Inilah Daftar UMR 2026 di Indonesia & Rata-rata Kenaikannya

Oleh Sahabat Pegadaian dalam Keuangan

28 January 2026
Bagikan :
image detail artikel

Penetapan UMR selalu menjadi topik hangat untuk diperbincangkan. Bahkan, pengumuman besaran UMR termasuk berita yang paling dinantikan oleh masyarakat setiap awal tahun.

Memasuki 2026, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan telah memastikan penetapan UMR di seluruh wilayah Indonesia.

Adanya keputusan resmi terkait UMR 2026 tersebut kemudian memunculkan pertanyaan, seperti “apakah besarannya mengalami kenaikan dan sudah ideal?”.

Nah, mari membahasnya lebih lanjut di dalam artikel berikut untuk menemukan jawabannya. Jadi, simak sampai akhir.

Mekanisme Penetapan UMP 2026

Pada dasarnya, UMR (Upah Minimum Regional) merupakan standar gaji bulanan minimal di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Sebagai informasi, istilah ini sudah tidak berlaku dan secara resmi mengacu pada Upah Minimum Provinsi (UMP/Tingkat I) serta Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK/Tingkat II).

Secara hukum, UMP 2026 ditentukan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2021 tentang Pengupahan yang melibatkan Dewan Pengupahan Daerah.

Pemerintah Indonesia secara normatif mewajibkan seluruh gubernur mengumumkan keputusan UMP paling lambat pada Rabu, 24 Desember 2025.

Kebijakan tersebut bersifat mengikat bagi pemerintah daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dan secara efektif diberlakukan pada 1 Januari 2026.

Dalam pelaksanaannya, terdapat tiga variabel utama yang menjadi bahan pertimbangan Pemerintah dalam memutuskan UMP 2026, yaitu:

  • Tingkat Inflasi: Berkaitan dengan peningkatan harga barang, bahan bakar, kebutuhan primer (sembako), dan biaya tempat tinggal pada tahun 2025. Penyesuaian upah ini diharapkan agar daya beli masyarakat tidak tergerus.
  • Pertumbuhan Ekonomi Daerah: Ada sejumlah provinsi yang mencatatkan terjadinya pemulihan perekonomian secara positif pascastagnasi global.
  • Indeks Tertentu (Alpha): Koefisien alpha mencerminkan kontribusi tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi di setiap daerah sehingga besaran kenaikan UMP disesuaikan dengan keadaan serta kinerja perekonomian di masing-masing wilayah.

Hal ini pun ditegaskan oleh Yassierli selaku Menteri Ketenagakerjaan Indonesia bahwa mekanisme penetapan UMR 2026 merujuk pada formula dari Presiden Prabowo Subianto.

Formula yang dimaksud, yaitu inflasi + (pertumbuhan ekonomi x indeks alfa). Dalam hal ini, rentang nilai alfa adalah di antara 0,5-0,9.

Artinya, daerah yang memiliki kontribusi tenaga kerja besar dan pertumbuhan ekonomian kuat berpeluang meningkatkan upah minimum lebih tinggi asalkan tetap mendekati KHL (Kebutuhan Hidup Layak).

Apakah UMR Indonesia 2026 Naik?

Ya. Menurut SK (Surat Keputusan) Gubernur yang terbit serentak di akhir November 2025 lalu, UMR Indonesia 2026 mengalami kenaikan secara nasional rata-rata sebesar 5-8%.

Angka tersebut sedikit lebih tinggi daripada peningkatan yang terjadi di tahun sebelumnya (UMR 2025) dan menjadi angin segar di tengah laju inflasi serta tekanan ekonomi sepanjang 2025.

Pemerintah berharap bahwa kebijakan yang telah diambil dapat menjaga daya beli dan menjadi bagian dari upaya perlindungan kesejahteraan pekerja.

Terdapat sejumlah provinsi di Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi melebihi rata-rata nasional yang mencatatkan peningkatan UMR lebih signifikan.

Sebagai contoh, terjadi kenaikan perekonomian daerah relatif tinggi di Sulawesi Tengah dan Maluku Utara yang didorong oleh kontribusi sektor hilirisasi.

Di sisi lain, provinsi di Pulau Jawa pun diketahui mengalami kenaikan yang lebih moderat. Ini memberikan dampak riil terhadap besaran upah yang diterima oleh tenaga kerja.

Pada prinsipnya, pemerintah menekankan bahwa UMP bisa dikatakan sebagai safety net (jaring pengaman) bagi para pekerja.

