Mengenal Keragaman Agama di Indonesia dan Kitab Sucinya

Keanekaragaman Indonesia bisa dilihat dari praktik agama yang bermacam-macam di kehidupan sehari-hari.
Selain suku dan budaya yang beragam, agama di Indonesia juga menjadi keunikan tersendiri dari Nusantara.
Setiap agama tentunya memiliki hari besar yang dirayakan oleh masing-masing pemeluknya. Mulai dari persiapan hampers Lebaran hingga perayaan Natal di akhir tahun, praktik keagamaan di Indonesia berjalan dengan harmonis.
Lantas, ada berapa agama di Indonesia yang perlu diketahui dan apa saja kitab sucinya? Mari simak selengkapnya di bawah ini.
Mengenal Agama di Indonesia
Hingga saat ini, terdapat enam agama yang diakui di Indonesia. Setiap pemeluk agama tersebut hidup berdampingan dalam lingkungan sosial.
Berikut adalah penjelasan terkait enam agama di Indonesia dan kitab sucinya secara komprehensif:
1. Islam
Islam merupakan agama mayoritas di Indonesia. Diperkirakan Islam pertama kali muncul pada tahun 610 M. Kemunculan Islam ini ditandai dengan wahyu yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW di Makkah.
Sementara itu, Islam pertama kali masuk ke Indonesia pada sekitar abad ke-7 atau 8. Penyebaran agama ini dilakukan oleh pedagang dari Arab dan Persia.
Tempat ibadah penganut agama Islam adalah masjid, sedangkan kitab suci yang digunakan merupakan Al-Qur’an.
Sebagai salah satu agama yang ada di Indonesia, hari besar dalam Islam biasanya diperingati dengan perayaan besar. Beberapa hari besar dalam Islam adalah sebagai berikut:
- Idul Fitri atau Lebaran yang dirayakan setelah puasa Ramadan.
- Idul Adha atau Hari Raya Kurban.
- Isra Mi’raj.
- Tahun baru Hijriyah.
2. Protestan
Agama Kristen Protestan pertama kali muncul di Belanda, Eropa Utara pada abad ke-16 setelah reformasi oleh Martin Luther pada 1517. Paham Kristen Protestan dipengaruhi oleh ajaran Calvinisme dan Lutheran.
Kitab suci yang digunakan oleh pemeluk agama Kristen Protestan adalah Alkitab yang terdiri dari 66 bagian dengan dua pembagian, yaitu 39 yang tergolong dalam Perjanjian Lama dan 27 yang tergolong dalam Perjanjian Baru.
Adapun Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dibagi lagi menjadi beberapa bagian sebagaimana yang dijabarkan sebagai berikut:
Sementara itu, tempat ibadah Kristen Protestan adalah gereja. Layaknya hari besar dalam Islam, acara keagamaan dalam Kristen Protestan juga dirayakan dengan meriah di Indonesia. Berikut adalah beberapa hari besar Kristen Protestan:
- Natal.
- Paskah.
- Kenaikan Yesus Kristus.
- Wafat Yesus Kristus.
Baca juga: Permainan Tradisional Indonesia yang Digemari Hingga Saat Ini
3. Katolik
Kristen Katolik pertama kali masuk ke Indonesia melalui Kepulauan Maluku. Penyebarannya dilakukan oleh bangsa Portugis yang datang ke Indonesia untuk mencari rempah-rempah.
Berdasarkan sejarah, rakyat Maluku menjadi penganut Kristen Katolik pertama di Indonesia. Namun, pemeluk agama Kristen Katolik kini bisa ditemukan di berbagai wilayah di Indonesia.
Kitab suci agama Kristen Katolik merupakan Alkitab yang terbagi menjadi 73 kitab. Kemudian, kitab tersebut dibagi lagi menjadi 46 bagian yang tergolong dalam Perjanjian Lama dan 27 yang tergolong dalam Perjanjian Baru. Berikut pembagiannya:
Praktik keagamaan Kristen Katolik dilaksanakan di gereja. Adapun hari-hari besar dalam agama Kristen Katolik adalah sebagai berikut:
- Natal.
- Kenaikan Yesus Kristus.
- Trihari Suci Paskah.
- Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah.
4. Hindu
Agama Hindu pertama kali muncul di Indonesia melalui jaringan perdagangan dari Cina hingga India sekitar awal abad ke-4.
Keberadaan agama Hindu di Indonesia ditandai dengan beberapa kerajaan yang menganut nilai-nilai Hindu, seperti Kerajaan Kutai dan Tarumanegara.
Mayoritas penganut agama Hindu di Indonesia tinggal di Bali. Tempat ibadah pemeluk agama Hindu adalah pura dan kitab sucinya merupakan Weda.
