Harga Emas Anjlok Akibat Perang AS-Iran, Amankah Investasi?

Oleh Sahabat Pegadaian dalam Emas

29 April 2026
Bagikan :
image detail artikel

Harga emas anjlok di tengah memanasnya konflik perang AS-Iran tentu membuat banyak investor bingung, mungkin juga termasuk kamu.

Fenomena ini terasa tidak biasa karena secara teori, perang justru biasanya mendorong kenaikan harga emas sebagai safe haven.

Namun, realitanya kondisi pasar tidak sesederhana itu. Ada berbagai faktor makroekonomi dan dinamika pasar yang ikut bermain.

Untuk memahami naik turunnya harga emas selama konflik perang, simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Mengapa Perang AS-Iran Justru Membuat Harga Emas Anjlok?

Harga emas anjlok saat perang AS-Iran bukan berarti fungsi emas sebagai safe haven hilang. Justru, ini menunjukkan bahwa ada faktor lain yang lebih dominan dalam jangka pendek.

Sebelum kamu mengambil keputusan investasi, penting untuk memahami alasan-alasan berikut agar tidak salah membaca arah pasar:

1. Suku Bunga Tinggi Lebih Lama

Salah satu penyebab utama harga emas anjlok adalah kebijakan suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama dari perkiraan.

Inflasi yang belum turun secara signifikan membuat bank sentral tetap menahan suku bunga. Ketika suku bunga tinggi, instrumen seperti obligasi menjadi lebih menarik.

Ini yang membuat investor pun beralih karena investasi emas tidak memberikan bunga atau dividen yang diinginkan.

2. Dolar Amerika Serikat Menguat

Penguatan dolar menjadi faktor penting lain yang menjelaskan harga emas anjlok. Dalam situasi krisis, banyak investor memilih menyimpan aset dalam bentuk dolar.

Emas dihargai dalam dolar sehingga ketika dolar menguat, harga emas menjadi lebih mahal bagi investor global. Hal ini dapat membuat permintaan emas menurun.

Penurunan permintaan inilah yang akhirnya menekan harga emas, meskipun konflik perang AS-Iran sedang terjadi.

3. Forced Liquidation di Pasar Futures

Harga emas anjlok juga dipicu oleh faktor teknikal, salah satunya forced liquidation di pasar futures. Banyak trader menggunakan leverage untuk memperbesar keuntungan.

Ketika harga turun, trader bisa terkena margin call sehingga terpaksa menjual. Hal ini memicu penurunan harga yang lebih dalam.

Efeknya seperti bola salju. Semakin turun harga, semakin banyak posisi yang terlikuidasi. Ini mempercepat penurunan dalam waktu singkat.

4. Cash Conversion Sementara

Di awal krisis, investor sering memilih memegang kas karena memberikan fleksibilitas untuk menghadapi ketidakpastian pasar. Akibatnya, emas dijual untuk meningkatkan likuiditas.

Ini menjadi salah satu alasan harga emas anjlok dalam jangka pendek, meski biasanya kondisi ini tidak berlangsung lama. Setelah situasi stabil, investor akan kembali ke emas.

5. Profit Taking Institutional

Setelah kenaikan besar pada tahun sebelumnya, wajar jika investor institusi melakukan aksi ambil untung. Ini disebut profit taking.

Ketika banyak pihak menjual secara bersamaan, suplai meningkat dan harga pun turun. Inilah yang turut mendorong harga emas anjlok. Meski terlihat negatif, koreksi seperti ini sebenarnya sehat dalam siklus pasar jangka panjang.

Baca juga: Alasan Mengapa Harga Emas Selalu Naik?

Pandangan Para Ahli Terkait Harga Emas Selama Perang AS-Iran

Harga emas anjlok menurut para ahli bukanlah hal yang bertentangan dengan teori ekonomi. Justru ini mencerminkan dinamika pasar yang semakin kompleks.

Ada beberapa sudut pandang yang bisa membantu kamu memahami kondisi ini secara lebih objektif. Berikut penjelasannya:

1. Ekspektasi Konflik Tidak Meluas

Menurut Dyah Titis Kusuma Wardani, dosen Program Studi Ilmu Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), ada satu alasan yang membuat harga emas tidak terdorong naik.

Hal ini bisa disebabkan oleh pasar yang melihat konflik tidak berkembang menjadi perang global. Mengingat dampaknya yang dinilai terbatas, investor tidak terlalu agresif membeli emas.

2. Fenomena “Buy the Rumor, Sell the News

Lebih lanjut, Dyah Titis Kusuma Wardani menjelaskan bahwa harga emas sebelumnya sudah naik karena ekspektasi pasar. Namun, ketika perang benar-benar terjadi tanpa kejutan besar, investor mulai menjual.

