Ini Bacaan Niat Mandi Wajib, Tata Cara, & Sunahnya, Catat!

Oleh Sahabat Pegadaian dalam Inspirasi

10 March 2025
Bagikan :
image detail artikel

Sebagai seorang Muslim, menjaga kesucian diri dari hadas kecil maupun besar adalah hal yang wajib untuk dilakukan.

Jika untuk menghilangkan hadas kecil kamu hanya perlu berwudhu, maka diwajibkan bagi kamu melaksanakan mandi junub (wajib) guna menyucikan diri dari hadas besar.

Sama seperti melaksanakan ibadah, seperti puasa maupun shalat Idul Fitri, mandi junub pun harus dikerjakan sesuai tata cara dan melafalkan bacaan niat mandi wajib yang benar.

Nah, bagi kamu yang masih belum paham mengenai hal tersebut, yuk langsung saja simak pembahasannya di artikel ini.

Hukum Mandi Wajib

Pada dasarnya, mandi junub atau mandi wajib merupakan mandi yang dilaksanakan oleh setiap umat Islam ketika sedang berhadas besar agar kembali suci dan bersih.

Dengan demikian, mereka bisa menjalankan ibadah shalat, puasa, maupun membaca Al-Qur'an kembali. Hadas besar yang dimaksud, yakni mengalami haid, nifas, dan hal-hal lain, seperti:

  • Berhubungan intim antara pasangan suami dan istri.
  • Meninggal dunia dalam keadaan Islam.
  • Mengeluarkan air mani, baik dalam kondisi yang sadar maupun tidak (tidur).


Sesuai namanya, hukum mandi wajib adalah wajib dilakukan. Anjuran terkait mandi junub ini sesuai dengan firman Allah SWT yang terdapat dalam Q.S Al-Maidah ayat 6 berikut ini.

وَإِنْ كُنتُمْ حُنُبًا فَاطَّهَّرُوا


Artinya: “Apabila kamu junub, maka mandilah.

Di sisi lain, dalam Q.S Al-Baqarah ayat 222, Allah SWT berfirman mengenai haid sebagai salah satu hadas besar, yaitu:

وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْمَحِيْضِۗ قُلْ هُوَ اَذًىۙ فَاعْتَزِلُوا النِّسَاۤءَ فِى الْمَحِيْضِۙ وَلَا تَقْرَبُوْهُنَّ حَتّٰى يَطْهُرْنَۚ فَاِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوْهُنَّ مِنْ حَيْثُ اَمَرَكُمُ اللّٰهُۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ


Artinya: “Mereka bertanya padamu (Rasulullah SAW)tentang haid. Katakanlah: ‘Haid merupakan suatu kotoran,’ Oleh sebab itu, hendaklah kamu menjauhkan diri dari perempuan di waktu haid (dari melakukan hubungan intim); dan janganlah kamu mendekatinya, sebelum mereka suci. Jika mereka sudah suci (setelah mandi wajib), maka campurilah mereka sesuai (ketentuan) yang diperintahkan oleh Allah SWT kepadamu. Sesungguhnya, Allah SWT menyukai orang-orang bertobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.

Niat Mandi Wajib

Secara umum, niat merupakan salah satu rukun yang harus dipenuhi saat akan melakukan mandi wajib.

Berikut ini adalah beberapa bacaan niat mandi wajib setelah haid, nifas, dan lain sebagainya yang bisa dilafalkan.

1. Setelah Haid (Menstruasi) Berakhir

Haid (menstruasi) adalah siklus bulanan yang dialami oleh para perempuan. Ketika masa haid telah berakhir, maka diwajibkan untuk mandi wajib sebelum melaksanakan ibadah.

Adapun bacaan niat mandi wajib setelah haid berakhir adalah sebagai berikut.

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْحَيْضِ ِللهِ تَعَالَى


Artinya: “Saya niat mandi wajib untuk menyucikan hadas besar dari haid karena Allah Ta'ala.

2. Setelah Nifas Berakhir

Selain haid, para Muslimah juga diwajibkan untuk mandi wajib setelah masa nifas berakhir. Berikut ini adalah niat mandi wajib setelah berakhirnya masa nifas yang bisa dibaca.

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ النِّفَاسِ ِللهِ تَعَالَى


Artinya: “Saya niat mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar dari nifas karena Allah SWT semata.

3. Untuk Menghilangkan Hadas Besar

Bagi para laki-laki dan perempuan yang sedang berhadas besar karena berhubungan intim maupun keluar air mani, maka dapat membaca niat mandi wajib berikut ini.

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى


Artinya: “Saya berniat mandi wajib untuk menyucikan hadas besar dari janabah, fardu karena Allah SWT semata.

Baca juga: Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri & Tata Cara Lengkapnya

Tata Cara Mandi Wajib Bagi Laki-Laki

Setelah mengetahui hukum mandi wajib dan bacaan niatnya, maka kamu pun harus mempraktikkan tata cara dengan baik serta benar.

