Mengenal Hybrid Working dan Contoh Perusahaan yang Menerapkannya

Perubahan cara bekerja tidak hanya berdampak pada produktivitas, tetapi juga pada berpengaruh pada cara mengatur uang bulanan dan perencanaan kebutuhan kerja. Salah satu sistem kerja yang kini semakin banyak diterapkan, yaitu hybrid working.
Hybrid working adalah pola kerja yang menggabungkan kehadiran di kantor dengan fleksibilitas bekerja dari lokasi lain.
Sistem kerja ini menuntut karyawan untuk lebih adaptif, termasuk dalam menyiapkan perangkat kerja dan mengatur biaya pendukung aktivitas profesional.
Untuk memahami konsep, kelebihan, hingga perbandingannya dengan sistem kerja lain, simak pembahasan artikel ini sampai akhir.
Apa Itu Hybrid Working?
Hybrid working adalah sistem kerja yang mengombinasikan bekerja dari kantor dan bekerja dari rumah atau lokasi lain sesuai kebijakan perusahaan.
Dalam praktiknya, karyawan tidak diwajibkan hadir di kantor setiap hari, melainkan hanya pada waktu tertentu yang telah ditentukan, misalnya untuk rapat tim, kolaborasi proyek, mentoring, atau kegiatan pengembangan karyawan.
Selain itu, prinsip utama dari hybrid working terletak pada fleksibilitas dan kepercayaan.
Perusahaan memberikan keleluasaan kepada karyawan untuk menentukan lokasi kerja yang paling mendukung produktivitas, sementara hasil kerja tetap menjadi indikator utama penilaian kinerja.
Sistem kerja ini biasanya diatur melalui jadwal kehadiran kantor, kesepakatan tim, serta dukungan teknologi digital agar koordinasi tetap berjalan lancar meskipun tidak selalu bertatap muka.
Keuntungan Hybrid Working
Sebelum membahas satu per satu, penting dipahami bahwa hybrid working tidak hanya menguntungkan karyawan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi perusahaan jika diterapkan secara konsisten dan terstruktur. Berikut ini beberapa keuntungannya:
1. Fleksibilitas dalam Bekerja
Hybrid working memberi kamu keleluasaan untuk menentukan tempat kerja sesuai kebutuhan. Kamu tidak harus selalu berada di kantor setiap hari sehingga waktu perjalanan dapat dikurangi dan aktivitas pribadi bisa lebih terkelola.
2. Work Life Balance
Dengan waktu yang lebih fleksibel, kamu memiliki kesempatan lebih besar untuk menjaga work life balance, yaitu keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Kondisi ini berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan dan kepuasan kerja.
3. Produktivitas Lebih Optimal
Banyak karyawan merasa lebih fokus saat mengerjakan tugas tertentu dari rumah. Hybrid working memungkinkan kamu bekerja di lingkungan yang paling mendukung produktivitas, tanpa menghilangkan momen kolaborasi di kantor.
4. Efisiensi Biaya bagi Perusahaan
Dari sisi perusahaan, hybrid working dapat menekan biaya operasional kantor karena tidak semua karyawan hadir setiap hari. Penghematan ini dapat dialokasikan untuk pengembangan karyawan atau peningkatan fasilitas kerja.
Baca juga: 8 Ide Kerja Sampingan Online, Praktis & Menguntungkan!
Kekurangan Hybrid Working
Meski menawarkan berbagai keuntungan, hybrid working juga memiliki tantangan yang perlu diperhatikan sejak awal. Di bawah ini beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan:
1. Tantangan Komunikasi dan Koordinasi
Interaksi yang tidak selalu dilakukan secara tatap muka berpotensi menimbulkan miskomunikasi. Meski tersedia berbagai platform digital, efektivitas komunikasi tetap bergantung pada kesiapan tim dalam menggunakannya.
2. Perlu Menyediakan Perangkat Kerja
Salah satu kekurangan hybrid working adalah kebutuhan perangkat kerja yang memadai di luar kantor. Dalam beberapa kasus, karyawan perlu menyediakan laptop, meja kerja, atau perangkat pendukung lainnya secara mandiri.
Memang, ada perusahaan yang memfasilitasi kebutuhan tersebut, tetapi hal ini kembali pada kebijakan masing-masing perusahaan. Jika kamu perlu menyiapkan perangkat kerja sendiri, perencanaan keuangan menjadi hal penting.
