12 Tradisi Imlek di Indonesia yang Unik Beserta Maknanya

Tahun Baru Imlek 2026 segera tiba! Perayaan ini khas dengan nuansa keramaian, makanan, dan dominasi ornamen berwarna merah serta emas.
Bagi masyarakat Tionghoa, Imlek bukanlah sekadar momen pergantian kalender lunar yang melambangkan kebahagiaan dan semangat baru saja.
Lebih dari itu, Imlek merupakan ritual sakral tahunan untuk meneguhkan kembali identitas, nilai-nilai budaya, spiritual, dan kekeluargaan bagi etnis Tionghoa di seluruh dunia.
Inilah mengapa persiapan untuk menyambut Imlek sangat penting dilakukan sejak awal. Di Indonesia, tradisi Imlek telah bertransformasi menjadi potret keharmonisan budaya.
Lantas, apa saja tradisi yang dilaksanakan ketika tahun baru Imlek? Mari simak penjelasan lebih lanjutnya di artikel berikut sampai akhir.
Tradisi Imlek di Indonesia
Pada dasarnya, tradisi perayaan Imlek di setiap daerah bisa berbeda-beda. Di Tiongkok Utara, masyarakat akan mengonsumsi pangsit pada malam Imlek.
Sementara itu, masyarakat Tiongkok Selatan biasanya menyiapkan kue beras sebagai hidangan karena melambangkan kehidupan yang lebih baik di tahun mendatang.
Begitu pula di Indonesia, tradisi yang dilakukan oleh etnis Tionghoa ketika memperingati tahun baru Imlek 2026 dan tahun-tahun sebelumnya tidak sama di masing-masing daerah.
Namun, ada beberapa tradisi Imlek di Indonesia yang sangat umum diterapkan. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut.
1. Membersihkan Rumah
Sehari sebelum Imlek, masyarakat Tionghoa wajib membersihkan seluruh rumahnya agar segala energi buruk yang dapat menghalangi jalan masuk keberuntungan hilang.
Sebaliknya, mereka pantang untuk bersih-bersih rumah pada tiga hari pertama perayaan pergantian tahun sebab dipercaya bisa menghilangkan keberuntungan dan rezeki di tahun baru.
Jika rumah tetap ingin dibersihkan ketika Imlek, maka tidak diperbolehkan menyapu dari dalam ke luar rumah. Simpan terlebih dahulu debu dan kotoran, lalu buang setelah Imlek selesai.
2. Dekorasi Serba Warna Merah
Merah adalah warna khas perayaan Imlek. Dekorasi rumah, pakaian, hingga amplop angpao pun akan bernuansa warna merah. Tidak jarang, ada pula yang menggunakan warna emas.
Warna merah melambangkan keberuntungan, kesejahteraan, dan kekuatan. Selain itu, tradisi ini erat kaitannya dengan legenda ribuan tahun lalu.
Menurut cerita, terdapat monster Nian yang suka mengganggu manusia, terutama anak kecil. Makhluk ini akan keluar bertepatan dengan perayaan Imlek.
Dikisahkan, monster Nian takut dengan warna merah dan suara keras. Nah, penggunaan warna merah dipercaya sebagai simbol pengusir hal-hal tidak baik saat Imlek.
3. Memasang Gantungan Dewa Dewi di Pintu
Biasanya, setelah dibersihkan rumah akan dihias dengan pernak-pernik khas Imlek yang dominan warna merah, seperti pohon kumquat, kaligrafi ‘Fu’, lampion, dan lain-lain.
Di samping itu, pintu masuk rumah akan dipasangan gantungan bergambar ‘dewa-dewi pintu’ atau ‘mén shén’ dari Dinasti Tang yang berfungsi untuk melindungi keluarga dari roh jahat.
Tradisi ini sudah berlangsung sejak lama dan masih dilestarikan hingga sekarang dengan harapan bisa menciptakan lingkungan nyaman, aman, serta dilindungi selama merayakan pergantian tahun.
4. Hidangan Khas Imlek
Salah satu tradisi Imlek di Indonesia adalah menghidangkan beragam sajian. Makanan yang disajikan bisa berbeda-beda pada masing-masing daerah.
Umumnya, jenis hidangan merepresentasikan 12 macam shio sesuai kepercayaan masyarakat Tionghoa dan memiliki makna yang tidak sama. Beberapa di antaranya, yaitu:
- Permen manis: Simbol kehidupan yang manis.
