6 Investasi Rendah Risiko Selain Deposito untuk Pemula

Oleh Sahabat Pegadaian dalam Emas

12 May 2026
Bagikan :
image detail artikel

Investasi rendah risiko selain deposito menjadi pilihan yang semakin banyak dicari, terutama jika kamu ingin mengembangkan uang tanpa harus menghadapi risiko besar.

Meskipun deposito dikenal stabil, ada banyak alternatif lain yang juga menawarkan stabilitas yang relatif terjaga dengan potensi imbal hasil menarik.

Perlu dipahami bahwa investasi yang rendah risiko tidak berarti tanpa risiko sama sekali. Jadi, apa pun investasi yang kamu pilih, pasti ada risikonya sekecil apa pun.

Namun, jenis investasi deposito umumnya memiliki fluktuasi yang relatif kecil sehingga lebih stabil dan mudah diprediksi dalam jangka waktu tertentu.

Lantas, apa saja instrumen investasi selain deposito yang berisiko rendah untuk dipilih oleh investor pemula? Simak penjelasannya di bawah ini.

Rekomendasi Investasi Rendah Risiko

Investasi rendah risiko selain deposito bisa menjadi solusi bagi kamu yang ingin menjaga nilai uang sekaligus mendapatkan keuntungan secara bertahap. Berikut beberapa pilihan yang bisa kamu pertimbangkan:

1. Emas

Emas dikenal sebagai aset lindung nilai (safe haven) yang mampu menjaga nilai kekayaan saat kondisi ekonomi tidak stabil.

Harga emas cenderung naik dalam jangka panjang dan tahan terhadap inflasi, meskipun sesekali mengalami koreksi. Inilah alasan emas sering disebut sebagai investasi yang rendah risiko dan fleksibel.

Likuiditasnya juga sangat tinggi sehingga kamu bisa menjualnya kapan saja saat membutuhkan dana cepat.

Menariknya, sekarang ini kamu bisa mulai berinvestasi emas dengan modal kecil karena kamu tidak perlu membeli langsung satu batang emas yang harganya mahal.

Melalui layanan Tabungan Emas di Pegadaian, kamu bisa melakukan pembelian emas mulai dari Rp10 ribuan saja atau sebesar 0,01 gram.

Nantinya, emas yang kamu tabung bisa dicetak menjadi emas batangan atau ditukar dengan perhiasan, lalu dapat digadai dan dijual dengan mudah.

2. Reksa Dana Pasar Uang

Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) menjadi salah satu investasi dengan risiko paling rendah karena dana ditempatkan pada instrumen jangka pendek, seperti Surat Berharga Indonesia.

Adapun yang dimaksud dengan instrumen pasar uang dalam RDPU selain deposito adalah Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan surat utang jangka pendek lainnya.

Instrumen-instrumen tersebut cocok untuk kamu yang ingin menyimpan dana sementara dengan likuiditas tinggi. Nilai investasinya cenderung stabil dan tidak mengalami fluktuasi tajam seperti saham.

Selain itu, RDPU juga mudah dicairkan kapan saja tanpa penalti besar. Hal ini membuatnya ideal sebagai alternatif dana darurat yang tetap menghasilkan keuntungan.

Baca juga: Panduan Investasi Emas: Cara Cerdas Lindungi Nilai Kekayaan

3. Valuta Asing Dolar AS

Dolar AS menjadi salah satu mata uang yang kuat dan stabil di dunia. Saat nilai dolar menguat terhadap rupiah, kamu bisa mendapatkan keuntungan dari selisih kurs.

Investasi ini juga memberikan manfaat diversifikasi portofolio sehingga risikonya tidak hanya bergantung pada satu jenis aset. Selain itu, pasar valuta asing dikenal sangat likuid.

Namun, kamu tetap perlu berhati-hati karena nilai tukar dapat berubah sewaktu-waktu. Fluktuasi ini bisa memberikan keuntungan sekaligus risiko jika tidak dikelola dengan baik.

