Begini Cara Mengambil Uang di ATM yang Aman, Yuk Terapkan!

Oleh Sahabat Pegadaian dalam Inspirasi

27 May 2026
Bagikan :
image detail artikel

Di tengah kecanggihan teknologi perbankan, menarik uang tunai melalui mesin ATM tetap menjadi kebutuhan harian yang esensial.

Namun, efisiensi ini perlu dibarengi dengan kewaspadaan agar terhindar dari berbagai risiko keamanan yang mungkin mengintai di ruang publik.

Memahami prosedur yang benar bukan hanya tentang mendapatkan uang, melainkan juga melindungi data pribadi dan saldo rekening.

Mari perhatikan cara mengambil uang di ATM secara aman sekaligus efisien di artikel berikut. Simak sampai akhir.

Cara Mengambil Uang di ATM

Mengetahui langkah-langkah mengakses dana tunai secara mandiri merupakan keterampilan dasar yang sangat membantu di situasi apa pun.

Walaupun tampak sederhana, terdapat hal-hal penting yang perlu menjadi perhatian agar proses penarikan uang berjalan tanpa kendala.

Tidak perlu bingung dengan banyaknya tombol, cukup ikuti cara mengambil uang di ATM berikut ini.

  1. Kunjungi gerai ATM terdekat yang sesuai dengan jenis lembaga keuangan kamu.
  2. Masukkan kartu ATM ke mesin. Pastikan bagian nomor kartu ATM menghadap ke atas dan chip kartu menghadap dalam.
  3. Pilih bahasa yang ingin digunakan, yaitu Bahasa Indonesia atau Inggris.
  4. Ketik 6 digit PIN ATM dengan benar. Apabila salah sebanyak tiga kali, maka kartu ATM akan diblokir.
  5. Lalu, pilih opsi tarik tunai di menu layar.
  6. Setelah itu, akan tertampil nominal-nominal yang dapat langsung diambil. Pilih sesuai jumlah nominal yang hendak diambil.
  7. Jika nominal yang diinginkan tidak ada, maka pilih “Transaksi Lain → Penarikan → Jumlah Lain”.
  8. Masukkan jumlah nominal yang dikehendaki, misalnya Rp500.000.
  9. Konfirmasi aktivitas penarikan uang tersebut.
  10. Tunggu permintaan diproses terlebih dahulu.
  11. Kemudian, ambil uang maupun bukti transaksi yang keluar dari mesin ATM. Sebagai informasi, beberapa mesin ATM terkadang tidak mengeluarkan bukti transaksi. Oleh karena itu, tidak perlu khawatir apabila tidak ada bukti transaksi yang keluar.
  12. Tekan “Lanjutkan” jika ingin melakukan transaksi lain atau pilih “Tidak” untuk mengeluarkan kartu ATM.


Baca juga: Syarat Gadai ATM di Pegadaian, Bisakah Dijadikan Pembiayaan?

Tips Menarik Uang di ATM yang Aman

Meskipun mesin ATM memberikan kemudahan akses tunai selama 24 jam, keamanan dalam bertransaksi tetap menjadi prioritas utama yang tidak boleh diabaikan.

Kesalahan kecil saat berada di depan mesin atau kurangnya kewaspadaan terhadap situasi sekitar bisa membuka celah bagi risiko kejahatan digital maupun fisik.

Adapun beberapa tips esensial yang perlu diperhatikan demi menjamin keamanan setiap kali melakukan transaksi di ATM adalah sebagai berikut.

1. Pilih Lokasi ATM yang Strategis

Usahakan selalu menggunakan mesin ATM yang berada di lokasi ramah, terang, atau memiliki penjagaan, seperti di area kantor lembaga keuangan maupun di dalam pusat perbelanjaan.

Hindari mesin ATM yang terlihat sepi pengunjung dan gelap karena lokasi tersebut sering kali menjadi sasaran empuk pelaku kejahatan.

2. Periksa Kondisi Mesin Secara Fisik

Sebelum memasukkan kartu, perhatikan bagian card reader dan tombol angka. Pastikan tidak ada benda mencurigakan, seperti tempelan plastik yang longgar atau alat tambahan tidak wajar. Ini penting untuk menghindari skimming (alat mencuri data dari pita magnetik kartu).

3. Tutupi Area Keyboard Saat Menekan PIN

Langkah ini sederhana tetapi paling krusial. Gunakan tangan yang lain untuk menutupi papan tombol ketika sedang memasukkan PIN. Pastikan PIN yang diketik sudah benar.

