Doa Menerima Zakat Fitrah Lengkap dengan Latin & Artinya

Oleh Sahabat Pegadaian dalam Inspirasi

16 February 2025
Bagikan :
image detail artikel

Doa menerima zakat fitrah merupakan ungkapan syukur dan harapan agar pemberi zakat mendapatkan pahala serta keberkahan dari Allah SWT. 

Dalam Islam, zakat fitrah wajib diberikan kepada mereka yang berhak menerimanya sebelum Hari Raya Idulfitri. 

Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, zakat fitrah juga menjadi penyempurna ibadah puasa Ramadhan. 

Lantas, seperti apa bacaan orang yang menerima zakat fitrah yang benar? Yuk, simak penjelasan lengkapnya dalam artikel berikut ini!

Doa Menerima Zakat Fitrah

Zakat fitrah adalah kewajiban yang harus ditunaikan setiap Muslim di bulan Ramadhan. 

Selain muzakki yang membayar zakat, mustahik juga dianjurkan untuk membaca doa saat menerimanya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah At-Taubah ayat 103:

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهَرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بهَا وَصَلَ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ


Khudz min amwâlihim shadaqatan tuthahhiruhum wa tuzakkîhim bihâ wa shalli ‘alayhim inna shalâtaka sakanun lahum.

Artinya: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka.

Berikut adalah doa yang dapat dibaca oleh mustahik saat menerima zakat fitrah:

1. Doa dari Habib Hasan Ahmad Muhammad al-Kaf


ﺁﺟَﺮَﻙ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﻋْﻄَﻴْﺖَ، ﻭَﺑَﺎﺭَﻙَ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﺑْﻘَﻴْﺖَ ﻭَﺟَﻌَﻠَﻪُ ﻟَﻚَ ﻃَﻬُﻮْﺭًﺍ


Âjarakallâhu fî mâ a’thaita wa bâraka fî mâ abqaita wa ja’alahu laka thahûran.

Artinya: "Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang engkau berikan, memberkahi harta yang kau simpan, dan menjadikannya sebagai pembersih bagimu."

Baca juga: Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri & Tata Cara Lengkapnya

2. Doa menurut Syekh Nawawi Banten


 طَهَّرَ اللهُ قَلْبَكَ فِي قُلُوْبِ الأَبْرَارِ وَزَكَّى عَمَلَكَ فِي عَمَلِ الأَخْيَارِ وَصَلَّى عَلَى رُوْحِكَ فِي أَرْوَاحِ الشُّهَدَاءِ


Thahharallāhu qalbaka fī qulūbil abrār, wa zakkā ‘amalaka fī ‘amalil akhyār, wa shallā ‘alā rūhika fī arwāhis syuhadā’.

Artinya: "Semoga Allah menyucikan hatimu seperti hati orang-orang saleh, menyucikan amalmu seperti amal orang-orang pilihan, dan memberikan rahmat pada rohmu seperti para syuhada."

Doa Amil Ketika Menerima Zakat Fitrah 

Berikut doa yang dapat dibaca oleh amil saat menerima zakat:

آجَرَكَ اللهُ فِيْمَا اَعْطَيْتَ، وَبَارَكَ فِيْمَا اَبْقَيْتَ وَجَعَلَهُ لَكَ طَهُوْرًا


Aajarokallaahu fiimaa a’thoita wabaarola fiimaa abqoita waja’alahu laka thohuuron

Artinya: Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang engkau berikan, memberkahi harta yang masih engkau simpan, dan menjadikannya sebagai pembersih bagimu.

Golongan Penerima Zakat Fitrah 

Penyaluran zakat fitrah tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Islam telah mengatur dengan jelas siapa saja golongan yang berhak menerima zakat fitrah. 

Berikut adalah beberapa golongan penerima zakat fitrah.

1. Amil

Amil zakat adalah individu atau lembaga yang memiliki tanggung jawab untuk mengelola zakat, mulai dari proses penerimaan, pengelolaan, hingga penyaluran zakat.

Mereka bertugas memastikan zakat yang terkumpul disalurkan dengan tepat dan efisien sesuai dengan ketentuan syariat.

Dalam Al-Qur’an, amil zakat termasuk salah satu golongan yang berhak menerima zakat, sebagaimana disebutkan dalam Surah At-Taubah ayat 60. 

Ayat ini menjelaskan bahwa zakat diperuntukkan bagi delapan golongan, termasuk para amil sebagai kompensasi atas tugas mereka dalam mengelola zakat.

