Tertarik Mulai Usaha Lapangan Futsal? Ini Rincian Modalnya!

Futsal tidak hanya digemari anak muda, tetapi juga pekerja kantoran, komunitas, hingga instansi yang rutin mengadakan pertandingan.
Hal tersebut membuat usaha lapangan futsal menjadi salah satu peluang usaha yang relevan dan memiliki pasar luas sepanjang tahun.
Apalagi, tarif sewa per jam yang relatif tinggi membuat bisnis ini berpotensi menghasilkan pendapatan stabil setiap hari.
Namun, sebelum memulai, kamu perlu memahami rincian estimasi modal hingga proyeksi keuntungannya. Simak artikel ini sampai akhir agar kamu bisa mempersiapkan usaha tersebut dengan lebih matang.
Modal Usaha Lapangan Futsal
Secara umum, kebutuhan modal terbagi menjadi tiga komponen utama, yaitu lantai lapangan, perlengkapan permainan, dan pembangunan gedung.
Penting diketahui bahwa rincian berikut hanya berupa estimasi sebagai gambaran awal. Berikut ini rincian estimasinya:
1. Biaya Lantai dan Permukaan Lapangan
Permukaan lapangan merupakan komponen utama sekaligus yang paling menyerap anggaran. Kualitas lantai akan sangat memengaruhi kenyamanan bermain, keamanan pemain, hingga daya tahan lapangan dalam jangka panjang.
Beberapa pilihan yang umum digunakan antara lain:
Lapangan Futsal Jenis Interlock
- Interlock (25 × 15 meter): Rp75.000.000
- Gawang: Rp5.000.000
- Jaring keliling: Rp22.000.000
- Biaya pemasangan: Rp4.000.000
Total estimasi: Rp106.000.000
Lapangan Futsal Jenis Sintetis
- Rumput sintetis: Rp95.000.000
- Gawang: Rp5.000.000
- Jaring keliling: Rp22.000.000
- Biaya pemasangan: Rp6.000.000
Total estimasi: Rp128.000.000
Lapangan Futsal Jenis Vinyl
- Lantai vinyl: Rp150.000.000
- Biaya pemasangan: Rp5.000.000
Total estimasi: Rp155.000.000
2. Biaya Bangunan atau Gedung
Jika kamu memilih konsep indoor, kamu perlu menyiapkan anggaran tambahan untuk konstruksi bangunan, rangka atap, pencahayaan, serta ventilasi.
Indoor (±560 m²): Sekitar Rp270.000.000 – Rp324.000.000
Outdoor: Sekitar Rp162.000.000 (tergantung luas dan struktur sederhana)
3. Biaya Tambahan Lainnya
Selain komponen utama di atas, ada biaya lain yang sering terlupakan, seperti:
- Lampu LED atau lampu sorot: Rp7.000.000 - Rp10.000.000
- Kamar mandi dan ruang ganti: Rp15.000.000 - Rp20.000.000
- Bangku penonton: Rp10.000.000 - Rp15.000.000
- Area parkir: Rp10.000.000 - Rp20.000.000
- Meja, kursi, dan komputer kasir: Rp3.000.000 - Rp5.0000.0000
- Perizinan usaha: Rp2.000.000 - Rp5.000.000
Dari perhitungan di atas, dapat disimpulkan bahwa usaha lapangan futsal membutuhkan modal awal sekitar Rp300.000.000 – Rp550.000.0000, tergantung konsep indoor atau outdoor, jenis permukaan lapangan, serta kelengkapan fasilitas.
Meskipun terlihat besar, modali ini sebanding dengan potensi pendapatan harian yang stabil dan peluang balik modal dalam waktu kurang dari satu tahun jika tingkat sewa tinggi.
Apabila dana yang kamu miliki belum mencukupi untuk menutup seluruh kebutuhan tersebut, kamu bisa mempertimbangkan solusi pembiayaan tambahan melalui Pinjaman Usaha dari Pegadaian yang sudah memiliki izin resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Cukup dengan menjadikan BPKB kendaraan sebagai agunan, kamu bisa mendapatkan manfaat pembiayaan dengan proses pengajuan praktis dan pilihan tenor fleksibel.
Dengan dukungan pendanaan efektif tersebut, rencana membuka usaha lapangan futsal dapat segera direalisasikan tanpa harus menunggu modal terkumpul sepenuhnya.
