PPPK: Beda dengan PNS, Kelebihan, Kekurangan, & Gajinya

PPPK merupakan singkatan dari Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja. Disebut juga sebagai P3K, profesi ini termasuk dalam barisan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Berbeda dengan karyawan yang berada dalam struktur organisasi perusahaan, sistem kerja PPPK diatur oleh instansi pemerintah.
Lantas, seperti apa kelebihan dan kekurangan menjadi PPPK? Berapa besar gaji seorang PPPK? Simak informasi selengkapnya di bawah ini.
Apa itu PPPK?
PPPK adalah pegawai yang bekerja untuk melaksanakan tugas pemerintahan berdasarkan surat perjanjian kerja. Maka dari itu, PPPK hanya bekerja dalam periode tertentu.
Ketentuan tentang PPPK tercantum dalam UU No. 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).
Berdasarkan dasar hukum yang berlaku, PPPK adalah Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditugaskan untuk menjalankan tugas tertentu di suatu instansi pemerintahan.
Pada tahun 2025, perjanjian atau kontrak kerja PPPK tidak lagi hanya terbatas antara 1 hingga 5 tahun. PPPK kini memiliki kontrak hingga mencapai usia pensiun.
Dengan adanya kebijakan baru ini, PPPK tidak harus menjalani prosedur perpanjangan kontrak berkala yang terjadi setiap tahun.
Namun, tidak semua PPPK berhak mendapatkan kontrak hingga pensiun. Untuk mendapatkan kontrak jangka panjang, PPPK perlu memiliki penilaian kerja yang baik.
Sebagai catatan, tidak semua daerah di Indonesia memberlakukan kontrak hingga pensiun untuk PPPK.
Pasalnya, beberapa daerah mungkin akan membutuhkan waktu lebih untuk menyesuaikan sistem administrasi yang bisa memastikan evaluasi kinerja PPPK secara tepat.
Perbedaan PPPK dan PNS
Sebelum dicabut oleh UU No. 20 Tahun 2023, PPPK dan dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) memiliki hak yang berbeda.
Namun, setelah berlakunya UU No. 20 Tahun 2023, PPPK dan PNS memiliki hak yang setara, yaitu:
- Gaji pokok dan tunjangan lain yang setara pada posisi yang sama.
- Pengembangan kompetensi melalui pendidikan dan pelatihan yang relevan dengan tugas dan jabatannya.
- Cuti yang terdiri dari:
- Cuti tahunan.
- Cuti sakit.
- Cuti melahirkan.
- Cuti lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku di instansi.
- Perlindungan pegawai dalam bentuk:
- Jaminan kesehatan.
- Jaminan kecelakaan kerja.
- Jaminan kematian selama perjanjian kerja.
Sebelum mendapatkan hak yang dijamin oleh pemerintah, PPPK perlu menjalankan kewajiban utamanya sesuai dengan surat perjanjian kerja. Adapun kewajiban PPPK adalah sebagai berikut:
- Menjalankan tugas dan bertanggung jawab atas pekerjaannya secara profesional.
- Menjaga netralitas dalam menjalankan tugasnya atau tidak terlibat dalam politik praktis dan konflik kepentingan.
- Mematuhi kode etik ASN dan menjaga integritas saat bekerja.
- Mengembangkan kemampuan atau kompetensi diri untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
- Melaporkan harta kekayaan sesuai dengan peraturan untuk mencegah korupsi.
Baca juga: Berapa Besar Gaji PNS? Ini Pembagian Berdasarkan Golongannya
Syarat Pendaftaran PPPK
Mengacu pada PP No. 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja, syarat pendaftaran PPPK adalah sebagai berikut:
- Berusia minimal 20 tahun dan maksimal satu tahun sebelum batas usia pensiun jabatan yang dilamar.
