3 Contoh Surat Penagihan Utang dan Formatnya, Mudah Dibuat!

Contoh surat penagihan utang sedang banyak dicari. Pasalnya, masalah utang piutang telah menjadi perihal yang dianggap krusial, terutama dalam dunia bisnis.
Umumnya, surat tersebut berfungsi sebagai alat komunikasi formal untuk mengingatkan debitur (peminjam) mengenai kewajibannya dalam membayar utang pada kreditur (pemberi pinjaman).
Lantas, bagaimana contoh surat peringatan pembayaran utang yang baik? Untuk mengetahuinya, yuk simak pembahasannya di artikel ini!
Format Surat Kuasa Penagihan Utang
Pada dasarnya, pihak yang menerbitkan surat penagihan utang adalah kreditur sebagai penyedia layanan kredit.
Surat tersebut dibuat sebab pihak peminjam belum memenuhi kewajiban utangnya hingga melampaui waktu jatuh tempo.
Format surat kuasa penagihan utang sebenarnya cukup variatif karena bergantung pada sifat, jenis, dan tujuan surat.
Tidak jarang pula adalah suatu instansi atau lembaga yang membuat format tertentu. Nah, berikut ini adalah format surat kuasa penagihan utang pada umumnya yang bisa diperhatikan.
1. Kop Surat
Bagian surat ini mencantumkan identitas dan kontak pihak pemberi pinjaman atau perusahaan, meliputi nama, nomor telepon, alamat, logo, dan email. Jadi, selalu pastikan bahwa surat peringatan pembayaran utang mempunyai kop resmi.
2. Tanggal Surat
Bagian ini memuat tanggal dikeluarkannya atau pembuatan surat dengan tujuan untuk memberikan keterangan waktu yang jelas.
3. Nomor Surat
Biasanya, nomor surat berisi tentang kode (nomor unik). Kode tersebut digunakan untuk mengidentifikasi surat penagihan utang agar memudahkan dalam manajemen administrasi.
4. Alamat Surat
Pada bagian ini, sebaiknya sertakan alamat penerima dengan benar dan jelas supaya tidak terjadi kesalahan dalam pengiriman surat.
5. Perihal Surat
Perihal surat umumnya berisi judul surat, misalnya “Surat Penagihan Utang” atau “Surat Peringatan Pembayaran Utang”. Dengan adanya perihal surat, penerima bisa memahami isi surat lebih cepat.
Baca juga: Apa itu Surat Pengakuan Utang? Ini Dasar Hukum & Contohnya
6. Salam Pembuka
Bagian surat ini memuat sapaan awal atau penghormatan kepada pihak peminjam. Contohnya, “Dengan hormat”, “Yth.”, atau “Salam Sejahtera”.
Bagian ini bisa memberikan kesan yang positif kepada pihak penerima surat, dalam hal ini debitur.
Tidak hanya itu, salam pembuka ini juga menjadi penjelas informasi bahwa surat ini memang ditujukan kepada mereka.
7. Isi Surat
Bagian ini memuat inti atau tujuan pembuatan surat, yaitu menagih utang. Isi surat bisa mencakup beberapa hal berikut.
- Rincian transaksi utang, yaitu nomor invoice, tanggal, nomor pesanan, jenis, jumlah, serta harga barang atau jasa yang diberikan.
- Batas jatuh tempo pembayaran, yakni tanggal akhir pembayaran utang sesuai kesepakatan antara pihak peminjam dan pemberi kredit, atau bisa juga sesuai aturan hukum yang berlaku.
- Sanksi atau konsekuensi, berisi ancaman atau tindakan hukum yang akan diambil oleh pemberi pinjaman apabila peminjam tidak kunjung memenuhi kewajiban utangnya, misalnya gugatan perdata, penagihan paksa, atau penyitaan aset.
- Jumlah utang, mencantumkan total uang atau nominal utang yang harus dilunasi, termasuk denda, bunga, atau biaya penagihan (apabila ada).
- Negosiasi, berupa penawaran yang diberikan kreditur ke debitur untuk melunasi utang dengan cara lebih mudah, seperti keringanan, angsuran, atau diskon.
- Cara pembayaran, berisi metode pelunasan utang yang bisa dilakukan oleh peminjam, misalnya dengan tunai, transfer bank, atau cek.
8. Salam Penutup
Bagian ini mencantumkan ucapan terima kasih, permintaan, atau harapan kepada pihak peminjam. Misalnya, “Terima kasih atas perhatiannya” atau “Mohon segera konfirmasi terkait pembayaran Anda”.
9. Tanda Tangan
Bagian ini memuat tentang jabatan, nama, serta tanda tangan pihak pemberi pinjaman atau perwakilan perusahaan yang menerbitkan surat.
10. Kontak Informasi
Pada bagian ini, pembuat surat mencantumkan alamat, email, atau nomor telepon yang bisa dihubungi untuk mengonfirmasi pelunasan atau diskusi lebih lanjut.
Baca juga: Surat Perjanjian Utang: Fungsi, Kegunaan, dan Contohnya
Contoh Surat Penagihan Utang
Surat peringatan pembayaran utang memiliki peran yang krusial, yakni sebagai pengingat resmi kepada pihak peminjam untuk segera melunasi utangnya.
Dengan demikian, masalah utang piutang bisa diselesaikan tanpa terjadi konflik. Penulisan surat peringatan pembayaran utang dapat ditujukan untuk perorangan maupun utang usaha.
Nah, untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, berikut ini adalah beberapa contoh surat penagihan utang sebagai referensi.
1. Contoh Surat Penagihan Utang Perusahaan
Di dalam bisnis, surat penagihan utang hampir serupa dengan surat tagihan invoice. Dengan mengirimkan dokumen resmi ini ke debitur, diharapkan piutang macet bisa segera diselesaikan.
Adapun contoh surat peringatan pembayaran utang perusahaan adalah sebagai berikut:

2. Contoh Surat Penagihan Utang Kepada Perorangan
Contoh surat penagihan utang selanjutnya yaitu ditujukan untuk perorangan. Surat ini tidak ada keterlibatan apapun dengan suatu lembaga atau instansi.
Jadi, tujuan penerbitannya memang untuk kepentingan pribadi. Berikut ini adalah contoh surat untuk menagih utang ke perorangan:

3. Contoh Surat Penagihan Utang dari Bank
Dokumen resmi ini dibuat oleh pihak Bank untuk menagih utang ke nasabah yang belum dibayarkan. Adapun contoh surat peringatan pembayaran utang dari Bank adalah sebagai berikut:

Itulah beberapa contoh surat penagihan utang beserta penjelasan terkait formatnya yang perlu diketahui dan diperhatikan.
Melalui informasi tersebut, kreditur tidak perlu bingung bagaimana membuatnya surat untuk menagih utang dengan baik dan jelas.
Sebagai alternatif pinjaman yang aman, kamu bisa memilih Gadai Emas di Pegadaian untuk memperoleh dana tambahan guna melunasi utang.
Syaratnya cukup menjaminkan emas batangan ataupun perhiasan (termasuk berlian) dan melengkapi dokumen lainnya yang menjadi ketentuan.
Emas yang dijadikan jaminan akan disimpan dengan aman dan diasuransikan. Proses pengajuannya bisa dilakukan dengan datang langsung ke kantor cabang Pegadaian terdekat.
Apabila pengajuan disetujui, dana pinjaman bisa diterima secara tunai ataupun transfer. Sebagai catatan, Gadai Emas tidak mengharuskan pemeriksaan skor kredit sehingga prosesnya lebih mudah.
Nantinya, kamu dapat melunasi pinjaman dengan cara dicicil sewaktu-waktu, bahkan bisa diperpanjang berkali-kali.
Untuk mengetahui perkiraan uang pinjaman, kamu bisa mencoba fitur Simulasi Gadai Emas yang disediakan oleh Pegadaian.
Mudah, aman, dan praktis, bukan? Yuk, ajukan dapatkan dana cepat untuk memenuhi berbagai kebutuhan sekarang juga dengan memanfaatkan layanan gadai di Pegadaian!
Baca juga: Surat Perjanjian Kerja Sama: Kenali Cara Membuat & Contohnya
Artikel Lainnya

Keuangan
Pasangan Muda, Inilah Lima Cara Mengatur Keuangan Keluarga!
Mengatur keuangan keluarga memang bukanlah hal sepele karena menjalani sebuah bahtera keluarga bukan berarti menghilangkan risiko masalah keuangan. Selain harus belajar mengurangi ego diri sendiri, tidak jarang, keutuhan sebuah keluarga muda harus diuji dengan masalah keuangan. Tidak peduli seberapa besar penghasilan Anda, jika tidak dikelola dengan baik, maka hasilnya akan sama saja. Itulah mengapa, pengaturan […]

Keuangan
10 Cara Menghemat Uang Belanja yang Cermat dan Praktis
Mengetahui cara menghemat uang belanja dapat membantumu mewujudkan financial freedom. Yuk, cari tahu macam-macam caranya di artikel ini!

Keuangan
Surat Perjanjian Utang: Fungsi, Kegunaan, dan Contohnya
Surat perjanjian utang adalah dokumen yang berisi kesepakatan antara pihak pemberi dan penerima pinjaman. Mari kenali fungsi, kegunaan, dan contohnya.