4. Sukuk Tabungan dan Sukuk Ritel

Sukuk tabungan (ST) dan sukuk ritel (SR) merupakan investasi berbasis syariah yang dijamin oleh pemerintah.

Instrumen ini relatif rendah risiko karena memiliki risiko gagal bayar yang sangat kecil. Selain itu, imbal hasilnya tetap dan biasanya lebih tinggi dibandingkan dengan deposito.

Modal awalnya juga terjangkau, mulai dari Rp1 juta saja. Meski demikian, kamu perlu memahami bahwa tidak semua sukuk bisa dicairkan sebelum jatuh tempo.

5. Properti

Properti termasuk investasi yang cenderung stabil karena nilainya cenderung meningkat dari waktu ke waktu. Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan penghasilan pasif dari hasil sewa.

Instrumen ini tidak terlalu terpengaruh oleh fluktuasi pasar harian seperti saham. Oleh karena itu, banyak orang menganggap properti sebagai investasi jangka panjang yang rendah risiko.

Namun, modal awal yang dibutuhkan cukup besar. Kamu juga perlu mempertimbangkan lokasi dan potensi perkembangan area sebelum membeli.

6. P2P Lending

P2P Lending menawarkan peluang investasi dengan imbal hasil menarik melalui pendanaan langsung kepada peminjam.

Platform ini mempertemukan investor dan borrower tanpa perantara bank sehingga kamu bisa memilih sendiri proyek atau pinjaman yang ingin didanai.

Meski memberikan fleksibilitas dalam mengelola portofolio, tetap ada risiko kredit jika peminjam gagal membayar. Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk memilih platform berizin resmi dan menyalurkan dana untuk beberapa pinjaman.

Baca juga: Perbedaan Trading dan Investasi yang Wajib Diketahui

Investasi Rendah Risiko Lewat Tabungan Emas di Pegadaian

Jika masih bingung memilih investasi rendah risiko selain deposito, kamu bisa mulai dengan mudah melalui Tabungan Emas di Pegadaian. Layanan ini memungkinkan kamu menabung emas secara bertahap tanpa harus membeli dalam jumlah besar.

Tabungan Emas di Pegadaian adalah layanan penitipan emas yang praktis dan fleksibel untuk semua kalangan.

Dengan Tabungan Emas, kamu bisa mendapatkan emas 24 karat dengan jaminan keamanan karena emas yang kamu miliki tersimpan di Pegadaian.

Kamu juga bisa mencetak saldo Tabungan Emas menjadi emas batangan atau menukarnya dengan perhiasan. Bahkan, saldo emas bisa digadai atau dijual kapan saja saat dibutuhkan.

Untuk membuka Tabungan Emas, kamu hanya perlu menyiapkan identitas diri seperti KTP atau paspor yang masih berlaku.

Pembukaan rekening dan transaksi bisa dilakukan menggunakan aplikasi Tring! by Pegadaian atau langsung datang ke kantor cabang Pegadaian terdekat.

Sebagai simulasi, misalnya kamu rutin menabung Rp10.000 per hari untuk membeli emas, maka dalam satu bulan, kamu sudah mengumpulkan sekitar Rp300.000.

Dengan harga emas saat ini (per 20 April 2026) berada di kisaran Rp27.960 per 0,01 gram, dana bulanan tersebut dapat dikonversi menjadi kepemilikan emas sekitar 0,107 gram.

Jika konsistensi menabung ini dipertahankan selama 1 tahun, maka saldo emas yang terakumulasi bisa mencapai sekitar 1,28 gram tanpa mengganggu stabilitas pengeluaran harian.

Untuk menghitung estimasi emas yang bisa kamu dapatkan lewat Tabungan Emas secara praktis, gunakan fitur Simulasi Tabungan Emas.

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, buka Tabungan Emas di Pegadaian untuk berinvestasi yang fleksibel mulai dari sekarang!

Baca juga: Kenali Perbedaan Emas Muda dan Emas Tua Sebelum Berinvestasi

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162


Copyright © 2026 Sahabat Pegadaian. All Rights Reserved