Permainan Tradisional Indonesia yang Digemari Hingga Saat Ini

Oleh Sahabat Pegadaian dalam Inspirasi

11 February 2025
Bagikan :
image detail artikel

Hingga saat ini, permainan tradisional Indonesia, seperti egrang, gasing, congklak, dan gobak sodor, masih mempunyai tempat istimewa di hati masyarakat.

Minat masyarakat terhadap permainan tradisional bisa membuka peluang usaha yang tidak banyak pesaing di era digital dan serba modern seperti saat ini, lho!

Lantas, apa saja permainan tradisional Indonesia yang saat ini masih banyak digemari? Yuk, cari tahu dalam ulasan di bawah ini.

Macam-Macam Permainan Tradisional di Indonesia yang Digemari

Permainan tradisional tidak hanya sekadar warisan atau formalitas, tapi bisa menjadi cara yang hangat untuk meningkatkan kekeluargaan.

Pasanya, kebanyakan permainan khas Indonesia ini membutuhkan banyak peserta yang dituntut untuk kompak sehingga bisa meningkatkan kekeluargaan dan pertemanan.

Adapun beberapa daftar permainan tradisional Indonesia yang sampai sekarang masih eksis dan banyak dimainkan adalah sebagai berikut. 

1. Gundu

Salah satu permainan tradisional yang seru adalah gundu atau guli. Cara melakukan permainan ini adalah membuat sebuah lingkaran dan meletakkan seluruh kelereng di dalam lingkaran.

Setelah itu, setiap pemain akan membidik kelereng dari luar lingkaran. Pembidik akan memiliki kelereng yang keluar dari lingkaran, tetapi kelereng yang dibidik tidak boleh berhenti dalam lingkaran.

2. Egrang

Salah satu mainan tradisional Indonesia yang unik dan menantang adalah egrang. Permainan ini menggunakan dua tongkat bambu sama besar dengan pijakan yang sama tinggi pada masing-masing bambu.

Permainan ini tidak mudah dilakukan karena memerlukan keseimbangan yang baik, dibutuhkan latihan khusus dan keahlian.

Biasanya, egrang digunakan untuk berkompetisi. Pemenangnya adalah yang berhasil sampai di garis finish lebih dulu menggunakan egrang tanpa terjatuh.

3. Gasing

Permainan yang satu ini cukup populer di kalangan anak laki-laki. Meski begitu, perempuan tetap bisa ikut memainkannya, lho!

Cara memainkan gasing adalah menarik talinya sekuat mungkin dan menjatuhkan gasing ke tanah agar bisa berputar dengan kencang.

Agar lebih seru, permainan ini bisa dilakukan beramai-ramai dan yang gasingnya bertahan paling lama akan menang.

Baca juga: 5 Contoh Makanan Daerah yang Dimodifikasi dan Peluang Usahanya

4. Congklak

Permainan tradisional di Indonesia berikutnya adalah congklak. Permainan ini menggunakan papan congklak dengan 16 lubang dan cangkang kerang (biji congklak).

Permainan ini hanya bisa dimainkan oleh dua orang. Pertama-tama, semua biji congklak akan dimasukkan ke dalam papan congklak dengan jumlah yang sama.

Kemudian, kedua pemain akan suit untuk menentukan siapa yang bisa maju duluan. Pemain yang menang akan mengambil seluruh biji coklat di salah satu lubang papan lalu menaruh masing-masing satu biji di setiap lubang papan yang dilewati.

Pemain yang berhasil mengumpulkan lebih banyak biji congklak akan dinyatakan sebagai pemenang.

5. Engklek

Engklek biasanya tidak membutuhkan alat khusus. Permainan ini dilakukan dengan menggambar kotak-kotak di lantai atau tanah.

Pertama-tama, pemain akan melemparkan batu ke dalam kotak. Kemudian, setiap pemain akan melompati kotak-kotak tersebut dengan satu kaki secara bergiliran untuk mengambil batu. Pemain yang terjatuh akan kalah.

6. Layang-Layang

Sahabat pasti sering melihat anak-anak bermain layangan di sore hari di pinggir sawah atau lapangan, bukan?

Sampai saat ini permainan layang-layang masing sangat digemari. Bahkan, kini bentuk layang-layang sudah sangat bervariasi dengan berbagai ukuran, dari yang kecil hingga sangat besar.

7. Gobak Sodor

Dalam gobak sodor ini, pemain akan dibagi menjadi dua kelompok. Di setiap kelompok akan ada pemain yang menjaga benteng mereka masing-masing.

Permainan ini membutuhkan gerak cepat dan strategi yang tepat ke arah benteng lawan agar tidak tertangkap oleh pemain lawan yang menjaga bentengnya.

Baca juga: 38 Pakaian Adat Indonesia yang Memukau dan Penuh Makna

8. Ceklen

Ceklen adalah permainan tradisional yang berasal dari Sulawesi Utara. Permainan ini tidak membutuhkan banyak tenaga sehingga bisa dimainkan saat bersantai.

Cara bermain ceklen mirip dengan bekel, yaitu dengan melempar bola ke atas, lalu ketika bola memantul ke atas, pemain harus cepat-cepat mengambil biji sebelum bola kembali memantul ke bawah dan ditangkap.

9. Bentengan

Bentengan dilakukan oleh dua kelompok yang nantinya menjadi lawan satu sama lain, seperti halnya gobak sodor.

Salah satu kelompok perlu berlari menuju tiang benteng yang sudah disepakati sebelumnya, dan kelompok lainnya bertugas menangkap pemain yang lari sehingga nantinya akan saling kejar.

Jika kelompok yang dikejar tertangkap, maka ia dinyatakan mati atau keluar dari permainan.

10. Dam-daman

Dam-daman mirip dengan catur, namun versi lebih sederhana. Pada permainan ini, setiap pion hanya bisa melangkah sesuai garis ke depan, ke samping, atau diagonal.

Apabila berhasil melompati pion lawan, maka pemain lainnya bisa mengambil dan menyimpannya. Permainan akan dimenangkan oleh pemain yang berhasil mengambil seluruh pion lawan.

Itulah beberapa permainan tradisional Indonesia yang hingga saat ini digemari, terutama oleh anak-anak.

Permainan ini tidak hanya sekadar hiburan namun juga bagian warisan budaya yang penuh makna dan harus dilestarikan sampai ke generasi-generasi selanjutnya.

Membuka usaha toko mainan tradisional bisa menjadi langkah nyata yang bisa kamu ambil untuk melestarikan permainan tradisional sekaligus mendapatkan keuntungan dari peluang bisnis ini.

Apabila tertarik menjalankan usaha toko mainan dan memerlukan modal tambahan, Pegadaian menawarkan solusi praktis melalui produk unggulan Gadai Non Emas.

Produk unggulan ini memungkinkan kamu mendapatkan pinjaman dan dengan jaminan kendaraan, barang elektronik, atau barang berharga lainnya.

Kamu bisa melakukan pengajuan Gadai Non Emas langsung di kantor cabang Pegadaian terdekat yang ada di wilayahmu.

Yuk, lestarikan permainan tradisional dan manfaatkan peluang usaha berbasis kebutuhan masyarakat lokal dengan dana pinjaman dari Pegadaian!

Baca juga: Sejarah Harga Emas di Indonesia: Naik Turun dari Tahun 1970

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162


Copyright © 2024 Sahabat Pegadaian. All Rights Reserved