Berapa Modal Usaha Kontrakan? Simak Rincian dan Tipsnya!

Oleh Sahabat Pegadaian dalam Wirausaha

10 February 2026
Bagikan :
image detail artikel

Kebutuhan hunian sewa terus meningkat, terutama di kawasan dekat pabrik, kampus, dan pusat aktivitas ekonomi.

Kondisi ini membuat modal usaha kontrakan menjadi salah satu bentuk investasi properti yang layak dipertimbangkan karena mampu menghasilkan pemasukan rutin setiap bulan.

Dibandingkan usaha lain yang mengandalkan penjualan harian, bisnis kontrakan menawarkan arus kas yang lebih stabil dan cenderung minim fluktuasi.

Jika kamu sedang mencari peluang usaha jangka panjang dengan potensi balik modal yang jelas, usaha kontrakan rumah petak bisa menjadi pilihan strategis.

Simak artikel ini sampai akhir untuk memahami rincian biaya, peluang keuntungan, risiko, hingga tips membangunnya secara tepat.

Rincian Modal Usaha Kontrakan

Sebagai catatan, seluruh harga yang tercantum di penjelasan ini hanya berupa estimasi. Besarnya pengeluaran dapat berbeda di setiap daerah, tergantung harga tanah setempat, kualitas material yang digunakan, sistem upah tukang, serta kebutuhan tambahan.

Oleh karena itu, kamu tetap perlu melakukan survei harga dan menyesuaikan anggaran dengan kondisi lapangan sebelum memulai pembangunan. Berikut rincian modal usaha kontrakannya:

Biaya Membangun Kontrakan 5 Pintu

Membangun beberapa unit sekaligus, seperti lima pintu, biasanya lebih efisien karena biaya konstruksi bisa ditekan dalam satu waktu pengerjaan. Namun, modal awalnya tentu lebih besar. Oleh sebab itu, penting membuat estimasi biaya secara rinci.

1. Estimasi Biaya Lahan
Untuk kontrakan 5 pintu ukuran 4×5 meter, kamu membutuhkan lahan sekitar 100–150 m².
Jika harga tanah rata-rata Rp1.000.000 per meter:

  • 100 m²: Rp100.000.000
  • 150 m²: Rp150.000.000


Harga lahan di atas hanya estimasi sehingga harga bisa lebih tinggi atau rendah tergantung lokasi.

2. Estimasi Biaya Bahan Bangunan
Biaya material meliputi semen, pasir, bata, atap, keramik, instalasi dasar, dan finishing.

Jika satu unit membutuhkan sekitar Rp50.000.000, maka:
5 unit × Rp50.000.000 = Rp250.000.000

Pada beberapa kasus, ada juga estimasi biaya yang lebih hemat, yaitu total sekitar Rp20–25 jutaan, tetapi harga tersebut memengaruhi kualitas bahan bangunannya. Jadi sesuaikan saja dengan budget dan rencana pembangunan kontrakan kamu.

3. Estimasi Biaya Tukang Bangunan
Untuk membangun kontrakan, tentunya kamu memerlukan jasa tukang bangunan. Jasa tukang bangunan tersebut, bisa kamu pilih dengan sistem harian atau borongan.

Contoh sistem harian:

  • Tukang utama: Rp200.000/hari
  • Kenek: Rp125.000/hari
  • 10 pekerja selama 60 hari
  • Total kisaran: ± Rp97.500.000


Sementara sistem borongan biasanya sekitar Rp2.500.000 per m²:
100 m² × Rp2.500.000 = Rp250.000.000

Biaya di atas belum termasuk biaya tambahan untuk air dan juga listrik. Jika ditotal, maka perhitungannya sebagai berikut:

gambar

Biaya Bangun Kontrakan Petak

Selain membangun usaha kontrakan 5 pintu, kamu juga bisa membangun unit kecil atau usaha kontrakan rumah petak dengan rincian biaya sebagai berikut:

1. Estimasi Biaya Lahan
Untuk usaha kontrakan rumah petak dengan ukuran 3×5 meter biasanya membutuhkan lahan ±23 m².

Jika harga tanah Rp3.000.000 per meter, maka biaya yang dibutuhkan, yaitu:
23 × Rp3.000.000 = Rp69.000.000

2. Estimasi Biaya Bahan Bangunan
Untuk kontrakan petak ukuran 3×5 meter, biaya bahan seperti semen, pasir, bata, rangka atap, keramik, pintu, serta instalasi dasar listrik dan air umumnya berkisar Rp20–30 juta, tergantung kualitas material yang dipilih.

3. Estimasi Biaya Tukang Bangunan
Untuk pembangunan kontrakan petak berukuran kecil, banyak pemilik memilih sistem borongan karena biayanya lebih mudah dikontrol dibanding upah harian.

Dengan sistem ini, kamu membayar jasa tukang berdasarkan luas bangunan sehingga total pengeluaran bisa diperkirakan sejak awal tanpa khawatir molor waktu pengerjaan.

Jika harga borongan rata-rata Rp3.000.000 per meter persegi dan luas bangunan 3×5 meter (15 m²), maka perhitungannya adalah:

15 m² × Rp3.000.000 = Rp45.000.000

Jika ditambah dengan biaya tak terduga, maka total estimasi biayanya sebagai berikut:

gambar

Nah, setelah melihat rincian modal usaha kontrakan, jelas kalau membangun unit baik 5 pintu maupun petak memang membutuhkan perencanaan dan biaya yang matang.

Bagi kamu yang ingin segera memulai usaha tapi masih membutuhkan tambahan modal, KUR Syariah Pegadaian bisa menjadi solusi.

