Doa Menyembelih Hewan Kurban dan Cara Pelaksanaannya

Oleh Sahabat Pegadaian dalam Inspirasi

12 May 2026
Bagikan :
image detail artikel

Doa menyembelih hewan menjadi salah satu bacaan yang penting diketahui saat perayaan Iduladha. Doa ini dibaca ketika proses penyembelihan dilakukan sebagai bagian dari tata cara ibadah kurban sesuai anjuran dalam Islam.

Tidak hanya untuk kurban atas nama diri sendiri, ada juga bacaan doa yang bisa disesuaikan untuk orang lain maupun kurban bersama.

Maka dari itu, penting untuk memahami bacaan doa yang tepat agar pelaksanaan kurban dapat dilakukan dengan lebih baik dan sesuai tuntunan.

Agar tidak bingung, simak bacaan doa menyembelih hewan lengkap beserta arti dan penjelasannya dalam artikel ini sampai selesai.

Doa Menyembelih Hewan Kurban

Sebelum proses penyembelihan dilakukan, ada doa yang dianjurkan untuk dibaca sebagai bentuk niat dan permohonan kepada Allah Swt.

Berikut doa menyembelih hewan kurban yang umum dibaca saat pelaksanaan kurban:

1. Doa untuk Diri Sendiri

Saat menyembelih hewan kurban untuk diri sendiri, ada doa yang dianjurkan untuk dibaca sebagai bagian dari pelaksanaan ibadah kurban.

Berikut bacaan doa untuk diri sendiri saat menyembelih hewan kurban:

اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ يَا كَرِيْمُ


Allâhumma hâdzihî minka wa ilaika, fataqabbal minnî yâ karîm.

Artinya: “Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini aku ber-taqarrub (mendekatkan diri) kepada-Mu. Karenanya, Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah taqarrub-ku.”

2. Doa untuk Orang Lain

Selain untuk diri sendiri, ada juga doa yang bisa dibaca saat menyembelih hewan kurban atas nama orang lain. Berikut bacaan doanya:

(….) بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ اللَّهُمَّ مِنْكَ وَ إِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنْ


Bismillah wallahu akbar. Allahumma minka wa ilaika, fataqabbal min … (sebut nama pemilik hewan kurban).

Artinya: “Dengan nama Allah dan Allah Maha Besar, Ya Allah, kurban ini dari-Mu dan untuk-Mu, terimalah kurban (ucapkan nama pemilik hewan kurban).

3. Doa untuk 7 Orang

Pada kurban sapi, satu hewan bisa diniatkan untuk tujuh orang. Oleh karena itu, bacaan doanya juga dapat disesuaikan dengan niat kurban bersama. Berikut bacaan doanya:

اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِن… يَا كَرِيْمُ


Allâhumma hâdzihî minka wa ilaika, fataqabbal min (sebutkan nama ketujuh pemilik hewan kurban) yâ karîm.

Artinya: “Ya Allah, hewan ini adalah nikmat dari-Mu dan ditujukan kepada-Mu. Maka terimalah kurban dariku (atau sebut nama pemilik hewan kurban), wahai Zat yang Maha Pemurah.”

Baca juga: 5 Langkah Sukses Bisnis Hewan Kurban

Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban

Agar pelaksanaan kurban berjalan dengan baik dan sesuai anjuran, ada beberapa tahapan yang perlu diperhatikan saat proses penyembelihan dilakukan.

Mulai dari persiapan hingga proses penyembelihan, setiap langkah memiliki tata cara tersendiri. Berikut tata cara menyembelih hewan kurban yang perlu diketahui:

1. Persiapan

Sebelum menyembelih hewan kurban, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan terlebih dahulu. Salah satunya adalah memastikan hewan kurban sudah memenuhi syarat yang dianjurkan dalam Islam.

Hewan yang digunakan harus termasuk hewan ternak, seperti sapi, kambing, atau domba. Usianya juga harus cukup, misalnya sapi minimal berumur dua tahun.

Kondisi hewan juga perlu diperhatikan, yaitu sehat, tidak cacat, dan bukan hewan yang terbiasa memakan najis. Selain menyiapkan hewan kurban, alat penyembelihan juga harus diperiksa.

Pisau sebaiknya dalam kondisi tajam agar proses penyembelihan bisa dilakukan dengan lebih cepat dan membantu mengurangi rasa sakit pada hewan kurban.

2. Membaca Niat Kurban

Seperti ibadah lainnya, proses penyembelihan hewan kurban juga diawali dengan membaca niat. Niat ini dibaca sebagai tanda bahwa kurban dilakukan karena Allah Swt. dan sebagai bentuk ibadah untuk mencari rida-Nya.

