu kamu perhatikan agar tidak terjebak di kemudian hari:

1. Mengabaikan Legalitas Platform

Banyak orang tertarik menabung emas digital karena terlihat mudah dan biayanya terjangkau, tapi sering kali lupa mengecek apakah platform tersebut memiliki izin resmi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sebelum mulai, pastikan aplikasi atau layanan yang kamu pilih sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK atau bekerja sama dengan lembaga resmi yang memang menyediakan tabungan emas digital.

Kamu juga perlu melihat ulasan dari pengguna lain, mencari tahu reputasi perusahaannya, dan memahami bagaimana mereka menyimpan emas fisik. Jangan sampai kamu menaruh uang di platform yang belum jelas keamanannya.

2. Menabung tanpa Tujuan Jelas

Banyak orang menabung emas digital hanya karena ikut tren, tanpa memikirkan tujuan yang jelas. Akibatnya, emas yang seharusnya disimpan untuk jangka panjang malah sering dicairkan untuk kebutuhan sehari-hari.

Padahal, emas bukan cara untuk cepat kaya. Instrumen ini lebih cocok digunakan sebagai tabungan jangka menengah hingga panjang. Oleh karena itu, sebaiknya jangan menabung tanpa arah yang jelas.

Dari awal, kamu perlu menentukan tujuan, misalnya untuk biaya pendidikan, pernikahan, atau dana pensiun. Dengan tujuan yang jelas, kamu akan lebih mudah disiplin dan tidak mudah tergoda untuk mengambil emas yang sudah dikumpulkan.

Baca juga: Menabung Dollar atau Emas, Mana yang Lebih Menguntungkan?

3. Tidak Memperhitungkan Biaya Tambahan

Banyak orang mengira menabung emas digital hanya soal harga emas per gram. Padahal, ada beberapa biaya tambahan yang sering tidak disadari, seperti biaya penyimpanan setiap tahun, biaya cetak jika ingin emas fisik, hingga selisih harga saat membeli dan menjual.

Oleh karena itu, sebelum mulai, kamu perlu memahami semua biaya yang berlaku di platform tersebut. Jangan berpikir bahwa menabung emas itu tanpa risiko, karena tetap ada biaya dan aturan pasar yang perlu kamu ketahui agar tidak salah perhitungan.

4. Tidak Konsisten

Menabung emas digital memang bisa dimulai dari uang yang sangat kecil, jadi siapa saja bisa melakukannya. Namun, masalah yang sering terjadi adalah kebiasaan menabung yang tidak teratur, hanya dilakukan sesekali tanpa pola yang jelas.

Sebaiknya kamu tidak fokus pada besar-kecilnya nominal di awal, tapi lebih ke keteraturan menabungnya. Lebih baik menabung sedikit tapi rutin, misalnya setiap minggu, daripada menabung besar sekali saja lalu berhenti lama.

Dengan menabung secara konsisten, hasilnya akan lebih stabil dan terasa dalam jangka panjang.

Bangun Aset Emas dengan Tabungan Emas Pegadaian

Tabungan Emas adalah layanan untuk membeli dan menyimpan emas secara bertahap melalui Pegadaian. Layanan ini memungkinkanmu untuk mulai menabung dari Rp10 ribuan sehingga tidak memerlukan modal besar di awal.

Pendaftaran Tabungan Emas bisa dilakukan melalui aplikasi Tring! by Pegadaian atau langsung di kantor cabang Pegadaian terdekat.

Setelah kamu melakukan pembelian, emas akan tercatat sebagai saldo dalam bentuk gram yang bisa dilihat kapan saja.

Dengan sistem ini, kamu tidak perlu menyimpan emas fisik di rumah karena seluruh kepemilikan sudah tercatat secara real-time dalam sistem.

Jika diperlukan, emas tersebut dapat dicetak menjadi bentuk fisik atau dicairkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebagai gambaran, jika kamu berinvestasi emas mulai dari 100 ribu dan harga emas sekitar Rp1.000.000 per gram, maka kamu akan mendapatkan sekitar 0,1 gram emas.

Jika dilakukan secara rutin setiap bulan, dalam satu tahun kamu dapat mengumpulkan lebih dari 1 gram emas mengikuti potensi kenaikan harga emas di pasar.

Supaya lebih mudah mengatur rencana investasi, kamu bisa memanfaatkan fitur Simulasi Tabungan Emas. Fitur ini membantu kamu melihat perkiraan gram emas yang bisa kamu dapatkan dalam setiap top up atau pembelian.

Jadi, yuk gunakan uang Rp100 ribu kamu untuk menabung emas di Pegadaian secara konsisten dan dapatkan berbagai keuntungannya!

Baca juga: Begini Cara Menghitung Bunga Gadai Emas Pegadaian yang Tepat

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162


Copyright © 2026 Sahabat Pegadaian. All Rights Reserved