Kumpulan Doa Tarawih dan Witir untuk Diamalkan Selama Puasa

Oleh Sahabat Pegadaian dalam Inspirasi

14 February 2025
Bagikan :
image detail artikel

Membaca doa Tarawih dan Witir merupakan amalan yang sangat dianjurkan selama bulan Ramadhan. 

Kamu dapat memanfaatkan momen ini untuk merenungkan diri, memohon ampunan, dan meningkatkan kualitas ibadah. 

Dengan rutin mengamalkan doa Tarawih dan Witir, diharapkan dapat meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT selama menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan.

Berikut ini adalah kumpulan doa Tarawih dan Witir yang bisa kamu amalkan selama bulan Ramadhan berlangsung.

Doa Setelah Salat Tarawih

Sebelum membahas doa setelah salat Tarawih, kamu harus tahu kalau ibadah salat yang satu ini termasuk sunah yang sangat dianjurkan (muakkadah) di bulan Ramadhan.

Salat ini bisa dilakukan sebanyak 8 rakaat atau 20 rakaat, tergantung keyakinan dan pandangan mazhab yang diikuti. 

Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan (salat Tarawih) karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." (HR. Bukhari dan Muslim).

Setelah melaksanakan salat Tarawih, dianjurkan membaca doa kamilin sebagai momen untuk merenungkan diri, memohon ampunan, dan meningkatkan kualitas ibadah.

Berikut ini adalah doa setelah salat Tarawih yang dikutip langsung dari situs BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional:

Allahummaj'alnaa bil iimaani kaamiliin. Wa lil faraaidli muaddiin. Wa lish-shlaati haafidhiin. Wa liz-zakaati faa'iliin. Wa lima 'indaka thaalibiin. Wa li 'afwika raajiin. Wa bil-hudaa mutamassikiin. Wa 'anil laghwi mu'ridliin.

Wa fid-dunyaa zaahdiin. Wa fil 'aakhirati raaghibiin. Wa bil-qadlaa'I raadliin. Wa lin na'maa'I syaakiriin. Wa 'alal balaa'i shaabiriin. Wa tahta liwaa'i muhammadin shallallaahu 'alaihi wasallam yaumal qiyaamati saa'iriina wa alal haudli waaridiin.

Wa ilal jannati daakhiliin. Wa minan naari naajiin. Wa 'alaa sariirl karaamati qaa'idiin. Wa bi huurun 'in mutazawwijiin. Wa min sundusin wa istabraqiin wadiibaajin mutalabbisiin. Wa min tha'aamil jannati aakiliin.

Wa min labanin wa 'asalin mushaffan syaaribiin. Bi akwaabin wa abaariiqa wa ka'sin min ma'iin. Ma'al ladziina an'amta 'alaihim minan nabiyyiina wash shiddiiqiina wasy syuhadaa'i wash shaalihiina wa hasuna ulaa'ika rafiiqan. Daalikal fadl-lu minallaahi wa kafaa billaahi 'aliiman.

Allaahummaj'alnaa fii haadzihil lailatisy syahrisy syariifail mubaarakah minas su'adaa'il maqbuuliin. Wa laa taj'alnaa minal asyqiyaa'il marduudiin. Wa shallallaahu 'alaa sayyidinaa muhammadin wa alihi wa shahbihi ajma'iin. Birahmatika yaa arhamar raahimiin wal hamdulillaahi rabbil 'aalamiin.

Artinya: "Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridha dengan qada-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad.”

Pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra, yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik.

Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya.

Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan sahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang diantara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam."

Baca juga: Berbagai Amalan Utama di Bulan Puasa. Yuk Jalani Bersama!

Doa Setelah Salat Witir

Sebelum melanjutkan ke pembahasan doa setelah salat Witir, kamu harus tahu kalau setelah salat Tarawih biasanya dilanjutkan dengan salat Witir sebagai penutup rangkaian ibadah malam di bulan Ramadhan. 