Berikut bacaan niat kurban yang biasa dibaca sebelum penyembelihan dilakukan.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ نويت أن أاضحي للهِ تَعَالى


Bismillahirrahmanirrahim, nawaitu udahhi lillahi ta’ala.

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang, saya berniat berkurban karena Allah Ta’ala.”

3. Membaca Salawat dan Takbir

Setelah membaca niat, penyembelih dianjurkan untuk melanjutkan dengan membaca salawat kepada Nabi Muhammad saw.. Berikut bacaan salawat yang dapat dibaca:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ


Allâhumma shalli alâ sayyidinâ muhammad, wa alâ âli sayyidinâ muhammad.

Artinya: “Ya Allah, limpahkan rahmat untuk Nabi Muhammad saw. dan keluarganya.”

Setelah itu, bacaan dilanjutkan dengan takbir sebanyak tiga kali dan diakhiri dengan tahmid satu kali. Berikut bacaannya.

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ


Allâhu akbar, Allâhu akbar, Allâhu akbar, walillâhil hamd

Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji bagi-Mu.”

4. Membaca Doa Menyembelih Hewan Kurban

Setelah membaca salawat dan takbir, proses berikutnya dilanjutkan dengan membaca doa menyembelih hewan kurban.

Bacaan doa ini bisa disesuaikan dengan tujuan kurban yang dilakukan, baik untuk diri sendiri, orang lain, maupun kurban bersama tujuh orang seperti yang sudah disebutkan di atas.

Doa tersebut dibaca sebelum hewan disembelih sebagai bagian dari tata cara pelaksanaan kurban dalam Islam. Melalui doa ini, seseorang memohon agar ibadah kurban yang dilakukan dapat diterima oleh Allah Swt. dan membawa keberkahan bagi yang berkurban.

5. Memulai Proses Penyembelihan

Setelah semua bacaan selesai, proses penyembelihan hewan kurban bisa dilakukan. Penyembelihan sebaiknya dilakukan dengan cepat dan tepat agar dapat membantu mengurangi rasa sakit pada hewan.

Saat menyembelih, bagian leher hewan perlu dipotong hingga saluran penting di dalamnya terputus. Bagian tersebut meliputi saluran pernapasan, saluran makan, dan pembuluh darah di sisi leher.

Pastikan semua bagian tersebut sudah terpotong sebelum pisau diangkat agar proses penyembelihan dilakukan dengan benar.

Baca juga: Akikah: Pengertian, Hukum, Syarat, dan Tata Caranya

Golongan yang Berhak Menerima Daging Kurban

Setelah proses penyembelihan selesai, daging kurban biasanya akan dibagikan kepada beberapa golongan yang berhak menerimanya.

Pembagian ini dilakukan agar manfaat kurban bisa dirasakan lebih luas, terutama oleh orang yang membutuhkan. Berikut beberapa golongan yang berhak menerima daging kurban:

1. Shohibul Qurban

Shohibul qurban adalah orang yang melaksanakan ibadah kurban atau pemilik hewan kurban. Dalam pembagian daging kurban, shohibul qurban tetap diperbolehkan menerima sebagian daging untuk dikonsumsi sendiri, biasanya sekitar sepertiga bagian.

Namun, daging kurban tersebut tidak boleh diperjualbelikan. Hal ini juga dianjurkan dalam hadis Nabi Muhammad saw. agar orang yang berkurban turut menikmati sebagian dari hewan kurbannya. “Jika di antara kalian berkurban, maka makanlah sebagian kurbannya” (HR Ahmad).

2. Tetangga. Teman, dan Kerabat

Daging kurban juga boleh dibagikan kepada tetangga, teman, atau kerabat meskipun mereka termasuk orang yang mampu. Pembagian ini dilakukan sebagai bentuk berbagi dan mempererat hubungan dengan sesama.

Bahkan, daging kurban juga bisa diberikan kepada non-muslim. Hal ini karena pembagian daging kurban dapat menjadi bentuk sedekah dan kepedulian kepada orang di sekitar.

3. Fakir Miskin

Fakir miskin juga termasuk golongan yang berhak menerima daging kurban. Bahkan, mereka menjadi salah satu pihak yang paling dianjurkan untuk menerima pembagian daging agar bisa ikut merasakan kebahagiaan saat Hari Raya Iduladha.

Hal ini juga dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Hajj ayat 28 yang menganjurkan umat Islam untuk membagikan sebagian daging kurban kepada orang fakir.

Hikmah Kurban

Selain menjadi ibadah yang dianjurkan saat Iduladha, kurban juga memiliki banyak pelajaran dan manfaat bagi kehidupan.

