Mengenal Broker Summary, Fungsi, Risiko, & Cara Analisis

Broker summary adalah fitur yang bisa menyajikan rekap transaksi harian setiap perusahaan sekuritas atau broker pada suatu saham.
Broker summary menjadi alat yang vital bagi para investor untuk melihat aktivitas penjualan (seller) dan pembelian (buyer).
Untuk memahami lebih lanjut mengenai apa itu broker summary, mari simak penjelasannya dalam artikel di bawah ini.
Apa Itu Broker Summary?
Broker summary adalah fitur yang disediakan platform trading saham. Tools ini meringkas kegiatan perdagangan saham oleh sekuritas atau broker yang terdaftar di bursa saham.
Broker summary memberikan informasi tentang aktivitas jual bersih (net sell) dan beli bersih (net buy) atas saham yang dilakukan oleh para broker sekuritas.
Aktivitas jual bersih mengindikasikan bahwa adanya broker sekuritas yang menjual lebih banyak saham dibandingkan melakukan pembelian.
Sebaliknya, beli bersih mencerminkan aktivitas broker sekuritas yang telah membeli lebih banyak saham daripada apa yang dijualnya.
Informasi dalam broker summary akan ditampilkan selama jam trading bursa berlangsung. Pelaku pasar biasanya menggunakan informasi tersebut untuk memahami sentimen pasar.
Fungsi Broker Summary
Broker summary lebih banyak digunakan oleh para trader saham sebagai alat identifikasi bagi saham apa saja yang sedang dihimpun dan didistribusikan oleh broker sekuritas.
Biasanya, saham yang diakumulasi oleh broker dari sekuritas besar diklaim sebagai pertanda positif. Dalam hal ini, para broker sangat percaya diri pada prospek saham tersebut.
Sedangkan, saham yang didistribusikan justru diklaim sebagai pertanda negatif karena menunjukkan bahwa para broker sedang mengurangi kepemilikannya atas saham tersebut.
Selain itu, terdapat berbagai fungsi lainnya pada trading saham jangka pendek. Adapun beberapa fungsi broker summary adalah sebagai berikut.
1. Memberikan Informasi Berupa Top Buyer dan Seller
Broker summary memberikan data aktivitas transaksi saham harian yang menunjukkan manakah perusahaan sekuritas paling banyak menjual atau membeli suatu saham.
Informasi ini bisa diurutkan berdasarkan nilai atau volume transaksi yang berguna bagi investor untuk melakukan analisis pergerakan harga saham jangka pendek.
Selain itu, investor bisa memanfaatkan dana ini untuk melengkapi analisis teknikal dengan cara memahami distribusi atau akumulasi yang dilakukan broker dari sekuritas besar.
2. Menganalisis Kekuatan Beli dan Jual Setiap Saham
Pada dasarnya, data dalam broker summary termasuk saham mana saja yang paling banyak ditransaksikan, meliputi harga jual atau beli dan jumlah volume rata-rata.
Jadi, bukan hanya sekedar informasi terkait daftar perusahaan sekuritas yang melakukan proses distribusi atau akumulasi paling banyak saja.
Memahami aktivitas ini memudahkan para trader menerapkan hukum penawaran dan permintaan. Saat permintaan beli naik, harga saham akan meningkat dan sebaliknya.
3. Menjadi Pelengkap Analisis Teknikal
Selanjutnya, fungsi broker summary adalah sebagai pelengkap dari analisis teknikal. Jika dianalogikan, analisis teknikal merupakan kompas (arah pergerakan) harga.
Di sisi lain, broker summary menjadi peta yang menunjukkan kekuatan broker besar dalam menggerakan kompas tersebut, seperti:
- Memperlihatkan aktivitas net buy (akumulasi) maupun net sell (distribusi) oleh broker besar yang kerap mendahului atau mengikuti tren harga dan menguatkan sinyal tersebut.
