Rincian Modal Usaha Kos-Kosan Beserta Syarat Perizinannya

Memulai bisnis kos-kosan kini menjadi salah satu peluang usaha yang semakin diminati, terutama di kota-kota besar dan daerah dengan banyak mahasiswa atau pekerja muda.
Bisnis ini menjanjikan pemasukan pasif yang stabil, selama lokasi strategis dan fasilitas yang ditawarkan memadai.
Namun, sebelum kamu terjun ke bisnis ini, penting untuk memahami modal usaha kos kosan yang dibutuhkan, beserta potensi keuntungan dan estimasi biayanya. Simak artikel ini sampai akhir untuk gambaran lengkapnya.
Perizinan yang Diperlukan untuk Memulai Usaha Kos-Kosan
Sebelum membangun kos-kosan, penting untuk memahami bahwa usaha ini memerlukan sejumlah izin agar operasionalnya sah secara hukum. Berikut ini beberapa syarat perizinan yang harus kamu penuhi:
Persyaratan Umum
Setiap pemilik kos wajib menyiapkan dokumen dasar, antara lain:
- KTP dan NPWP sebagai identitas pemilik.
- Surat kepemilikan properti, seperti Sertifikat Hak Milik (SHM) atau Hak Guna Bangunan (HGB).
- Izin lingkungan dari RT/RW setempat.
- Bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun terakhir.
Perizinan untuk Kos-Kosan Maksimal 10 Kamar
Jika kos yang akan dibangun memiliki hingga 10 kamar, beberapa izin tambahan diperlukan agar legal:
- Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai identitas usaha resmi.
- Sertifikat Standar (SS) untuk memastikan fasilitas memenuhi ketentuan.
- Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), sebelumnya dikenal sebagai Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
- Persetujuan lingkungan dari Dinas Lingkungan Hidup untuk memastikan pembangunan tidak merusak lingkungan sekitar.
Perizinan Tambahan untuk Kos-Kosan Lebih dari 10 Kamar
Bagi kos dengan kapasitas lebih dari 10 kamar, dibutuhkan beberapa izin ekstra untuk operasional yang sah:
- Izin Pemanfaatan Ruang (IPR) untuk penggunaan lahan sesuai peruntukan.
- Sertifikat Laik Fungsi (SLF) yang menegaskan bangunan layak pakai.
- Izin Operasional agar kos dapat beroperasi secara resmi.
Sebagai catatan, jenis dan detail perizinan dapat berbeda tergantung kebijakan daerah masing-masing.
Untuk informasi lebih lengkap, kamu bisa mengunjungi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) di wilayah tempat kos akan dibangun.
Baca juga: Rincian Modal Usaha Warmindo dan Tips untuk Mulai Merintisnya
Rincian Modal Usaha Kos-Kosan
Sebelum masuk ke rincian modal, perlu kamu ketahui bahwa rincian modal berikut hanyalah estimasi. Biayanya bisa berbeda-beda tergantung lokasi, kualitas bangunan, fasilitas yang disediakan, dan strategi pemasaran yang kamu pilih.
Berikut ini detail biaya bangun kos-kosan:
1. Modal Awal Usaha Kos-Kosan
Berikut estimasi modal awal usaha kos kosan untuk 10 kamar:

