12 Contoh Passive Income Modal Kecil Supaya Makin Cuan!

Oleh Sahabat Pegadaian dalam Inspirasi

06 February 2026
Bagikan :
image detail artikel

Kenaikan harga kebutuhan pokok dan biaya hidup yang terus bertambah membuat banyak orang menyadari bahwa satu sumber penghasilan saja sering kali tidak lagi mencukupi.

Sayangnya, menambah jam kerja atau membuka usaha baru tidak selalu menjadi solusi, karena keterbatasan waktu dan modal kerap menjadi kendala.

Kondisi inilah yang mendorong banyak orang mencari cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa harus terlibat penuh setiap hari.

Salah satu pendekatan yang semakin diminati adalah membangun passive income, yakni pendapatan yang tetap berjalan melalui aset atau sistem yang telah disiapkan sejak awal.

Lalu, apa saja contohnya? Simak beberapa contoh ide passive income dengan modal kecil pada artikel ini sampai akhir.

Contoh Passive Income Modal Kecil

Sebelum membahas satu per satu, perlu dipahami bahwa passive income bukan berarti tanpa usaha sama sekali. Kamu tetap perlu menyiapkan waktu, tenaga, atau modal di tahap awal.

Bedanya, setelah sistem berjalan, penghasilan dapat terus mengalir dengan perawatan minimal. Berikut beberapa contoh ide passive income dengan modal kecil yang bisa kamu pertimbangkan:

1. Menjadi Content Creator di Media Sosial

Jika kamu aktif di media sosial, peluang passive income yang satu ini bisa dimanfaatkan. Kamu dapat membuat konten edukasi, hiburan, atau review produk di platform seperti TikTok, Instagram, dan YouTube.

Beberapa keterampilan yang dibutuhkan, seperti pembuatan konten, editing video atau foto, komunikasi, dan konsistensi.

Setelah memiliki audiens, penghasilan bisa datang dari iklan, endorsement, dan program afiliasi. Konten lama pun tetap berpotensi menghasilkan sehingga sifatnya semi-pasif.

2. Investasi Emas

Emas menjadi salah satu bentuk investasi passive income yang cocok untuk pemula. Cara kerjanya cukup sederhana, kamu membeli emas sebagai aset, lalu menyimpannya dalam jangka menengah hingga panjang sambil menunggu nilainya bertumbuh seiring waktu.

Emas dikenal memiliki pergerakan harga yang relatif stabil dan kerap dimanfaatkan sebagai aset lindung nilai ketika kondisi ekonomi tidak menentu.

Selain itu, likuiditasnya tinggi sehingga mudah dicairkan kembali saat dibutuhkan. Karakteristik tersebut membuat emas sering dipilih sebagai langkah awal untuk membangun passive income dengan risiko yang lebih terukur.

Menariknya, selain disimpan sebagai aset jangka panjang, emas juga dapat dimanfaatkan melalui layanan Deposito Emas Pegadaian yang memberikan tambahan gramasi sebagai imbal hasil hingga 1% per tahun.

3. Menulis Artikel Blog

Blog memungkinkan kamu memperoleh penghasilan dari iklan, sponsor, atau tautan afiliasi. Kamu cukup menulis artikel yang relevan dan bermanfaat sesuai dengan niche serta target audiens yang ingin kamu fokuskan.

Ketika artikel sudah terindeks mesin pencari dan didukung dengan optimasi SEO, seperti penggunaan kata kunci yang tepat serta backlink dari situs lain, peluang konten muncul di halaman atas pencarian akan semakin besar.

Dengan begitu, pembaca dapat terus datang tanpa perlu kamu memperbaruinya setiap hari. Selama trafik stabil, pendapatan pun tetap berjalan secara berkelanjutan.

Baca juga: Inilah 9 Cara Mendapatkan 100 Juta Pertama, Yuk Terapkan!

4. Menjual E-Book

E-book cocok bagi kamu yang memiliki keahlian tertentu, seperti keuangan, bisnis, atau pengembangan diri.

Buku digital ini dibuat sekali, lalu bisa dijual berkali-kali tanpa biaya cetak. Jadi, pastikan isi e-book solutif, informatif, dan relevan dengan kebutuhan pasar agar memiliki nilai jual.

5. Membuat Template Digital

Beberapa template digital yang bisa kamu jual, meliputi template Excel pembukuan, desain media sosial, planner, CV atau presentasi.

Produk ini praktis karena pembeli dapat langsung mengunduhnya. Setelah dibuat, kamu hanya perlu memasarkan tanpa produksi ulang.

6. Menjual Stok Foto

Jika hobi fotografi, kamu bisa menjual hasil foto di platform stok foto online. Foto yang dicari biasanya bertema bisnis, gaya hidup, atau aktivitas sehari-hari.

