7 Perbedaan Haji dan Umrah yang Mendasar dan Perlu Diketahui

TIbadah ke Tanah Suci menjadi impian banyak umat Muslim. Ada dua jenis ibadah yang bisa dilakukan, yaitu haji dan umrah. Meski sama-sama dilaksanakan di Makkah, keduanya memiliki sejumlah perbedaan mendasar.
Lalu, apa perbedaan haji dan umrah yang perlu dipahami sebelum berangkat? Perbedaan tersebut tidak hanya terletak pada tata cara ibadah, tetapi juga mencakup hukum, rukun, waktu pelaksanaan, hingga biaya. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Baca Juga: 5 Rukun Umrah: Syarat dan Keutamaan Pelaksanaannya
Apa Itu Haji dan Umrah?
Menurut KBBI, haji adalah rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan oleh umat Muslim yang mampu secara fisik dan finansial.
Ibadah haji dilakukan dengan mengunjungi Ka’bah pada waktu tertentu dan menjalankan rangkaian ibadah seperti ihram, tawaf, sa’i, hingga wukuf.
Sementara itu, umrah adalah ibadah ke Tanah Suci yang lebih singkat, sehingga sering disebut sebagai “haji kecil”.
Baca Juga: Pertanyaan Seputar Arrum Haji Pegadaian, Wajib Kamu Tahu!
Perbedaan Haji dan Umrah
Berdasarkan pengertian dari KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), haji adalah rukun Islam kelima dan diwajibkan untuk orang Islam yang mampu.
Pelaksanaan haji dilakukan dengan berkunjung ke Ka’bah dan dilaksanakan pada waktu tertentu, yaitu bulan haji dengan melakukan amalan-amalan, seperti ihram, tawaf, sa’i, dan wukuf.
Adapun umrah adalah ibadah ke tanah suci yang pelaksanaannya lebih singkat dari haji. Biasanya, umrah juga dikenal sebagai haji kecil.
Lantas, apa bedanya umrah dan haji jika keduanya sama-sama dilaksanakan di tanah suci? Berikut adalah masing-masing faktor pembedanya:
1. Hukum
Pada dasarnya, perbedaan haji dan umrah terletak pada hukumnya. Haji adalah ibadah yang termasuk dalam rukun Islam. Maka dari itu, pelaksanaannya wajib bagi orang Islam dengan kemampuan fisik serta finansial yang mencukupi.
Adapun hukum haji sendiri disebutkan dalam Q.S. Ali Imran ayat 97 yang berbunyi:
Berdasarkan mazhab Syafi’i dan Hanbali, hukum ibadah umrah adalah wajib. Namun, jika dilihat dari mazhab Maliki dan Mazhab Hanafi, hukum umrah adalah sunnah muakkad atau sunnah yang sangat dianjurkan.
2. Rukun
Salah satu perbedaan antara haji dan umrah adalah rukun dan serangkaian ibadah yang perlu dijalankan.
Rukun haji meliputi ihram, wukuf, thawaf, sa’i, dan tahallul yang dilaksanakan secara tertib, sedangkan umrah tidak mengikutkan wukuf di dalamnya.
3. Waktu Pelaksanaan
Perbedaan haji dan umrah selanjutnya adalah waktu pelaksanaannya. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, haji hanya dilaksanakan pada bulan haji.
Ibadah haji dilakukan pada waktu tertentu, yaitu antara tanggal 1 Syawal hingga 13 Dzulhijjah dengan wukuf pada tanggal 9 Dzulhijjah.
Adapun umrah tidak memiliki penetapan waktu khusus. Umrah bisa dilakukan kapan saja, kecuali tanggal 10 Dzulhijjah dan hari Tasyrik yang jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.
4. Penyelenggara
Di Indonesia, penyelenggara ibadah haji dan umrah dibedakan, namun peraturan keberangkatan tetap diatur oleh pemerintah.
Keberangkatan Haji Reguler diatur oleh Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah (Ditjen PHU).
Adapun Haji ONH Plus dan Haji Furoda dilaksanakan oleh badan yang berbeda, yaitu Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).