- Memfilter saham (dengan potensi pergerakan harga naik ke depannya) yang sedang dihimpun oleh broker tertentu secara akurat.
- Deteksi dini terjadinya distribusi tersembunyi saat harga meningkat tetapi broker summary justru tidak menunjukkan adanya aktivitas net sell oleh broker besar.
Baca juga: 8 Cara Belajar Trading dari Nol yang Tepat, Yuk Terapkan!
Risiko Broker Summary
Di balik potensi profit, terdapat risiko broker summary yang perlu diperhatikan. Jika para trader terlalu fokus dengan penerapan broker summary, mereka bisa saja terjebak.
Pasalnya, broker summary memang hanyalah salah satu bagian dari analisis saja yang tidak sepenuhnya pasti benar. Risiko broker summary yang dapat menjebak para trader, yaitu:
1. Pergerakannya Bersifat Dinamis
Saat para trader telah melakukan analisis dengan broker summary, mereka cenderung optimis bahwa harga saham akan meningkat.
Hal ini mendorong para trader melakukan net buy dalam jumlah besar dengan keyakinan penuh. Padahal, pergerakan broker summary bersifat cukup dinamis.
Jadi, kemungkinan terjadi perlawanan jual atau beli oleh sekuritas lain yang membuat harga saham batal mengalami kenaikan tetap ada.
2. Terlalu Mengandalkan Broker Summary
Sebagai trader, terlalu mengandalkan broker summary bukanlah tindakan yang baik karena berpotensi menjebak dengan pergerakan harga palsu di pasar modal.
Sebab, informasi yang tersedia dapat dikatakan masih belum lengkap sehingga tidak bisa menjadi bahan analisis utama dalam trading saham. Jadi, sebaiknya lakukan berbagai analisis.
3. Potensi Manipulasi Data
Data yang ditampilkan dalam broker summary berisiko untuk dimanipulasi oleh oknum broker tertentu tidak bertanggung jawab.
Biasanya, mereka hanya berfokus pada profit sepihak saja sehingga menimbulkan kerugian signifikan bagi pelaku pasar yang bergantung sepenuhnya pada broker summary.
4. Tidak Mempertimbangkan Faktor Fundamental
Dalam broker summary, informasi yang disajikan meliputi aktivitas transaksi, nilai, frekuensi, dan volume perdagangan saham. Ini tidak termasuk analisis fundamental.
Para investor harus melakukannya sendiri. Padahal, faktor tersebut penting bagi investor untuk mengetahui kinerja finansial, proyeksi, reputasi, serta potensi risiko secara rinci.
Baca juga: Mengenal Trading Halt Cara Kerja, Penyebab, Hingga Dampaknya
Cara Analisis Broker Summary
Analisis terhadap broker summary berarti membaca rekap transaksi yang dilakukan broker untuk mengidentifikasi akumulasi atau distribusi saham.
Terdapat beberapa cara analisis broker summary yang dapat dilakukan para trader, di antaranya:
1. Pahami Faktor dalam Broker Summary
Sebagai langkah awal, kamu perlu memahami beberapa faktor penting dalam broker summary, yaitu:
- Penawaran jenis akun, seperti reguler, margin, atau syariah. Akun yang dipilih harus sesuai dengan gaya investasi dan profil risiko.
- Mengenali jangkauan pasar yang dikuasai oleh broker, seperti domestik atau global.
- Mengamati bagaimana fitur platform trading bisa memenuhi kebutuhan transaksi, akses ke data pasar menyeluruh, hingga menunjang analisis teknis atau fundamental.
- Memperhatikan reputasi dan regulasi yang menjamin transaksi dilakukan atas pengawasan lembaga berwenang.
- Memiliki broker dengan penawaran biaya transaksi yang kompetitif.
- Memeriksa kualitas layanan broker, seperti seberapa responsif tim support-nya dalam menangani kendala investor.
- Mempertimbangkan produk dan layanan tambahan yang diberikan dalam melakukan riset pasar atau analisis fundamental.
