Pengangguran Friksional: Penyebab, Dampak, & Cara Mengatasi

Oleh Sahabat Pegadaian dalam Keuangan

13 January 2026
Bagikan :
image detail artikel

Istilah pengangguran memiliki konotasi negatif di kalangan masyarakat karena sering kali disangkutpautkan dengan masalah sosial atau kelesuan sistem ekonomi yang serius.

Padahal, ini tidak bisa disamaratakan. Pasalnya, justru ada pengangguran yang menjadi komponen alami dalam ekonomi pasar dinamis, yaitu pengangguran friksional.

Pengangguran friksional adalah jenis pengangguran sukarela jangka pendek yang terjadi saat individu sedang dalam proses pencarian pekerjaan baru atau beralih antarpekerjaan.

Fenomena ini cukup sering ditemukan di lingkungan sekitar. Nah, artikel ini akan mengulas lebih jauh mengenai hal ini. Jadi, simak sampai akhir.

Pengertian Pengangguran Friksional

Pengangguran friksional merujuk pada fase ketika individu dalam periode transisi antara satu pekerjaan dengan pekerjaan lainnya.

Jenis pengangguran ini pun bisa dipahami sebagai kondisi menganggur sementara lantaran belum mendapatkan pekerjaan sesuai harapan, minat, atau keterampilan.

Pengangguran friksional, meliputi lulusan baru, orang yang berhenti dari pekerjaan lama dan sedang mencari pekerjaan baru, serta mantan pekerja yang ingin kembali bekerja.

Jenis pengangguran ini memiliki karakteristik tersendiri. Adapun ciri-ciri pengangguran friksional adalah sebagai berikut.

  • Sifatnya temporer (sementara).
  • Ingin beralih ke pekerjaan yang baru.
  • Sedang menunggu panggilan kerja.
  • Dalam fase mencari pekerjaan.
  • Diberhentikan atau mengundurkan diri dari perusahaan.
  • Selalu ada atau tidak bisa dihindari.

Contoh pengangguran friksional sangat beragam dan mudah ditemukan karena paling umum terjadi di lingkungan masyarakat wilayah mana pun.

Misalnya, kamu baru saja menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi dan memilih untuk beristirahat sejenak. Jadi, selama beberapa bulan kamu tidak bekerja dan menikmati waktu luang di rumah sebelum bersiap mencari pekerjaan.

Dampak Pengangguran Friksional Terhadap Ekonomi

Dampak pengangguran friksional terhadap ekonomi suatu negara termasuk signifikan. Fenomena ini menandakan adanya fleksibilitas dalam dinamika pasar tenaga kerja.

Kondisi tersebut memungkinkan para tenaga kerja mencari pekerjaan yang lebih sesuai dengan preferensi dan keahliannya.

Ini bisa meningkatkan efisiensi dan produktivitas ekonomi secara keseluruhan. Pencarian kerja pun memicu peningkatan inovasi dan penyesuaian dalam berbagai bidang industri.

Di sisi lain, tingginya pengangguran friksional cukup mengkhawatirkan sebab menunjukkan adanya tantangan pada proses pencocokan tenaga kerja dengan lowongan pekerjaan.

Akibatnya, banyak sumber daya manusia yang tidak termanfaatkan secara optimal sehingga menghambat potensi pertumbuhan ekonomi.

Jika terjadi secara berkepanjangan, maka bisa menimbulkan ketidakpastian dan tekanan sosial bagi individu yang masih menganggur.

Baca juga: Ini Daftar 10 Pekerjaan dengan Gaji Tertinggi di Indonesia

Penyebab Pengangguran Friksional

Meskipun terjadi secara alami di kondisi perekonomian yang seperti apapun, jenis pengangguran ini dapat dipicu oleh beragam faktor. Adapun beberapa faktor penyebab umum pengangguran friksional adalah sebagai berikut.

1. Kekurangan Informasi

Di situasi ini, individu mungkin tidak banyak memperoleh informasi atau rincian lengkap terkait lowongan pekerjaan. Terkadang, penyampaian informasi lowongan pekerjaan oleh perusahaan pun tidak detail sehingga kurang menjangkau masyarakat secara luas.

2. Terjadinya Pemecatan

Adanya pemecatan atau PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) di tempat kerja bisa menjadi pemicu pengangguran friksional. Biasanya, ada berbagai alasan yang mendasari keputusan ini, seperti perusahaan berencana untuk berhenti beroperasi dan lainnya.

3. Ketidaksesuaian Lowongan

Informasi lowongan pekerja di berbagai media mungkin cukup banyak. Sayangnya, kualifikasi maupun deskripsi pekerjaan yang dicari ternyata kurang sesuai dengan keahlian atau minat diri.

4. Urgensi Memperoleh Pekerjaan Baru Kurang

Selanjutnya, penyebab pengangguran friksional adalah kurangnya urgensi untuk segera memperoleh pekerjaan. Hal ini bisa terjadi karena faktor keluarga yang memang mempunyai kemampuan finansial baik atau tidak berambisi meraih karier impian.

5. Proses Rekrutmen dan Negosiasi

Umumnya, pencarian pekerjaan baru memerlukan waktu dan perlu melalui beberapa tahapan, mulai dari seleksi berkas, wawancara, tes medis, hingga negosiasi kompensasi.

Selama proses berlangsung, kamu harus melewati fase menunggu dan menganggur hingga semua rangkaian rekrutmen selesai. Perlu diingat bahwa hasil akhirnya pun belum pasti.

6. Perubahan Preferensi Pekerja

Biasanya, pekerja yang menginginkan adanya peningkatan karier akan memerlukan waktu lebih lama untuk mendapatkan pekerjaan sesuai preferensi. Di samping itu, peralihan bidang atau pengembangan keterampilan baru membutuhkan pelatihan tambahan.

7. Persaingan di Pasar Kerja yang Ketat

Tingkat persaingan pencari kerja untuk posisi yang sama tergolong tinggi. Hal ini berpotensi menyulitkan individu dalam memperoleh tawaran kerja, khususnya di sektor yang sangat kompetitif.

Baca juga: 5 Macam Pekerjaan di Dataran Tinggi dengan Prospek Cerah

Cara Mengatasi Pengangguran Friksional

Jika dibandingkan dengan jenis pengangguran lainnya, dampak pengangguran friksional terhadap perekonomian ini mungkin tampak lebih ringan.

Kendati demikian, pemerintah dan lembaga bersangkutan tetap perlu berupaya untuk menanganinya. Berikut ini adalah beberapa cara mengatasi pengangguran friksional.

  • Meningkatkan kemudahan akses informasi terkait peluang kerja, pendidikan, dan pelatihan relevan bagi pencari kerja.
  • Menyediakan fasilitas konektivitas antara perusahaan dengan pencari kerja.
  • Mengoptimalkan penggunaan teknologi dalam mencari pekerjaan.
  • Memberikan dukungan, berupa layanan konseling karier.
  • Membuka proyek-proyek umum pemerintah yang dapat menyerap tenaga kerja secara langsung.

Perbedaan Antara Pengangguran Friksional dan Struktural

Selain pengangguran friksional, dikenal pula pengangguran struktural. Keduanya tidaklah sama serta ada beberapa perbedaan antara pengangguran friksional dan struktural, yaitu:

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162


Copyright © 2026 Sahabat Pegadaian. All Rights Reserved