Bullish dan Bearish: Perbedaan dan Cara Mengetahui Trennya

Oleh Sahabat Pegadaian dalam Investasi

04 February 2026
Bagikan :
image detail artikel

Salah menentukan arah pasar saat trading bisa membuat modal terkuras dalam waktu singkat. Banyak trader terlambat menyadari apakah kondisi pasar sedang bullish dan bearish, sehingga keputusan beli atau jual menjadi kurang tepat.

Padahal, memahami pergerakan tren bantu kamu menyusun strategi untuk meminimalkan risiko dan memaksimalkan peluang keuntungan. Untuk memahami penjelasan lengkapnya, mari simak penjelasan artikel di bawah ini!

Apa Itu Bullish Engulfing?

Bullish engulfing adalah pola candlestick yang menandakan potensi pembalikan harga dari turun menjadi naik. Pola ini terdiri dari dua candle:

  • Candle pertama berukuran kecil dan menunjukkan penurunan harga (bearish).
  • Candle kedua berukuran lebih besar dan bergerak naik (bullish), bahkan “menelan” seluruh body candle sebelumnya.


Kondisi tersebut menggambarkan perubahan kekuatan pasar. Tekanan jual yang awalnya dominan mulai kalah oleh tekanan beli. Artinya, minat beli meningkat dan peluang kenaikan harga semakin besar.

Biasanya, pola ini muncul di akhir tren turun. Trader sering memanfaatkannya sebagai sinyal awal untuk mulai mempertimbangkan posisi beli, terutama jika didukung indikator teknikal lain.

Apa Itu Bearish Engulfing?

Kebalikan dari bullish engulfing, bearish engulfing adalah pola yang menandakan potensi pembalikan dari tren naik ke tren turun. Formasinya juga terdiri dari dua candle:

  • Candle pertama kecil dan bergerak naik (bullish).
  • Candle kedua lebih besar dan bergerak turun (bearish), menutupi candle sebelumnya.


Pola ini menunjukkan bahwa tekanan jual mulai mendominasi pasar. Optimisme pembeli melemah dan penjual mengambil alih kendali.

Bearish engulfing umumnya muncul di puncak tren naik. Bagi trader, pola ini bisa menjadi peringatan untuk mengurangi posisi beli atau mempertimbangkan aksi jual.

Baca juga: Falling Wedge Pattern: Karakteristik, Fungsi, Hingga Contoh

Perbedaan Bullish dan Bearish

Bullish dan bearish engulfing merupakan dua jenis candle engulfing yang sering digunakan trader sebagai sinyal pembalikan arah pasar. Keduanya memiliki karakteristik yang berbeda. Berikut penjelasannya:

1. Arah Pergerakan Harga

Perbedaan paling mendasar dapat dilihat dari arah pergerakan harga.

Pada kondisi bullish, harga aset cenderung bergerak naik secara bertahap, bahkan terkadang melonjak tajam karena permintaan yang tinggi. Kenaikan ini biasanya berlangsung konsisten dalam periode tertentu.

Sebaliknya, pada kondisi bearish, harga justru menunjukkan tren menurun secara terus-menerus. Tekanan jual yang lebih kuat membuat nilai aset melemah dan sulit kembali ke level sebelumnya.

2. Sentimen Investor

Dari sisi psikologis, bullish dan bearish dipengaruhi oleh sentimen pelaku pasar. Saat pasar bullish, investor dipenuhi rasa optimistis. Mereka percaya harga masih berpotensi naik sehingga terdorong untuk membeli dan menahan aset lebih lama.

Namun, ketika pasar bearish, suasana berubah menjadi pesimistis. Kekhawatiran akan kerugian membuat banyak investor memilih menjual asetnya sehingga tekanan jual semakin besar dan harga terus turun.

3. Strategi Trading

Perbedaan sentimen tersebut turut memengaruhi strategi trading yang diterapkan. Dalam situasi bullish, trader umumnya mencari peluang beli atau membuka posisi long dengan harapan menjual kembali di harga yang lebih tinggi.

Sebaliknya, pada kondisi bearish, fokus strategi beralih pada pengamanan modal. Trader cenderung menjual lebih cepat, mengurangi posisi, atau bahkan memanfaatkan penurunan harga melalui strategi short selling.

4. Kondisi Ekonomi

Kondisi ekonomi makro juga sering menjadi latar belakang munculnya tren bullish maupun bearish. Pasar bullish biasanya selaras dengan ekonomi yang stabil atau bertumbuh, ditandai oleh meningkatnya konsumsi masyarakat, rendahnya pengangguran, serta bertambahnya aliran investasi.

Sebaliknya, pasar bearish kerap muncul ketika ekonomi melemah. Daya beli menurun, aktivitas bisnis melambat, dan investor menjadi lebih berhati-hati dalam menempatkan dana.

5. Pola Candlestick

Dari sisi analisis teknikal, perbedaan bullish dan bearish dapat dikenali melalui pola candlestick pada grafik harga. Sinyal bullish sering ditunjukkan oleh pola pembalikan naik, seperti bullish engulfing atau hammer, yang menandakan tekanan beli mulai mendominasi.

