Memahami Rumus Elastisitas Permintaan Serta Jenis & Contohnya

Oleh Sahabat Pegadaian dalam Wirausaha

09 February 2025
Bagikan :
image detail artikel

Elastisitas permintaan adalah konsep penting dalam perekonomian, utamanya di sektor wirausaha. Indikator ini menunjukkan seberapa besar perubahan permintaan jumlah barang karena perubahan harga pasar. 

Untuk melihat perubahan tersebut, penting untuk memahami rumus elastisitas permintaan. Hal ini akan sangat berguna bagi produsen, pemerintah, maupun konsumen dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan kebijakan pasar dan harga.

Oleh karenanya, simak informasi selengkapnya mengenai rumus elastisitas permintaan beserta contoh perhitungannya dalam artikel di bawah ini.

Apa itu Elastisitas Permintaan?

Elastisitas permintaan adalah gambaran mengenai sejauh mana perubahan permintaan yang terjadi akibat adanya perubahan harga.

Apabila nilai elastisitas tinggi, artinya permintaan terhadap harga barang bersifat responsif. Misalnya, jika harga naik maka jumlah produk yang dibeli cenderung menurun.

Dalam hal ini, elastisitas permintaan akan menunjukkan rasio persen perubahan permintaan akibat perubahan harga.

Bagi seorang produsen, mengetahui elastisitas permintaan bisa membantunya menentukan keputusan mengenai seberapa besar ia perlu mengubah harga produknya. 

Faktor yang Memengaruhi Elastisitas Permintaan

Terdapat beberapa faktor yang dapat memengaruhi elastisitas permintaan, di antaranya sebagai berikut:

  • Besarnya jumlah barang pengganti yang tersedia.
  • Persentase banyaknya pendapatan yang digunakan untuk belanja.
  • Perbandingan kebutuhan dan produk mewah.
  • Perubahan harga dan jumlah barang yang diminta.
  • Durasi waktu analisis permintaan.


Baca juga: Liabilitas: Pengertian, Jenis, dan Cara Menganalisisnya

Jenis-Jenis Elastisitas Permintaan

Elastisitas permintaan terdiri dari beberapa jenis, berikut masing-masing penjelasannya:

1. Elastis Uniter

Elastis uniter artinya perubahan harga sama dengan perubahan jumlah permintaan (E = 1). Hal ini biasanya terjadi pada alat elektronik.

2. Elastis

Jika permintaan bersifat elastis, artinya permintaan barang atau jasa sangat responsif terhadap fluktuasi harga (E > 1).

Apabila harga naik maka permintaan turun secara signifikan. Sebaliknya, jika harga turun maka permintaan meningkat secara signifikan, contohnya pakaian dan makanan ringan.

3. Inelastis

Permintaan inelastis berarti dampak perubahan harga terhadap permintaan terlalu kecil. Pada kasus ini, perubahan harga yang signifikan tidak diikuti dengan perubahan jumlah permintaan.

Sifat elastisitas permintaan ini biasanya terjadi pada kebutuhan primer, seperti beras. Permintaan bersifat inelastis jika E < 1.

4. Elastis Sempurna

Elastis sempurna terjadi ketika permintaan meningkatkan dalam jumlah yang tak terbatas meski harga barang tidak berubah, misalnya gula dan garam. Permintaan bersifat elastis sempurna apabila E = ∞ (tidak terbatas).

5. Inelastis Sempurna

Inelastisitas sempurna artinya permintaan memiliki nilai koefisien yang sama dengan 0 (E = 0). 

Dengan kata lain perubahan harga sama sekali tidak memengaruhi jumlah permintaan, seperti obat-obatan yang terus dibutuhkan ketika seseorang sakit.

Rumus Elastisitas Permintaan

Untuk menghitung elastisitas permintaan, terdapat rumus yang bisa terapkan. Rumus elastisitas permintaan adalah sebagai berikut:

Koefisien elastisitas permintaan = Persentase perubahan permintaan : Persentase perubahan harga

Atau

Ed = ∆Q/∆P x P/Q

Keterangan:

  • Ed merupakan nilai koefisien elastisitas permintaan.
  • ∆Q merupakan perubahan jumlah penawaran.
  • ∆P merupakan perubahan harga.
  • Q merupakan jumlah permintaan awal.
  • P merupakan harga awal.


Baca juga: DPP (Dasar Pengenaan Pajak): Jenis dan Cara Menghitungnya

Cara Menghitung Elastisitas Permintaan

Agar lebih mudah dalam memahaminya, perhatikan beberapa contoh berikut ini:

Contoh perhitungan 1

Harga telur di pasar mengalami penurunan dari Rp23 ribu per kilo menjadi Rp19 ribu per kilo. Lalu, jumlah permintaan di pasar meningkat pesat dari yang sebelumnya 300 kg menjadi 450 kg.

Berdasarkan studi kasus di atas, berapa elastisitas permintaannya?

Diketahui:

  • ∆Q = 450 - 300 = 150
  • ∆P = 23.000 - 18.000 = 5.000
  • Q = 300
  • P = 23.000


Untuk menjawabnya, kamu perlu menerapkan rumus elastisitas permintaan berikut ini:

Ed = ∆Q/∆P x P/Q
Ed = 150/5.000 x 23.000/300
Ed = 0,03 x 76,6
Ed = 2,3 

Berdasarkan hasil perhitungan di atas, nilai 2,3 artinya elastisitas permintaan pasar bersifat E > 1 atau sama dengan elastis.

Contoh Perhitungan 2

Harga smartphone di toko X mengalami penurunan dari Rp5 juta menjadi Rp4 juta. Hal ini menyebabkan semakin banyak orang yang ingin membeli smartphone sehingga permintaannya meningkat, dari 500 ke 650.

Lantas, berapa nilai elastisitas permintaan dari smartphone tersebut?

Diketahui:

  • ∆Q = 650 - 500 = 50
  • ∆P = 5.000.000 - 4.000.000 = 1.000.000
  • Q = 500
  • P = 5.000.000


Untuk menjawabnya, kamu perlu menerapkan rumus elastisitas permintaan berikut ini:

Ed = ∆Q/∆P x P/Q
Ed = 50/1.000.000 x 5.000.000/500
Ed = 0,00005 x 10.000
Ed = 0,5 

Berdasarkan hasil perhitungan di atas, nilai 0,5 artinya elastisitas permintaan pasar bersifat E < 1 atau sama dengan inelastis.

Itu dia penjelasan mengenai rumus elastisitas permintaan hingga contoh perhitungannya yang perlu kamu pelajari, terutama sebagai produsen.

Selain memahami perubahan permintaan, suatu bisnis juga perlu memastikan kegiatan operasional maupun perkembangan usaha tersebut berjalan dengan baik.

Bila kamu memerlukan bantuan dana untuk mengembangkan usaha, kamu bisa mengajukan Pinjaman Usaha di Pegadaian.

Pinjaman Usaha bisa diajukan dengan menyerahkan BPKB kendaraan sebagai jaminan sehingga kendaraan tetap bisa digunakan.

Tenang, proses pengajuannya pun cukup mudah dengan cicilan tetap per bulan. Pinjaman ini bisa diajukan oleh usaha individu atau badan usaha.

Tertarik mengajukan Pinjaman Usaha? Yuk, segera lengkapi persyaratannya dan ajukan pinjaman di kantor cabang Pegadaian terdekat!

Baca juga: Leverage: Pengertian, Jenis, Manfaat, dan Risikonya

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162


Copyright © 2024 Sahabat Pegadaian. All Rights Reserved