Tujuannya adalah untuk mencegah adanya kamera tersembunyi atau penglihatan orang asing yang merekam kode rahasiamu.

4. Waspadai Orang di Sekitar

Jika ada orang yang berdiri terlalu dekat atau mencoba menawarkan bantuan dengan cara mencurigakan saat mengalami kendala teknis, sebaiknya batalkan transaksi dan cari ATM lain.

Jangan pernah memberikan kartu atau membagikan informasi terkait PIN kepada siapa pun, termasuk orang yang mengaku petugas lembaga keuangan.

5. Simpan Kartu, Uang, dan Bukti Transaksi

Setelah penarikan uang selesai, pastikan uang, kartu, dan bukti transaksi sudah diambil. Lalu, masukkan ke dalam tas atau dompet sebelum keluar dari area ATM. Kamu bisa menyimpan bukti transaksi atau menghancurkannya agar informasi saldo tidak dibaca orang lain.

Baca juga: 5 Manfaat Memiliki Kartu Kredit yang Perlu Anda Ketahui

Biaya dan Limit Penarikan Uang di Mesin ATM

Pada dasarnya, setiap lembaga keuangan memiliki kebijakan tersendiri terkait biaya maupun limit penarikan uang melalui ATM. Namun, ada beberapa hal yang harus diketahui, yaitu:

  • Transaksi di ATM yang sesuai dengan kartu biasanya tidak dikenakan biaya.
  • Pengambilan uang di ATM Bersama atau tidak sesuai kartu umumnya dikenakan biaya sekitar Rp6.500 per transaksi.
  • Limit penarikan harian cukup variatif, yakni antara Rp5-Rp25 juta bergantung pada rekening maupun kebijakan lembaga keuangan.
  • Beberapa lembaga keuangan memberikan batasan jumlah transaksi harian antara 10-20 transaksi.
  • Biasanya, pengambilan uang tunai di luar negeri dikenakan biaya tambahan serta batasan khusus.


Memahami setiap poin sangatlah krusial agar transaksi berjalan lancar dan tetap efisien sesuai kebutuhan. Jadi, pastikan untuk mengecek berkala ketentuan dari lembaga keuangan terkait.

Itulah penjelasan mengenai cara mengambil uang di ATM. Melalui informasi di atas, diharapkan kamu tidak bingung lagi dan dapat menerapkannya dengan benar sekaligus aman.

Selain mahir dalam menarik dana, penting juga memiliki strategi menyimpan sisa uang agar tidak habis begitu saja untuk kebutuhan konsumtif.

Salah satu langkah cerdas untuk menjaga nilai uang adalah dengan mengalokasikannya ke aset yang lebih stabil, seperti emas lewat produk Tabungan Emas dari Pegadaian.

Nantinya, uang yang ditabung bisa langsung dikonversi menjadi gramasi emas secara praktis. Dengan demikian, kamu memiliki cadangan dana yang likuid dan terlindungi dari risiko inflasi.

Tidak harus besar, lakukan pembelian awal minimal Rp10 ribuan saja. Biaya pengelolaan rekening di Tabungan Emas pun tergolong ringan, yaitu hanya Rp30.000 per tahunnya.

Saldo emas yang terkumpul dapat digunakan sesuai kebutuhan, seperti digadaikan, dijual kembali, diubah menjadi emas fisik 24 karat, atau ditransfer ke sesama pengguna.

Jika ingin mengetahui berapa gramasi atau uang yang harus disiapkan, maka cobalah hitung perkiraannya menggunakan fitur Simulasi Tabungan Emas.

Misalnya, harga beli emas per 0,01 gram saat ini adalah Rp27.000. Kamu memiliki modal tetap sebesar Rp100.000 dan ingin menabung rutin per bulan selama setahun.

Artinya, perhitungannya adalah Rp100.000 / Rp27.000 x 0,01 gram = 0,037 gram. Dalam setahun, saldo emas tersebut akan menjadi 0,444 gram.

Walaupun terlihat kecil, aset investasi tersebut tetap bertumbuh secara presisi sesuai dengan harga pasar pada saat itu. Sungguh menarik, bukan?

Jadi, jangan ragu untuk membuka rekening Tabungan Emas di aplikasi Tring! by Pegadaian atau langsung ke kantor cabang Pegadaian terdekat sekarang!

Baca juga: Mana yang Lebih Untung, Antara Paylater vs Kartu Kredit?

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162


Copyright © 2026 Sahabat Pegadaian. All Rights Reserved