Idul Adha 2025 Tanggal Berapa? Ketahui Cara Penentuannya!

Selain Idul Fitri, umat Muslim di seluruh dunia juga merayakan hari Idul Adha setiap tahunnya. Sudah tahukah sahabat Idul Adha 2025 jatuh pada tanggal berapa?
Jika Idul Fitri 2025 jatuh pada akhir bulan Maret atau tepatnya setelah Ramadan selesai, maka Idul Adha dilaksanakan pada bulan Zulhijah menurut kalender Hijriah.
Untuk mengetahui secara pasti tanggal Idul Adha 2025 dalam kalender Masehi, simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.
Kapan Idul Adha 2025?
Berdasarkan SKB 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2025, Idul Adha atau Lebaran Haji diperkirakan jatuh pada tanggal 6 Juni 2025.
Dalam kalender Islam, Idul Adha jatuh pada tanggal 10 Zulhijah setiap tahunnya. Pada tahun 2025 M ini, 1 Zulhijah 1446 H diprediksi akan jatuh pada tanggal 28 Mei 2025.
Akan tetapi, keputusan tersebut masih bisa berubah karena pemerintah menggunakan dua metode, yaitu hisab dan rukyatul hilal, untuk menentukan penanggalan dalam kalender Hijriah.
Dengan kata lain, tanggal Idul Adha 2025 bergantung pada penampakan hilal (bulan sabit) yang memengaruhi keputusan sidang isbat.
Penentuan Idul Adha 2025
Jika didasarkan pada penanggalan Masehi, tanggal Idul Adha atau Lebaran Haji akan berbeda-beda setiap tahunnya.
Pasalnya, Islam menggunakan sistem kalender Hijriah yang didasarkan pada siklus bulan. Secara umum, tanggal pada kalender Hijriah lebih pendek sekitar 11 hari dari sistem penanggalan Masehi.
Maka dari itu, Idul Adha setiap tahunnya selalu datang lebih awal dengan perkiraan 11 hari pada setiap tahun Masehi.
Untuk menentukan tanggal Idul Adha, metode hisab dan pengamatan hilal bisa dilakukan pada akhir bulan Zulkaidah.
Awal Zulhijah ditentukan berdasarkan penampakan bulan sabit pertama setelah terjadinya konjungsi (ijtimak).
Di Indonesia, pengamatan hilal dilakukan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang tersebar di berbagai lokasi.
Amalan Sunah Menjelang Idul Adha
Layaknya hari besar dalam Islam lainnya, perayaan Idul Adha bisa disertai dengan beberapa amalan sunah.
Untuk menyambut Idul Adha, sahabat bisa menjalankan puasa Arafah pada tanggal 9 Zulhijah. Puasa sehari sebelum Idul Adha ini diketahui dapat mengampuni dosa-dosa setahun lalu dan setahun yang akan datang.
Pada malam Idul Adha, umat Muslim juga dianjurkan untuk bertakbir. Penyambutan Idul Adha ini bisa dilakukan hingga hari tasyrik berakhir.
Sebagai catatan, hari tasyrik adalah tiga hari setelah Idul Adha, yaitu 11, 12, dan 13 Zulhijah. Selama tiga hari ini, umat Muslim tidak diperkenankan untuk berpuasa karena tasyrik berarti hari untuk makan, minum, dan mengingat Allah.
Amalan sunah lain yang bisa dilakukan saat Idul Adha adalah berkurban. Tujuannya adalah untuk berbagi kepada sesama dan menunjukkan rasa syukur.
Baca juga: 5 Langkah Sukses Bisnis Hewan Kurban
Kemudahan Pembayaran Kurban Bersama Pegadaian
Bagi sahabat yang ingin merayakan Idul Adha 2025 dengan berkurban, Pegadaian menyediakan kemudahan pembayaran di outlet di seluruh wilayah Indonesia.
Sebagai bentuk kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Pegadaian membuka layanan pembayaran kurban yang aman, cepat, dan mudah.
Kemitraan Pegadaian dan BAZNAS ini ditujukan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat Indonesia yang tidak bisa membayar kurban secara langsung.
Untuk berkurban bersama Pegadaian dan BAZNAS, sahabat bisa berkunjung langsung ke outlet Pegadaian terdekat dan menyampaikan maksud pembayaran kepada kasir.
Petugas akan meminta sahabat untuk mengisi informasi data diri secara lengkap. Setelah itu, kurban pun berhasil ditunaikan.
Nah, itu dia informasi seputar Lebaran Haji atau Idul Adha 2025 yang perlu menjadi perhatian umat Muslim di Indonesia.
Selain berkurban, amalan lain yang sangat penting untuk dijalankan bagi umat Muslim adalah berangkat haji.
Jika sahabat tidak ingin menunggu lama untuk berangkat ke tanah suci demi melaksanakan ibadah haji, Pegadaian bisa memberikan solusi berupa Pembiayaan Porsi Haji Plus.
Menggunakan akad rahn dan ijarah, Pembiayaan Porsi Haji Plus ini menyertakan syarat jaminan emas batangan 24 karat atau emas perhiasan senilai 7,5 gram sebagai jaminan.
Di samping itu, sahabat juga perlu menyerahkan sejumlah dokumen yang menjadi persyaratan Pembiayaan Porsi Haji Plus. Jika cicilan berhasil dilunasi, maka jaminan akan dikembalikan kepada sahabat.
Dengan Pembiayaan Porsi Haji Plus, sahabat tidak perlu menunggu untuk berangkat haji dalam waktu yang lama.
Jadi, tunggu apa lagi? Mari dapatkan dana untuk berangkat haji dalam waktu yang relatif singkat dengan mengajukan Pembiayaan Porsi Haji Plus di kantor cabang Pegadaian terdekat.
Baca juga: Jangan Sampai Salah, Ini Perbedaan Qurban dan Zakat
Artikel Lainnya

Inspirasi
Gadai Bebas Bunga dari Pegadaian, Pinjaman Tanpa Beban!
Ingin dana cepat tanpa bunga? Ikuti program Gadai Bebas Bunga yang berlaku untuk Gadai Emas, Gadai Elektronik, dan Gadai Kendaraan. Cek infonya di sini!

Inspirasi
Stop Lakukan Ini Biar Kamu Gak Miskin Terus. 7 Hal Yang Bikin Boros
Melakukan penghematan secara realistis dan sustainable bisa saja dilakukan tanpa perlu merasa tersiksa. Ada pengeluaran di berbagai hal yang membuat kamu menjadi boros

Inspirasi
Apa itu Investor? Simak Pengertian, Jenis, Serta Risikonya
Investor adalah seseorang atau sekumpulan orang yang menanam modal dengan tujuan mendapatkan keuntungan. Yuk pahami lebih lanjut di sini!