Bagi pekerja yang memiliki masa kerja di atas satu tahun, maka kenaikan gaji ideal disesuaikan menurut Struktur dan Skala Upah (SUSU) perusahaan. Jadi, nilainya dapat lebih besar dibandingkan persentase kenaikan UMR 2026.

Baca juga: UMR Tangerang 2025 Naik, Jadi Kota ke-8 dengan UMR Tertinggi!

Daftar UMR 2026 Seluruh Provinsi di Indonesia

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur, berikut ini adalah daftar UMR 2026 masing-masing provinsi di Indonesia beserta nilai kenaikannya.

gambar

gambar

Berdasarkan rincian tersebut, bisa dilihat bahwa UMR Jakarta 2026 menjadi yang tertinggi di Indonesia. Sedangkan, Papua Tengah tercatat sebagai satu-satunya provinsi tanpa kenaikan UMR 2026.

Baca juga: Berapa UMR Surabaya 2025? Tertinggi di Jawa Timur!

Dampak UMP 2026 Terhadap Dunia Kerja

Keputusan resmi UMP 2026 yang mengalami peningkatan mendatangkan efek ganda bagi ekosistem ketenagakerjaan di Indonesia.

Dari sisi tenaga kerja, mereka memperoleh manfaat secara langsung berupa kenaikan daya beli serta perlindungan standar hidup yang dinilai lebih baik dan layak.

Namun, di saat yang sama hal ini menimbulkan tantangan bagi pengusaha dan UMKM. UMP 2026 dinilai tidak selaras dengan ekspektasi pelaku usaha dan pertumbuhan produktivitas.

Dunia usaha diketahui mengusulkan nilai alfa pada kisaran 0,1-0,5 di mana ini cukup berbeda dengan rentang nilai alfa yang ditetapkan dalam PP tentang Pengupahan.

Usulan tersebut mempertimbangkan keseimbangan antara kemampuan riil dunia usaha dengan KHL (Kebutuhan Hidup Layak).

Namun, para pengusaha pun tetap berupaya sekuat mungkin untuk mengeluarkan perhitungan sebagaimana arahan dari Presiden Republik Indonesia.

Menurut Ketua Komite Tetap Hubungan Industrial Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, seluruh lini industri akan terdampak penyesuaian UMP 2026.

Saat kenaikan tersebut tidak diimbangi dengan produktivitas, maka para pengusaha harus menyesuaikan struktur biaya operasional demi mencegah tekanan biaya yang berpotensi memicu kenaikan harga serta efisiensi tenaga kerja.

Sektor jasa dan retail sendiri diprediksi akan turut terpengaruh oleh dampak positif dari kenaikan daya beli masyarakat.

Tingkat konsumsi domestik diproyeksikan meningkat sebesar 3,2% seiring dengan implementasi upah minimum yang baru, khususnya di kategori fashion, makanan, serta elektronik konsumen.

Demikian pemaparan informasi mengenai penetapan, rata-rata kenaikan, daftar UMR 2026, hingga dampaknya terhadap dunia kerja.

Menyikapi dinamika UMR Indonesia 2026, masyarakat perlu mengambil langkah yang cerdas dalam hal perencanaan keuangan.

Pasalnya, hal tersebut hanya sebagai solusi jangka pendek untuk kebutuhan saat ini. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, kamu tentu memerlukan strategi jangka panjang.

Terlebih, inflasi termasuk risiko yang tidak bisa diabaikan. Salah satu cara efektif yang tepat, yaitu dengan mulai berinvestasi emas melalui Tabungan Emas di Pegadaian.

Layanan ini memungkinkan kamu menyimpan emas dalam bentuk saldo yang nantinya akan dikelola secara profesional. Bukalah rekening Tabungan Emas di Tring! by Pegadaian.

Selain itu, bisa juga di kantor cabang Pegadaian terdekat. Kamu bisa beli minimal 0.01 gram untuk pembelian awal dan Rp30.000/tahun sebagai biaya pengelolaan rekening.

Saldo emas digital yang tersimpan dapat dicetak menjadi emas fisik bernilai 24 karat dan dijual kembali di Galeri 24 jika kamu sedang membutuhkan dana tambahan.

Pegadaian juga menyediakan fitur Simulasi Tabungan Emas yang bisa digunakan untuk melihat estimasi pembelian emas sehingga perencanaan investasi menjadi lebih mudah.

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, jangan ragu untuk menabung emas sekarang di Pegadaian dan raih berbagai keuntungannya!

Baca juga: Berapa UMR Bogor Kabupaten dan Kota di Tahun 2025?

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162


Copyright © 2026 Sahabat Pegadaian. All Rights Reserved