Fenomena ini dikenal sebagai “buy the rumor, sell the news”. Aksi jual inilah yang menyebabkan harga emas anjlok.

3. Dominasi Dolar dan Suku Bunga

Selain itu, faktor paling dominan adalah penguatan dolar dan suku bunga tinggi. Investor lebih memilih aset yang memberikan imbal hasil dan likuiditas tinggi.

Dalam kondisi ini, emas kalah kompetitif. Itulah sebabnya harga emas anjlok meskipun statusnya sebagai safe haven tetap ada.

4. Kebutuhan Likuiditas Global

Yazid Kanca Surya, Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta, menambahkan bahwa kebutuhan likuiditas meningkat saat terjadi gangguan energi akibat konflik.

Investor dan bahkan negara membutuhkan dana tunai untuk mengantisipasi lonjakan harga energi. Akibatnya, emas dijual dan harga pun tertekan.

Masihkah Emas Layak Dibeli?

Harga emas anjlok bukan berarti emas kehilangan nilai investasinya. Justru ini bisa menjadi peluang, tergantung strategi kamu.

Menurut perencana keuangan Andy Nugroho, emas tetap layak dikoleksi karena berfungsi sebagai pelindung nilai terhadap mata uang dalam jangka panjang.

Jika kamu berinvestasi dengan horizon panjang, fluktuasi jangka pendek seharusnya tidak menjadi masalah besar, tetapi yang penting adalah konsistensi.

Namun, kamu tetap perlu berhati-hati. Membeli saat harga tinggi lalu menjual saat turun bisa menyebabkan kerugian.

Sementara itu, perencana keuangan lainnya, Mike Rini Sutikno, juga menekankan bahwa emas merupakan investasi jangka menengah hingga panjang.

Jadi, saat terjadi koreksi, kamu tidak perlu panik. Hanya saja, penting untuk memahami strategi yang tepat agar investasi emas tetap optimal di tengah volatilitas.

Baca juga: Cara Menghitung Harga Emas dengan Kalkulator serta Rumusnya

Strategi Investasi Emas di Tengah Volatilitas

Harga emas anjlok di tengah ketidakpastian justru bisa menjadi momen untuk menyusun strategi yang lebih matang. Kunci utamanya adalah diversifikasi.

Dengan memasukkan emas ke dalam portofolio, risiko bisa lebih terkontrol karena membantu menyeimbangkan pergerakan aset lain, seperti saham. Berikut beberapa strateginya:

  • Investasi bertahap dengan cara membeli emas secara berkala untuk mengurangi risiko fluktuasi harga.
  • Jangan terpaku pada pergerakan harian karena emas lebih cocok untuk investasi jangka menengah hingga panjang.
  • Diversifikasi portofolio melalui kombinasi emas dan instrumen investasi lainnya, seperti saham dan obligasi.
  • Jangan panik saat terjadi koreksi karena penurunan harga sering kali bersifat sementara dan merupakan bagian dari siklus pasar.

Itulah hal-hal penting yang perlu kamu ketahui terkait harga emas anjlok. Dengan strategi yang tepat, kamu tetap bisa memanfaatkan kondisi harga emas anjlok sebagai peluang, bukan ancaman.

Harga emas anjlok bisa jadi momentum terbaik untuk mulai berinvestasi, dan salah satu cara paling mudah adalah melalui Tabungan Emas dari Pegadaian.

Layanan ini memungkinkan kamu membeli emas secara fleksibel tanpa harus langsung membeli dalam jumlah besar. Berikut keunggulan yang bisa kamu dapatkan:

  • Menabung bisa dimulai dari 0,01 gram, cocok untuk pemula.
  • Emas 24 karat terjamin keasliannya dan bisa dicetak menjadi emas fisik.
  • Transaksi bisa dilakukan menggunakan aplikasi Tring! by Pegadaian atau langsung datang ke kantor cabang Pegadaian terdekat.
  • Bisa dijual atau digadaikan kapan saja saat dibutuhkan.
  • Penyimpanan emas dijamin aman oleh Pegadaian.

Kamu juga bisa menggunakan layanan Simulasi Tabungan Emas untuk menghitung perkiraan gram emas yang bisa didapatkan dari setiap top up.

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, wujudkan finansial yang terjaga saat terjadi ketidakpastian ekonomi dengan menabung emas di Pegadaian!

Baca juga: Cara Mengetahui Harga Emas Naik atau Turun Hari Ini

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162


Copyright © 2026 Sahabat Pegadaian. All Rights Reserved