Sementara itu, sinyal bearish ditandai pola seperti bearish engulfing atau shooting star yang mengindikasikan tekanan jual lebih kuat dan berpotensi memicu penurunan lanjutan.

Baca juga: Double Bottom Pattern: Ciri, Penyebab, dan Identifikasinya

Bagaimana Cara Mengetahui Pasar Bullish dan Bearish?

Untuk menentukan apakah pasar sedang naik atau turun, kamu tidak bisa hanya mengandalkan intuisi. Diperlukan analisis data dan grafik agar keputusan lebih objektif.

Berikut beberapa cara yang dapat digunakan:

1. Mengamati Grafik Candlestick

Warna dan bentuk candle memberikan gambaran kekuatan beli dan jual. Rangkaian candle naik menunjukkan kecenderungan bullish, sedangkan candle turun berturut-turut mengindikasikan bearish.

Namun, analisis tidak cukup hanya dari satu candle. Jadi, pastikan kamu melihat pola secara keseluruhan.

2. Menggunakan Moving Average

Moving average merupakan indikator teknikal yang membantu kamu mengidentifikasi tren pasar dalam jangka menengah hingga panjang. Melalui garis rata-rata harga ini, arah pergerakan pasar dapat terlihat lebih jelas karena fluktuasi kecil harian menjadi lebih halus.

Ketika harga bergerak dan bertahan di atas garis moving average, kondisi tersebut umumnya mengindikasikan tren bullish.

Sebaliknya, jika harga berada di bawah garis moving average, pasar cenderung berada dalam tren bearish. Dengan demikian, indikator ini memudahkan kamu membaca arah tren secara lebih objektif sebelum mengambil keputusan trading.

3. Memperhatikan Volume Transaksi

Kenaikan harga yang disertai volume besar menandakan minat beli kuat (bullish).

Sebaliknya, penurunan dengan volume tinggi menunjukkan tekanan jual dominan (bearish).

4. Menggabungkan Analisis Teknikal dan Fundamental

Data ekonomi, kondisi perusahaan, serta sentimen pasar juga memengaruhi pergerakan harga. Kombinasi keduanya membuat analisis lebih akurat.

Contoh Bullish dan Bearish

gambar

Agar lebih mudah dipahami, perhatikan ilustrasi pola candlestick pada gambar di atas.

Pada bagian kiri terlihat contoh bullish engulfing. Sebelumnya, harga bergerak turun yang ditunjukkan oleh beberapa candle merah.

Setelah itu muncul satu candle hijau berukuran besar yang menutupi atau “menelan” body candle merah sebelumnya. Kondisi ini menandakan tekanan beli mulai menguat dan pembeli mengambil alih kendali pasar.

Setelah pola tersebut terbentuk, harga terlihat bergerak naik secara bertahap. Situasi inilah yang disebut sinyal bullish karena mengindikasikan potensi kenaikan harga.

Sementara itu, pada bagian kanan terlihat contoh bearish engulfing. Harga awalnya bergerak naik dengan beberapa candle hijau.

Namun kemudian muncul candle merah berukuran lebih besar yang menutupi candle hijau sebelumnya. Pola ini menunjukkan tekanan jual meningkat dan penjual mulai mendominasi pasar.

Setelah kemunculan pola tersebut, harga cenderung bergerak turun. Inilah yang menjadi sinyal bearish karena mengarah pada potensi penurunan harga.

Demikian pembahasan mengenai bullish dan bearish yang dapat membantu kamu membaca arah pergerakan pasar. Dengan memahami berbagai sinyal tersebut, kamu bisa menyusun strategi investasi secara lebih terarah dan sesuai dengan tujuan finansial.

Namun, strategi investasi tidak harus terpaku pada satu instrumen saja. Banyak investor memilih melakukan diversifikasi dengan menempatkan dana pada aset lain, termasuk emas.

Emas kerap dipilih karena nilainya relatif stabil dalam jangka panjang serta dapat dikumpulkan secara bertahap sehingga lebih mudah disesuaikan dengan kemampuan dana.
Kamu bisa memulainya melalui Tabungan Emas Pegadaian, dengan pembelian mulai sekitar Rp10 ribuan.

Selain itu, emas akan disimpan dalam bentuk saldo digital yang terjamin fisiknya, serta dapat dicairkan, dijadikan jaminan, atau dikonversi menjadi emas batangan maupun perhiasan sesuai kebutuhan.

Untuk membantu perencanaan, tersedia pula fitur Simulasi Tabungan Emas yang memudahkan kamu memperkirakan jumlah gram emas berdasarkan dana yang dimiliki.

Yuk, aktifkan rekening Tabungan Emas melalui aplikasi Tring! by Pegadaian dan mulai menabung emas dari sekarang untuk melengkapi portofolio investasimu sekaligus memaksimalkan potensi cuan di masa depan.

Baca juga: Mengenal Indeks MSCI, Fungsi, Hingga Proses Pemilihan Saham

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162


Copyright © 2026 Sahabat Pegadaian. All Rights Reserved