Convertible Bond: Cara Kerja, Karakteristik, dan Risikonya

Oleh Sahabat Pegadaian dalam Investasi

18 May 2026
Bagikan :
image detail artikel

Convertible bond adalah salah satu instrumen investasi yang menggabungkan dua dunia, yaitu obligasi dan saham, dalam satu produk.

Instrumen ini cocok untuk kamu yang ingin mendapatkan pendapatan tetap sekaligus peluang keuntungan dari kenaikan harga saham.

Dalam dunia investasi modern, convertible bond semakin populer karena fleksibilitas yang diberikannya. Investor bisa tetap menikmati kupon seperti pada obligasi biasa, tetapi juga punya opsi untuk ikut menikmati pertumbuhan perusahaan lewat saham.

Untuk memahami cara kerja convertible bond, keuntungan, hingga risikonya, simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Apa Itu Convertible Bond?

Convertible bond adalah obligasi yang dapat diubah menjadi saham perusahaan penerbit pada waktu dan harga tertentu.

Artinya, kamu sebagai investor punya dua pilihan, yaitu tetap memegang obligasi atau mengonversinya menjadi saham.

Instrumen ini biasanya diterbitkan oleh perusahaan yang ingin mendapatkan pendanaan dengan bunga lebih rendah.

Sebagai gantinya, perusahaan akan menawarkan potensi konversi sahamnya kepada investor di masa depan.

Convertible bond adalah solusi menarik bagi investor yang ingin “main aman, namun tetap memiliki peluang cuan lebih”. Jadi, kamu tidak hanya mengandalkan bunga, tetapi juga potensi capital gain.

Cara Kerja Convertible Bond

Convertible bond adalah instrumen yang bekerja dengan dua skenario utama, yaitu sebagai obligasi atau sebagai saham.

Saat awal membeli, kamu akan menerima kupon seperti obligasi biasa. Misalnya, sebuah perusahaan menerbitkan obligasi dengan kupon 8% per tahun dan tenor 10 tahun. Nilai ini biasanya lebih rendah dibandingkan dengan obligasi biasa karena adanya fitur konversi.

Ketika harga saham perusahaan naik dan melewati harga konversi, kamu bisa menukar obligasi tersebut menjadi saham. Di sinilah potensi keuntungan lebih besar bisa didapatkan.

Namun, jika harga saham tidak naik, kamu tetap bisa memegang obligasi hingga jatuh tempo. Kamu tetap mendapatkan bunga dan pengembalian pokok seperti biasa.

Baca juga: 7 Cara Beli Saham & Tipsnya bagi Pemula agar Tidak Rugi

Karakteristik Convertible Bond

Convertible bond memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari instrumen lain. Memahami karakteristik ini akan membantu kamu mengambil keputusan investasi yang lebih tepat. Beberapa karakteristik utama convertible bond adalah:

  • Kupon tetap: Convertible bond tetap memberikan bunga secara berkala sehingga kamu punya pemasukan rutin.
  • Harga konversi: Harga ini menentukan kapan konversi menjadi saham akan menguntungkan.
  • Tanggal jatuh tempo Jika tidak dikonversi, obligasi akan dilunasi pada waktu tertentu.
  • Opsi konversi. Inilah fitur utama yang memberikan fleksibilitas bagi investor.


Karakteristik ini membuat convertible bond berada di tengah-tengah antara obligasi dan saham. Artinya, risiko dan potensi keuntungannya juga berada di antara keduanya.

Keuntungan Convertible Bond

Convertible bond menawarkan kombinasi manfaat yang jarang ditemukan dalam satu instrumen. Inilah yang membuatnya menarik untuk berbagai profil investor. Berikut beberapa keuntungannya:

  • Pendapatan tetap: Kamu tetap mendapatkan bunga rutin seperti pada obligasi konvensional.
  • Potensi capital gain: Jika saham perusahaan naik, kamu bisa menikmati keuntungan lebih melalui konversi.
  • Diversifikasi portofolio: Instrumen ini membantu menyeimbangkan antara aset defensif dan agresif.
  • Perlindungan saat pasar turun: Jika saham tidak naik, kamu tetap mendapatkan kupon dan pokok investasi.


Convertible bond adalah pilihan strategis bagi kamu yang ingin fleksibel dalam berinvestasi. Namun, seperti instrumen lainnya, tetap ada risiko yang perlu dipahami.

Baca juga: Kapan Waktu yang Tepat Menjual Saham?

Risiko Convertible Bond

Convertible bond tidak sepenuhnya bebas risiko. Justru karena sifatnya yang hybrid, ada beberapa risiko yang harus kamu perhatikan. Berikut beberapa risiko convertible bond:

  • Risiko pasar: Nilai obligasi bisa turun jika harga saham perusahaan melemah.
  • Risiko kredit: Jika perusahaan gagal bayar, kamu berpotensi kehilangan investasi.
  • Risiko suku bunga: Kenaikan suku bunga bisa menekan harga obligasi di pasar.
  • Dilusi saham: Saat banyak investor mengonversi, nilai saham bisa terdilusi.

Jenis Convertible Bond

Convertible bond memiliki beberapa jenis yang bisa kamu pilih sesuai strategi investasi. Masing-masing punya karakteristik dan risiko yang berbeda. Berikut adalah jenis-jenisnya:

  • Obligasi wajib konversi: Jenis ini harus diubah menjadi saham saat jatuh tempo, tanpa pilihan lain.
  • Vanilla convertible: Ini jenis paling umum, memberikan kebebasan memilih untuk konversi atau tidak.
  • Obligasi konversi bersyarat: Konversi untuk jenis ini hanya terjadi jika syarat tertentu terpenuhi, biasanya harga saham.
  • Exchangeable convertible: Jenis ini dikonversi menjadi saham perusahaan lain, bukan penerbitnya.
  • Reverse convertible: Untuk jenis ini, konversi hanya ditentukan oleh penerbit yang memiliki hak.
  • Convertible preferred stock: Jenis ini memiliki karakteristik saham preferen dengan opsi konversi.


Convertible bond adalah aset investasi yang tidak hanya bisa disimpan, tetapi juga dimanfaatkan untuk mendapatkan dana cepat dengan dijaminkan melalui Gadai Efek di Pegadaian.

Layanan ini memungkinkan kamu menjadikan saham atau obligasi sebagai agunan pinjaman tanpa harus menjualnya.

Selain bisa tetap mempertahankan potensi keuntungan investasi, keunggulannya lain dari layanan Gadai Efek adalah:

  • Proses pengajuan mudah dan bisa dilakukan secara online.
  • Pinjaman mulai dari Rp1 juta hingga Rp5 miliar.
  • Bunga kompetitif dengan sistem sewa modal.
  • Jangka waktu fleksibel sesuai kebutuhan.
  • Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).


Jenis efek yang bisa digadaikan di sini meliputi saham indeks IDX 80 dan obligasi pemerintah seperti SUN atau ORI. Semua dilakukan tanpa warkat dan melalui sistem kustodian resmi.

Untuk mengajukan, kamu hanya perlu menyiapkan dokumen seperti KTP, NPWP, SID, dan laporan portofolio. Proses pencairan biasanya hanya memakan waktu 1-3 hari setelah dokumen lengkap.

Mari ajukan Gadai Efek melalui Call Center Unit Gadai Efek Pegadaian di nomor telepon 0813-8000-4200 atau WhatsApp 0819-4500-8000.

Baca juga: Gadai Saham di Pegadaian: Begini Syarat dan Prosedurnya

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162


Copyright © 2026 Sahabat Pegadaian. All Rights Reserved