Marketing Mix 4P dan 7P: Arti, Perbedaan, dan Contohnya

Marketing mix 4P dan 7P adalah konsep penting dalam strategi pemasaran yang membantu bisnis menyusun langkah tepat untuk mencapai target pasar.
Dalam praktiknya, marketing mix bisa diibaratkan sebagai bahan utama dalam membangun bisnis yang kuat. Jika dipadukan dengan tepat, hasilnya akan jauh lebih maksimal.
Sebelum masuk lebih dalam mengenai marketing mix 4p dan 7p, mari pahami dulu konsep marketing mix dan waktu yang tepat untuk menggunakannya.
Apa Itu Marketing Mix?
Marketing mix 4P dan 7P adalah kombinasi elemen pemasaran yang digunakan perusahaan untuk menarik pelanggan dan mencapai tujuan bisnis.
Setiap elemen pemasaran tersebut memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk strategi yang efektif.
Bayangkan kamu sedang membangun rumah. Kamu tentu saja membutuhkan semen, batu bata, dan kayu agar rumah berdiri kokoh.
Hal yang sama berlaku dalam bisnis. Setiap elemen marketing mix saling melengkapi. Tanpa salah satu elemen, strategi pemasaran akan menjadi tidak optimal.
Marketing Mix 4P
Marketing mix 4P dan 7P pertama kali dimulai dari model 4P yang diperkenalkan oleh Jerome McCarthy. Konsep ini terdiri dari product, price, place, dan promotion. Berikut penjelasannya:
1. Product
Product adalah barang atau jasa yang kamu tawarkan kepada konsumen. Produk harus sesuai kebutuhan pasar agar bisa diterima dengan baik. Hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:
- Kualitas dan keunggulan produk.
- Kebutuhan pasar.
- Diferensiasi dari kompetitor.
Contoh sederhananya, saat kamu menjual kopi kekinian dengan varian rasa unik seperti gula aren dan pandan, keunikan rasa inilah yang menjadi nilai tambah dibandingkan dengan kompetitor.
2. Price
Price adalah harga yang harus dibayar konsumen untuk mendapatkan produk. Penentuan harga harus seimbang antara keuntungan dan daya beli pasar. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan:
- Biaya produksi.
- Harga kompetitor.
- Persepsi nilai pelanggan.
Contohnya, jika target pasar kamu adalah mahasiswa, maka harga kopi dibuat terjangkau. Misalnya, kopi untuk mahasiswa dihargai sekitar Rp15.000–Rp20.000 per gelas agar tetap kompetitif.
Baca juga: Mengenal Apa itu Marketing dan Strateginya untuk Bisnis
3. Place
Place adalah tempat atau saluran distribusi produk ke konsumen. Tempat yang strategis akan memudahkan produk dikenal dan dibeli. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan adalah:
- Lokasi strategis.
- Distribusi online atau offline.
- Biaya operasional.
Jadi, misalkan kamu membuka kedai kopi dekat kampus, sebaiknya juga menjual lewat aplikasi online. Ini membuat produk lebih mudah dijangkau pelanggan.
4. Promotion
Promotion adalah cara kamu memperkenalkan produk ke pasar. Promosi yang tepat akan meningkatkan awareness dan penjualan. Berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan:
- Iklan media sosial.
- Diskon atau promo.
- Influencer marketing.
Contoh sederhananya, kamu bisa memberikan promo “beli 1 gratis 1” saat grand opening, yang bisa menjadi strategi efektif untuk menarik pelanggan baru.
Marketing Mix 7P
Marketing mix 4P dan 7P berkembang menjadi 7P dengan tambahan tiga elemen baru, yaitu people, process, dan physical evidence.
Berikut penjelasan tentang elemen tambahannya, beserta contoh sederhana dari model marketing mix 7P:
1. People
People adalah sumber daya manusia yang terlibat dalam bisnis. Karyawan yang baik akan meningkatkan kepuasan pelanggan. Hal yang perlu diperhatikan:
- Pelayanan ramah.
- Skill komunikasi.
- Pelatihan rutin.
Adapun contoh pengaplikasian yang sering ditemukan sehari-hari adalah barista di kedai kopi yang menyapa pelanggan dengan ramah. Hal ini bisa membuat pelanggan merasa nyaman dan ingin kembali.
2. Process
Process adalah alur pelayanan dari awal hingga akhir. Proses yang baik akan menciptakan pengalaman pelanggan yang positif. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:
- Kecepatan pelayanan.
- Sistem pemesanan.
- Penanganan komplain.
Contohnya, pelanggan bisa pesan kopi lewat aplikasi tanpa antre lama. Proses yang cepat ini bisa meningkatkan kepuasan mereka.
3. Physical Evidence
