Contoh Proposal Makanan untuk Bisnis: Cara Bikin Praktis!

Oleh Sahabat Pegadaian dalam Wirausaha

16 February 2025
Bagikan :
image detail artikel

Proposal usaha makanan perlu dibuat dengan baik agar alokasi biaya operasional dan produksinya dapat disusun sesuai kebutuhan.

Perencanaan usaha dengan penyusunan proposal ini juga dapat menjadi acuan pengembangan untuk disajikan nantinya kepada investor.

Dengan adanya proposal usaha makanan, kegiatan berwirausaha bisa dilaksanakan secara terstruktur. Strategi pemasaran pun bisa dibuat sesuai dengan kebutuhan usaha.

Ingin tahu cara membuat proposal usaha makanan yang tepat? Mari simak pembahasan selengkapnya di bawah ini.

Cara Membuat Proposal Usaha Makanan

Pada dasarnya, proposal usaha makanan serupa dengan rencana anggaran biaya yang melampirkan rincian kebutuhan penjualan produk.

Adapun struktur proposal usaha makanan bisa dibuat secara sederhana dengan susunan sebagai berikut:

1. Pendahuluan

Sebagaimana proposal usaha pada umumnya, buatlah pendahuluan untuk mengenalkan ide jual beli makananmu.

Sajikan penjelasan singkat seputar usaha makanan yang ingin dibuat dan kaitannya dengan kondisi pasar serta peluang keuntungan untuk calon investor.

Jika memiliki visi dan misi, cantumkan juga sebagai tambahan penjelasan latar belakang. Dengan begitu, investor dapat memahami ide usaha secara komprehensif.

2. Rencana Usaha

Usaha makanan yang dibangun dari awal perlu memiliki identitas unik. Untuk itu, buatlah nama usaha makanan dan lakukan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat).

Hasil dari analisis SWOT juga menjadi salah satu aspek penting yang dicantumkan pada bisnis plan di berbagai sektor industri.

3. Kebutuhan Produksi

Hal yang perlu menjadi perhatian utama dalam penyusunan proposal usaha makanan adalah rincian kebutuhan produksi.

Pastikan untuk membuat daftar alat produksi, bahan baku, dan fasilitas lainnya yang dapat menunjang pengoperasian dan pengelolaan usaha makanan.

4. Aspek Keuangan

Jika berbicara tentang cara membuat proposal usaha makanan, maka hal-hal yang berkaitan dengan aspek keuangan tidak boleh dikesampingkan.

Semua kebutuhan yang dituliskan sebelumnya berkaitan dengan rencana produksi, hitungan dana, dan perkiraan keuntungan.

5. Penutup dan Lampiran

Realisasi dari proposal usaha makanan dan prospeknya untuk pengembangan di masa depan perlu menjadi sesuatu yang dimasukkan di dalam penutup.

Agar proposal usaha makanan lebih komprehensif, tuliskan juga kesimpulan dari keseluruhan informasi yang disajikan.

Apabila beberapa informasi yang disajikan membutuhkan data pendukung, maka jangan lupa untuk melampirkannya di bagian akhir proposal.

Baca juga: 5 Bisnis Makanan Ringan Minim Modal yang Bisa Dicoba 

Contoh Proposal Usaha Makanan

Proposal usaha makanan bisa dibuat dengan memperhatikan aspek-aspek penting yang disebutkan pada poin pembahasan di atas.

Untuk mendapatkan gambaran lebih jelas, cek dulu contoh proposal usaha makanan kekinian dengan produk utama salad buah sebagai berikut:

Proposal Usaha Salad Buah


--------------------------------------------------------------------------------------------

Pendahuluan

Saat ini, gaya hidup sehat menjadi perhatian khusus bagi masyarakat, utamanya setelah pandemi Covid-19. Salah satu produk yang populer dalam tren ini adalah salad buah. Tidak hanya menawarkan kesegaran, kandungan nutrisi tinggi dan tampilan yang menarik kerap kali menarik perhatian konsumen dengan kesadaran kesehatan tinggi.

Usaha salad buah ini akan berfokus pada penyediaan salad buah berkualitas tinggi dengan berbagai pilihan buah segar, saus yang rendah kalori, dan kemasan menarik. Tujuan dari usaha ini adalah untuk memenuhi permintaan pasar akan makanan sehat dan praktis serta menciptakan peluang bisnis yang menguntungkan.

Rencana Usaha

Visi:
Menjadi penyedia salad buah terbaik yang dikenal dengan kualitas, inovasi, dan layanan pelanggan yang unggul.

Misi:

  • Menyediakan salad buah yang segar dan berkualitas tinggi.
  • Mengembangkan varian produk yang menarik dan sesuai dengan selera konsumen.
  • Memberikan pelayanan yang cepat dan ramah kepada pelanggan.
  • Menerapkan praktik bisnis yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.