- Kue lapis: Lambang rezeki yang berlapis-lapis bagi pemilik rumah.
- Mi panjang umur: Doa untuk umur panjang bagi yang memakannya.
- Kue keranjang: Harapan akan kesuksesan dan kemakmuran.
- Lumpia: Berwarna emas sebagai simbol kekayaan.
- Jeruk mandarin: Lambang kebahagiaan serta kemakmuran karena warnanya keemasan.
- Kue mangkok: Berbentuk bunga yang mekar sebagai simbol kemakmuran.
- Cap cay: Berisi berbagai sayuran yang melambangkan kehidupan baik.
- Bebek/Ayam Utuh: Simbol keharmonisan dan keutuhan keluarga.
- Pangsit (Jiaozi): Memiliki bentuk seperti uang kuno yang melambangkan kekayaan.
- Ikan Utuh (Bandeng/Ikan Lainnya): Simbol rezeki yang melimpah serta berkelanjutan.
- Manisan Bersegi Delapan (Tray of Togetherness): Berupa manisan buah yang menjadi simbol kesuburan serta keluarga kuat.
Di sisi lain, masyarakat Tionghoa dilarang menyantap bubur. Ini merupakan hal tabu yang harus dihindari saat Imlek karena melambangkan kemiskinan dan dinilai bisa membawa kesialan.
Mereka pun tidak diperbolehkan membalikkan posisi ikan yang dihidangkan saat makan hanya untuk mengambil daging bagian bawahnya.
Justru, sebagian daging ikan harus disisakan dan dimakan esok harinya sebab diyakini sebagai simbol kehematan serta kebijaksanaan dalam mengarungi kehidupan di tahun mendatang.
Baca juga: Tradisi Unik Lebaran di Penjuru Dunia: Ragam Perayaan yang Menginspirasi
5. Berkumpul dengan Keluarga
Seperti perayaan hari besar pada umumnya, masyarakat Tionghoa akan berkumpul dengan keluarga dan saling berkunjung ke rumah kerabat dekat.
Ini menjadi tradisi wajib setiap tahun untuk menikmati momen kedekatan bersama keluarga dan mempererat tali persaudaraan. Biasanya, mereka akan menghabiskan waktu untuk:
- Memberikan ucapan selamat tahun baru untuk satu sama lain.
- Beribadah ke klenteng.
- Menyantap berbagai hidangan khas Imlek.
- Berbagi angpao, dan lain sebagainya.
6. Membagikan Angpao
Pembagian angpao menjadi tradisi Imlek di Indonesia yang paling dinantikan. Angpao berisi sejumlah uang yang disimpan di dalam amplop berwarna merah.
Angpao dibagikan oleh orang lebih tua dan sudah menikah kepada keluarga maupun kerabat yang masih kecil atau lajang (belum menikah) sebagai lambang pemberian rezeki ke orang lain.
Tidak hanya itu, tradisi ini menjadi simbol kebaikan hati dan membuat nuansa Imlek menjadi lebih hangat serta penuh rasa kebersamaan.
7. Tradisi Yu Sheng
Yu Sheng adalah sajian spesial yang dinikmati di tengah meja keluarga saat Imlek. Makanan ini berisi sayuran (lobak, wortel, irisan kol, timun), potongan daging ikan, dan manisan jeruk.
Yu Sheng dihidangkan dalam sebuah piring besar. Setiap anggota keluarga nantinya akan berdiri mengelilingi kudapan sambil memegang sumpit.
Lalu, mereka mengaduk isi piring dan mengangkatnya setinggi mungkin menggunakan sumpit masing-masing secara bersama-sama.
Semakin tinggi sumpit diangkat, peluang terwujudnya harapan di tahun baru pun diyakini semakin besar. Tradisi Imlek makanan ini memperkaya rasa optimisme dalam perayaan Imlek.
8. Sembahyang Kepada Leluhur
Selanjutnya, yaitu sembahyang kepada leluhur. Tradisi ini utamanya dilakukan bagi masyarakat Tionghoa yang memeluk agama Konghucu di klenteng atau kuil.
Tetapi, bisa juga dilaksanakan di rumah sendiri dengan menyalakan dupa serta lilin. Lalu, menyiapkan sajian khusus (persembahan), seperti kue, daging, buah, dan lain sebagainya.
Selain untuk arwah para nenek moyang yang telah meninggal, masyarakat Tionghoa juga datang ke klenteng agar bisa berdoa dan menyampaikan harapan mereka di tahun mendatang.