Alih-alih menabung uang, kamu dapat mengumpulkan dana secara bertahap melalui Cicil Emas 24 karat yang nilainya terus bertambah. Nantinya, emas tersebut bisa dijual kembali (buyback) untuk mendapatkan uang tunai tanpa mengganggu arus keuangan bulanan.
3. Ketimpangan Pemahaman Teknologi
Tidak semua karyawan memiliki tingkat literasi teknologi yang sama. Kondisi ini dapat memengaruhi efektivitas kerja, terutama jika sistem hybrid diterapkan tanpa pelatihan yang memadai.
4. Batasan antara Pekerjaan dan Kehidupan Pribadi
Bekerja dari rumah membuat batas antara waktu kerja dan waktu pribadi menjadi lebih tipis. Jika tidak dikelola dengan baik, hal ini dapat memicu kelelahan kerja atau penurunan produktivitas.
Apa Bedanya Kerja Hybrid dan Remote?
Sebelum menentukan sistem kerja yang paling sesuai, kamu perlu memahami perbedaan mendasar antara kerja hybrid dan remote. Adapun perbedaan kedua sistem kerja tersebut sebagai berikut:
1. Lokasi Kerja
Kerja hybrid mengombinasikan kerja di kantor dan di luar kantor, sedangkan kerja remote sepenuhnya dilakukan dari jarak jauh tanpa kewajiban hadir ke kantor.
2. Intensitas Tatap Muka
Pada sistem hybrid, karyawan tetap memiliki jadwal bertemu langsung dengan rekan kerja. Sebaliknya, pada kerja remote, interaksi lebih banyak dilakukan secara daring.
3. Proses Kolaborasi
Hybrid working memudahkan kolaborasi langsung saat diperlukan, sementara remote working mengandalkan koordinasi digital yang lebih intens sehingga membutuhkan perangkat serta koneksi internet yang stabil untuk memastikan komunikasi lancar.
Mana yang Lebih Baik: WFH atau Hybrid?
Tidak ada sistem kerja yang sepenuhnya paling baik untuk semua orang. WFH cocok bagi kamu yang membutuhkan fleksibilitas penuh dan mampu bekerja mandiri tanpa banyak interaksi langsung.
Sementara itu, hybrid working menjadi pilihan seimbang bagi kamu yang tetap membutuhkan kolaborasi tatap muka, tetapi ingin fleksibilitas dalam menentukan tempat kerja.
Pilihan terbaik sangat bergantung pada jenis pekerjaan, karakter pribadi, dan kebijakan perusahaan.
Baca juga: 8 Cara Mendapatkan Penghasilan Tambahan yang Gampang Dilakukan
Contoh Penerapan Kerja Hybrid di Perusahaan
Berbagai perusahaan telah menerapkan sistem kerja hybrid dengan pendekatan yang disesuaikan dengan budaya kerja, kebutuhan bisnis, dan karakter karyawannya. Berikut beberapa contoh penerapan kerja hybrid di perusahaan global dan Indonesia.
1. Amazon
Amazon menerapkan model hybrid yang menekankan kehadiran fisik di kantor. Saat ini, karyawan diwajibkan bekerja di kantor setidaknya tiga hari dalam seminggu.
Kebijakan ini diterapkan untuk memperkuat budaya perusahaan serta mendorong kolaborasi yang lebih efektif antar tim.
2. Zoom
Zoom juga menyesuaikan kebijakan kerjanya dengan menerapkan sistem hybrid yang lebih terstruktur. Karyawan yang tinggal dalam radius tertentu dari kantor diwajibkan hadir secara langsung dua hari dalam seminggu.
Meski mendorong kehadiran di kantor, Zoom tetap memberikan fleksibilitas dengan membuka ruang diskusi antara karyawan dan manajer terkait kebutuhan kerja masing-masing.
3. Tokopedia
Tokopedia menerapkan sistem kerja hybrid untuk mengakomodasi kebutuhan kerja karyawan yang beragam.
Dengan fleksibilitas dalam menentukan lokasi kerja, perusahaan ini mendorong karyawan agar tetap adaptif terhadap perubahan, sekaligus menjaga produktivitas di tengah dinamika industri digital yang cepat berubah.
4. Shopee Indonesia
Shopee Indonesia menerapkan kerja hybrid dengan memberikan pilihan kepada karyawan untuk bekerja dari rumah atau datang ke kantor sesuai kebutuhan operasional.
