Visi Misi Usaha: Definisi, Cara Membuat, dan Contohnya

Oleh Sahabat Pegadaian dalam Wirausaha

07 January 2026
Bagikan :
image detail artikel

Dalam bisnis, visi misi usaha ibarat kompas internal. Bukan sekadar pernyataan tertulis formalitas, elemen fundamental ini menjadi inti strategi bisnis yang solid.

Visi misi yang kuat dalam suatu usaha berperan vital sebagai tujuan dasar, acuan perusahaan, pembeda utama di pasar, hingga pedoman kerja karyawan.

Inilah mengapa penting sekali menyusun visi misi ketika hendak memulai usaha. Untuk memahami lebih lanjut, simak pembahasannya di artikel berikut.

Apa Itu Visi Misi Usaha?

Visi misi usaha adalah pedoman bisnis dalam mencapai tujuan. Dengan adanya visi dan misi, suatu usaha memiliki fokus dan tujuan sejak awal.

Visi sendiri merupakan pernyataan berupa pandangan aspiratif tentang apa yang ingin diraih (cita-cita, arah, atau tujuan) dari suatu bisnis.

Sementara itu, misi adalah wujud tindakan yang harus diambil atau dilakukan untuk mencapai visi tersebut. Jadi, keduanya saling berkaitan serta mendukung satu sama lain.

Suatu visi harus mencerminkan nilai inti perusahaan, ambisius, dan bisa memberikan arah strategis secara jelas. Di sisi lain, misi yang baik harus realistis, spesifik, dan terukur.

Jika visi misi bisnis terdefinisi dengan baik, maka dapat menguatkan citra merek dan meningkatkan kepercayaan investor pada perusahaan.

Cara Membuat Visi Misi Usaha

Visi dan misi suatu usaha harus direncanakan sedari awal. Umumnya, cara membuat visi misi usaha tidak sesulit yang dibayangkan.

Adapun hal-hal yang bisa diterapkan saat hendak menyusun pernyataan visi dan misi adalah sebagai berikut.

1. Tentukan Tujuan dan Nilai Perusahaan

Tujuan menjadi satu hal krusial yang harus dipikirkan terlebih dahulu. Maka dari itu, tetapkan tujuan pendirian bisnis, langkah mencapai, dan potensi keuntungan yang nanti dihasilkan.

Lalu, tentukan nilai yang merefleksikan citra, prinsip, dan keunikan dari merek. Misalnya, kamu merintis usaha skincare, maka nilai merek bisa difokuskan pada spesifikasi untuk kulit sensitif atau penggunaan bahan yang alami dan environmental sustainability.

2. Jelaskan Produk dan Jasa

Visi misi umumnya harus mencerminkan produk dan jasa serta dapat menjelaskan bagaimana bisnis bisa memberikan manfaat bagi konsumennya.

Sebagai contoh, kamu menjalankan usaha kebun hidroponik, maka terangkan bahwa bisnis tersebut berfokus pada penyediaan produk segar dan berkualitas tinggi tanpa bahan kimia.

3. Orientasikan Pada Masa Depan

Cara membuat visi misi lainnya, yaitu orientasikan pada masa depan karena pendirian suatu bisnis tentunya tidak untuk jangka waktu yang pendek.

Oleh karena itu, pikirkan bagaimana visi misi dapat terus berjalan dan menjadi acuan untuk penggambaran bisnis seiring waktu di masa mendatang.

Baca juga: Branding: Pengertian, Jenis, Manfaat, dan Cara Membangunnya

4. Libatkan Pemangku Kepentingan

Dalam proses pembuatan visi dan misi usaha, sebaiknya libatkanlah para pemangku kepentingan (stakeholder) utama.

Tujuannya adalah untuk memastikan representasi yang luas dari nilai dan perspektif perusahaan. Adapun pihak yang dimaksud, seperti:

  • Pemilik usaha.
  • Pemegang saham.
  • Manajemen tingkat atas.
  • Karyawan.
  • Mitra bisnis.
  • Pelanggan.

5. Susun Pernyataan

Selanjutnya, rangkai seluruh elemen yang sudah disusun menjadi satu pernyataan sederhana, tidak bertele-tele, mudah dipahami, dan menarik.

Selain itu, pastikan visi dan misi usaha tidak menggunakan kata-kata yang ambigu guna menghindari kesalahpahaman maupun kebingungan di kemudian hari.