Baca juga: Memahami Hukum Sedekah di Bulan Ramadhan dan Keutamaannya

2. Fakir

Fakir adalah orang yang memiliki keterbatasan dalam harta dan kemampuan jasmani, bahkan sering kali tidak memiliki harta atau pekerjaan. 

Meskipun sering disamakan dengan miskin, fakir sebenarnya lebih membutuhkan bantuan dibandingkan orang miskin.

3. Miskin

Golongan penerima zakat fitrah selanjutnya adalah miskin. Miskin adalah kondisi seseorang yang pendapatannya tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pokoknya. 

Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti pendapatan yang rendah, beban ekonomi yang besar, atau kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan yang layak.

4. Mualaf

Seseorang yang baru memeluk Islam atau mualaf juga termasuk golongan penerima zakat fitrah. 

Zakat diberikan pada seorang mualaf dengan tujuan untuk menguatkan iman, meyakinkan, dan meneguhkan keyakinan bahwa dalam agama Islam saling membantu merupakan kewajiban. 

5. Gharim

Gharim adalah orang yang memiliki utang dan tidak mampu melunasinya karena kesulitan ekonomi. 

Mereka biasanya tidak memiliki cukup pendapatan untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup, apalagi untuk membayar utang-utangnya.  Kondisi ini membuat mereka sangat membutuhkan bantuan.

6. Riqab

Riqab adalah istilah yang digunakan untuk merujuk kepada budak pada zaman dahulu. Zakat diberikan kepada riqab dengan tujuan untuk membantu mereka mendapatkan kemerdekaan.

Baca juga: Apa itu Wakaf? Ini Pengertian, Syarat, dan Rukun Wajibnya

7. Ibnu Sabil

Ibnu Sabil adalah orang yang sedang dalam perjalanan untuk tujuan baik, seperti mencari nafkah atau berdakwah, namun kehabisan bekal di tengah jalan. 

Mereka sangat membutuhkan bantuan untuk dapat melanjutkan perjalanan dan mencapai tujuannya.

8. Fisabilillah

Fisabilillah adalah mereka yang berjuang di jalan Allah, baik melalui dakwah maupun jihad. Jika dulu istilah ini identik dengan perjuangan fisik, kini cakupannya meluas. 

Fisabilillah juga mencakup mereka yang memiliki kemampuan dan aktif dalam berdakwah, seperti di pengajian atau pondok pesantren. Mereka berjuang menyebarkan ajaran Islam dan membutuhkan dukungan.

Itulah doa menerima zakat fitrah lengkap yang perlu kamu ketahui. Menunaikan zakat fitrah adalah kewajiban setiap Muslim. 

Jika sahabat ingin membayar zakat dengan mudah, langsung saja kunjungi kantor cabang Pegadaian terdekat.

Pegadaian melayani pembayaran zakat, infak, dan sedekah dalam rangka pelaksanaan kerja sama dengan BAZNAS. 

Cukup datang ke kantor cabang terdekat dan serahkan zakat di kasir beserta informasi data diri untuk menyelesaikan transaksinya dengan aman dan terjamin keabsahannya.

Di samping zakat fitrah, kebutuhan selama Ramadhan dan lebaran sering kali meningkat, seperti biaya mudik atau keperluan lainnya. 

Jika membutuhkan dana untuk mencukupi kebutuhan tersebut, sahabat bisa memanfaatkan layanan Gadai Non Emas.

Cukup gadaikan barang gudang dan barang elektronik, seperti smartphone, laptop, dan televisi. Prose pangajuannya pun cepat karena tidak membutuhkan pengecekan skor kredit atau BI Checking.

Tidak perlu khawatir, barang jaminan akan disimpan dengan aman dan diasuransikan selama pembayaran cicilan. Setelah dilunasi, barang akan bisa diambil kembali.

Untuk mengetahui berapa besar pinjaman yang bisa kamu dapatkan, gunakan fitur Simulasi Gadai Non Emas dari Pegadaian.

Yuk, penuhi dana untuk keperluan tak terduga dengan melengkapi persyaratan Gadai Non Emas dan ajukan pinjaman langsung ke kantor cabang Pegadaian terdekat!

Baca juga: Apa itu Nuzulul Quran? Begini Sejarah dan Keutamaannya

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162


Copyright © 2024 Sahabat Pegadaian. All Rights Reserved