- Memenuhi kualifikasi pendidikan sesuai dengan persyaratan posisi yang dilamar.
- Dapat membuktikan keahlian atau kompetensi dengan sertifikat keahlian dari lembaga profesi berwenang dan lainnya.
- Tidak pernah menjalani hukuman pidana penjara selama dua tahun atau lebih.
- Tidak terlibat politik praktis dan merupakan pengurus/anggota partai politik.
- Tidak pernah diberhentikan secara tidak hormat dari posisi PNS, PPPPK, Polri, TNI, atau karyawan swasta.
- Sehat secara jasmani dan rohani.
- Persyaratan tambahan yang disertakan oleh masing-masing instansi untuk jabatan yang ditentukan.
Kelebihan Menjadi PPPK
Bekerja sebagai PPPK memiliki sejumlah kelebihan finansial dan kemudahan dalam menavigasi dunia karier. Berikut beberapa sisi positif dari menjadi PPPK:
- Menyediakan fasilitas tunjangan hidup, termasuk tunjangan jabatan dan tunjangan keluarga.
- Mendapatkan gaji penuh sejak hari pertama kerja tanpa adanya masa percobaan.
- Berhak mendapatkan kenaikan gaji apabila kinerja baik.
- Tersedia posisi untuk pendaftar berusia lanjut.
Kekurangan Menjadi PPPK
Meskipun memiliki berbagai kelebihan, PPPK juga tidak lepas dari berbagai kekurangan yang mungkin menjadi hambatan bagi calon pendaftar. Berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan oleh pendaftar PPPK:
- Kandidat yang bisa mendaftar perlu memiliki pengalaman kerja minimal dua tahun berturut-turut atau lebih.
- Kenaikan posisi dalam karier sangat terbatas.
Berapa Gaji PPPK?
Di tahun 2025, gaji PPPK mengalami kenaikan dengan rata-rata sebesar Rp200 ribu dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Inilah rincian gaji PPPK berdasarkan golongannya:
Nah, itulah hal-hal penting seputar PPPK yang perlu diketahui, mulai dari syarat pendaftaran hingga gaji terbarunya.
Bagi sahabat yang bekerja sebagai PPPK, alokasi gaji bulanan perlu dilakukan dengan tepat agar semua kebutuhan keuangan terpenuhi dengan tepat.
Setiap bulannya, jangan lupa untuk menyisihkan sebagian uang untuk ditabung atau diinvestasikan agar mendapatkan keuntungan.
Bila tertarik untuk investasi yang aman, sahabat bisa membuka Tabungan Emas di Pegadaian. Prosesnya mudah dan cepat karena bisa dilakukan secara online melalui Pegadaian Digital.
Sahabat juga bisa bertransaksi di kantor cabang Pegadaian terdekat untuk menabung emas dengan bantuan dari petugas kami.
Pembelian awal emas pun sangat terjangkau. Untuk mengetahui berapa gram emas yang bisa dibeli, sahabat bisa mencoba Simulasi Tabungan Emas.
Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, amankan keuangan mulai dari sekarang dengan investasi praktis dan aman bersama Pegadaian!
Baca juga: 6 Investasi yang Cocok untuk Karyawan untuk Menambah Untung
Artikel Lainnya

Keuangan
Apa Perbedaan Debitur dan Kreditur? Inilah Perbandingannya!
Debitur dan kreditur memiliki peran yang berbeda dalam transaksi pembiayaan. Apa yang membedakan keduanya? Yuk, cari tahu di artikel ini!

Keuangan
Mengapa Memiliki Dana Darurat Penting?
Sedia payung sebelum hujan. Ternyata punya dana darurat membuat kita lebih siap menghadapi kondisi tak terduga.

Keuangan
Kenali Contoh Dana Pensiun di Indonesia dan Perbedaannya
Kebutuhan keuangan di masa depan termasuk dana pensiun perlu dipersiapkan mulai dari sekarang. Yuk, cari tahu apa saja contoh dana pensiun di Indonesia!