6. Uji dan Validasi

Setelah visi dan misi usaha sudah dirumuskan, lakukan pengujian dengan cara membagikannya ke berbagai pihak terkait untuk memperoleh umpan balik.

Di samping itu, komunikasikan di seluruh organisasi secara luas agar setiap pihak bisa memahami visi dan misi bisnis dengan baik.

Ketika visi dan misi bisnis dapat diterima serta menginspirasi, mulai implementasikan ke setiap aspek aktivitas operasional maupun strategi pemasaran.

7. Evaluasi dan Penyesuaian

Visi misi bisnis bersifat dinamis sehingga perlu dievaluasi berkala. Ini untuk memastikan visi misi tersebut masih relevan dengan internal perusahaan dan perkembangan pasar. Jika diperlukan, lakukan penyesuaian supaya tetap mencerminkan arah strategis perusahaan.

Baca juga: Brand Awareness: Definisi, Contoh, Hingga Cara Meningkatkan

Contoh Visi Misi Usaha Kecil

Secara umum, ada banyak contoh visi dan misi usaha yang bisa ditemukan, baik berskala kecil maupun besar. Berikut ini adalah beberapa contoh visi misi usaha kecil.

1. Makanan dan Katering

Apabila bisnis bergerak di bidang F&B, maka contoh visi misi usaha makanan yang bisa dijadikan sebagai referensi, yaitu:

Visi: Menjadi penyedia yang dapat memenuhi kebutuhan makanan sehat, bersih, dan halal.

Misi:

  • Menyediakan menu makanan yang bergizi, higienis, dan berkualitas untuk berbagai kalangan.
  • Memberikan pelayanan terbaik dengan harga kompetitif.
  • Berkomitmen menggunakan bahan berkualitas, aman, serta halal.
  • Memastikan pengantaran pesanan tepat waktu sesuai permintaan konsumen.

2. Bisnis Kopi

Berikutnya, contoh visi misi usaha kecil, seperti kedai kopi adalah sebagai berikut.

Visi: Menjadi kedai kopi kekinian, terkemuka, dan brand lifestyle yang menghadirkan cita rasa kopi autentik di Indonesia.

Misi:

  • Menyediakan kopi berkualitas tinggi langsung dari petani lokal sehingga membantu meningkatkan kesejahteraan hidup mereka.
  • Menyediakan tempat nyaman untuk mengobrol, mengerjakan tugas, atau rapat.
  • Mengedukasi pelanggan tentang ragam jenis kopi.

3. Toko Retail

Saat berencana merintis toko retail, contoh visi misi yang cocok dibuat adalah sebagai berikut.

Visi: Menjadi pilihan utama dalam menyediakan kebutuhan harian yang lengkap dengan pengalaman belanja terbaik.

Misi:

  • Menyediakan beragam produk berkualitas unggul dengan harga grosir.
  • Menyembangkan sistem belaja offline dan online yang terintegrasi.
  • Mengoptimalkan pelayanan konsumen yang lebih ramah, efisien, dan efektif.

Itulah penjelasan mengenai apa itu visi misi usaha, cara membuat, hingga contohnya. Visi dan misi yang berkelanjutan memungkinkan bisnis fokus pada kesuksesan jangka panjang.

Demi memastikan visi misi suatu usaha tercapai, maka dibutuhkan akselerasi dan dukungan finansial. Dalam hal ini, jangan ragu untuk mengandalkan Pinjaman Usaha dari Pegadaian.

Layanan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan dana usaha dengan jaminan BPKB kendaraan. Sistem angsuran yang diterapkan bersifat tetap per bulan.

Proses pengajuan transaksi ke kantor cabang Pegadaian terdekat pun mudah. Uang pinjaman bisa diterima setelah tahap verifikasi, survei, dan persetujuan kredit selesai.

Selanjutnya, akan dilakukan kegiatan pendampingan terhadap nasabah selama masa kredit berlangsung. Menarik sekali, bukan?

Jadi, yuk dapatkan modal tambahan untuk kebutuhan pembiayaan usaha melalui produk Pinjaman Usaha di Pegadaian sekarang!

Baca juga: UMKM: Pengertian, Karakteristik, Ciri-Ciri, & Cara Daftarnya

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162


Copyright © 2026 Sahabat Pegadaian. All Rights Reserved