3 Cara Menghitung Nilai Investasi, Lengkap dengan Contohnya

Oleh Sahabat Pegadaian dalam Investasi

25 May 2026
Bagikan :
image detail artikel

Banyak orang tertarik mulai investasi karena melihat potensi keuntungan yang menjanjikan. Namun, tidak sedikit juga yang langsung menanamkan dana tanpa benar-benar memahami apakah investasi tersebut sebenarnya menguntungkan atau tidak.

Padahal, memahami cara menghitung nilai investasi penting dilakukan sebelum memilih instrumen, seperti saham, reksa dana, emas, maupun properti.

Melalui perhitungan yang tepat, kamu bisa mengetahui potensi keuntungan, tingkat pengembalian, hingga efisiensi investasi dalam jangka pendek maupun panjang.

Dengan begitu, keputusan investasi tidak bukan sekadar mengikuti tren atau perkiraan semata, melinkan didukung perhitungan yang lebih terukur.

Yuk, pahami metode dan rumus yang umum digunakan dalam menghitung nilai investasi dalam artikel ini!

Mengapa Menghitung Nilai Investasi Itu Penting?

Nilai investasi tidak hanya menunjukkan berapa keuntungan yang diperoleh, tetapi juga membantu menilai apakah suatu investasi layak dipertahankan atau justru perlu dialihkan ke instrumen lain. Beberapa manfaat menghitung nilai investasi antara lain:

  • Mengetahui potensi keuntungan investasi.
  • Membandingkan performa beberapa instrumen investasi.
  • Mengukur efisiensi penggunaan modal.
  • Membantu menentukan strategi investasi jangka panjang.
  • Mengukur risiko pengambilan keputusan yang emosional.


Dalam dunia investasi, ada dua metode yang paling sering digunakan untuk mengetahui potensi nilai investasi, yaitu return on investment (ROI) dan internal rate on return (IRR). Namun, ada pula perhitungan present value (nilai sekarang) yang biasanya diterapkan.

Cara Menghitung Nilai Investasi dengan ROI

Return on investment (ROI) merupakan metode yang paling sederhana untuk mengukur persentase keuntungan dari sebuah investasi.

ROI menunjukkan seberapa besar laba yang diperoleh dibandingkan modal awal yang dikeluarkan.

Selain digunakan untuk melihat potensi keuntungan, ROI juga dapat membantu membandingkan beberapa pilihan investasi agar lebih mudah menentukan instrumen mana yang bisa memberikan hasil paling optimal.

Rumus perhitungan ROI:
ROI = (Keuntungan Investasi - Modal Awal) / Modal Awal x 100%

Contoh cara menghitung ROI:
Misalnya, sahabat membeli emas senilai Rp10.000.000, lalu beberapa tahun kemudian akan menjualnya dengan nilai Rp12.500.000. Maka perhitungannya:

Keuntungan investasi = Rp12.500.000 - Rp10.000.000 = Rp2.500.000.
ROI = 2.500.000 / 10.000.000 x 100%
ROI = 25%.

Artinya, investasi yang sahabat lakukan dapat memberikan keuntungan sebesar 25% dari modal awal.

Baca juga: Kriteria Investasi: Pahami Macam-Macam Penilaiannya

Cara Menghitung Nilai Investasi dengan Present Value

Selain ROI, nilai investasi juga dapat dihitung menggunakan metode present value atau nilai sekarang. Metode ini digunakan untuk menghitung nilai uang di masa depan berdasarkan nilai saat ini dengan mempertimbangkan tingkat bunga atau tingkat diskonto.

Konsep ini penting dalam investasi karena nilai uang dapat berubah seiring waktu akibat inflasi maupun peluang pengembangan dana. Melalui perhitungan ini, investor dapat menilai apakah suatu investasi layak dipilih atau tidak.

Jika NPV (net present value) bernilai positif, investasi dianggap berpotensi menguntungkan karena nilai manfaatnya lebih besar dibandingkan modal yang dikeluarkan.

Rumus present value:
PV = FV / (1 + r)n

Keterangan:
PV = Present Value atau nilai sekarang.
FV = Future Value atau nilai masa depan.
r = tingkat diskonto atau tingkat suku bunga per periode.
n = jumlah periode investasi.