Baca juga: Mengenal Analisis Peluang Usaha, Tujuan, & Metodenya, Catat!
Faktor yang Memengaruhi Biaya Pembuatan Lapangan Futsal
Selain material dasar, terdapat beberapa aspek yang secara langsung memengaruhi total moda;. Memahami faktor ini akan membantu kamu menyesuaikan konsep bisnis dengan kemampuan budget.
1. Ukuran Lapangan Futsal
Ukuran menentukan banyaknya material dan luas bangunan. Ukuran lapangan futsal indoor memiliki standar berbeda, yaitu:
- Standar nasional: Panjang 2-42 meter dan lebar 15-25 meter.
- Standar internasional: Panjang 38-42 meter dan lebar 18-25 meter.
Semakin besar ukuran lapangan, semakin tinggi pula kebutuhan material, pencahayaan, dan biaya konstruksi.
2. Jenis Lapangan Futsal
Setiap jenis memiliki karakteristik dan harga berbeda. Pemilihan jenis lantai sebaiknya disesuaikan dengan target pasar dan anggaran.
Berikut ini beberapa jenis lapangan futsal:
- Rumput sintetis: empuk dan nyaman, tetapi butuh sepatu khusus
- Vinyl: permukaan halus dan aman, namun perlu perawatan rutin
- Taraflex: rata dan tidak licin, tetapi beberapa bagian mudah terlepas
- Parquette: kuat dan kesat, namun sensitif terhadap cuaca
3. Lokasi
Lokasi memengaruhi biaya tenaga kerja, logistik, hingga daya tarik pelanggan. Area strategis dekat sekolah, kampus, atau permukiman padat biasanya lebih menguntungkan, meski harga lahannya lebih tinggi.
4. Fasilitas
Fasilitas tambahan seperti lampu LED, tribun penonton, kamar mandi, ruang ganti, parkir, hingga kantin akan meningkatkan kenyamanan sekaligus menambah biaya awal. Namun, fasilitas yang lengkap juga berpotensi meningkatkan nilai sewa.
Baca juga: Ini 10 Faktor yang Paling Utama Pendukung Keberhasilan Usaha
Peluang Keuntungan Usaha Lapangan Futsal
Secara bisnis, usaha lapangan futsal tergolong menjanjikan karena pengelolaannya relatif sederhana dan tidak membutuhkan biaya perawatan yang terlalu besar setelah lapangan beroperasi.
Selain itu, pasar yang disasar sangat luas, mulai dari anak-anak, pelajar, komunitas, hingga pekerja kantoran yang rutin berolahraga atau mengadakan pertandingan.
Ditambah lagi, tarif sewa lapangan per jam yang cukup tinggi membuat potensi pendapatan harian lebih stabil, sehingga usaha ini berpeluang memberikan cash flow yang konsisten.
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai potensi penghasilannya, berikut simulasi sederhana perhitungan pendapatan jika lapangan disewakan secara optimal setiap hari.
Sebagai contoh, jika lapangan beroperasi dengan rincian berikut:
Pagi–siang: 7 jam × Rp100.000 = Rp700.000
Siang–malam: 8 jam × Rp120.000 = Rp960.000
Total per hari: Rp1.660.000
Total per bulan (30 hari): Rp49.800.000
Ditambah usaha pendukung seperti kantin Rp300.000/hari:
= Rp9.000.000/bulan
Total pendapatan: Rp58.800.000
Setelah dikurangi biaya operasional sekitar Rp6.250.000, keuntungan bersih bisa mencapai Rp52.550.000 per bulan. Dengan estimasi modal Rp476 juta, modal berpotensi kembali dalam waktu kurang lebih 9 bulan.
Angka tersebut menunjukkan bahwa bisnis ini memiliki prospek keuntungan yang cukup menarik.
Tips Membuka Usaha Lapangan Futsal
Sebelum memulai, ada beberapa strategi yang sebaiknya kamu siapkan agar usaha berjalan lancar, yaitu:
1. Lakukan Analisis SWOT
Sebelum memulai, lakukan analisis SWOT atau Strength, Weakness, Opportunities, Threats untuk memetakan kondisi bisnis secara menyeluruh.