Physical evidence adalah bukti fisik yang mendukung bisnis. Ini membantu meningkatkan kepercayaan pelanggan. Berikut hal-hal yang termasuk dalam physical evidence:
- Desain toko.
- Logo.
- Kemasan produk.
Misalnya, kedai kopi yang memiliki interior estetik dan Instagrammable untuk menarik pelanggan agar berkunjung, menikmati sajian, hingga berfoto serta mengunggah foto di platform media sosial mereka.
Baca juga: Konsep Dasar Affiliate Marketing dan Cara Menjadi Afiliator
Kapan Menggunakan Marketing Mix 4P dan 7P?
Perbedaan marketing mix 4P dan 7P terletak pada kelengkapan elemennya, dengan 7P yang lebih menyeluruh karena adanya tiga komponen tambahan.
Model 7P biasanya lebih banyak diterapkan pada bisnis jasa yang membutuhkan pendekatan lebih detail terhadap pengalaman pelanggan.
Marketing mix 4P dan 7P memiliki fungsi yang berbeda tergantung pada jenis bisnis. Pemilihan model harus disesuaikan dengan kebutuhan.
Kapan Menggunakan 4P?
Model 4P cocok untuk produk fisik yang jelas. Biasanya digunakan pada bisnis barang konsumsi. Contohnya:
- Makanan dan minuman.
- Produk retail.
- Barang kebutuhan sehari-hari.
Kapan Menggunakan 7P?
Model 7P lebih cocok untuk bisnis jasa karena fokusnya pada pengalaman pelanggan. Contohnya:
- Hotel.
- Restoran.
- Layanan keuangan.
Brand besar, seperti Starbucks dan McDonald's, mengutamakan pengalaman pelanggan yang sejalan dengan pendekatan marketing mix 7P.
Keuntungan Menerapkan Marketing Mix 4P dan 7P
Marketing mix 4P dan 7P memberikan banyak manfaat bagi perkembangan bisnis. Berikut beberapa keuntungan yang perlu diketahui:
- Membantu Meningkatkan Daya Saing di Pasar. Strategi yang tepat membuat bisnis kamu lebih unggul dibandingkan dengan kompetitor sehingga kamu bisa tampil lebih menonjol di pasar.
- Memaksimalkan Keuntungan. Penentuan harga dan distribusi yang tepat membantu meningkatkan profit, yang membuat biaya juga bisa lebih efisien.
- Fokus Pada Kebutuhan Pelanggan. Kamu jadi lebih memahami apa yang diinginkan pelanggan, yang pada akhirnya bisa meningkatkan loyalitas mereka.
- Menjadi Dasar Pengambilan Keputusan. Setiap elemen membantu kamu mengambil keputusan bisnis yang tepat. Risiko kesalahan jadi bisa diminimalkan.
- Mempermudah Perencanaan Pemasaran. Strategi pemasaran lebih terstruktur dan jelas sehingga bisnis tidak lagi berjalan tanpa arah.
- Memonitor Kinerja Kampanye. Mengutamakan evaluasi strategi yang berjalan. Jika kurang efektif, bisa segera diperbaiki.
- Memperbaiki Efisiensi Pemasaran. Bagian mana yang boros atau kurang efektif lebih mudah diketahui sehingga pemasaran bisa dioptimalkan.
Memahami konsep marketing mix 4p dan 7p merupakan fondasi penting dalam membangun strategi bisnis yang kompetitif.
Namun, hal tersebut tentunya juga membutuhkan dukungan finansial yang kuat agar eksekusi di lapangan dapat berjalan optimal.
Bagi pemilik usaha yang siap melangkah lebih jauh untuk mengoptimalkan marketing mix 4p dan 7p, Pinjaman Usaha adalah solusinya.
Melalui layanan ini, Pegadaian hadir sebagai mitra yang menyediakan tambahan modal kerja dengan proses transparan sekaligus mudah.
Pinjaman Usaha menawarkan cicilan tetap bagi individu maupun badan usaha. Cukup datang ke kantor cabang Pegadaian terdekat dan bawa BPKB kendaraan milikmu sebagai agunan.
Dengan akses modal yang cepat, kamu bisa langsung mengembangkan produk, promosi, hingga distribusi bisnis secara maksimal.
Wujudkan rencana pemasaran menjadi nyata untuk pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dengan mengajukan Pinjaman Usaha ke Pegadaian sekarang!
Baca juga: Apa Itu Multi-Level Marketing, Cara Kerja, dan Keuntungannya
Artikel Lainnya

Wirausaha
Perilaku Akuntabel: Pengertian, Aspek, dan Contohnya
Perilaku akuntabel adalah prinsip yang memiliki keterkaitan erat dengan tanggung jawab dan transparansi. Pelajari lebih lanjut terkait hal tersebut di sini!

Wirausaha
5 Peluang Potensi Usaha yang Layak Buat Dicoba
Rekomendasi peluang usaha terbaru dan terlaris di tahun 2024. Jangan lewatkan potensi keberhasilan bisnis Anda dengan ide-ide usaha ini.

Wirausaha
Bagaimana Membuka Bisnis di Luar Negeri?
Bagi Anda pemilik usaha mandiri alias wirausahawan, membuka bisnis di luar negeri bukanlah ide buruk. Dengan kemudahan teknologi saat ini, bukan hal yang mustahil apabila Anda ingin memiliki bisnis di luar negeri.
