Perbedaan Pertunangan dan Lamaran, Jangan Sampai Keliru!

Oleh Sahabat Pegadaian dalam Inspirasi

06 February 2025
Bagikan :
image detail artikel

Pertunangan adalah momen penuh cinta, harapan, dan komitmen sebagai langkah awal sebelum mempersiapkan pernikahan.

Namun, banyak yang masih menyamakan pertunangan dengan lamaran, padahal keduanya memiliki perbedaan dalam makna dan prosesnya.

Lalu, apa saja perbedaannya? Artikel ini akan menjawab pertanyaan tersebut lengkap dengan syarat-syarat tunangan yang harus dipenuhi. Simak penjelasannya di bawah ini!

Apa Itu Pertunangan?

Pertunangan adalah momen pernyataan komitmen untuk lanjut ke tahap pernikahan. 

Tunangan sering diartikan sebagai peralihan status dari pacaran ke tahap yang lebih serius menuju pernikahan.

Dalam prosesi ini, umumnya pihak laki-laki akan menyematkan cincin kepada pihak perempuan sebagai simbol komitmen.

Namun, tunangan bukan tahap yang harus dilalui oleh setiap pasangan sebelum menikah. Mereka dapat langsung melangsungkan pernikahan tanpa melalui proses ini.  

Dengan begitu, keputusan untuk bertunangan sepenuhnya bergantung pada keinginan dan preferensi masing-masing pasangan.

Baca juga: Tips Menabung untuk Menikah yang Mudah Dipraktikkan

Perbedaan Pertunangan dan Lamaran

Banyak orang masih kesulitan membedakan antara tunangan dan lamaran, lho. Agar tidak salah paham, yuk simak perbedaannya berikut ini:

1. Makna

Pertunangan merupakan tahapan menuju hubungan yang lebih serius sebagai bentuk komitmen antara dua individu.

Pada tahap ini, pasangan menyatakan kesiapan mereka untuk melangkah ke pernikahan yang sering kali ditandai dengan pertukaran cincin sebagai simbol ikatan.

Sementara itu, lamaran memiliki nuansa yang lebih formal dan umumnya berkaitan dengan adat dan budaya.

Di Indonesia, prosesi ini sering kali berlangsung panjang dan melibatkan adat istiadat yang sakral, dengan kehadiran keluarga, sahabat, serta tokoh agama atau adat.

2. Prosesi Acara

Meskipun tunangan dan lamaran sama-sama melibatkan pemberian cincin kepada pihak perempuan, keduanya memiliki perbedaan dalam prosesi acara.

Umumnya, tradisi tunangan hanya melibatkan pertukaran cincin yang biasanya dilakukan di akhir prosesi lamaran. 

Namun, beberapa pasangan memilih melakukannya terpisah, bahkan sebelum acara lamaran.

Sementara itu, dalam acara lamaran, selain pemberian cincin, calon pengantin pria juga membawa seserahan atau mahar untuk pihak perempuan. 

Seserahan ini bisa berupa pakaian, tas, atau barang lain yang disukai oleh calon mempelai wanita.

Tidak jarang juga pihak keluarga pria membawa parsel atau bingkisan sederhana sebagai tanda penghormatan. 

Isi dari parsel tersebut bisa beragam, seperti buah-buahan, kue, atau makanan manis lainnya.

3. Waktu Penyelenggaraan

Urutan prosesi pernikahan umumnya dimulai dari lamaran, tunangan, lalu resepsi. 

Namun, ada juga yang beranggapan bahwa tunangan dilakukan terlebih dahulu dibanding lamaran. Hal ini bisa disepakati bersama pasangan dan keluarga.

Saat ini, banyak pasangan yang menggabungkan tunangan dengan lamaran sebagai bentuk keseriusan dari pihak laki-laki. 

Lamaran biasanya dilakukan sekitar 5-6 bulan sebelum pernikahan, sedangkan tunangan bisa lebih cepat atau lebih lama. 

Tidak ada aturan baku mengenai waktunya sehingga bisa disesuaikan dengan kesepakatan kedua keluarga.

Baca juga: Susunan Acara Lamaran Sederhana di Rumah & Estimasi Biayanya

Syarat Tunangan

Sebelum melangsungkan tunangan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar prosesi ini berjalan lancar dan sesuai dengan harapan. Berikut ini beberapa syarat yang perlu dipenuhi:

1. Cincin Tunangan

Cincin menjadi salah satu elemen penting dalam prosesi tunangan sebagai simbol komitmen antara pasangan yang siap melangkah ke jenjang pernikahan. 

