Investasi Pendapatan Tetap: Jenis, Risiko, dan Keuntungannya

Investasi pendapatan tetap menjadi pilihan banyak investor yang ingin memperoleh keuntungan stabil dengan risiko yang relatif lebih rendah.
Instrumen ini cocok untuk kamu yang mengutamakan keamanan sekaligus ingin mendapatkan pemasukan rutin dalam periode tertentu.
Berbeda dengan saham yang harganya bisa berubah setiap saat, investasi pendapatan tetap menawarkan imbal hasil yang lebih terukur.
Lantas, apa saja jenis instrumen investasi pendapatan tetap? Bagaimana dengan keuntungan serta risikonya? Simak pembahasannya di bawah ini.
Apa Itu Investasi Pendapatan Tetap?
Investasi pendapatan tetap atau fixed income adalah instrumen investasi yang memberikan imbal hasil dengan nominal tetap dalam periode tertentu.
Imbal hasil tersebut biasanya sudah ditentukan sejak awal sehingga investor dapat memperkirakan pendapatan yang akan diterima.
Investasi pendapatan tetap identik dengan obligasi karena investor memperoleh kupon atau bunga secara berkala.
Nilainya cenderung stabil dan tidak terlalu terpengaruh fluktuasi pasar seperti saham maupun reksa dana saham.
Pada saham, harga dan dividen bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar. Sementara itu, obligasi memberikan kupon tetap sehingga pendapatan investor lebih mudah diprediksi.
Meski begitu, harga obligasi di pasar tetap dapat berubah mengikuti pergerakan yield dan suku bunga.
Namun, secara umum, instrumen fixed income tetap dianggap lebih stabil dibandingkan dengan instrumen investasi berisiko tinggi seperti saham.
Instrumen Investasi Pendapatan Tetap
Terdapat beberapa pilihan instrumen investasi pendapatan tetap yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan profil risiko investor. Berikut penjelasannya:
1. Obligasi Pemerintah
Obligasi pemerintah adalah surat utang yang diterbitkan oleh negara dengan tenor mulai dari 12 bulan hingga puluhan tahun. Instrumen ini dianggap aman karena pembayaran pokok dan kupon dijamin pemerintah.
Obligasi pemerintah terbagi menjadi Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dan obligasi negara. Perbedaannya terletak pada jangka waktu jatuh tempo.
2. Deposito
Deposito merupakan simpanan berjangka di bank yang hanya bisa dicairkan sesuai tenor yang dipilih. Tenornya biasanya mulai dari 1 bulan hingga 24 bulan.
Deposito termasuk investasi pendapatan tetap karena bunga yang diterima bersifat stabil. Selain itu, simpanan deposito juga dijamin oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) sesuai ketentuan yang berlaku.
3. SBN (Surat Berharga Negara)
SBN adalah obligasi yang diterbitkan pemerintah dan dipasarkan kepada masyarakat. Jenis SBN seperti ORI, SR, dan FR bisa diperdagangkan di pasar sekunder.
SBN dinilai aman karena pembayaran pokok dan kupon dijamin oleh negara. Minimal pembelian umumnya mulai dari Rp1 juta.
Baca juga: Perbedaan Trading dan Investasi yang Wajib Diketahui
4. Reksa Dana
Reksa dana adalah wadah penghimpunan dana masyarakat yang dikelola oleh manajer investasi pada berbagai instrumen pasar modal.
Pada reksa dana pendapatan tetap, sebagian besar dana ditempatkan pada obligasi. Maka dari itu, return yang dihasilkan cenderung lebih stabil dibandingkan dengan reksa dana saham.
5. Obligasi Korporasi
Obligasi korporasi diterbitkan oleh perusahaan swasta, BUMN, maupun BUMD untuk memperoleh pendanaan.
Instrumen ini dapat memberikan bunga tetap maupun mengambang. Namun, risikonya biasanya lebih tinggi dibandingkan dengan obligasi pemerintah.
6. Sukuk Korporasi
Sukuk korporasi adalah obligasi berbasis prinsip syariah yang diterbitkan oleh perusahaan. Instrumen ini cocok untuk investor yang ingin berinvestasi sesuai prinsip syariah. Dana hasil penerbitan sukuk umumnya digunakan untuk mendukung kebutuhan pembiayaan perusahaan.
7. SBSN (Surat Berharga Syariah Negara)
SBSN atau sukuk negara merupakan surat berharga syariah yang diterbitkan pemerintah. Instrumen ini menjadi bukti kepemilikan atas aset negara sesuai prinsip syariah. SBSN tersedia dalam mata uang rupiah maupun valuta asing.
8. EBA (Efek Beragun Aset)
EBA adalah surat berharga berbasis kumpulan aset keuangan seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Instrumen ini memberikan pendapatan tetap kepada investor berdasarkan aset yang mendasarinya.