Dalam pelaksanaannya, ada jeda antara salat Tarawih dan Witir yang menjadi waktu untuk membaca doa dan dzikir. 

Salat Witir dapat dilakukan dalam jumlah rakaat ganjil, seperti 1, 3, atau 5 rakaat, sesuai dengan kebiasaan yang kamu pilih.

Di bawah ini adalah bacaan doa setelah salat Witir yang dikutip langsung dari situs BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional):

Allahumma innaa nas'aluka iimaanan daaimaan, wan'asaluka qalban khaasyi'an, wanas'aluka 'ilman naafi'an, wanas'aluka yaqiinan shaadiqon, wanas'aluka 'amalan shaalihan, wanas'aluka diinan qayyiman,

Wanas'aluka khairan katsiran, wanas'alukal 'afwa wal'aafiyata, wanas'aluka tamaamal 'aafiyati, wanas'alukasyukra 'alal 'aafiyati, anas'alukal ghinaa'a 'aninnaasi.

Allahumma rabbanaa taqabbal minnaa shalaatanaa washiyaamanaa waqiyaamanaa watakhusy-syu'anaa watadhorru'anaa wata'abbudanaa watammim taqshiiranaa yaa allaahu yaa allaahu yaa allaahu yaa arhamar raahimiin.

Washallallaahu 'alaa khairi khalqihi muhammadin wa'alaa aalihi washahbihi ajma'iina, walhamdu lillaahi rabbil 'aalamiina.

Artinya: "Wahai Allah, Sesungguhnya kami memohon kepada-Mu iman yang tetap, kami memohon kepada-Mu hati yang khusyu', kami memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, kami memohon kepada-Mu keyakinan yang benar, kami memohon kepada-Mu amal yang saleh, kami memohon kepada-Mu agama yang lurus, kami memohon kepada-Mu kebaikan yang banyak, kami memohon kepada-Mu ampunan dan afiat, kami memohon kepada-Mu kesehatan yang sempurna, kami memohon kepada-Mu syukur atas kesehatan, dan kami memohon kepada-Mu terkaya dari semua manusia.

Wahai Allah, Tuhan kami! Terimalah dari kami shalat kami, puasa kami, shalat malam kami, kekhusyu'an kami, kerendahan hati kami, ibadah kami, Sempurnakanlah kelalaian (kekurangan) kami, wahai Allah, wahai Allah, wahai Allah, wahai Dzat Yang Paling Penyayang di antara para penyayang, Semoga rahmat Allah tercurahkan kepada sebaik-baik makhluk-Nya, Muhammad, keluarga dan sahabatnya semua, dan segala puji milik Allah, Tuhan semesta alam."

Selain doa di atas, kamu juga dapat memanjatkan doa ini setelah setelah salat witir:

Allahumma innii a`uudzu biridhooka min sakhothika, wa bimu`aafaatika min `uquubatika, wa a`uudzubika minka laa uhshii tsanaaan `alaika`, anta kamaa atsnaita `alaa nafsika.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung dengan keridhaan-Mu dari kemurkaan-Mu, dengan keselamatan-Mu dari hukuman-Mu, dan berlindung kepada-MU dari siksaan-Mu. Aku tidaklah mampu menghitung pujian dan sanjungan kepada-Mu, Engkau adalah sebagaimana Engkau menyanjung/memuji diri-Mu sendiri." (HR Abu Daud, At Tirmidzi).

Baca juga: Kapan Jadwal Puasa 2025? Berikut Perkiraan Tanggalnya

Zikir Setelah Tarawih

Seperti yang disebutkan sebelumnya, selain memanjatkan doa Tarawih dan Witir, kamu juga dianjurkan untuk membaca zikir setelah salat agar ibadah menjadi lebih sempurna.

