Perhitungan Bisnis Telur Ayam Beserta Tips Memulai Usahanya

Oleh Sahabat Pegadaian dalam Wirausaha

26 January 2026
Bagikan :
image detail artikel

Banyak orang ingin memulai usaha pangan karena dianggap selalu dibutuhkan pasar. Namun, tanpa perhitungan bisnis telur ayam yang matang, usaha ini justru bisa berujung rugi.

Terlebih bagi kamu yang masih belajar cara memulai usaha dari nol, salah hitung modal, salah pilih supplier, atau salah menentukan harga jual dapat berdampak langsung pada arus kas bisnis.

Agar kamu tidak terjebak kesalahan yang sama, artikel ini akan membahas secara lengkap perhitungan modal, peluang keuntungan, risiko, hingga tips membangun usaha telur ayam pemula. Simak pembahasannya sampai akhir, ya.

Perhitungan Bisnis Telur Ayam

Sebelum terjun ke lapangan, kamu perlu memahami bahwa bisnis telur ayam bukan hanya soal beli dan jual. Ada alur perhitungan yang harus disusun agar usaha tetap sehat dan berkelanjutan.

Mulai dari modal awal, biaya operasional, hingga margin keuntungan harus dihitung secara realistis agar kamu tidak salah mengambil keputusan sejak awal.

Berikut ini detail perhitungannya:

1. Estimasi Modal Bisnis Telur Ayam

Bagi kamu yang ingin membuka usaha telur ayam dengan modal terbatas, berikut adalah daftar estimasi harga berdasarkan kebutuhan utama yang diperlukan untuk memulai usaha.

Sebagai catatan, harga yang tercantum dalam tabel hanya bersifat perkiraan. Besaran biaya dapat berbeda tergantung lokasi pembelian, kualitas barang, serta kebijakan masing-masing penjual.

Selain itu, angka total estimasi modal awal ini bisa lebih kecil jika kamu menggunakan rumah pribadi sebagai tempat penyimpanan, atau lebih besar jika memilih lokasi yang lebih strategis.

Oleh karena itu, perhitungan bisnis telur ayam harus selalu disesuaikan dengan kondisi lapangan.

Nah, bagi kamu yang ingin mengembangkan usaha bisnis telur ayam, kamu tidak perlu khawatir lagi soal pendanaannya karena dengan BPKB kendaraan saja kamu bisa menjadikannya barang jaminan untuk pengajuan Pinjaman Usaha di Pegadaian.

2. Peluang Keuntungan Bisnis Telur Ayam

Setelah mengetahui modal, kamu juga perlu menghitung potensi keuntungan sebagai gambaran awal sebelum menjalankan usaha.

Perlu dipahami bahwa perhitungan berikut bersifat simulasi sehingga hasil keuntungan yang diperoleh di lapangan dapat berbeda tergantung kondisi pasar, lokasi usaha, serta kemampuan pengelolaan bisnis.

Sebagai contoh, rincian keuangan bisnis telur ayammu adalah sebagai berikut:

  • Harga beli telur: Rp23.000/kg
  • Harga jual telur: Rp25.000/kg
  • Margin keuntungan: Rp2.000/kg
  • Penjualan harian: 200 kg

Maka keuntungan per hari:
200 kg × Rp2.000 = Rp400.000

Dalam satu bulan, potensi keuntungan bisa mencapai:
Rp400.000 × 30 hari = Rp12.000.000

Dengan catatan, bahwa angka tersebut hanya dapat tercapai apabila seluruh stok terjual dengan optimal, tingkat kerusakan telur dapat ditekan, serta biaya operasional tetap terkendali.

Oleh karena itu, melakukan perhitungan bisnis telur ayam secara cermat menjadi langkah penting sebelum memulai usaha agar kamu memiliki gambaran yang lebih realistis terhadap potensi keuntungan.

Baca juga: Pahami Cara Menghitung Modal Awal Usaha dan Contohnya

Risiko Usaha Telur Ayam

Memahami risiko bukan bertujuan untuk membuat kamu ragu memulai, melainkan agar kamu mampu menyusun strategi bisnis yang lebih matang, realistis, dan berkelanjutan.

Berikut beberapa risiko utama yang perlu diperhatikan:

1. Perubahan Harga Pasar

Harga telur ayam sangat dipengaruhi oleh biaya pakan, kondisi cuaca, serta tingkat permintaan pasar. Ketika harga beli dari supplier naik secara tiba-tiba, margin keuntungan dapat menurun apabila harga jual tidak dapat segera disesuaikan.

Untuk mengantisipasi hal ini, kamu perlu rutin memantau perkembangan harga pasar dan menjaga komunikasi yang baik dengan supplier agar memperoleh informasi lebih cepat.

2. Persaingan Bisnis yang Ketat

Bisnis telur ayam memiliki banyak pelaku, mulai dari pedagang kecil hingga distributor besar. Persaingan tidak hanya terjadi pada harga, tetapi juga kualitas produk dan pelayanan.

Agar mampu bersaing, kamu perlu menjaga kualitas telur, menetapkan harga yang wajar, serta memberikan nilai tambah seperti pengemasan yang rapi, layanan antar, atau kemudahan pemesanan.