Berikut ini adalah tata cara mandi wajib bagi laki-laki untuk menghilangkan hadas besar yang dapat diikuti:

  1. Saat memasuki kamar mandi, ambillah air dan basuh tangan sampai bersih sampai 3 kali.
  2. Bersihkan seluruh kotoran atau najis yang mungkin menempel di tubuh.
  3. Basuh dan bersihkan kembali tanganmu menggunakan sabun.
  4. Ambil wudhu seperti sebelum shalat biasanya.
  5. Sebelum memulai ritual mandi, bacalah niat mandi wajib dengan benar.
  6. Kemudian, guyurkan air ke kepala sebanyak tiga kali.
  7. Selanjutnya, guyurkan air ke bagian kanan tubuh sampai tiga kali.
  8. Lalu, guyurkan air ke bagian kiri tubuhmu hingga tiga kali.
  9. Gosoklah bagian depan dan belakang tubuh sebanyak tiga kali.
  10. Pastikan agar kulit yang tertutup rambut, seperti jenggot juga terkena air. Jadi, seka dengan teliti sela-sela rambut dan jenggot sampai tiga kali.
  11. Jangan lupa juga untuk memastikan bahwa air sudah mengalir ke setiap lipatan kulit serta pangkal rambut.
  12. Berikutnya, cucilah kedua kaki.

Tata Cara Mandi Wajib Bagi Perempuan

Sama halnya dengan tata cara mandi wajib bagi laki-laki, para perempuan juga harus mengikuti langkah-langkah mandi wajib yang benar sesuai ajaran Islam.

Adapun tata cara mandi wajib bagi para perempuan untuk menyucikan diri dari hadas besar adalah sebagai berikut.

  1. Pertama, bacalah niat mandi wajib sesuai keadaan.
  2. Kemudian, bersihkan kedua tangan dengan air yang mengalir sebanyak tiga kali.
  3. Bersihkan pula kotoran-kotoran yang menempel di area tersembunyi, seperti ketiak, kemaluan, pusar, dan dubur menggunakan tangan kiri.
  4. Basuh tangan menggunakan sabun sampai bersih.
  5. Ambillah wudhu seperti akan mengerjakan shalat biasanya.
  6. Jangan lupa menyela pangkal rambutmu dengan jari-jari tangan yang sudah dibasahi air agar air tersebut nantinya bisa mencapai kulit kepala.
  7. Lalu, bilas seluruh tubuh menggunakan air, mulai dari sisi kanan yang dilanjutkan dengan sisi kiri.
  8. Pastikan bahwa aliran air sudah mengenai seluruh lipatan kulit atau sela-sela anggota tubuh secara merata.
  9. Setelah itu, lanjutkan mandi seperti biasanya dan bilaslah hingga benar-benar bersih.
  10. Apabila ingin melaksanakan ibadah shalat, maka setelah mandi wajib jangan lupa wudhu kembali.


Baca juga: Niat Puasa Ramadhan dan Artinya Lengkap Wajib diketahui

Syarat Mandi Wajib

Mandi wajib atau junub berbeda dengan mandi pada umumnya. Agar mandi wajib dianggap sah, maka harus memenuhi syarat sesuai dengan anjuran agama Islam.

Adapun syarat mandi wajib adalah sebagai berikut.

  • Melafalkan niat mandi wajib dengan baik dan benar.
  • Mengikuti langkah-langkah mandi wajib sesuai aturan.
  • Memenuhi rukun mandi wajib, yaitu membasuh seluruh anggota tubuh, termasuk kulit dan rambut dengan air secara merata.

Sunah Mandi Wajib

Terdapat sejumlah sunah mandi wajib yang dapat dipraktikkan. Adapun beberapa sunah mandi wajib tersebut adalah sebagai berikut.

  • Membersihkan tangan menggunakan air sampai tiga kali.
  • Membersihkan kotoran-kotoran ataupun najis yang masih menempel di tubuh.
  • Berwudhu dengan sempurna.
  • Mengguyurkan air ke kepala hingga tiga kali sambil membaca basmallah dan niat mandi wajib di dalam hati.
  • Mengguyur tubuh sebelah kanan tiga kali yang dilanjutkan dengan bagian kiri tiga kali.
  • Menggosok tubuh dari depan ke belakang tiga kali.
  • Menyela rambut dan jenggot (apabila ada).
  • Mengalirkan air ke lipatan kulit serta pangkal rambut.
  • Menghadap kiblat.


Demikian penjelasan mengenai niat mandi wajib, tata cara, hukum, dan sunahnya bagi umat Islam yang harus diketahui.

Setelah tubuh bersih dan suci dari hadas besar, maka kamu bisa memfokuskan diri untuk memperbanyak amalan, seperti membaca Al-Qur'an, shalat sunah, puasa, serta bersedekah.

Untuk melakukan hal tersebut, tentu bukan hanya jasmani dan rohani saja yang harus dipersiapkan tetapi juga materi atau finansial.

Nah, guna menambah keuntungan finansialmu agar bersedekah pun tidak terasa menjadi beban, kamu dapat mulai menabung emas di Pegadaian.

Dengan menabung emas, kamu bisa mengumpulkan saldo emas 24 karat yang nantinya bisa dicetak menjadi emas batangan, ditukar dengan perhiasan, atau digadaikan apabila membutuhkan dana cepat.

Terdapat dua pilihan cara untuk melakukan transaksi Tabungan Emas, yakni dengan datang ke kantor cabang Pegadaian terdekat secara langsung atau melalui aplikasi Pegadaian Digital.

Jika kamu penasaran dengan perkiraan nilai saldo Tabungan Emas yang akan didapatkan, maka cobalah untuk menghitungnya melalui fitur Simulasi Tabungan Emas.

Mudah dan menarik sekali, bukan? Yuk, mulai berinvestasi emas untuk meningkatkan kondisi keuanganmu melalui Tabungan Emas di Pegadaian sekarang juga!

Baca juga: Wajib Coba 25 Ide Kegiatan Ramadhan yang Bermanfaat Ini!

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162


Copyright © 2024 Sahabat Pegadaian. All Rights Reserved