Dikutip langsung dari situs BAZNAS (Badan Amal Zakat Nasional), berikut bacaan zikir yang bisa kamu amalkan:

Subhaanal malikil qudduus. Rabbil malaaikati warruuh

Artinya: "Maha Suci Engkau yang Maha Merajai lagi Maha Suci dari berbagai kekurangan. Tuhan pada malaikat dan ruh."

Atau kamu juga dapat membaca zikir berikut ini:

Bismillahirrohmanirrohim. Allahumma innaa nas’aluka iimaanan daaimaan, wanas'aluka qalban khaasyi’an, wanas’aluka ‘ilman naafi’an, wanas’aluka yaqiinan shaadiqon, wanas’aluka ‘amalan shaalihan, wanas’aluka diinan qayyiman, Wanas’aluka khairan katsiran, wanas’alukal ‘afwa wal’aafiyata, wanas’aluka tamaamal ‘aafiyati, wanas’alukasyukra ‘alal ‘aafiyati, anas’alukal ghinaa’a ‘aninnaasi. 

Allahumma rabbanaa taqabbal minnaa shalaatanaa washiyaamanaa waqiyaamanaa watakhusy-syu’anaa watadhorru’anaa ata’abbudanaa watammim taqshiiranaa yaa allaahu yaa allaahu yaa allaahu yaa arhamar raahimiin. Washallallaahu ‘alaa khairi khalqihi muhammadin wa’alaa aalihi washahbihi ajma’iina, walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiina.

Artinya: “Wahai Allah, Sesungguhnya kami memohon kepada-Mu iman yang tetap, kami memohon kepada-Mu hati yang khusyu’, kami memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, kami memohon kepada-Mu keyakinan yang benar, kami memohon kepada-Mu amal yang shaleh, kami memohon kepada-Mu agama yang lurus, kami memohon kepada-Mu kebaikan yang banyak, kami memohon kepada-Mu ampunan dan afiat, kami memohon kepada-Mu kesehatan yang sempurna, kami memohon kepada-Mu syukur atas kesehatan, dan kami memohon kepada-Mu terkaya dari semua manusia. Wahai Allah, Tuhan kami! Terimalah dari kami shalat kami, puasa kami, shalat malam kami, kekhusyu’an kami, kerendahan hati kami, ibadah kami, Sempurnakanlah kelalaian (kekurangan) kami, wahai Allah, wahai Allah, wahai Allah, wahai Dzat Yang Paling Penyayang di antara para penyayang, Semoga rahmat Allah tercurahkan kepada sebaik-baik makhluk-Nya, Muhammad, keluarga dan sahabatnya semua, dan segala puji milik Allah, Tuhan semesta alam.”

Itulah kumpulan doa Tarawih dan Witir yang bisa kamu amalkan selama bulan Ramadhan. Setiap doa memiliki makna mendalam untuk direnungkan serta meningkatkan kekhusyukan dalam beribadah.

Selain mempersiapkan ibadah, bulan puasa juga sering memerlukan persiapan finansial untuk menghadapi kebutuhan mendesak. 

Jika kamu membutuhkan dana untuk kebutuhan tak terduga, Gadai Tabungan Emas bisa menjadi pilihan yang tepat. 

Pengajuannya mudah dan cepat, bisa dilakukan secara online melalui aplikasi Pegadaian Digital atau langsung di kantor cabang Pegadaian terdekat.

Hal yang menarik adalah emas yang digadaikan tetap menjadi hak milik kamu selama cicilan dibayar sesuai jadwal.

Untuk mengetahui perkiraan dana pinjaman yang bisa kamu dapatkan, gunakan Simulasi Gadai Tabungan Emas dari Pegadaian.

Jadi, antisipasi kebutuhan tak terduga selama bulan Ramadhan ini dengan memanfaatkan pinjaman dari Gadai Tabungan Emas!

Baca Juga: Niat Shalat Idul Fitri Beserta Tata Cara Pelaksanaannya

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162


Copyright © 2024 Sahabat Pegadaian. All Rights Reserved