Contoh perhitungan present value:

Misalnya, sahabat ingin memperoleh dana sebesar Rp15.000.000 dalam 4 tahun mendatang dengan tingkat suku bunga 6% per tahun. Maka perhitungannya adalah:
PV = 15.000.000 / (1 + 0,06)4
PV = 11.881.000.

Artinya, nilai Rp15.000.000 yang akan diterima empat tahun lagi setara dengan sekitar Rp11.800.000 pada saat ini, dengan asumsi tingkat suku bunga 6% per tahun.

Baca juga: Expenses Ratio: Komponen, Fungsi, Besaran, & Cara Hitungnya

Cara Menghitung Nilai Investasi dengan IRR

Internal rate of return (IRR) adalah metode yang digunakan untuk mengukur tingkat pengembalian investasi dalam periode tertentu.

Perhitungan ini membantu investor menilai apakah sebuah investasi cukup efisien dan layak dijalankan berdasarkan arus kas yang dihasilkan di masa mendatang.

Secara umum, semakin tinggi nilai IRR dibandingkan biaya modal atau target keuntungan, maka investasi dinilai semakin menarik.

Sebaliknya, jika nilai IRR lebih rendah dari biaya modal, investasi dianggap kurang menguntungkan sehingga perlu dipertimbangkan kembali.

Rumus internal rate of return (IRR):
IRR = i₁ + NPV₁ / NPV₁ - NPV₂ x (i₂ - i₁)

Keterangan:
IRR = internal rate of return.
i₁ = tingkat diskonto dengan NPV positif.
i₂ = tingkat diskonto dengan NPV negatif.
NPV₁ = nilai NPV positif.
NPV₂ = nilai NPV negatif.

Contoh perhitungan internal rate of return (IRR):
Misalnya, sebuah proyek memerlukan investasi awal sebesar Rp180.000.000 dan diperkirakan menghasilkan arus kas Rp35.000.000 per tahun selama 5 tahun. Berdasarkan hasil analisis investasi, diketahui bahwa nilai NPV positif sebesar Rp5.400.000 pada tingkat diskonto 10%, sedangkan pada tingkat diskonto 12% nilai NPV berubah menjadi negatif sebesar Rp950.000.

Maka, perhitungannya adalah:
IRR = 10% + 5.400.000 / 5.400.000 - (-950.000) x (12% - 10%)
IRR = 10% + 0,850 x (2%)
IRR = 10% + 1,700%
IRR = 11,700%.

Dari hasil tersebut, nilai IRR investasi diperkirakan sekitar 11,7%. Jika target keuntungan atau biaya modal berada di bawah angka tersebut, maka investasi dapat dinilai cukup layak untuk dijalankan.

Demikian penjelasan mengenai cara menghitung nilai investasi menggunakan metode ROI (return on investment), present value, hingga IRR (internal rate of return).

Selain memahami perhitungannya, memilih instrumen investasi yang sesuai juga perlu diperhatikan.

Jika kamu ingin mulai berinvestasi emas tanpa harus membeli secara tunai dalam jumlah besar sekaligus, layanan Cicil Emas dari Pegadaian bisa jadi pilihan tepat.

Melalui layanan ini, kamu dapat membeli emas batangan dengan sistem angsuran, pilihan tenor yang beragam, dan emas dengan kadar setara 24 karat bersertifikat.

Proses pengajuannya juga cukup fleksibel karena bisa dilakukan secara online melalui aplikasi Tring! by Pegadaian maupun secara langsung di kantor cabang Pegadaian terdekat.

Dengan sistem cicilan yang lebih ringan, investasi emas kini dapat dimulai dengan mudah sambil tetap menyesuaikan kondisi keuangan dan tujuan investasi kamu.

Jika masih ragu menentukan nominal cicilan yang sesuai, kamu juga bisa mencoba fitur Simulasi Cicil Emas di website Pegadaian untuk memperkirakan besaran angsuran sesuai kebutuhan dan kemampuan finansialmu.

Yuk, mulai rencanakan investasi emasmu dari sekarang untuk masa depan finansial yang lebih terarah.

Baca juga: Return Investasi: Jenis, Komponen, Cara Hitung, & Contohnya

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162


Copyright © 2026 Sahabat Pegadaian. All Rights Reserved