Mengenal Punggahan, Tradisi untuk Menyambut Bulan Ramadhan

Punggahan adalah salah satu tradisi yang kerap dilakukan oleh masyarakat Indonesia, terutama di Pulau Jawa, dalam menyambut bulan suci Ramadhan.
Pada dasarnya, tradisi unik di bulan Ramadhan ini memiliki maksud yang baik, yaitu untuk mengingatkan umat Muslim bahwa bulan suci akan segera tiba.
Penasaran bagaimana sejarah hadirnya punggahan di tengah masyarakat Indonesia dan apa saja kegiatan yang dilakukan dalam tradisi tersebut? Yuk, simak ulasannya di bawah ini!
Apa itu Punggahan?
Munggahan atau punggahan adalah tradisi yang dilakukan oleh umat Muslim di Indonesia untuk menyambut bulan suci Ramadhan dengan berdoa, silaturahmi, serta makan bersama keluarga, maupun kerabat dekat.
Munggahan sendiri berasal dari bahasa Jawa, yaitu munggah yang berarti naik. Artinya, datangnya bulan Ramadhan perlu disambut dengan meningkatkan iman dan takwa.
Selain itu, tujuan utama punggahan adalah untuk mengingatkan umat Muslim bahwa bulan suci Ramadhan akan segera tiba.
Tradisi ini juga bisa mengingatkan Muslim untuk senantiasa mengirimkan doa kepada orang-orang yang telah meninggal dunia.
Pada dasarnya, punggahan tidak bertentangan dengan syariat Islam. Tradisi ini justru dapat melengkapi syiar dan dakwah agama Islam dengan melakukan berbagai kegiatan positif.
Tradisi ini juga menjadi cara bagi umat Islam untuk bergembira dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.
Salah satu hadis yang termaktub dalam Durrotun Nasihin pun menjelaskan:
مَنْ فَرِحَ بِدُخُولِ رَمَضَانَ حَرَّمَ اللهُ جَسَدَهُ عَلىَ النِّيْرَانِ
Artinya: “Siapa yang bergembira dengan masuknya bulan Ramadhan, Allah akan mengharamkan jasadnya masuk ke neraka.”
Baca juga: Kapan Jadwal Puasa 2025? Berikut Perkiraan Tanggalnya
Sejarah Punggahan
Tradisi menyambut bulan Ramadhan ini pertama kali diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga ketika menyebarkan agama Islam di wilayah Jawa, terutama kawasan Jawa Tengah.
Kala itu, Sunan Kalijaga menggunakan metode akulturasi atau percampuran kebudayaan untuk menyebarkan agama Islam di daerah Jawa sehingga lebih mudah diterima oleh masyarakat.
Punggahan kerap dilakukan di rumah, masjid, ataupun musala dengan mengundang tetangga sekitar dan sanak saudara, serta salah seorang kyai untuk memimpin doa dan tahlil.
Saat melakukan punggahan, menu yang sering kali disediakan adalah apem, pisang raja, pasung, dan ketan. Menu ini memiliki maknanya tersendiri dalam menyambut bulan Ramadhan.
Misalnya, ketan yang menggunakan beras ketan berwarna putih susu melambangkan kesucian yang diharapkan akan didapatkan masyarakat sebelum memasuki bulan Ramadhan.
Kemudian, kue apem berasal dari bahasa Arab “afwan” yang berarti maaf. Maknanya, sebelum memasuki bulan Ramadhan, umat Muslim harus memohon ampun kepada Allah SWT.
Pisang raja atau gedang rojo dalam bahasa Jawa berasal dari bahasa Arab “ghodhan rojaa”, yang memiliki makna bahwa setiap muslim berharap agar diberikan apa yang diminta kepada Allah SWT.
Lalu, kue pasung yang berbentuk seperti contong diambil dari bahasa Arab “fashoum” yang memiliki arti mengikat atau memasung diri kita dari hawa nafsu.
Apa Saja yang Dilakukan Saat Punggahan?