Kamu perlu mengetahui keunggulan yang bisa ditawarkan, kelemahan yang harus diperbaiki, peluang pasar di sekitar lokasi, serta risiko persaingan. Dengan analisis ini, keputusan bisnis akan lebih terarah dan tidak sekadar berdasarkan perkiraan.
2. Pilih Kontraktor Berpengalaman
Kualitas konstruksi sangat memengaruhi kenyamanan bermain dan biaya perawatan jangka panjang. Lapangan yang mudah retak, licin, atau cepat rusak justru akan menambah pengeluaran perbaikan.
Oleh karena itu, gunakan kontraktor yang berpengalaman agar hasil pembangunan rapi, kuat, dan sesuai standar olahraga.
3. Sediakan Fasilitas yang Memadai
Fasilitas menjadi nilai tambah yang sering menentukan pilihan pelanggan. Ruang ganti, kamar mandi bersih, area parkir, serta pencahayaan yang baik akan membuat penyewa merasa nyaman dan ingin kembali bermain.
Semakin lengkap fasilitasnya, semakin besar peluang lapangan kamu dipilih dibanding kompetitor.
4. Tentukan Strategi Harga yang Kompetitif
Penentuan tarif sewa sebaiknya disesuaikan dengan kondisi pasar sekitar. Lakukan survei harga kompetitor agar tarif tidak terlalu mahal atau terlalu rendah.
Kamu juga bisa menerapkan perbedaan harga antara jam ramai dan jam sepi untuk memaksimalkan tingkat okupansi lapangan.
5. Tambahkan Sumber Pendapatan Pendukung
Jangan hanya mengandalkan sewa lapangan. Kamu bisa membuka kantin, menjual minuman, menyewakan sepatu atau rompi, hingga mengadakan turnamen rutin.
Sumber pendapatan tambahan ini dapat membantu meningkatkan omzet sekaligus mempercepat balik modal usaha.
Itulah pembahasan lengkap mengenai usaha lapangan futsal, mulai dari estimasi modal, faktor yang memengaruhi biaya pembangunan, standar ukuran lapangan, hingga simulasi potensi keuntungannya.
Dengan perencanaan yang matang, kamu dapat memperkirakan kebutuhan investasi sekaligus menghitung peluang balik modal secara lebih realistis sebelum memulai bisnis ini.
Meski membutuhkan dana awal ratusan juta rupiah, usaha lapangan futsal tetap layak dipertimbangkan karena permintaannya stabil dan berpotensi menghasilkan pendapatan harian yang konsisten.
Kunci utamanya adalah memastikan pembangunan berjalan tepat waktu serta fasilitas dapat segera beroperasi agar peluang pasar tidak terlewat.
Jika keterbatasan modal menjadi kendala, kamu bisa memanfaatkan Pinjaman Usaha dari Pegadaian sebagai solusi pembiayaan yang menggunakan BPKB kendaraan sebagai jaminan.
Layanan ini telah berizin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan menyediakan plafon pinjaman yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan usaha, dengan pilihan tenor serta cicilan tetap sehingga arus kas bisnis tetap terjaga.
Bagaimana? Menarik, bukan? Kunjungi kantor Pegadaian terdekat dan bawa jaminan BPKB kendaraan untuk mendapatkan pencairan dana modal usaha lapangan futsalmu!
Baca juga: 10 Cara Mendapatkan Modal Usaha & Tips Cermat Mengelolanya
Artikel Lainnya

Wirausaha
5 Usaha yang Cocok untuk Mahasiswa Tanpa Modal Besar
Menjalankan usaha untuk mahasiswa bukanlah sesuatu yang selalu membutuhkan modal yang besar. Usaha yang dijalankan tidak melulu perlu tempat untuk bernaung. Untung akan terus mengalir cukup dengan memenuhi kebutuhan orang-orang di sekitar kita.

Wirausaha
Pebisnis UMKM, Kenali Dulu Investasi Leher ke Atas yang Cocok!
Para pebisnis UMKM, sudah tahu investasi leher ke atas yang cocok dengan kita? Mau tahu apa saja rahasianya? Simak informasi berikut ini!

Wirausaha
Seberapa Pentingkah Profit? Pahami Jenis & Cara Hitungnya
Profit adalah pendapatan dari penjualan produk yang dikurangi dengan HPP dan biaya-biaya terkait keberlangsungan bisnis. Inilah jenis dan cara hitungnya!