Pastikan kualitas gambar tajam, memiliki pencahayaan baik, dan tidak melanggar hak cipta. Semakin banyak koleksi foto yang kamu unggah di platform stok foto, maka semakin besar peluang penjualan. Jadi, pastikan kamu sering unggah foto kamu setiap harinya, ya!

7. Menjual Desain

Desain grafis seperti ilustrasi, ikon, poster, template media sosial, atau elemen visual lainnya dapat dijual di marketplace kreatif.

Agar lebih menarik minat pembeli, kamu perlu menyiapkan portofolio yang rapi dan profesional untuk menunjukkan kualitas serta gaya desain yang kamu miliki.

Selain itu, perhatikan beberapa hal penting, seperti orisinalitas karya, pemilihan tema yang banyak dibutuhkan pasar, kualitas resolusi file, serta kelengkapan format unduhan agar mudah digunakan.

8. Menjadi Affiliator

Sebagai affiliator, kamu mendapatkan komisi dengan promosi produk milik orang lain menggunakan tautan khusus.

Setiap pembelian melalui link tersebut akan memberi kamu imbalan. Kamu bisa memanfaatkan media sosial, blog, atau video review untuk menjangkau audiens.

Baca juga: 8 Cara Mengelola Uang agar Berkembang, Jaminan Masa Depan!

9. Menjadi Dropshipper

Dropshipping menjadi salah satu passive income untuk pemula yang memungkinkan kamu berjualan tanpa menyimpan stok barang karena supplier akan mengirimkan produk langsung ke pembeli.

Kamu hanya perlu fokus menerapkan strategi pemasaran produk, seperti membuat konten promosi dan mengelola toko online. Meski tetap ada operasional, model ini relatif ringan dan cocok sebagai penghasilan tambahan.

10. Menyediakan Jasa Sewa Barang atau Properti

Barang seperti kamera, proyektor, atau bahkan kamar kosong bisa disewakan. Agar lebih pasif, buat sistem pemesanan otomatis dan jadwal sewa yang jelas. Dengan perawatan rutin, aset tersebut dapat menghasilkan pendapatan berulang.

11. Menciptakan Lagu

Bagi yang memiliki bakat musik, lagu yang dirilis di platform streaming berpotensi menghasilkan royalti setiap kali diputar. Artinya, karya tersebut dapat terus memberikan pemasukan dalam jangka panjang tanpa perlu diproduksi ulang.

Namun, perlu dipahami bahwa besaran royalti tidak selalu sama. Setiap platform streaming musik memiliki kebijakan dan skema perhitungan yang berbeda, mulai dari jumlah pendengar, lokasi audiens, hingga sistem pembagian pendapatan.

Oleh karena itu, kamu perlu mempelajari ketentuan masing-masing platform agar dapat memperkirakan potensi penghasilan secara lebih akurat.

12. Menyediakan Jasa Paid Promote

Jika akun media sosialmu memiliki banyak pengikut, kamu dapat menawarkan jasa paid promote. Brand akan membayar untuk memasarkan produknya melalui akunmu. Setelah konten tayang, penghasilan tetap masuk tanpa perlu pekerjaan tambahan yang berulang.

Itulah beberapa contoh passive income modal kecil yang dapat kamu pertimbangkan untuk menambah pemasukan tanpa harus terlibat aktif setiap hari.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, investasi emas menjadi salah satu alternatif passive income yang relatif sederhana karena tidak menuntut pengelolaan harian.

Selain berpotensi mengalami kenaikan nilai, emas juga dapat dikembangkan melalui layanan investasi berjangka.

Salah satu contohnya adalah Deposito Emas dari Pegadaian, yaitu produk investasi yang memberikan imbal hasil dalam bentuk tambahan gram emas sehingga kepemilikan emas kamu dapat bertambah seiring waktu.

Pengajuannya dapat dilakukan mulai dari minimal 5 gram saldo Tabungan Emas melalui aplikasi Tring! by Pegadaian, dengan pilihan tenor 6, 9, atau 12 bulan.

Setelah jatuh tempo, emas beserta hasil pengembangannya dapat dicairkan sesuai kesepakatan. Skema ini membuat emas tidak hanya tersimpan, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat lebih secara bertahap.

Jika kamu ingin memulai passive income yang lebih stabil dan berbasis aset, sekarang saatnya pertimbangkan Deposito Emas Pegadaian sebagai langkah awal untuk mengembangkan nilai emas hingga 1% per tahun!

Baca juga: Financial Freedom: Arti, Tahapan, dan Cara Mencapainya

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162


Copyright © 2026 Sahabat Pegadaian. All Rights Reserved