Reksa Dana: Definisi, Jenis, Manfaat, & Risiko Investasinya

Oleh Sahabat Pegadaian dalam Investasi

26 August 2025
Bagikan :
image detail artikel

Ingin memperkuat kondisi finansial? Salah satu langkah yang bisa Anda tempuh adalah mulai berinvestasi, misalnya melalui reksa dana.

Reksa dana adalah instrumen investasi populer yang dikelola secara profesional oleh manajer investasi. Instrumen ini cocok bagi investor pemula.

Penasaran dan ingin mengetahui lebih jauh seputar investasi reksa dana? Yuk, simak penjelasan mulai dari pengertian, jenis, manfaat, hingga risikonya di ulasan berikut. 

Apa Itu Reksa Dana?

Reksa dana adalah wadah untuk menghimpun dana dari para investor yang kemudian akan diinvestasikan ke berbagai instrumen keuangan, seperti obligasi, saham, dan/atau sekuritas lainnya.

Secara umum, instrumen ini disiapkan sebagai solusi yang tepat bagi masyarakat yang memiliki keinginan untuk berinvestasi meski dengan pengetahuan, modal, dan waktu yang terbatas.

Hal ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, reksa dana tidak dikelola secara mandiri oleh investor, melainkan oleh manajer investasi yang profesional dan berpengalaman di bidangnya.

Manajer investasi memiliki tanggung jawab dalam memutuskan pembelian maupun penjualan sekuritas (obligasi, saham, atau aset lainnya) untuk dana tersebut.

Dengan demikian, kehadiran reksa dana diharapkan bisa membantu dalam mengoptimalkan peran para pemodal lokal untuk melakukan investasi di pasar modal Indonesia.

Jenis Reksa Dana

Reksa dana dapat diklasifikasikan menjadi empat jenis. Adapun keempat jenis reksa dana adalah sebagai berikut:

1. Reksa Dana Pasar Uang (Money Market Fund)

Reksa dana jenis ini berinvestasi 100% ke instrumen pasar uang, seperti SBI (Sertifikat Bank Indonesia), deposito, maupun obligasi dengan masa jatuh tempo kurang dari setahun.

Tujuan reksa dana pasar uang adalah untuk menjaga tingkat likuiditas sekaligus pemeliharaan modal. Risikonya relatif paling kecil dibandingkan jenis reksa dana lainnya, namun return-nya juga terbatas.

2. Reksa Dana Pendapatan Tetap (Fixed Income Fund)

Contoh reksa dana ini biasanya mengalokasikan sebanyak 80% investasinya ke dalam efek yang dapat memberikan penghasilan tetap, seperti obligasi atau efek utang.

Jika dibandingkan dengan reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap memiliki potensi return dan risiko yang lebih tinggi. 

Namun, tingkat risiko dan keuntungannya masih lebih rendah dibandingkan dengan jenis reksa dana lainnya, seperti reksa dana saham.

3. Reksa Dana Saham (Equity Fund)

Reksa dana saham akan menginvestasikan sekurang-kurangnya 80% dananya ke ekuitas atau saham yang telah terdaftar di bursa efek. 

Risiko dan potensi pertumbuhan nilai investasinya paling besar. Jenis reksa dana ini bertujuan untuk menumbuhkan harga saham atau unit dalam jangka waktu yang panjang.

4. Reksa Dana Campuran (Balance Mutual Fund)

Reksa dana campuran mengalokasikan asetnya secara bersamaan ke beragam jenis instrumen investasi, seperti pasar uang, saham, dan obligasi.

Dengan reksa dana campuran, investor dapat melakukan diversifikasi investasi yang lebih karena karena laba maupun risikonya cenderung seimbang.

Secara teoritis, risiko dan return contoh reksa dana ini juga bisa dikatakan lebih besar daripada reksa dana pendapatan tetap serta lebih kecil apabila dibandingkan dengan reksa dana saham.

Baca juga: Instrumen Pasar Modal: Pengertian, Fungsi, dan Jenis-Jenisnya

Manfaat Investasi Reksa Dana

Seperti halnya instrumen investasi lain, reksa dana mempunyai manfaat yang potensial dan menarik. Adapun beberapa manfaat investasi reksa dana adalah sebagai berikut:

1. Diversifikasi Investasi

Diversifikasi investasi merupakan strategi untuk menginvestasikan dana ke berbagai instrumen finansial demi meminimalkan potensi risiko.

Nah, reksa dana menawarkan manfaat tersebut. Pasalnya, himpunan dana dari banyak investor dalam reksa dana pun pada akhirnya dialokasikan ke jenis aset yang berbeda-beda.

Alhasil, dampak negatif dari kemungkinan adanya kinerja buruk dari satu aset bisa dikurangi sebab risiko investasi lebih tersebar ke beragam instrumen.

