Kapitalisme: Arti, Ciri, Kelebihan, Kekurangan, & Contohnya

Oleh Sahabat Pegadaian dalam Keuangan

04 February 2025
Bagikan :
image detail artikel

Kapitalisme adalah paham yang mengacu pada perekonomian di mana pemilik modal dapat memiliki dan mengendalikan bisnis secara bebas atau sesuai kepentingan. 

Sistem ekonomi kapitalisme pertama kali muncul saat perkembangan industrialisasi pada revolusi Inggris di abad ke-18.

Lantas, bagaimana perkembangan kapitalisme di era modern dan apa hubungannya dengan konsumerisme? Untuk mengetahui jawabannya, simak pembahasan di bawah ini.

Apa itu Kapitalisme?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kapitalisme adalah sistem ekonomi dengan modal bersumber dari individu atau perusahaan swasta dalam persaingan pasaran bebas.

Karl Marx menyatakan bahwa kapitalisme adalah sistem ekonomi yang bebas, baik dari penguasa maupun produksi.

Dalam dunia bisnis, kapitalisme bertujuan untuk memberikan kesempatan meraih keuntungan sebesar-besarnya dengan menekan biaya produksi hingga sekecil mungkin.

Kapitalisme memungkinkan individu untuk mengelola aset atau harta kekayaannya untuk mendapatkan manfaat sebesar-besarnya melalui kegiatan produksi atau usaha.

Pada penerapan sistem kapitalisme, negara atau pemerintah tidak bisa melakukan intervensi. Peran negara hanya sebagai pengawas yang memastikan keberlangsungan ekonomi.

Dengan kata lain, negara tidak bisa ikut campur dalam ekonomi dan perdagangan. Keterlibatannya hanya pada saat-saat tertentu atau ketika dibutuhkan.

Ciri-Ciri Kapitalisme

Seperti yang disebutkan sebelumnya, kapitalisme adalah sistem yang menjamin kebebasan beroperasi bagi pihak swasta untuk menjalankan operasi bisnisnya.

Sederhananya, kapitalisme berbanding terbalik dengan sosialisme. Jika kapitalisme memberikan kesempatan pada individu  untuk meraup keuntungan dengan caranya masing-masing, ekonomi pada sosialisme diatur seluruhnya oleh negara atau pemerintah.

Berdasarkan pelaksanaannya, kapitalisme memiliki sejumlah karakteristik yang membedakannya dengan paham ekonomi lain. Berikut beberapa ciri kapitalisme:

  • Kepemilikan pribadi atas properti individu atau perusahaan swasta.
  • Pengakuan atas hak pribadi masing-masing individu.
  • Seseorang bebas memilih pekerjaan atau menjalankan usahanya sendiri.
  • Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar.
  • Individu dianggap sebagai pribadi yang mencari keuntungan sendiri.
  • Penumpukan modal atau properti untuk menghasilkan pendapatan.
  • Kebebasan bersaing untuk memperoleh pendapatan masing-masing.
  • Penggunaan kekayaan pribadi tanpa batas untuk mencapai keuntungan optimal.
  • Pemerintah memiliki andil kecil dalam perekonomian.
  • Individualisme diutamakan sebelum kepentingan sosial.

Kelebihan Kapitalisme

Sistem kapitalisme memiliki sejumlah kelebihan yang fokus pada keuntungan pribadi maupun perusahaan swasta dalam bidang wirausaha. Berikut beberapa kelebihannya:

  • Memunculkan kompetisi di pasar yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi.
  • Memicu persaingan harga untuk menarik lebih banyak konsumen.
  • Memberikan kesempatan kepada konsumen untuk mengendalikan pasar karena adanya persaingan harga antara perusahaan.
  • Mendorong inovasi yang dapat meningkatkan kualitas barang dan jasa di pasar.
  • Menjadikan pelaku bisnis bekerja lebih efisien dengan modal minimal yang dapat menghasilkan keuntungan maksimal.
  • Memotivasi orang lain untuk memulai bisnisnya sendiri atau menjadi wirausahawan.
  • Membayar kerja keras individu yang beroperasi dalam dunia bisnis.