Pendekatan ini memungkinkan perusahaan menjaga kelancaran koordinasi tim, tanpa menghilangkan fleksibilitas yang dibutuhkan karyawan dalam menjalankan tugasnya.
5. Google Indonesia
Google Indonesia secara resmi mengadopsi hybrid working sebagai model kerja jangka panjang.
Dalam sistem ini, karyawan memiliki kesempatan untuk bekerja dari rumah beberapa hari dalam seminggu, namun tetap didorong untuk datang ke kantor saat diperlukan untuk kolaborasi dan pertemuan penting.
6. Kalbe
Kalbe menerapkan kebijakan hybrid working dengan pembagian waktu kerja yang jelas antara bekerja di kantor dan dari rumah.
Karyawan dijadwalkan untuk hadir di kantor selama beberapa hari dalam seminggu, sementara sisanya dapat bekerja secara fleksibel dari rumah.
Demikian pembahasan tentang hybrid working serta contoh penerapan sistemnya di beberapa perusahaan. Seperti yang sudah dibahas, hybrid working adalah sistem kerja yang menggabungkan fleksibilitas dan kolaborasi dalam satu pola kerja.
Perubahan cara kerja ini tidak hanya menuntut adaptasi dari sisi profesional, tetapi juga kesiapan finansial, terutama untuk memenuhi kebutuhan perangkat dan penunjang kerja yang memadai.
Dalam kondisi tersebut, kamu tidak selalu harus mengandalkan tabungan uang untuk memenuhi kebutuhan kerja.
Menyimpan dana dalam bentuk uang tunai berisiko tergerus oleh pengeluaran rutin dan inflasi, sehingga nilai yang terkumpul sering kali tidak optimal saat benar-benar dibutuhkan.
Sebagai alternatif, kamu dapat mengumpulkan dana secara bertahap melalui emas, yang nilainya cenderung lebih stabil dan mudah dicairkan kembali.
Emas juga memungkinkan kamu mempersiapkan kebutuhan perangkat kerja tanpa harus mengeluarkan dana besar sekaligus.
Untuk mempermudah proses tersebut, Pegadaian menyediakan layanan Cicil Emas, yaitu fasilitas pembelian emas batangan melalui sistem angsuran.
Melalui layanan ini, kamu dapat mencicil emas dengan angsuran tetap, pilihan tenor yang fleksibel mulai dari 3 hingga 36 bulan, serta tanpa terpengaruh kenaikan harga emas di tengah masa cicilan.
Pilihan denominasi dan merek emas pun beragam, dengan jaminan emas 24 karat bersertifikat yang dapat dijual kembali secara mudah di Galeri 24, anak perusahaan Pegadaian yang telah mengantongi berbagai sertifikat resmi.
Dengan proses pengajuan yang praktis dan dapat diakses melalui aplikasi Tring! by Pegadaian, Cicil Emas menjadi solusi untuk merencanakan kebutuhan kerja sekaligus menjaga kestabilan keuangan.
Selain itu, kamu juga bisa mencoba fitur Simulasi Cicil Emas untuk mengetahui estimasi keuntungan yang akan kamu dapat untuk menyesuaikannya dengan tujuan keuanganmu.
Mulai Cicil Emas di Pegadaian sekarang, dan siapkan kebutuhan finansial dengan menambah kepemilikan emas 24 karat!
Baca juga: Tabungan Berapa Persen dari Gaji? Ini Metode Pengolahannya
Artikel Lainnya

Inspirasi
Apa Itu Hima? Definisi, Tugas, Tujuan, & Bedanya dengan BEM
Hima adalah organisasi kemahasiswaan di tingkat jurusan atau program studi. Ketahui tugas, tujuan pembentukan, dan bedanya Hima dengan BEM di sini!

Inspirasi
Penting! Ini Cara Menjaga Kesehatan Agar Keuangan Lebih Sehat
Kesehatan merupakan hal terpenting dalam hidup. Dengan tubuh yang sehat, maka jiwa dan pikiran juga akan sehat.

Inspirasi
Daftar Menu Buka Puasa untuk 1 Bulan, Lezat dan Bervariasi!
Sudah tahu makanan apa saja yang ingin sahabat sajikan saat buka puasa nanti? Yuk, cek dulu daftar menu buka puasa untuk 1 bulan di artikel ini!