Baca juga: Tradisi Unik Idul Adha di Indonesia dan Persiapan Haji
9. Membaca Shio
Dalam sistem penanggalan kalender lunar Tiongkok, dikenal 12 shio yang merupakan ramalan kepercayaan etnis Tionghoa setiap tahunnya.
Shio tersebut, yaitu shio tikus, kerbau, macam, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, monyet, ayam, anjing, dan babi. Shio pada tahun baru Imlek 2026 nanti adalah shio kuda api.
Tradisi ini dinilai penting karena nasib dan peruntungan setiap shio berbeda. Dengan membacanya, maka bisa dijadikan referensi untuk menjalani berbagai aspek kehidupan.
10. Menyalakan Petasan dan Kembang Api
Perayaan Imlek tidak lepas dari petasan dan kembang api. Suara gemuruh dan gemerlap cahayanya membuat nuansa pergantian tahun semakin meriah.
Tradisi ini dipercaya oleh masyarakat Tionghoa secara turun temurun sebagai simbol perlindungan karena bisa mengusir makhluk mitologis yang menimbulkan ketakutan, yaitu Nian.
11. Pertunjukan Barongsai dan Liong
Selain petasan dan kembang api, atraksi barongsai serta liong termasuk rangkaian tradisi dalam perayaan Imlek yang tidak boleh dilewatkan.
Dalam kepercayaan Tionghoa, barongsai dan liong merupakan lambang kebahagiaan sekaligus kesenangan. Tarian singa dalam pertunjukan ini dipercaya membawa keberuntungan.
12. Festival Cap Go Meh
Pada hari ke-15 perayaan Imlek, masyarakat Tionghoa akan mengadakan festival Cap Go Meh. Tradisi Cap Go Meh menandai penutupan seluruh rangkaian Tahun Baru Imlek.
Festival ini simbol kesejahteraan yang tujuannya untuk memperkuat tali persaudaraan di kalangan etnis Tionghoa.
Berdasarkan informasi di atas, dapat dipahami bahwa tradisi Imlek menjadi pengingat terkuat terhadap pentingnya silaturahmi, rasa syukur, serta harapan akan masa depan.
Selayaknya kilau warna emas yang melambangkan keberuntungan, jadikan perayaan Imlek kamu lebih bermakna dengan berinvestasi emas melalui Tabungan Emas dari Pegadaian.
Emas termasuk pilihan instrumen investasi jangka panjang yang ideal untuk melindungi nilai kekayaan karena tahan terhadap laju inflasi maupun resesi.
Kamu dapat menabung emas secara praktis di Tring! by Pegadaian dengan pembelian awal minimal Rp10 ribuan dan membayar biaya pengelolaan rekening sebesar Rp30.000/tahun.
Saldo emas yang terkumpul nantinya bisa dijual kembali di Tring! atau Galeri 24 ketika sedang memerlukan dana tambahan, dijadikan jaminan gadai, atau dicetak menjadi emas fisik bernilai 24 karat.
Bagi kamu yang ingin mengetahui estimasi pembelian emas berdasarkan nominal atau gramasi, gunakan fitur Simulasi Tabungan Emas untuk memperkirakannya.
Dengan demikian, investasi emas dapat direncanakan sebaik mungkin. Tunggu apa lagi? Buka rekening Tabungan Emas di Pegadaian dan nikmati berbagai keuntungannya sekarang!
Baca juga: Mengenal Tradisi Unik Saat Ramadhan di Berbagai Belahan Dunia
Artikel Lainnya

Inspirasi
Tring! by Pegadaian: Aplikasi Emas Digital Praktis & Berizin Resmi
Mau mulai investasi emas digital? Unduh Tring! by Pegadaian, aplikasi emas digital dengan layanan lengkap, praktis, dan berizin resmi OJK sekarang!

Inspirasi
Badai Emas Pegadaian 2024: Dapatkan Hadiah Serba Emas!
Ingin dapatkan hadiah serba emas? Yuk, kumpulkan poin dan dapatkan hadiah serba emas dari Badai Emas Pegadaian Tahun 2024!

Inspirasi
Ini Perbedaan Tabungan Emas dan Deposito Emas di Pegadaian!
Tabungan Emas dan Deposito Emas merupakan dua produk investasi yang berbeda. Apa saja yang membedakan keduanya? Pelajari lebih lanjut di sini!
