Usaha Daycare Rumahan: Peluang, Cara Mulai, dan Modalnya

Oleh Sahabat Pegadaian dalam Wirausaha

21 May 2026
Bagikan :
image detail artikel

Usaha daycare rumahan semakin diminati seiring meningkatnya jumlah orang tua yang bekerja dan membutuhkan tempat penitipan anak yang aman serta nyaman.

Selain menawarkan suasana yang lebih hangat seperti di rumah, daycare rumahan juga dinilai lebih terjangkau dibandingkan dengan penitipan anak skala besar.

Bagi kamu yang memiliki passion di bidang pengasuhan anak, bisnis ini bisa menjadi peluang usaha jangka panjang yang menguntungkan. Yuk, simak panduan lengkapnya berikut ini!

Peluang Usaha Daycare Saat Ini

Usaha daycare rumahan memiliki prospek yang positif di tengah meningkatnya kebutuhan layanan penitipan anak. Berikut beberapa alasan mengapa bisnis ini layak dipertimbangkan:

1. Keberadaan Daycare Masih Terbatas

Jumlah daycare berkualitas di Indonesia masih tergolong sedikit, terutama di daerah pinggiran dan kawasan perumahan.

Kondisi ini membuka peluang besar bagi kamu yang ingin memulai bisnis penitipan anak dari rumah. Selain itu, banyak orang tua kini lebih selektif memilih tempat penitipan anak.

Mereka tidak hanya mencari tempat yang aman, tetapi juga daycare yang mampu membantu perkembangan motorik, sosial, dan emosional anak.

2. Orang Tua Membutuhkan Bantuan Pengasuhan

Saat ini, banyak pasangan suami istri sama-sama bekerja sehingga waktu bersama anak menjadi terbatas.

Di sisi lain, kesadaran tentang pentingnya pola asuh berkualitas juga semakin meningkat. Itulah mengapa daycare menjadi solusi praktis bagi orang tua yang ingin memastikan anak tetap mendapatkan perhatian, stimulasi, dan pendidikan yang baik selama mereka bekerja.

3. Daycare Berkualitas Masih Sulit Ditemukan

Tidak sedikit orang tua yang merasa kesulitan menemukan daycare dengan fasilitas lengkap dan pengasuh profesional. Beberapa bahkan belum memiliki sistem pembelajaran yang jelas.

Hal ini menjadi kesempatan bagi kamu untuk menghadirkan usaha daycare rumahan yang lebih berkualitas dengan pelayanan yang nyaman, aman, dan edukatif.

Baca juga: 10 Ide Usaha Modal 50 Juta Komersial yang Bisa Diterapkan!

Cara Memulai Usaha Daycare Rumahan

Membangun daycare membutuhkan persiapan yang matang. Berikut beberapa langkah penting yang bisa kamu lakukan:

1. Riset Pasar dan Analisis Kebutuhan

Langkah pertama adalah melakukan riset pasar di lingkungan sekitar. Cari tahu apakah banyak keluarga muda atau pasangan yang bekerja di area tersebut.

Perhatikan juga daycare kompetitor di sekitar lokasi. Pelajari tarif, fasilitas, serta layanan yang ditawarkan agar kamu bisa menentukan keunggulan usaha daycare rumahan milikmu.

2. Menyusun Rencana Bisnis

Rencana bisnis penting untuk membantu usaha berjalan lebih terarah. Beberapa hal yang perlu disiapkan antara lain:

  • Target pasar.
  • Konsep daycare.
  • Biaya operasional.
  • Strategi promosi.
  • Target pendapatan bulanan.


Dengan business plan yang jelas, kamu bisa lebih mudah mengatur pengeluaran dan mengembangkan usaha ke depannya.

3. Mengurus Legalitas dan Perizinan

Legalitas menjadi hal penting dalam bisnis penitipan anak. Pastikan kamu mengurus izin usaha sesuai aturan di daerah masing-masing.

Perizinan yang lengkap akan meningkatkan kepercayaan orang tua sekaligus membuat usaha lebih aman secara hukum.

4. Menyiapkan Lokasi dan Fasilitas

Lokasi daycare harus aman, bersih, dan nyaman untuk anak-anak. Jika menggunakan rumah pribadi, pastikan area bermain memiliki pengamanan yang memadai. Beberapa fasilitas yang sebaiknya tersedia antara lain:

  • Area bermain.
  • Ruang tidur siang.
  • Kamar mandi ramah anak.
  • Mainan edukatif.
  • Peralatan makan anak.
  • CCTV.

5. Menentukan Kurikulum dan Aktivitas Anak

Daycare modern tidak hanya berfungsi sebagai tempat penitipan. Banyak orang tua juga mengharapkan adanya kegiatan edukatif untuk anak. Kamu bisa membuat aktivitas sederhana seperti:

  • Membaca cerita.
  • Menggambar dan mewarnai.
  • Bermain musik.
  • Senam ringan.
  • Belajar mengenal angka dan huruf.