2. Biaya Operasional (Bulanan)
Biaya operasional yang perlu diperhitungkan tiap bulan antara lain:

Setelah melihat estimasi modal usaha kos-kosan, terlihat bahwa membangun 10 kamar beserta fasilitas pendukung memerlukan perencanaan matang dan alokasi dana yang jelas.
Kalau kamu ingin membangun kos-kosan tapi modal terbatas, KUR Pegadaian hadir untuk mendukung rencana bisnismu.
Pinjaman ini dapat diajukan dengan mudah, pencairannya cepat, tidak memerlukan agunan, dan mengikuti fatwa Dewan Syariah Nasional MUI sehingga kamu bisa menyiapkan dana untuk membangun kos-kosan tanpa ribet dan lebih terencana.
Estimasi Balik Modal
Jika kamu berencana membangun kos 10 kamar dengan harga sewa Rp1.500.000 per kamar setiap bulan, berikut perkiraan pemasukan, pengeluaran, dan waktu balik modalnya berdasarkan modal awal sekitar Rp1.331.000.000 hingga Rp1.351.000.000.
Rincian Perhitungan:
- Modal Awal: Rp1.331.000.000
- Harga Sewa per Kamar: Rp1.500.000 per bulan
- Jumlah Kamar: 10 kamar
- Estimasi Biaya Operasional Bulanan: Rp6.000.000
1. Pemasukan Bulanan
Total pemasukan dari 10 kamar: 10 × Rp1.500.000 = Rp15.000.000
2. Pendapatan Bersih Bulanan
Pendapatan bersih bulanan: Rp15.000.000 – Rp6.000.000 = Rp9.000.000
3. Pendapatan Bersih Tahunan
Pendapatan bersih tahunan: Rp9.000.000 × 12 bulan = Rp108.000.000
4. Perkiraan Waktu Balik Modal
Waktu balik modal: Rp1.331.000.000 ÷ Rp108.000.000 ≈ 12,3 tahun
Dengan asumsi semua kamar terisi, kos 10 kamar dengan modal awal Rp1,33 miliar, biaya operasional Rp6 juta per bulan, dan harga sewa Rp1,5 juta per kamar per bulan diperkirakan akan balik modal sekitar 12 tahun.
Baca juga: Menentukan Modal Usaha Sembako & 5 Tips yang Menguntungkan
Berapa Persen Keuntungan Kos-Kosan?
Secara umum, bisnis kos-kosan memberikan keuntungan 6–8% per tahun dari nilai investasi bangunan (tidak termasuk tanah)
Jika tanah ikut dihitung, akumulasi keuntungan bisa mencapai 18–23% per tahun karena nilai tanah cenderung meningkat setiap tahun
Keuntungan bisa lebih tinggi jika kamu menyewakan kos secara harian atau mingguan, dibanding sewa bulanan biasa.
Hal yang Harus Dipertimbangkan Ketika Mulai Usaha Kos-Kosan
Memulai bisnis kos-kosan bukan sekadar membangun bangunan. Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan agar usaha kamu tetap berjalan lancar dan menguntungkan:
- Pilih lokasi strategis: Bangun kos dekat kampus, perkantoran, atau pusat industri. Lokasi yang mudah dijangkau akan meningkatkan peluang penuh penghuni.
- Manajemen dan keamanan: Pastikan kos selalu bersih, aman, dan nyaman. Gunakan penjaga atau sistem manajemen yang profesional agar penghuni betah tinggal lama.
- Peraturan sewa yang jelas: Tetapkan kebijakan pembayaran, denda, dan peraturan lainnya sejak awal untuk menghindari risiko telat bayar sewa atau sengketa dengan penyewa.
- Fleksibilitas fasilitas: Tawarkan opsi sewa harian, mingguan, atau bulanan bila memungkinkan, agar potensi pendapatan lebih maksimal.
- Perencanaan finansial: Hitung biaya operasional dan cadangan dana tak terduga agar usaha tetap stabil ketika ada kerusakan atau kekosongan kamar.
Itulah penjelasan mengenai perizinan dan estimasi modal usaha kos-kosan. Dari uraian di atas, terlihat bahwa membangun bisnis kontrakan atau kos-kosan membutuhkan persiapan matang, mulai dari perencanaan modal, pengurusan izin, hingga pengelolaan operasional sehari-hari.
Bagi kamu yang belum memiliki modal yang cukup untuk memulai usaha, KUR Syariah Pegadaian dapat menjadi alternatif yang membantu mewujudkan rencana bisnis.
Layanan ini menyediakan pembiayaan untuk kebutuhan usaha, seperti pembelian bahan bangunan, perlengkapan kamar, atau biaya operasional, tanpa perlu menyerahkan jaminan.
Selain itu, pembiayaan ini sesuai dengan fatwa Dewan Syariah Nasional MUI, memiliki proses pencairan cepat, serta cicilan yang terjangkau.
Dengan dukungan ini, kamu bisa lebih mudah menyiapkan modal dan segera memulai usaha kontrakan atau kos-kosan impian.
Mulai langkah pertama untuk membangun bisnis kos-kosan milikmu sendiri dengan mengunjungi outlet Pegadaian dan dapat manfaat kemudahan pinjamannya!
Baca juga: Rincian Modal Usaha Angkringan, Terjangkau untuk Pemula!
Artikel Lainnya

Wirausaha
4 Cara Meningkatkan Percaya Diri Seorang Wirausahawan
Mendirikan bisnis sendiri membutuhkan keberanian dan kepercayaan diri yang besar, terutama dengan persaingan bisnis yang ketat di era digital. Jika Anda mengetahui cara meningkatkan percaya diri dan menerapkannya, hambatan apa pun akan bisa dilalui. Banyak orang mungkin perlu berlatih untuk mendapat kepercayaan diri, tetapi bukan berarti tidak bisa dilakukan! Berikut yang harus Anda ketahui tentang […]

Wirausaha
10 Usaha Makanan yang Menjanjikan, Sayang untuk Dilewatkan
Sejak internet muncul ada banyak sekali peluang usaha baru yang menunggu untuk dikembangkan, salah satu contohnya usaha perkebunan.

Wirausaha
5 Jenis Usaha yang Diprediksi Berkembang Pesat di Masa Depan
Jelajahi peluang bisnis masa depan! Mulai usaha Anda sekarang dan raih kesuksesan. Temukan 5 tren bisnis yang menjanjikan di artikel ini