Weda dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu Weda Sruti dan Weda Smrti. Weda Sruti berisi tentang wahyu, sedangkan Weda Smrti mencangkup pedoman yang bersumber dari Weda Sruti. Berikut pembagian isinya:
Terdapat beberapa hari besar dalam agama Hindu yang dirayakan setiap tahunnya di Indonesia, di antaranya adalah Nyepi, Galungan, dan Kuningan.
5. Buddha
Agama Buddha berasal dari India dan pertama kali masuk ke Indonesia pada abad kelima Masehi berdasarkan prasasti-prasasti yang ditemukan.
Salah satu kerajaan Buddha terbesar di Indonesia adalah Kerajaan Sriwijaya yang berdiri hingga tahun 1377.
Kitab suci yang digunakan oleh penganut agama Buddha adalah Tripitaka. Kitab ini dibagi menjadi tiga kelompok besar, yaitu Vinaya Pitaka, Sutta Pitaka, dan Abhidhamma Pitaka.
Pemeluk agama Buddha melaksanakan praktik keagamaan di Wihara. Hari-hari besar dalam agama Buddha termasuk hari Waisak, Magha, dan Asadha.
Baca juga: 5 Contoh Makanan Daerah yang Dimodifikasi dan Peluang Usahanya
6. Konghucu
Konghucu berasal dari ajaran Konfusius atau Konfusianisme. Agama ini disebarkan oleh perantau Tionghoa yang bermukim di Indonesia dan pertama kali muncul di Indonesia pada abad ke-17.
Terdapat dua kitab yang digunakan oleh pemeluk agama Konghucu, yaitu Si Shu dan Wu Jing. Kitab-kitab tersebut kemudian dibagi lagi menjadi:
Pemeluk agama Konghucu melaksanakan praktik keagamaan di kelenteng. Beberapa hari besar yang diperingati dalam agama Konghucu adalah tahun baru Imlek, Cap Go Meh, dan Cheng Beng.
Statistik Agama di Indonesia
Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Badan Pusat Statistik di tahun 2024, persentase pemeluk agama di Indonesia adalah sebagai berikut:
Itulah ringkasan seputar beragam agama di Indonesia yang dapat membantu memperkaya wawasan dan meningkatkan toleransi beragama.
Meskipun menganut kepercayaan yang berbeda-beda, keharmonisan hidup antara kelompok agama di Indonesia dapat tetap terjaga berkat rasa hormat yang tinggi antar sesama.
Terlepas dari ragam budaya dan agama yang dianut, setiap masyarakat Indonesia tentunya tidak bisa lepas dari transaksi ekonomi dalam kehidupan sehari-hari.
Pegadaian siap membantu masyarakat Indonesia untuk menjalankan berbagai transaksi finansial dengan lancar.
Apabila sahabat membutuhkan dana cepat, Gadai Emas dari Pegadaian siap membantu. Dengan menyerahkan jaminan berupa emas batangan atau perhiasan, sahabat bisa mendapatkan dana pinjaman secara tunai atau transfer.
Proses pengajuan gadai pun cepat karena tidak memerlukan BI Checking atau pengecekan skor kredit.
Cukup lampirkan bukti identitas diri dan emas sebagai barang jaminan ke kantor cabang Pegadaian terdekat untuk mendapatkan dana yang dibutuhkan.
Tenang saja, emas yang dijadikan jaminan akan disimpan dengan aman dan diasuransikan. Ketika pembayaran selesai dilunasi, emas pun akan dikembalikan.
Jika penasaran dengan besar dana pinjaman yang bisa didapatkan, jangan ragu untuk mencoba Simulasi Gadai Emas.
Jadi, jangan ragu lagi. Yuk, penuhi kebutuhan dana pinjaman cepat dengan Gadai Emas dari Pegadaian yang tepercaya dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK)!
Baca juga: 38 Pakaian Adat Indonesia yang Memukau dan Penuh Makna
Artikel Lainnya

Inspirasi
Website untuk Usaha Sampingan Di Rumah
Di waktu luang, tidak ada salahnya buat . Cek situs ini untuk tahu infonya.

Inspirasi
Cara Menghindari Penipuan Tabungan Emas di Pegadaian
Ada banyak modus terkait penipuan tabungan emas Pegadaian. Salah satunya yakni muncul akun bodong yang mengatasnamakan Pegadaian. Waspada!

Inspirasi
Cash Flow: Pahami Pengertian, Jenis, dan Cara Mengaturnya
Kenali cara mengatur cash flow bisnis, mulai pengertian, jenis-jenis, dan panduan cara mengatur cash flow. Baca selengkapnya!