Competition-Based Pricing: Jenis, Keuntungan, & Kerugiannya

Oleh Sahabat Pegadaian dalam Wirausaha

12 May 2026
Bagikan :
image detail artikel

Competition-based pricing adalah strategi penetapan harga yang berfokus pada harga kompetitor di pasar untuk menentukan harga produk atau layanan sendiri.

Dengan pendekatan ini, kamu sebagai pelaku usaha tidak hanya melihat biaya produksi atau nilai produk, tetapi juga bagaimana pesaing menentukan harga mereka.

Strategi ini sering dipakai karena sederhana dan relevan dengan kondisi pasar. Namun, sebelum menerapkan strategi ini, mari kita pahami lebih dalam konsepnya.

Apa Itu Competition-Based Pricing?

Competition-based pricing adalah metode penetapan harga yang menggunakan harga kompetitor sebagai acuan utama dalam menentukan harga produk.

Artinya, harga produk serupa di pasar akan dibandingkan. Lalu, kamu sebagai pelaku usaha akan menentukan apakah produk bisnis ingin dijual lebih mahal, sama, atau lebih murah. Berbeda dengan cost-plus pricing atau value-based pricing, strategi ini lebih berfokus pada kondisi pasar.

Jadi, kamu tidak hanya melihat biaya atau persepsi nilai, tetapi juga realita persaingan. Harga kompetitor dijadikan benchmark. Kemudian, kamu bisa memilih strategi berikut:

  • Menetapkan harga lebih tinggi, profit per unit lebih besar, risiko penjualan turun.
  • Menetapkan harga lebih rendah, penjualan meningkat, margin mengecil.
  • Menetapkan harga yang sama, bermain aman dengan diferensiasi lain.

Jenis Competition-Based Pricing

Competition-based pricing adalah strategi yang memiliki beberapa pendekatan berbeda, tergantung pada tujuan bisnis. Berikut jenis-jenis yang paling umum digunakan:

1. Above the Competition (Premium Pricing)

Strategi ini menetapkan harga lebih tinggi daripada kompetitor. Biasanya digunakan jika produk kamu punya keunggulan seperti:

  • Kualitas lebih baik.
  • Fitur lebih lengkap.
  • Brand lebih kuat.


Namun, kamu harus mendukungnya dengan branding dan marketing yang kuat agar konsumen merasa harga tersebut sepadan.

2. The Same as The Competition (Price Matching)

Kamu menetapkan harga yang sama dengan kompetitor. Biasanya, diferensiasi dilakukan lewat layanan, pengalaman pelanggan, atau promosi. Strategi ini sering dipakai untuk:

  • Mencegah pelanggan pindah ke pesaing.
  • Menjaga posisi di pasar.

3. Below the Competition (Loss Leader Pricing)

Harga dibuat lebih rendah daripada kompetitor untuk menarik pelanggan. Namun, strategi ini bisa menekan margin dan berisiko menurunkan persepsi nilai produk. Tujuan strategi ini adalah:

  • Meningkatkan volume penjualan.
  • Menarik pelanggan baru.

4. Penetration Pricing

Strategi ini menetapkan harga rendah saat awal masuk pasar. Tujuannya adalah membangun basis pelanggan dengan cepat sebelum menaikkan harga secara bertahap. Cocok untuk:

  • Bisnis baru.
  • Produk baru di pasar yang sudah ramai.


Baca juga: 8 Isi Business Plan yang Wajib Ada di Dalam Bisnismu!

Kapan Harus Menggunakan Competition-Based Pricing?

Competition-based pricing adalah pilihan tepat dalam kondisi pasar tertentu, terutama saat persaingan tinggi. Strategi ini cocok digunakan ketika:

  • Banyak kompetitor dengan produk serupa.
  • Perbedaan produk tidak terlalu signifikan.
  • Konsumen sensitif terhadap harga.
  • Bisnis kamu baru masuk ke pasar.


Di sektor seperti retail dan e-commerce, strategi ini sangat umum digunakan. Namun, kamu tetap perlu melakukan riset pasar secara rutin.

Ini karena harga kompetitor bisa berubah kapan saja, jadi kamu harus selalu update informasi mengenai harga. Selanjutnya, mari kita lihat apa saja keuntungan dari strategi ini.