3. Risiko Kerusakan Produk

Telur merupakan produk yang mudah pecah dan cepat rusak jika penyimpanan tidak sesuai standar. Kesalahan penyimpanan dapat menyebabkan telur busuk, retak, atau menurun kualitasnya sehingga tidak layak jual.

Oleh karena itu, penggunaan rak telur yang baik, suhu ruangan yang stabil, serta kebersihan tempat penyimpanan menjadi faktor penting untuk menekan potensi kerugian.

4. Ketergantungan pada Supplier

Ketersediaan stok telur sangat bergantung pada supplier. Jika pasokan terganggu, aktivitas penjualan dapat terhenti. Kondisi ini dapat menyebabkan kehilangan pelanggan dan menurunnya kepercayaan pasar.

Untuk meminimalkan risiko, sebaiknya kamu bekerja sama dengan lebih dari satu supplier agar pasokan tetap aman.

5. Perubahan Kebijakan dan Regulasi

Kebijakan pemerintah terkait distribusi bahan pokok atau harga pangan dapat berdampak langsung pada biaya dan harga jual telur. Perubahan regulasi yang tidak diantisipasi dapat memengaruhi kestabilan usaha.

Oleh karena itu, kamu perlu selalu mengikuti perkembangan kebijakan agar strategi bisnis dapat segera disesuaikan.

Baca juga: Mengenal Apa itu Marketing dan Strateginya untuk Bisnis

Tips Membangun Usaha Telur Ayam

Agar usaha dapat berjalan stabil dan berkembang, berikut beberapa tips yang dapat kamu terapkan, khususnya bagi usaha telur ayam pemula.

1. Cari Tahu Jenis Telur yang Akan Dijual

Telur ayam memiliki berbagai jenis, seperti telur ayam negeri, telur ayam kampung, dan telur ayam organik. Kamu perlu memilih jenis telur berdasarkan kebutuhan dan preferensi pasar di wilayahmu.

2. Pilih Supplier yang Tepat

Supplier memegang peranan penting dalam kelancaran bisnis. Pastikan kamu bekerja sama dengan supplier yang mampu menyediakan telur berkualitas dengan harga yang stabil dan pasokan yang konsisten.

3. Tentukan Lokasi Usaha yang Strategis

Lokasi usaha harus mendukung proses penyimpanan dan distribusi. Gudang penyimpanan perlu memiliki sirkulasi udara yang baik, sementara tempat penjualan harus mudah dijangkau oleh konsumen.

Kamu juga dapat menambahkan layanan antar untuk meningkatkan daya saing.

4. Susun Strategi Pemasaran yang Jelas

Tentukan target pasar, saluran penjualan, serta strategi promosi yang akan digunakan. Kamu bisa menjual ke warung, pedagang pasar, usaha kuliner, hingga konsumen rumahan.

Pemanfaatan media sosial dan marketplace juga dapat membantu memperluas jangkauan penjualan.

5. Terapkan Quality Control Secara Rutin

Periksa kondisi telur sebelum dijual atau dikirim. Pastikan tidak ada telur retak, pecah, atau busuk dalam stok. Dengan menjaga kualitas produk, kamu dapat membangun kepercayaan pelanggan dan menjaga reputasi bisnis.

6. Tambahkan Variasi Produk di Waktu yang Tepat

Setelah usaha mulai stabil, kamu dapat menambah variasi produk, seperti telur ayam kampung atau telur organik. Strategi ini membantu menjangkau segmen pasar yang lebih luas dan meningkatkan potensi penjualan.

Memulai dan mengembangkan bisnis telur ayam tidak hanya membutuhkan perhitungan yang matang, tetapi juga dukungan modal yang memadai.

Mulai dari penambahan stok telur, pembelian perlengkapan penyimpanan, perluasan lokasi usaha, hingga penguatan distribusi, seluruh kebutuhan tersebut memerlukan perencanaan keuangan yang tepat.

Apabila kamu membutuhkan solusi pendanaan yang telah mengantongi izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pinjaman Usaha dari Pegadaian dapat menjadi pilihan yang tepat.

Pinajaman ini dirancang khusus untuk membantu pelaku usaha dalam memenuhi kebutuhan dana pengembangan bisnis dengan jaminan BPKB kendaraan, tanpa harus kehilangan aset karena kendaraan tetap dapat digunakan untuk aktivitas sehari-hari.

Pegadaian Pinjaman Usaha menawarkan berbagai keunggulan, antara lain proses pengajuan yang mudah, pilihan fitur pembayaran yang fleksibel, cicilan tetap setiap bulan, serta dapat diajukan oleh usaha perorangan maupun badan usaha.

Dengan sistem pembiayaan yang jelas dan terstruktur, kamu dapat mengelola arus kas usaha dengan lebih terencana.

Untuk mengajukan Pinjaman Usaha Pegadaian, kamu hanya perlu memenuhi beberapa persyaratan, seperti berstatus sebagai Warga Negara Indonesia, melengkapi identitas diri berupa KTP, memiliki usaha sendiri yang telah berjalan minimal satu tahun.

Jadi, jangan ragu untuk segera mengajukan Pegadaian Pinjaman Usaha dengan mengunjungi outlet Pegadaian terdekat untuk mengembangkan usaha bisnis telur ayammu!

Baca juga: 10 Cara Mendapatkan Modal Usaha & Tips Cermat Mengelolanya

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162


Copyright © 2026 Sahabat Pegadaian. All Rights Reserved