9. ORI (Obligasi Ritel Indonesia)
ORI adalah obligasi negara yang dijual khusus kepada investor ritel Indonesia melalui agen penjual resmi. Kupon ORI bersifat tetap sehingga investor dapat memperoleh pendapatan rutin selama masa investasi berlangsung.
Keuntungan Investasi Pendapatan Tetap
Berikut adalah beberapa keuntungan melakukan investasi pendapatan tetap yang perlu kamu ketahui:
- Volatilitas yang Rendah: Harga fixed income cenderung lebih stabil dibandingkan dengan saham. Pergerakannya tidak terlalu fluktuatif sehingga investor lebih tenang.
- Sudah Pasti Mendapatkan Pendapatan Tetap: Investor bisa mengetahui jumlah kupon atau bunga sejak awal investasi. Pendapatan tersebut dibayarkan secara rutin sesuai jadwal.
- Investasi Berjangka Pendek: Beberapa instrumen fixed income memiliki tenor pendek mulai dari 1 hingga 3 tahun sehingga cocok untuk tujuan keuangan jangka menengah.
- Risiko Rendah: Risiko investasi pendapatan tetap relatif lebih rendah dibandingkan dengan saham, terutama jika memilih obligasi pemerintah.
Baca juga: Inilah 6 Perbedaan SBN dan Deposito yang Wajib Dipahami
Risiko Investasi Pendapatan Tetap
Sebelum memutuskan instrumen investasi pendapatan tetap yang sesuai untukmu, berikut beberapa risiko yang harus kamu ketahui:
- Risiko Likuiditas: Risiko ini terjadi ketika obligasi sulit dijual cepat di pasar dengan harga yang sesuai.
- Risiko Perubahan Suku Bunga: Saat suku bunga naik, harga obligasi biasanya turun. Sebaliknya, saat suku bunga menurun, harga obligasi cenderung naik.
- Risiko Kredit: Risiko kredit terjadi ketika penerbit obligasi gagal membayar kupon atau pokok utang.
Tipe Investor yang Cocok Untuk Pendapatan Tetap
Investasi pendapatan tetap tidak selalu bisa memenuhi kebutuhan investor. Berikut adalah beberapa tipe investor yang cocok untuk investasi pendapatan tetap:
- Investor yang Mengutamakan Keamanan: Investor konservatif yang fokus pada menjaga nilai aset biasanya cocok memilih obligasi pemerintah.
- Investor yang Berorientasi pada Pendapatan: Instrumen ini cocok bagi investor yang membutuhkan pemasukan rutin, seperti pensiunan atau pencari passive income.
- Investor yang Berorientasi Jangka Menengah-Panjang: Investasi pendapatan tetap juga sesuai untuk investor yang siap menunggu hasil investasi secara berkala hingga jatuh tempo.
Selain instrumen investasi pendapatan tetap yang disebutkan di atas, kamu juga bisa mempertimbangkan diversifikasi aset melalui Cicil Emas di Pegadaian.
Cicil Emas memungkinkanmu memiliki emas batangan dengan pembayaran cicilan tetap setiap bulan. Adapun beberapa keunggulan yang ditawarkan adalah sebagai berikut:
- Emas 24 karat bersertifikat.
- Cicilan tetap meski harga emas naik.
- Bisa dijual kembali di Galeri 24.
- Bebas biaya penalti pelunasan dipercepat.
- Mudah dicairkan kembali melalui jual atau gadai.
Sebagai gambaran, berikut simulasi Cicil Emas di Pegadaian berdasarkan harga emas per 13 Mei 2026 sebesar Rp2.746.000 per gram:
- Denom emas: 10 gram
- Harga emas: Rp27.460.000
- Uang muka 15%: Rp4.119.000
- Biaya admin: Rp50.000
- Sisa pembiayaan: Rp23.341.000
Perhitungan cicilan per bulan:
- Pokok angsuran: Rp23.341.000 ÷ 12 = Rp1.945.083
- Sewa modal: Rp27.460.000 × 0,92% = Rp252.632
- Total angsuran: Rp1.945.083 + Rp252.632 = Rp2.197.715 per bulan
Untuk mempermudah perhitungan simulasi, kamu bisa menggunakan fitur Simulasi Cicil Emas dari Pegadaian.
Jadi, tunggu apa lagi? Mulai cicil emas melalui aplikasi Tring! by Pegadaian atau langsung saja di kantor cabang Pegadaian terdekat!
Baca juga: Lebih Baik Menyimpan Uang di Deposito atau Beli Emas?
Artikel Lainnya

Investasi
Hindari 5 Kesalahan Ini saat Investasi Emas
Meski terkesan mudah, investasi emas bisa berisiko lho, apalagi jika kurang paham. Hindari 5 kesalahan dalam berinvestasi emas berikut ini

Investasi
Value at Risk: Pengertian, Manfaat, dan Metode Hitungannya
Value at Risk adalah metode statistik yang digunakan untuk memprediksi kemungkinan terbesar kerugian pada periode tertentu. Yuk, simak selengkapnya!

Investasi
Investasi Menguntungkan yang Bisa Anda Coba di Tahun 2017
Melalui investasi, Anda bahkan bisa memperoleh pendapatan pasif yang terus mengalir. Berikut ini beberapa investasi menguntungkan yang bisa Anda coba di tahun 2017.