Keuntungan Competition-Based Pricing

Competition-based pricing adalah strategi yang punya banyak kelebihan, terutama dari sisi kemudahan dan kecepatan. Berikut beberapa keuntungannya:

1. Mudah Diterapkan

Kamu hanya perlu memantau harga kompetitor dan menyesuaikannya. Tidak perlu analisis kompleks seperti strategi pricing lainnya. Kendati demikian, tetap diperlukan riset kompetitor dan pasar untuk mendukung keputusan penentuan harga jual.

2. Cepat Masuk Pasar

Cocok untuk bisnis baru yang belum punya banyak data. Kamu bisa langsung mengikuti harga pasar tanpa riset panjang.

3. Meningkatkan Market Share

Harga kompetitif bisa menarik pelanggan dari pesaing. Konsumen cenderung memilih harga terbaik untuk produk serupa.

4. Potensi Profit Lebih Besar

Jika menggunakan premium pricing, kamu bisa mendapatkan margin lebih tinggi. Tentu saja, dengan catatan kualitas produk kamu juga lebih baik.

5. Meningkatkan Kepuasan Pelanggan

Harga yang sesuai dengan pasar membuat pelanggan merasa lebih “adil”. Mereka jadi bisa dengan mudah membandingkan dan menilai value produk kamu.

Baca juga: 12 Contoh Strategi Pemasaran Produk yang Efektif agar Bisnis Cepat Laris

Kerugian Competition-Based Pricing

Competition-based pricing adalah strategi yang terlihat sederhana, tetapi tetap punya beberapa kelemahan. Berikut beberapa hal yang perlu kamu waspadai:

1. Margin Keuntungan Lebih Kecil

Jika terlalu fokus pada harga rendah, profit bisa tergerus. Bahkan bisa terjadi “perang harga” yang merugikan semua pihak.

2. Kehilangan Potensi Keuntungan

Jika produk kamu sebenarnya lebih unggul, kamu bisa saja menjual terlalu murah. Artinya, ada potensi profit yang tidak dimaksimalkan.

3. Bergantung pada Kompetitor

Strategi ini membuat kamu sangat bergantung pada keputusan pesaing. Jika mereka salah menentukan harga, kamu bisa ikut terdampak.

4. Kurang Insight Mendalam

Tanpa riset tambahan, kamu hanya mengikuti pasar tanpa memahami perilaku konsumen secara mendalam. Untuk itu, sebaiknya strategi ini tetap dikombinasikan dengan analisis lain.

Itulah penjelasan terkait competition-based pricing, termasuk jenisnya hingga kerugiannya. Competition-based pricing adalah strategi yang efektif, tetapi untuk menjalankannya dengan maksimal, kamu tetap butuh dukungan modal usaha yang cukup.

Di sinilah peran Pinjaman Usaha dari Pegadaian bisa membantu kamu. Dirancang khusus untuk pelaku usaha yang ingin berkembang, layanan pembiayaan dengan jaminan BPKB kendaraan ini menawarkan beberapa keunggulan berikut:

  • Proses pengajuan mudah dan cepat.
  • Cicilan tetap setiap bulan.
  • Kendaraan tetap bisa digunakan.
  • Tersedia berbagai metode pembayaran.
  • Bisa untuk usaha individu maupun badan usaha.


Dengan dukungan dana dari Pegadaian, kamu bisa menyesuaikan harga produk dengan lebih fleksibel, menambah stok barang, meningkatkan kualitas produk, dan memperkuat strategi marketing

Untuk mengajukan Pinjaman Usaha, lengkapi syarat utamanya, termasuk KTP dan usaha milik sendiri yang sudah berjalan minimal 1 tahun. Pengajuannya bisa diproses langsung di kantor cabang Pegadaian terdekat.

Dengan proses yang praktis, Pinjaman Usaha dari Pegadaian bisa membantu kamu fokus mengembangkan bisnis tanpa harus khawatir soal modal. Yuk, ajukan sekarang!

Baca juga: Contoh Proposal Bisnis untuk Investor dan Cara Membuatnya

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162


Copyright © 2026 Sahabat Pegadaian. All Rights Reserved