Tidak hanya bernilai pahala, ibadah ini juga mengajarkan rasa ikhlas, berbagi, dan peduli terhadap orang lain. Berikut beberapa hikmah kurban yang perlu diketahui:

1. Berlimpah Kebaikan

Setiap ibadah yang dilakukan dengan ikhlas tentu memiliki pahala dan kebaikan, termasuk ibadah kurban. Dalam Islam, orang yang berkurban dijanjikan mendapat banyak kebaikan dari Allah Swt..

Bahkan, dalam sebuah hadis dijelaskan bahwa setiap helai bulu dari hewan kurban memiliki nilai kebaikan bagi orang yang melaksanakan kurban.

“Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan. Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah). Hal ini menunjukkan bahwa ibadah kurban memiliki keutamaan yang besar dan penuh pahala.

2. Ibadah yang Paling Disukai Allah

Kurban menjadi salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dan dicintai Allah Swt.. Ibadah ini juga mengingatkan umat Islam akan kisah Nabi Ibrahim a.s. yang tetap taat menjalankan perintah Allah untuk berkurban sebagai bentuk keimanan dan kecintaannya kepada-Nya.

Oleh karena itu, kurban sering dimaknai sebagai bentuk keikhlasan dan ketaatan seorang hamba kepada Allah Swt.. Keutamaan ibadah kurban juga dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad saw. berikut:

“Tidak ada amalan anak cucu Adam pada Hari Raya Kurban yang lebih disukai Allah melebihi mengucurkan darah (menyembelih hewan kurban). Sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu-bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah sebagai kurban, di mana pun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya.” (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa ibadah kurban memiliki kedudukan yang istimewa di sisi Allah Swt..

3. Meningkatkan Kepedulian Sosial

Daging hewan kurban biasanya dibagikan kepada masyarakat di sekitar tempat pelaksanaan kurban, terutama kepada orang yang membutuhkan.

Orang yang berkurban juga tidak mengambil seluruh bagian dagingnya karena sebagian besar dibagikan kepada orang lain.

Melalui pembagian ini, ibadah kurban dapat membantu meningkatkan rasa peduli dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Orang-orang yang jarang menikmati daging pun bisa ikut merasakan kebahagiaan saat Hari Raya Iduladha.

Itulah doa menyembelih hewan kurban beserta hikmahnya. Dengan memahami bacaan doa, tata cara penyembelihan, serta pembagian daging kurban, pelaksanaan ibadah kurban bisa dilakukan dengan lebih baik dan sesuai anjuran dalam Islam.

Selain menjadi bentuk ketaatan kepada Allah Swt., kurban juga mengajarkan keikhlasan, rasa syukur, dan kepedulian terhadap sesama melalui pembagian daging kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kini, pembayaran kurban lebih praktis karena kamu bisa melakukannya di outlet Pegadaian terdekat. Pegadaian bekerja sama dengan BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) untuk melayani kebutuhan masyarakat Indonesia yang melaksanakan ibadah kurban.

Di samping itu, rencana berkurban di masa mendatang perlu dipersiapkan dengan matang melalui pengelolaan keuangan. Salah satu cara yang bisa dipertimbangkan adalah menyiapkan modal melalui penyediaan aset berharga.

Salah satu cara yang bisa kamu lakukan adalah berinvestasi pada emas batangan. Di Pegadaian, kamu bisa memilih pembelian emas melalui layanan Cicil Emas.

Dengan layanan ini, kamu dapat memiliki emas 24 karat bersertifikat melalui sistem pembayaran angsuran dengan tenor yang fleksibel.

Kamu pun akan mendapatkan jaminan jual kembali di Galeri 24 dan mendapatkan diskon sewa modal apabila perlunasan dipercepat.

Saat kamu membutuhkan dana cepat, emas bisa dicairkan dengan mudah. Nilainya pun bisa berpeluang meningkat seiring dengan potensi kenaikan harga emas dari waktu ke waktu.

Sebelum mengajukan pembelian, gunakan fitur Simulasi Cicil Emas untuk membantumu memperkirakan besaran angsuran sesuai tenor dan gramasi emas yang dipilih.

Pengajuan bisa dilakukan secara praktis melalui aplikasi Tring! by Pegadaian maupun langsung di kantor cabang Pegadaian terdekat.

Jadi, mari persiapkan keuangan untuk berbagai kebutuhan di masa depan, termasuk rencana kurban, dengan lebih terencana bersama Pegadaian mulai dari sekarang.

Baca juga: Zakat Fitrah : Pengertian, Ketentuan dan Perhitungannya

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162


Copyright © 2026 Sahabat Pegadaian. All Rights Reserved