Daftar Contoh Usaha Mikro, Cara Memulai, & Tantangannya

Oleh Sahabat Pegadaian dalam Wirausaha

07 January 2026
Bagikan :
image detail artikel

Di era disrupsi digital, lanskap bisnis terus berubah dengan cepat dan semakin mengalami perkembangan yang signifikan seiring waktu.

Sebagai langkah awal dalam membangun kesuksesan finansial melalui bisnis, tidak sedikit wirausaha kini mulai melirik usaha mikro karena menawarkan potensi besar di masa depan.

Oleh karena itu, tidak heran jika contoh usaha mikro umumnya dapat ditemukan dengan mudah di kehidupan sehari-hari. Ingin tahu apa saja? Yuk, simak di artikel berikut.

Apa Itu Usaha Mikro?

Menurut UU No. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, usaha mikro adalah kegiatan bisnis milik perorangan maupun badan usaha yang mempunyai kekayaan bersih maksimum Rp50 juta serta hasil penjualan kurang dari Rp300 juta/tahun.

Usaha mikro juga dapat didefinisikan sebagai jenis bisnis dengan modal kecil karena berbasis rumah tangga dan dioperasikan atau dikelola secara mandiri.

Kendati demikian, usaha mikro adalah mesin penggerak utama pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal maupun nasional karena dinilai mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja.

Dengan modal relatif kecil, sektor ini dapat menyediakan lapangan pekerjaan di daerah-daerah terpencil untuk mengurangi pengangguran dan menekan arus urbanisasi.

Alhasil, kesejahteraan masyarakat meningkat. Kontribusinya terhadap PDB di Indonesia pun diketahui cukup besar, yaitu mencapai 61,07% atau setara Rp8.374,89 triliun pada 2023.

Hal ini membuktikan bahwa usaha mikro memiliki ketahanan yang tinggi di tengah krisis ekonomi global dan mampu bersaing dengan bisnis skala besar agar tetap eksis.

Daftar Contoh Usaha Mikro

Usaha mikro dikenal sebagai usaha yang paling bisa memahami apa saja kebutuhan maupun keinginan pasar karena keberadaannya sangat dekat dengan masyarakat.

Banyak pula yang mengandalkannya menjadi mata pencaharian utama karena cenderung fleksibel. Adapun beberapa contoh usaha mikro adalah sebagai berikut.

1. Bisnis Cetak Undangan

Model bisnis ini menawarkan jasa cetak berbagai macam undangan, mulai dari undangan khitan, pernikahan, pertunangan, rapat, syukuran bayi, dan lain sebagainya.

Tidak hanya cetak, biasanya pemilik usaha juga menyediakan layanan untuk desain undangan sesuai keinginan para pelanggan.

2. Bengkel

Bengkel termasuk bisnis mikro yang eksis di mana pun. Pasalnya, ada yang menjalankannya sebagai usaha rumahan atau di pinggir jalan.

Bengkel menawarkan layanan perbaikan untuk kendaraan, seperti motor maupun sepeda. Peluang usaha ini terbilang menjanjikan karena banyak dibutuhkan masyarakat.

3. Jual Ayam Potong

Jual ayam potong merupakan salah satu usaha mikro yang tergolong profitabel mengingat ayam kerap menjadi opsi utama bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan protein hewani.

Kamu bisa merintis usaha ini dengan modal, mulai dari Rp2-3 juta untuk menyewa sepetak tempat di halaman ruko, membeli perlengkapan yang dibutuhkan, dan lainnya.

Selain di ruko pasar, kamu dapat menjual ayam potong di depan rumah atau secara online. Jangan lupa lakukan promosi agar bisnis cepat berkembang.

4. Jasa Servis Elektronik

Memiliki keahlian dalam memperbaiki perangkat elektronik, seperti handphone, komputer, atau laptop? Nah, inilah saatnya memanfaatkan hal tersebut untuk membuka jasa servis.

Terlebih, kebutuhan terhadap peralatan elektronik kini pun semakin meningkat. Kamu dapat memulai usaha mikro ini dengan modal kecil dari rumah saja.

Agar bisa menjangkau lebih banyak pelanggan, maka sebaiknya tawarkan jasa servis elektronik secara offline dan online.

Baca juga: Apa Beda UKM dan UMKM? Yuk Kenali Faktor Perbedaannya!

5. Jasa Laundry

Selanjutnya, yaitu jasa laundry. Bisnis ini memungkinkan masyarakat memenuhi kebutuhan dalam hal cuci pakaian secara praktis di tengah mobilitas yang tinggi.

Target pasar jasa laundry adalah pelajar, mahasiswa, pegawai kantor, pasangan bekerja, maupun orang tua yang memiliki keterbatasan waktu untuk mencuci pakaian.

Jadi, jika kamu tinggal di area padat penduduk, seperti apartemen atau indekos yang dekat sekolah, universitas, pabrik, maupun perusahaan, maka bisa menjadi nilai tambah.

Dalam menjalankannya, kamu perlu menyiapkan modal yang cukup untuk membeli kebutuhan alat, perlengkapan, maupun promosi bisnis.