Meski sederhana, aktivitas tersebut dapat membantu perkembangan motorik dan kemampuan sosial anak.

6. Merekrut Pengasuh yang Kompeten

Pengasuh merupakan faktor paling penting dalam usaha daycare rumahan. Pilih staf yang sabar dan ramah dengan anak-anak.

Jika memungkinkan, rekrut pengasuh yang memiliki pengalaman di bidang PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) atau pernah mengikuti pelatihan pengasuhan anak.

7. Menentukan Harga Layanan

Penentuan harga harus disesuaikan dengan fasilitas dan target pasar. Pastikan untuk menetapkan harga yang sepadan dengan layanan. Kamu bisa menawarkan beberapa pilihan paket seperti:

  • Full day.
  • Half day.
  • Harian.
  • Mingguan.


Berikan juga layanan sistem paket yang akan memudahkan orang tua memilih layanan sesuai kebutuhan mereka.

Baca juga: 10 Ide Usaha Modal 10 Juta yang Bisa Dijadikan Inspirasi

Modal Usaha Daycare Skala Rumahan

Modal usaha daycare rumahan bisa disesuaikan dengan kapasitas dan fasilitas yang ingin kamu sediakan. Berikut contoh perhitungannya:

1. Modal Investasi Awal

  • Renovasi Ruangan: Rp12.000.000
  • Mainan dan Peralatan Edukasi: Rp15.000.000
  • Kasur dan Perlengkapan Tidur: Rp3.000.000
  • Lemari dan Rak Mainan: Rp1.500.000
  • CCTV dan Keamanan: Rp2.500.000


Total: Rp34.000.000

2. Biaya Operasional Bulanan

  • Gaji Pengasuh 3 Orang @Rp1.800.000: Rp5.400.000
  • Gaji Supervisor: Rp2.200.000
  • Listrik dan Internet: Rp500.000
  • Konsumsi Anak: Rp2.000.000
  • Perlengkapan Habis Pakai: Rp1.200.000


Total: Rp11.300.000

3. Simulasi Pendapatan Bulanan

Agar lebih jelas, perhatikan simulasi pemasukan daycare rumahan dengan kapasitas kecil berikut ini:

  • Kategori Bayi: Terdapat 4 bayi dengan biaya penitipan Rp1.500.000 per bulan. Perhitungannya 4 x Rp1.500.000 = Rp6.000.000.
  • Kategori Balita: Terdapat 10 balita dengan biaya penitipan Rp1.000.000 per bulan. Perhitungannya: 10 x Rp1.000.000 = Rp10.000.000.
  • Kategori Anak Usia TK: Terdapat 8 anak dengan biaya penitipan Rp700.000 per bulan. Perhitungannya: 8 x Rp700.000 = Rp5.600.000.


Jadi, total pendapatan yang kamu dapatkan dari ketiga kategori daycare tersebut adalah:
Rp6.000.000 + Rp10.000.000 + Rp5.600.000 = Rp21.600.000.

4. Estimasi Keuntungan Bersih

Jika kamu memiliki pendapatan bulanan Rp21.600.000 dan biaya operasional: Rp11.300.000, maka keuntungan bersihnya adalah:

Rp21.600.000 - Rp11.300.000 = Rp10.300.000 per bulan

Sebagai catatan, perhitungan ini bisa berubah tergantung pada lokasi, jumlah anak, dan fasilitas yang kamu sediakan.

Agar usaha daycare kamu berjalan dan dikembangkan dengan optimal, modal usaha juga perlu dipersiapkan dengan baik.

Bagi kamu yang sedang menjalankan usaha daycare rumahan dan ingin mengembangkannya tetapi terkendala modal, layanan Pinjaman Usaha Pegadaian bisa menjadi solusi pembiayaan yang praktis.

Pembiayaan ini membantu pelaku usaha memperoleh tambahan dana dengan menjaminkan BPKB kendaraan melalui proses yang mudah dan cepat. Namun, kamu tidak perlu khawatir karena selama masa kredit kendaraan tetap bisa digunakan.

Pegadaian juga menyediakan beberapa metode pembayaran seperti:

  • Angsuran bulanan.
  • Pembayaran sekali bayar pada bulan ke-3, -4, dan -6..
  • Pembayaran berjangka setiap 3, 4, atau 6 bulan.


Pengajuan Pinjaman Usaha bisa dilakukan langsung di kantor cabang Pegadaian terdekat. Namun, tidak menutup kemungkinan pengajuan bisa dilakukan melalui Tring! by Pegadaian dalam waktu dekat.

Jadi, jangan ragu untuk mengembangkan usaha daycare rumahanmu dengan tambahan modal dari Pinjaman Usaha Pegadaian!

Baca juga: 10 Ide Usaha Rumahan Modal 50 Ribu Saja! Kecil Tapi Untung

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162


Copyright © 2026 Sahabat Pegadaian. All Rights Reserved