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, munggahan biasanya dilakukan dengan berkumpul bersama sanak saudara dan tetangga sekitar untuk berdoa.
Di samping itu, tradisi menyambut bulan Ramadhan ini juga kerap dilakukan dengan aktivitas lain, seperti:
- Bepergian ke tempat wisata.
- Membersihkan seluruh anggota badan dengan keramas (sunah dari Rasulullah SAW).
- Membersihkan makam keluarga.
- Saling meminta maaf kepada orang tua, sahabat, teman, dan kerabat lain.
Umumnya, munggahan dilakukan pada akhir bulan Syaban, tepatnya satu atau dua hari sebelum memasuki bulan Ramadhan.
Baca juga: Niat Puasa Ramadhan dan Artinya Lengkap Wajib diketahui
Hikmah dari Punggahan
Dalam menjalankan tradisi punggahan, terdapat beberapa kebaikan dan kebajikan yang bisa diambil sebagai hikmah, di antaranya:
1. Sebagai Bentuk Syukur
Salah satu hikmah tradisi punggahan adalah sebagai salah satu bentuk syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT karena masih diberi umur untuk bertemu dengan bulan Ramadhan.
Harapannya, pertemuan dengan bulan Ramadhan ini membuat kita menjadi hamba Allah yang lebih baik karena diberi kesempatan untuk memperbanyak pahala.
2. Mempererat Tali Silaturahmi
Punggahan juga bisa dijadikan sebagai ajang mempererat tali silaturahmi dengan kerabat, baik sanak saudara maupun tetangga sekitar.
Dengan bersama-sama hadir di masjid untuk berdoa maupun menyantap makanan, kamu bisa bertegur sapa dengan kerabat yang memiliki kesibukan masing-masing di hari biasa.
3. Momen Saling Meminta Maaf
Terakhir, momen berkumpul sebelum bulan Ramadhan ini juga bisa dijadikan sebagai kesempatan untuk saling memaafkan satu sama lain.
Apalagi, sebelum menyambut bulan suci Ramadhan, setiap Muslim disarankan untuk memohon maaf kepada sesama guna membersihkan diri.
Bulan Ramadhan tentu bisa menjadi momen bagi umat Muslim untuk melakukan kebaikan, apalagi Allah SWT menjanjikan pahala yang berlipat ganda di bulan suci ini.
Selain memperbanyak ibadah, berbuat kebaikan di bulan Ramadhan juga bisa dibarengi dengan berinvestasi melalui Tabungan Emas di Pegadaian.
Menabung emas di Pegadaian bisa membantu memaksimalkan keuanganmu sehingga dapat memberikan kebaikan untuk diri sendiri.
Lewat layanan ini, kamu bisa membeli emas 24 karat dengan harga terjangkau melalui sistem menabung yang praktis.
Kamu juga bisa mengetahui perkiraan harga jual emas yang sesuai dengan pergerakan harga pasar setiap harinya melalui fitur Simulasi Tabungan Emas.
Jadi, jangan ragu untuk menabung emas melalui aplikasi Pegadaian Digital atau langsung di kantor cabang Pegadaian terdekat agar bisa menikmati keuntungannya!
Baca juga: Sampai Jam Berapa Sahur? Ini Penjelasan Batas Waktunya
Artikel Lainnya

Inspirasi
Penjelasan Lengkap Tentang Penerima Zakat Mal & Zakat Fitrah
Pelajari siapa saja penerima zakat mal & zakat fitrah, jenis-jenis zakat, 8 golongan penerima zakat, serta syarat penerimanya di sini!

Inspirasi
Cara Menghindari Penipuan Tabungan Emas di Pegadaian
Ada banyak modus terkait penipuan tabungan emas Pegadaian. Salah satunya yakni muncul akun bodong yang mengatasnamakan Pegadaian. Waspada!

Inspirasi
Doa Nisfu Sya’ban untuk Memohon Ampunan dan Berkah
Dalam rangka menyambut malam Nisfu Sya’ban yang penuh berkah dan ampunan, amalkan doa Nisfu Sya’ban berikut ini.