6. Warmindo

Warmindo merujuk pada warung kuliner kecil dan sederhana yang menyajikan mi instan sebagai menu utamanya dengan berbagai kreasi maupun topping tambahan.

Di samping itu, contoh usaha mikro ini pun menyediakan menu pendamping, seperti roti bakar, nasi goreng, bubur kacang hijau, hingga berbagai varian minuman.

Warmindo menawarkan keuntungan yang relatif stabil karena target pasarnya luas. Bisnis ini cocok dijalankan di lokasi yang dekat kawasan industri maupun kampus.

7. Usaha Pangkas Rambut

Punya modal di bawah Rp10 juta, tetapi bingung ingin berbisnis apa? Tenang, kamu bisa mempertimbangkan usaha pangkas rambut sebagai pilihan.

Contoh usaha mikro ini memiliki potensi profit yang stabil dan menjanjikan dalam jangka panjang karena permintaannya cenderung konstan.

Apalagi, didukung oleh gaya hidup modern yang mendorong setiap individu untuk memedulikan penampilan (grooming).

Dalam hal ini, kamu bisa memperluas layanan selain potong rambut, seperti styling, shaving, pijat kepala, dan penawaran produk perawatan rambut untuk meningkatkan penghasilan.

Cara Memulai Usaha Mikro

Secara umum, membuka suatu usaha tidak bisa dikatakan mudah atau sulit. Namun, yang pasti dibutuhkan niat, ide, sikap disiplin, dan bertanggung jawab.

Berikut ini merupakan beberapa cara memulai usaha mikro yang dapat kamu terapkan.

  • Tentukan Produk dan Layanan Usaha: Sebagai langkah awal, kamu perlu memilih satu ide usaha mikro yang memang diminati. Beberapa contoh di atas bisa menjadi bahan pertimbangan.
  • Lakukan Riset: Jangan lupa melakukan riset pasar, mulai dari target, harga jual, minat konsumen, hingga kompetitor khususnya pada jenis usaha yang dipilih.
  • Siapkan Modal: Dana menjadi fondasi penting yang harus disiapkan. Kamu dapat memperoleh modal dari berbagai sumber, salah satunya layanan pembiayaan KUR Syariah dari Pegadaian.
  • Pilih Tempat Strategis: Lokasi atau tempat yang strategis sangat penting untuk diperhatikan untuk kesuksesan usaha. Kamu dapat menyewa tempat atau memanfaatkan area kosong di rumah sesuai kebutuhan.
  • Mengurus Izin Usaha: Langkah ini termasuk krusial karena usaha mikro sendiri telah diatur dalam perundang-undangan sah yang harus dipatuhi.
  • Manfaatkan Teknologi: Untuk mendukung keberhasilan usaha, pelaku bisnis dapat memanfaatkan kecanggihan teknologi yang ada. Misalnya, menggunakan media sosial sebagai ruang untuk promosi dan membangun interaksi dengan pelanggan.
  • Memantau Performa Usaha: Selama berbisnis, kamu perlu melihat bagaimana performa usaha yang dijalankan. Amati dan analisis data untuk mengetahui apa yang perlu disesuaikan atau ditingkatkan agar penjualan semakin lancar.

Baca juga: 6 Usaha yang Menjanjikan di Masa Depan yang Menguntungkan!

Tantangan Usaha Mikro

Pada dasarnya, setiap usaha memiliki tantangan yang harus dihadapi. Adapun beberapa tantangan usaha mikro adalah sebagai berikut.

  • Terbatasnya fasilitas usaha dan media marketing yang digunakan.
  • Kurang maksimalnya promosi untuk memasarkan produk karena tidak adanya struktur jabatan secara fungsional.
  • Modal terbatas karena umumnya berasal dari dana pribadi atau pinjaman keluarga, teman, maupun kerabat sehingga perlu upaya ekstra dalam mengembangkannya.
  • Dibutuhkan usaha lebih keras untuk menjaga bisnis tetap eksis dan kompetitif di tengah ketatnya persaingan pasar.

Itulah beberapa contoh usaha mikro, cara memulai, dan tantangannya. Usaha ini bisa dikatakan sebagai tulang punggung perekonomian nasional karena sangat potensial.

Untuk mengembangkannya, maka dibutuhkan modal yang memadai. Dalam hal ini, kamu dapat mengambil inisiatif dengan mengandalkan produk KUR Syariah dari Pegadaian.

Layanan ini dijalankan berdasarkan prinsip syariah sesuai fatwa DSN-MUI, yaitu tanpa barang jaminan dan pengenaan biaya administrasi.

Permohonan transaksi dapat dilakukan langsung di kantor cabang Pegadaian terdekat. KUR Syariah menerapkan proses pencairan cepat dan mu’nah terjangkau.

Nasabah bisa membayar angsuran sesuai tanggal jatuh tempo. Yuk, dapatkan dana cepat untuk kebutuhan usaha yang halal tanpa riba sekarang melalui KUR Syariah di Pegadaian!

Baca juga: 10 Usaha Sampingan di Rumah untuk Laki-Laki, Banyak Cuannya!

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162


Copyright © 2026 Sahabat Pegadaian. All Rights Reserved