Dalam beberapa tradisi tunangan, cincin dikenakan oleh kedua calon mempelai, sementara di tradisi lain, hanya pihak perempuan yang menerima cincin. 

Pemilihan ini bergantung pada kebiasaan dan preferensi masing-masing pasangan.

2. Seserahan

Syarat tunangan yang satu ini sebenarnya bersifat opsional. Biasanya, pihak laki-laki membawa seserahan untuk pihak perempuan. 

Jika seserahan sudah diberikan saat tunangan, maka tidak wajib lagi di hari pernikahan. 

Namun, ada juga yang memilih untuk memberikan seserahan secara terpisah, baik saat tunangan maupun pada hari pernikahan.

Seserahan ini umumnya berisi barang-barang yang dibutuhkan calon pengantin perempuan menjelang pernikahan, seperti makeup, sepatu, pakaian, dan perlengkapan lainnya.

3. Kehadiran Keluarga

Lamaran dan pertunangan adalah acara sakral, di mana kehadiran keluarga dari kedua belah pihak sangat dianjurkan sebagai bentuk itikad baik.

Momen ini juga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antara keluarga calon pengantin.

Biasanya, acara ini dihadiri oleh orang tua dan saudara kandung. Namun, akan lebih lengkap jika turut mengundang keluarga besar. 

4. Pemimpin Doa

Dalam prosesi lamaran dan pertunangan, doa menjadi hal penting yang tidak boleh terlewat. 

Sebagai bagian dari persiapan menuju pernikahan, doa dipanjatkan agar segala proses berjalan lancar dan penuh keberkahan.

Tujuan Tunangan

Tunangan memiliki beberapa tujuan penting yang dapat memperkuat hubungan antara kedua calon pengantin. Berikut beberapa tujuan dari prosesi tunangan:

  • Menegaskan komitmen: Tunangan merupakan tahap awal yang menandakan keseriusan kedua belah pihak dalam membawa hubungan ke arah pernikahan.
  • Persiapan mental dan emosional: Tunangan memberikan kesempatan bagi pasangan untuk mempersiapkan diri secara emosional dan mental sebelum menjalani kehidupan pernikahan.
  • Mengenal lebih dalam: Ini adalah kesempatan untuk lebih memahami pasangan, baik dari segi kepribadian, kebiasaan, serta bagaimana keduanya akan menghadapi berbagai tantangan bersama.
  • Mendapat restu keluarga: Tunangan juga memberikan kesempatan untuk melibatkan keluarga dalam proses pernikahan, memastikan bahwa kedua belah pihak keluarga mendukung hubungan tersebut.
  • Perencanaan pernikahan: Masa tunangan digunakan untuk merencanakan pernikahan dengan lebih cermat, mencakup persiapan pesta, keuangan, dan berbagai aspek penting lainnya.
  • Membangun hubungan yang lebih stabil: Dengan adanya tunangan, pasangan diharapkan dapat membangun hubungan yang lebih kuat dan saling mendukung menjelang pernikahan.


Itulah perbedaan pertunangan dan lamaran, syarat, serta tujuannya. Dengan memahami perbedaan ini, kamu bisa lebih siap dalam menjalani setiap tahap menuju pernikahan.

Pastikan segala persiapan dilakukan dengan baik agar momen spesial ini berjalan lancar dan penuh makna.

Nah, salah satu persiapan yang harus diperhatikan adalah memiliki dana cadangan. Dengan begitu, kamu bisa mengatur berbagai keperluan, seperti biaya acara dengan baik.

Jika kamu butuh solusi keuangan yang aman dan praktis, Gadai Tabungan Emas di Pegadaian bisa menjadi pilihan yang tepat.

Layanan ini menawarkan proses pengajuan yang mudah dan cepat, bahkan bisa dilakukan secara online melalui aplikasi Pegadaian Digital. 

Dengan biaya ringan dan jangka waktu fleksibel, layanan ini memberikan kemudahan pembayaran cicilan tanpa membebani keuanganmu. 

Selain itu, saldo emas yang dijadikan jaminan tetap sepenuhnya menjadi hak milik nasabah sehingga tetap aman dan menguntungkan.

Yuk, ajukan Gadai Tabungan Emas agar persiapan pertunangan hingga pernikahanmu lebih terjamin tanpa harus khawatir akan kekurangan dana!

Baca juga: Tips Mengatur Keuangan bagi Pasangan Baru

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162


Copyright © 2024 Sahabat Pegadaian. All Rights Reserved