Baca juga: Konsumtif: Pengertian, Contoh, Dampak, & Cara Menghindarinya 

Kekurangan Kapitalisme

Di sisi lain, kapitalisme dianggap sebagai sistem ekonomi yang memiliki sejumlah kekurangan. Berikut beberapa di antaranya:

  • Memunculkan persaingan yang tidak sehat di pasar.
  • Meningkatkan risiko monopoli oleh pihak tak bertanggung jawab.
  • Memicu kesenjangan distribusi antara perusahaan kecil dan perusahaan besar.
  • Terbatasnya akses modal karena hanya bisa dimiliki oleh kalangan tertentu.
  • Memunculkan masalah upah yang tidak layak karena fokus pada keuntungan semata.
  • Menumbuhkan budaya ketidaksetaraan karena menjunjung individualisme.
  • Menggunakan aset secara bebas berisiko eksploitasi sumber daya alam secara besar-besaran.
  • Memicu konflik dan ketidakadilan sosial.
  • Berisiko meningkatkan pengangguran karena banyak produsen yang kalah bersaing dan gulung tikar.

Contoh Kapitalisme

Meskipun awalnya muncul di Inggris, kapitalisme kini bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia.

Kapitalisme sendiri baru dipraktikkan di Indonesia saat penjajahan. Inggris dan Belanda mendirikan masing-masing kongsi dagang untuk menguasai perdagangan di Asia.

Inggris membuat The East India, sedangkan Belanda mendirikan The Dutch East India Company atau dikenal sebagai VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie).

Hingga saat ini, kapitalisme masih menjamur meskipun tidak selalu disadari oleh banyak orang. Berikut beberapa contoh kapitalisme di era modern:

  • Pesatnya inovasi yang memunculkan produk baru dan meningkatkan konsumerisme.
  • Eksploitasi sumber daya alam melalui pertambangan untuk meraup keuntungan besar.
  • Adanya supermarket dan minimarket yang berdekatan dengan pasar tradisional.
  • Persaingan bisnis yang semakin ketat di sektor kuliner, teknologi, dan lain sebagainya.
  • Jual beli saham di pasar modal untuk meningkatkan kepemilikan modal individu maupun pihak swasta.


Kapitalisme hanya bisa bekerja apabila modal diakumulasi, bukan dikonsumsi. Seseorang perlu menggunakan modalnya untuk investasi atau produksi demi meraup keuntungan lebih.

Semakin banyak kekayaan yang terkumpul, maka individu atau perusahaan pun akan semakin memiliki lebih banyak aset untuk memaksimalkan keuntungan.

Nah, sudah mengerti tentang sistem kapitalisme? Baik merujuk pada keuangan pribadi maupun lingkup wirausaha, kapitalisme dapat memberikan efek nyata dalam perolehan keuntungan.

Sebagai contoh, sahabat menyisihkan sebagian gaji bulanan untuk berinvestasi emas daripada menabung uang di rumah.

Keputusan tersebut dapat menambah keuntungan karena nilai emas kerap naik dari waktu ke waktu secara stabil, sekalipun ketika negara sedang mengalami inflasi.

Sahabat yang tertarik untuk menabung emas bisa langsung instal aplikasi Pegadaian Digital untuk memulai transaksi.
Cukup instal aplikasi, isi data diri, tentukan saldo emas yang ingin ditabung, dan lakukan transaksi sesuai nominal yang diinginkan.

Namun, jika lebih nyaman bertransaksi langsung dengan petugas Pegadaian, sahabat bisa datang ke kantor cabang terdekat. 

Petugas kami akan membantu proses pendaftaran dan menjelaskan prosedur menabung emas yang sesuai dengan kebutuhan anggaran sahabat. 

Jadi, jangan ragu untuk membuka rekening melalui aplikasi Pegadaian Digital atau langsung di  kantor cabang Pegadaian terdekat.

Emas yang ditabung terjamin 24 karat. Saldo yang terkumpul pun bisa dicetak menjadi emas batangan atau ditukar dengan emas perhiasan.

Bila membutuhkan dana sewaktu-waktu, sahabat juga bisa menggadaikan saldo Tabungan Emas sesuai dengan kebutuhan.

Untuk mengetahui perkiraan emas yang didapatkan, sahabat bisa menggunakan Simulasi Tabungan Emas dari Pegadaian.

Yuk, mulai menabung emas sekarang dan nikmati keuntungannya!

Baca juga: Keuntungan Investasi Emas Sebagai Tabungan Masa Depan

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162


Copyright © 2024 Sahabat Pegadaian. All Rights Reserved