2. Identifikasi Aksi Broker
Pada langkah ini, cobalah amati broker mana yang menunjukkan net sell dan net buy. Net sell yang konsisten dan ditampung oleh broker retail/kecil mengindikasikan sinyal distribusi.
Sebaliknya, net buy dalam jumlah yang besar secara konsisten selama beberapa hari merupakan tanda positif bahwa broker besar sedang mengumpulkan saham.
3. Perhatikan Harga Rata-Rata
Berikutnya, cobalah lakukan perbandingan harga saham saat ini dengan harga rata-rata top buyer. Apabila harga saham di bawah harga rata-rata, berarti terdapat peluang saham akan rebound sebab broker besar cenderung mempertahankan posisinya.
4. Periksa Konsistensi dan Periode Waktu
Sebaiknya, cek data secara berkala, yaitu selama beberapa hari atau minggu dan bukan sehari saja. Tujuannya adalah untuk melihat tren yang lebih kuat. Fokuskan pada broker besar (big player) yang sering kali muncul.
5. Gunakan Sebagai Alat Konfirmasi
Broker summary efektif untuk melihat “uang besar” di pasar sebelum terkonfirmasi oleh analisis teknikal. Gunakan hal tersebut bersama analisis fundamental untuk menentukan keputusan waktu masuk atau keluar yang lebih solid.
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa broker summary adalah peta jalan atau alat analisis spesifik yang berguna untuk menavigasi kompleksitas pasar.
Memahami terkait hal tersebut bisa memberdayakan para investor untuk mengambil keputusan investasi yang lebih tepat, cerdas, dan bijaksana.
Pasalnya, saham termasuk instrumen investasi berisiko dan setiap langkah yang dibuat oleh investor tentunya menjadi tanggung jawab pribadi.
Bagi investor yang menginginkan lindung nilai dan stabilitas terhadap potensi inflasi, biasanya disarankan melakukan diversifikasi ke aset low risk, seperti emas.
Salah satu yang dapat dijadikan pertimbangan, yaitu Deposito Emas dari Pegadaian. Produk ini memberikan imbal hasil tambahan dalam bentuk gramasi emas.
Deposito Emas juga menawarkan jangka waktu pembiayaan yang fleksibel, mulai dari 6, 9, dan 12 bulan dengan minimal transaksi sebesar 5 gram.
Namun, jika ingin mengajukan Deposito Emas, maka kamu harus mempunyai rekening Tabungan Emas terlebih dahulu. Layanan ini dapat dibuka di Tring! by Pegadaian.
Tunggu apa lagi? Yuk, jangan tunda rencana investasi jangka panjangmu mulai sekarang dengan mendepositokan emas di Pegadaian!
Baca juga: Inilah Jenis-Jenis Saham & Harganya yang Harus Diketahui
Artikel Lainnya

Investasi
Mengenal Tren Bullish, Ciri Hingga Bedanya dengan Bearish
Tren bullish adalah kondisi pasar ketika grafik menunjukkan pola menukik ke atas. Ketahui ciri-ciri, cara identifikasi, hingga bedanya dengan bearish di sini!

Investasi
Investasi Usia Senja? Mengapa Tidak!
Ingin hidup santai saat usia lanjut? Mulailah merencanakan investasi usia senja sejak masih muda. Banyak orang berpikir bahwa investasi bisa dilakukan belakangan saja. Padahal, walau Anda mungkin tidak memiliki banyak pengeluaran, kebutuhan sehari-hari tetap ada. Selain itu, jika Anda mengalami gangguan kesehatan, tidak punya tabungan akan menyusahkan. Karena itu, rencanakan tabungan usia senja Anda sedini […]

Investasi
Lebih Baik Menyimpan Uang di Deposito atau Beli Emas?
Di antara rmas atau deposito kini sering sekali dipilih sebagai jenis investasi. Kira-kira manakah yang lebih baik digunakan sebagai investasi?