Pinjaman berbasis syariah ini tanpa agunan, proses pencairan cepat, dan mengantongi izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga membantu kamu menyiapkan modal usaha kontrakan dengan lebih mudah.

Baca juga: Rincian Modal Usaha Angkringan, Terjangkau untuk Pemula!

Peluang Keuntungan Usaha Kontrakan

Setelah memahami biaya membangun kontrakan 5 pintu maupun biaya bangun kontrakan petak, langkah berikutnya adalah menghitung potensi pendapatan yang bisa diperoleh.

Pada dasarnya, keuntungan usaha kontrakan berasal dari pemasukan sewa rutin setiap bulan.

Sebagai gambaran, jika satu unit kontrakan disewakan seharga Rp2.000.000 per bulan, maka lima unit akan menghasilkan pendapatan sebesar Rp10.000.000 per bulan. Artinya, dalam satu tahun kamu berpotensi memperoleh omzet sekitar:
Rp10.000.000 × 12 bulan = Rp120.000.000 per tahun

Dengan pendapatan tersebut, estimasi modal pembangunan dapat kembali dalam waktu kurang lebih 3-4 tahun, tergantung tingkat hunian dan biaya operasional.

Setelah melewati masa balik modal, pemasukan sewa yang diterima selanjutnya dapat menjadi keuntungan bersih sekaligus sumber pendapatan pasif jangka panjang.

Risiko Membangun Usaha Kontrakan

Walaupun terlihat menjanjikan, bisnis ini tetap memiliki risiko yang perlu diantisipasi sejak awal. Berikut ini beberapa hal yang harus kamu pertimbangkan:

  • Kerusakan akibat penyewa: Penyewa yang kurang bertanggung jawab dapat menyebabkan kerusakan bangunan.
  • Keterlambatan pembayaran: Tunggakan sewa dapat mengganggu arus kas.
  • Penyalahgunaan properti: Unit berpotensi digunakan untuk aktivitas negatif jika seleksi penyewa kurang ketat.
  • Biaya perawatan tak terduga: Atap bocor, listrik rusak, atau instalasi air bermasalah bisa muncul sewaktu-waktu.


Baca juga: Menentukan Modal Usaha Sembako & 5 Tips yang Menguntungkan

Tips Membangun Usaha Kontrakan

Setelah memahami kebutuhan modal dan potensi keuntungannya, langkah berikutnya adalah menyusun strategi agar usaha kontrakan dapat berjalan stabil dalam jangka panjang. Berikut beberapa tips yang dapat kamu terapkan.

1. Pilih Lokasi yang Strategis

Lokasi menjadi faktor utama yang menentukan tingkat keterisian kontrakan. Usahakan memilih area yang dekat dengan pusat aktivitas, seperti kawasan industri, sekolah, kampus, pasar, atau akses transportasi umum.

Hindari hanya tergiur harga tanah murah, karena lokasi yang kurang strategis justru membuat unit sulit disewakan.

2. Buat Perjanjian Sewa Tertulis

Setiap transaksi sewa sebaiknya dilengkapi dengan kontrak tertulis yang memuat hak dan kewajiban kedua belah pihak.

Cantumkan durasi sewa, besaran biaya, aturan penggunaan unit, serta sanksi jika terjadi kerusakan atau keterlambatan pembayaran. Perjanjian ini penting untuk meminimalkan konflik di kemudian hari.

3. Tentukan Sistem Sewa Sesuai Tujuan Keuangan

Kamu dapat memilih skema sewa bulanan, semester, atau tahunan. Sewa bulanan lebih fleksibel dan memudahkan penyesuaian harga, sedangkan sewa tahunan memberikan kepastian pendapatan yang lebih stabil.

4. Lakukan Promosi Secara Aktif

Agar kontrakan cepat terisi, manfaatkan media digital untuk promosi. Strategi promosi yang bisa kamu gunakan yaitu, memasang iklan di situs properti dan media sosial dengan foto yang jelas serta deskripsi lengkap.

5. Rawat Bangunan Secara Rutin

Perawatan berkala membantu menjaga kondisi bangunan tetap layak huni dan mengurangi biaya perbaikan besar di kemudian hari. Unit yang bersih, aman, dan terawat juga memberikan kesan positif sehingga penyewa lebih betah dan tidak mudah pindah.

Demikian pembahasan modal usaha kontrakan mulai dari estimasi biaya membangun kontrakan 5 pintu maupun kontrakan petak, peluang keuntungan, hingga tips menjalankan usaha agar lancar.

Memulai bisnis kontrakan memang membutuhkan modal yang tidak sedikit, tetapi dengan perencanaan matang dan strategi tepat, usaha ini bisa menjadi sumber pendapatan yang stabil dan jangka panjang.

Untuk kamu yang masih memerlukan modal tambahan agar rencana pembangunan kontrakan bisa segera direalisasikan, Pegadaian KUR Syariah bisa menjadi solusi tepat.

Layanan ini memberikan pembiayaan untuk kebutuhan modal usaha, seperti pembelian material, perlengkapan, atau kebutuhan operasional lainnya, tanpa memerlukan barang jaminan.

Selain berlandaskan fatwa Dewan Syariah Nasional MUI, layanan ini juga menawarkan pencairan cepat, biaya administrasi gratis, serta cicilan yang terjangkau.

Jadi, tunggu apa lagi? Segera kunjungi outlet Pegadaian terdekat dan ajukan pinjaman KUR Syariah untuk memulai usaha kontrakan impianmu sekarang juga!

Baca juga: Rincian Modal Usaha Warmindo dan Tips untuk Mulai Merintisnya

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162


Copyright © 2026 Sahabat Pegadaian. All Rights Reserved