Analisis SWOT:

Strengths (Kekuatan):

  • Produk sehat yang sesuai dengan tren pasar.
  • Bahan baku segar dan berkualitas.
  • Inovasi dalam varian saus dan topping.
  • Kemasan yang menarik dan praktis.


Weaknesses (Kelemahan):

  • Ketergantungan pada ketersediaan buah musiman.
  • Persaingan dengan produk sejenis yang sudah ada di pasaran.


Opportunities (Peluang):

  • Pertumbuhan pasar makanan sehat.
  • Peluang kemitraan dengan kafe, restoran, dan toko makanan sehat.
  • Ekspansi ke platform penjualan online.


Threats (Ancaman):

  • Fluktuasi harga buah.
  • Perubahan tren konsumen.
  • Persaingan harga dengan kompetitor.


Kebutuhan Produksi

Bahan Baku:

  • Berbagai jenis buah segar (strawberry, apel, anggur, kiwi, dll).
  • Saus dan topping (yoghurt, madu, keju, kacang-kacangan, dll).


Peralatan:

  • Pisau dan alat potong buah.
  • Wadah penyimpanan buah.
  • Lemari pendingin untuk menjaga kesegaran buah.
  • Timbangan digital.
  • Peralatan kemasan (mangkuk, sendok, tutup kemasan, label).


Tenaga Kerja:

  • Tenaga pemotong dan penyiap buah.
  • Tenaga pengepakan dan pengemasan.
  • Tenaga pemasaran dan distribusi.


Aspek Keuangan

Modal Awal:

  • Pembelian bahan baku awal: Rp10.000.000
  • Pembelian peralatan: Rp5.000.000
  • Biaya kemasan dan label: Rp3.000.000
  • Biaya pemasaran awal: Rp2.000.000


Estimasi Pendapatan dan Biaya Operasional:

  • Pendapatan Bulanan: Penjualan rata-rata 100 porsi per hari x Rp25.000 = Rp75.000.000


  • Biaya Operasional Bulanan:
    • Bahan baku: Rp20.000.000
    • Gaji tenaga kerja: Rp15.000.000
    • Biaya transportasi dan distribusi: Rp5.000.000
    • Biaya listrik dan air: Rp2.000.000
    • Biaya pemasaran: Rp3.000.000


Laba Bersih Bulanan:

  • Pendapatan: Rp75.000.000
  • Total Biaya: Rp45.000.000
  • Laba Bersih: Rp30.000.000


Penutup

Sekian rencana usaha salad buah kami yang berfokus pada penyediaan makanan sehat dengan kualitas tinggi. Dengan analisis SWOT, rincian kebutuhan produksi, dan perencanaan aspek keuangan yang matang, kami yakin usaha ini memiliki potensi untuk sukses dan berkembang. Dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak sangat kami harapkan untuk mewujudkan visi dan misi usaha ini.

Lampiran:

  • Contoh desain kemasan.
  • Profil tim usaha.
  • Rencana pemasaran detail.
  • Daftar supplier buah segar.
  • Analisis pasar dan target konsumen.


--------------------------------------------------------------------------------------------

Demikian informasi singkat seputar cara membuat proposal usaha makanan dan contohnya. Semoga dapat memperluas wawasan berwirausaha sahabat ya.

Di samping proposal usaha makanan, kebutuhan modal menjadi hal penting yang perlu menjadi perhatian.

Apabila tabungan pribadi masih belum cukup untuk memenuhinya, sahabat bisa mendapatkan dana tambahan melalui layanan gadai di Pegadaian.

Dapatkan dana pinjaman mulai dari Rp50 ribu hingga lebih dari Rp20 juta dengan menyerahkan barang elektronik sebagai jaminan melalui layanan Gadai Non Emas.

Cara pengajuannya mudah. Cukup bawa kartu identitas diri berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan barang elektronik yang dijadikan jaminan ke outlet Pegadaian terdekat.

Pembayaran cicilan bisa dilakukan sewaktu-waktu. Jika membutuhkan waktu lebih, sahabat pun bisa melakukan perpanjangan berkali-kali.

Tidak perlu khawatir, barang yang dijadikan jaminan akan disimpan dengan aman dan diasuransikan.

Jadi, sudah siap memulai usaha makanan sendiri? Yuk, penuhi kebutuhan pembiayaan dengan cepat melalui layanan gadai yang aman di Pegadaian!

Baca juga: 9 Usaha Modal 1 Juta untuk Membuka Peluang Tambah Cuan

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162


Copyright © 2024 Sahabat Pegadaian. All Rights Reserved