Perkiraan Harga Emas 2030: Apakah Berpotensi Terus Naik?

Oleh Sahabat Pegadaian dalam Emas

05 May 2026
Bagikan :
image detail artikel

Emas sudah lama menjadi pilihan investasi karena nilainya cenderung stabil dan bisa menjadi pelindung nilai di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu. Namun, harga emas tetap mengalami naik turun karena dipengaruhi oleh banyak faktor global.

Dalam beberapa kajian, muncul berbagai perkiraan harga emas 2030 yang menunjukkan potensi kenaikan seiring meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan permintaan investasi.

Untuk mengetahui informasi lebih lengkap mengenai perkiraan harga emas hingga faktor pendorongnya, simak artikel ini sampai selesai.

Perkiraan Harga Emas 2030

Harga emas saat ini masih menunjukkan tren naik di awal 2026. Kondisi tersebut membuat banyak ahli mulai membahas perkiraan harga emas 2030 untuk melihat bagaimana potensi pergerakan harga emas di masa depan.

Salah satu proyeksi menyebutkan bahwa harga emas bisa mencapai sekitar 10.000 dolar AS per troy ons atau setara sekitar Rp168 juta. Jika dihitung per gram, nilainya dapat berada di kisaran Rp5 jutaan.

Perkiraan ini juga disampaikan oleh Hans Kwee, seorang ekonom keuangan sekaligus praktisi pasar modal yang sering memberikan analisis tentang investasi dan pergerakan pasar. Ia memprediksi harga emas berpotensi mencapai 10.000 dolar AS per troy ons pada tahun 2030.

Jika dikonversikan ke Rupiah, jumlah tersebut setara sekitar Rp168,38 juta per troy ons. Dikarenakan 1 troy ons sama dengan 31,1 gram, maka harga emas per gram pada 2030 diperkirakan bisa mencapai sekitar Rp5,41 juta.

Meski begitu, ia menjelaskan bahwa angka tersebut masih berupa perkiraan jangka panjang. Untuk saat ini, harga emas dunia diproyeksikan bisa berada di sekitar 5.400 dolar AS per troy ons, tergantung kondisi ekonomi global dan situasi pasar.

Faktor Pendorong Harga Emas 2030

Sebelum membahas perkiraan harga emas di masa depan, kamu perlu memahami beberapa faktor yang bisa memengaruhi naik turunnya harga emas. Berikut penjelasannya.

1. Permintaan dan Penawaran

Harga emas sangat dipengaruhi oleh jumlah permintaan dan ketersediaan di pasar. Ketika banyak orang ingin membeli emas, sementara jumlah emas yang tersedia tidak terlalu banyak, harga biasanya akan naik.

Sebaliknya, jika minat masyarakat untuk membeli emas menurun atau pasokannya di pasar lebih banyak, harga emas bisa ikut turun.

Baca juga: Keuntungan Investasi Emas Sebagai Tabungan Masa Depan

2. Kondisi Ekonomi Global

Saat kondisi ekonomi dunia tidak stabil, misalnya terjadi inflasi tinggi atau ancaman resesi, banyak investor mulai mencari aset yang dianggap lebih aman untuk menjaga nilai kekayaan mereka.

Dalam situasi seperti ini, emas sering dipilih karena nilainya cenderung lebih stabil dibandingkan dengan beberapa instrumen investasi lainnya.

Ketika semakin banyak, investor membeli emas sebagai langkah perlindungan aset, permintaannya pun meningkat. Peningkatan permintaan inilah yang kemudian dapat mendorong harga emas naik di pasar.

3. Kebijakan Moneter

Keputusan bank sentral, seperti perubahan suku bunga atau kebijakan ekonomi lainnya, juga dapat memengaruhi harga emas.

Ketika suku bunga rendah, keuntungan dari menyimpan uang di bank biasanya tidak terlalu besar. Kondisi ini membuat sebagian investor memilih beralih ke emas sebagai salah satu pilihan investasi.

Sebaliknya, ketika suku bunga naik, sebagian investor bisa saja lebih tertarik menyimpan dana di instrumen keuangan lain yang menawarkan imbal hasil. Karena itu, perubahan kebijakan dari bank sentral sering kali ikut memengaruhi pergerakan harga emas di pasar.

4. Nilai Tukar Mata Uang

Pergerakan nilai tukar mata uang, terutama dolar AS, juga berpengaruh pada harga emas. Hal ini karena emas diperdagangkan menggunakan dolar AS.

Jika dolar menguat, harga emas biasanya cenderung turun. Sebaliknya, ketika dolar melemah, harga emas sering kali naik karena permintaannya meningkat.

Baca juga: Panduan Investasi Emas: Cara Cerdas Lindungi Nilai Kekayaan

Optimalkan Investasi Jangka Panjang dengan Deposito Emas Pegadaian

Berbagai prediksi tentang perkiraan harga emas 2030 menunjukkan bahwa emas berpotensi menjadi primadona investasi. Kamu bisa mulai mempertimbangkan strategi investasi jangka panjang berbasis emas.

Salah satu cara yang bisa dipilih adalah Deposito Emas dari Pegadaian. Melalui layanan ini, emas yang kamu miliki akan disimpan dan dikelola dengan aman, sehingga kamu tidak perlu menyimpan emas fisik sendiri.

Deposito Emas juga membuat pengelolaan aset menjadi lebih praktis. Kamu tetap memiliki emas sebagai investasi, tetapi penyimpanannya ditangani oleh pihak Pegadaian.

Cara ini membantu menjaga keamanan emas sekaligus memberikan kemudahan dalam mengelola aset.

Dengan Deposito Emas, kamu tidak hanya mengandalkan potensi kenaikan harga emas di masa depan. Kamu juga berkesempatan mendapatkan tambahan gram emas sebagai imbal hasil, sehingga jumlah emas yang kamu miliki bisa bertambah seiring waktu.

Untuk mengajukan Deposito Emas, kamu perlu memiliki setidaknya 5 gram saldo Tabungan Emas aktif. Jadi, pastikan untuk mendaftar Tabungan Emas dulu melalui aplikasi Tring! by Pegadaian atau langsung di kantor cabang Pegadaian terdekat.

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, mulai rencanakan investasi emasmu dari sekarang dan manfaatkan potensi kenaikan harga serta imbal hasilnya dengan Deposito Emas di Pegadaian!

Baca juga: Hindari 5 Kesalahan Ini saat Investasi Emas

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162


Copyright © 2026 Sahabat Pegadaian. All Rights Reserved