Untuk umrah, keberangkatan bisa ditentukan oleh jemaah melalui agen travel berizin yang berperan sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).
Baca juga: Harga Haji Furoda Terbaru Mulai Rp300 Juta, Ini Rinciannya!
5. Lokasi Pelaksanaan
Perbedaan haji dan umrah selanjutnya ada di lokasi pelaksanaannya. Haji adalah ibadah yang tidak hanya dilaksanakan di Makkah.
Jemaah haji diharuskan untuk melakukan serangkaian ibadah di luar Makkah, yaitu wukuf di Arafah, melempar jumrah di Mina, dan menginap di Muzdalifah.
Adapun rangkaian ibadah umrah sendiri hanya dilaksanakan di Makkah dan Madinah.
6. Durasi Pelaksanaan
Selanjutnya, perbedaan haji dan umrah terletak pada durasi pelaksanaan. Secara umum, haji dilaksanakan dalam waktu yang lebih lama dibandingkan dengan umrah.
Sebenarnya proses haji hanya membutuhkan waktu sekitar 4 hingga 5 hari. Namun, jemaah haji reguler asal Indonesia umumnya menghabiskan waktu hingga 40 hari untuk melaksanakan serangkaian ibadah, termasuk umrah, ziarah, dan Arbain di Masjid Nabawi.
Umrah tidak memerlukan waktu yang panjang. Pelaksanaannya hanya berlangsung selama 2 hingga 3 jam.
Namun, jemaah umrah dari Indonesia biasanya berada di tanah suci sekitar 9 hingga 12 hari sesuai dengan paket perjalanan yang dipilih.
7. Besar Biaya yang Dikeluarkan
Mengingat durasi pelaksanaannya, biaya haji dan umrah tentunya akan berbeda. Seperti yang umumnya diketahui, biaya haji lebih tinggi daripada biaya umrah.
Untuk beribadah haji, jemaah bisa memilih beberapa paket, yaitu Haji Reguler, Haji Plus, dan Haji Furoda.
Di sisi lain, biaya umrah sendiri dimulai dari Rp25 juta. Adapun tingkatan harganya disesuaikan berdasarkan tanggal keberangkatan, lamanya perjalanan, jenis paket, dan fasilitas yang disediakan.
Itulah pembahasan seputar perbedaan haji dan umrah yang dapat memberikan wawasan baru seputar pelaksanaan ibadah ke tanah suci.
Kedua jenis ibadah tersebut dapat dilaksanakan apabila sahabat memiliki dana yang cukup. Nah, sudahkah sahabat siap menunaikan ibadah haji atau umrah?
Apabila belum memiliki dana yang cukup, sahabat tidak perlu khawatir. Pegadaian menawarkan solusi pembiayaan untuk ibadah haji dan umrah yang bersifat syariah.
Melalui layanan Pembiayaan Porsi Haji dan Pembiayaan Wisata Religi, sahabat dapat mewujudkan impian untuk beribadah di tanah suci.
Cukup serahkan barang jaminan berupa emas 24 karat dengan berat minimal 3,5 gram. Angsuran sendiri disesuaikan dengan syariat Islam.
Jaminan dapat digunakan untuk melunasi pembiayaan. Jika mampu melunasinya, sahabat berhak mendapatkan kembali emas tersebut.
Jadi, tunggu apa lagi? Mari lengkapi persyaratannya untuk beribadah ke tanah suci segera!
Baca juga: 10 Rangkaian Ibadah Haji Secara Berurutan, Simak & Catat!
Artikel Lainnya

Inspirasi
Inilah Pinjaman Secara Online Aman Terdaftar OJK
Pinjam uang bisa jadi petaka. Mulai dari data pribadi tersebar sampai bunga tak masuk akal. Yuk pakai pinjaman online yang terdaftar OJK!

Inspirasi
Mengenal Konsep Solopreneur Beserta Contoh Pekerjaannya
Solopreneur adalah konsep usaha mandiri yang memberi fleksibilitas kerja dan kendali penuh atas bisnis. Simak penjelasan lengkapnya di artikel ini!

Inspirasi
Kapan Pendaftaran Beasiswa LPDP 2025? Ini Rinciannya!
Pendaftaran beasiswa LPDP dibuka setiap tahun. Lantas, kapan proses pendaftaran LPDP 2025 diselenggarakan? Catat jadwal dan tahapan seleksinya di sini!