2. Kemudahan Akses dan Modal Terjangkau

Investasi ke reksa dana dapat dilakukan walaupun dengan modal relatif kecil. Dengan demikian, siapa saja bisa berpartisipasi dalam pasar modal dan mendapatkan keuntungan dari investasi ini.

3. Likuiditas Tinggi

Reksa dana termasuk aset yang likuid. Artinya, para investor bisa mencairkan investasi mereka kapan saja dengan mudah sesuai kebutuhan. Tingkat likuiditas ini memberikan fleksibilitas dalam hal akses dana tanpa harus menunggu jangka waktu yang lama.

4. Dikelola Secara Profesional

Seperti yang diketahui, pengelola reksa dana adalah manajer investasi. Tidak hanya ahli, manajer investasi juga berpengalaman dalam pengelolaan portofolio investasi.

Untuk mengoptimalkan potensi laba sekaligus manajemen risiko, manajer investasi akan menganalisis dan menentukan aset secara tepat.

Manajer investasi juga akan memberikan laporan terkait perkembangan investasi secara transparan sehingga investor merasa nyaman dan aman.

Baca juga: Profil Risiko Investasi dan Instrumen yang Cocok

Risiko Investasi Reksa Dana

Di balik manfaatnya, reksa dana tetap memiliki risiko investasi yang harus dipikirkan. Berikut ini adalah beberapa risiko investasi reksa dana:

  • Wanprestasi: Risiko ketika manajer investasi mengalami gagal bayar dalam memenuhi tanggung jawab dan kewajibannya.
  • Likuiditas: Risiko ini muncul karena kegagalan pembayaran hasil penjualan kembali dari unit penyertaan reksa dana oleh manajer investasi.
  • Ekonomi dan Politik: Kondisi ekonomi maupun politik dalam suatu negara bisa berpengaruh pada proses manajemen reksa dana, seperti adanya perubahan regulasi pemerintah atau pasar modal.
  • Penurunan NAB (Nilai Aktiva Bersih): Risiko ini bisa terjadi akibat harga pasar efek yang mengalami penurunan.
  • Suku Bunga: Risiko ini biasanya ada pada instrumen berpenghasilan tetap, seperti obligasi. Saat suku bunga meningkat, obligasi cenderung mengalami penurunan dan sebaliknya. Fluktuasi suku bunga ini berisiko pada nilai portofolio reksa dana.
  • Manajer Investasi: Manajemen reksa dana merupakan tanggung jawab dari manajer investasi. Nah, jika manajer investasi bukanlah orang yang kompeten, maka berpotensi membuat keputusan tidak tetap dan berdampak negatif pada kinerja reksa dana.
  • Inflasi: Terjadinya inflasi membuat harga barang dan jasa naik. Akibatnya, nilai uang juga akan menyusut secara bertahap. Jika inflasi terus meningkat, maka potensi keuntungan turut menurun.


Nah, itulah penjelasan tentang apa itu reksa dana, termasuk jenis, manfaat, dan risiko investasinya yang perlu dipahami.

Selain reksa dana, para investor juga dapat melakukan diversifikasi dengan berinvestasi emas. Aset ini terkenal akan kestabilan nilainya meskipun kondisi ekonomi global tengah bergejolak.

Justru, secara historis, nilai emas cenderung mengalami peningkatan dari waktu ke waktu, sehingga dinilai efektif untuk melindungi nilai kekayaan.

Investasi emas yang praktis bisa diwujudkan melalui Tabungan Emas dari Pegadaian. Produk ini cocok sebagai alternatif pilihan bagi investor pemula.

Pasalnya, Tabungan Emas menawarkan biaya pembelian awal yang terjangkau, yakni minimal Rp10 ribuan saja dengan jaminan emas bernilai 24 karat.

Selain itu, proses pengajuan Tabungan Emas juga mudah. Kamu dapat mengajukan prosesnya secara online melalui aplikasi Pegadaian Digital atau dengan mengunjungi langsung kantor cabang Pegadaian terdekat.

Saldo Tabungan Emas yang telah dikumpulkan bisa dicairkan untuk mendapatkan dana cepat kapan saja dengan cara buyback atau gadai.

Di samping itu, kamu juga bisa mengonversi saldo Tabungan Emas menjadi emas fisik atau mengirimkannya ke sesama pemilik Tabungan Emas.

Jika ingin memperkirakan besaran gramasi emas yang dapat dibeli, cobalah lakukan perhitungan praktis menggunakan fitur Simulasi Tabungan Emas.

Jadi, apakah kamu tertarik untuk menabung emas? Yuk, segera maksimalkan transaksinya di Pegadaian untuk menikmati berbagai keuntungan finansialnya!

Baca juga: 5 Jenis Investasi yang Menguntungkan untuk Jangka Panjang

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162


Copyright © 2024 Sahabat Pegadaian. All Rights Reserved