Berapa Gram Emas Kena Pajak? Ini Aturan yang Perlu Kamu Tahu

Investasi emas sering dianggap simpel dan mudah dilakukan. Tapi saat mulai membelinya, kamu mungkin akan kepikiran soal pajak. Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah, berapa gram emas kena pajak?
Supaya tidak bingung, kamu perlu mengetahui bahwa pajak emas di Indonesia tidak ditentukan dari jumlah gram saja. Ada beberapa faktor lain yang ikut menentukan, mulai dari jenis emas hingga jenis transaksinya.
Jadi, mari simak artikel ini untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai peraturan dan tarif pajak emas batangan maupun perhiasaan serta contoh perhitungannya.
Apakah Ada Batas Berapa Gram Emas Kena Pajak?
Jawabannya cukup jelas, tidak ada batasan minimal gram emas untuk dikenakan pajak karena pajak emas ditentukan dari nilai transaksi (harga jual) dan jenis transaksinya.
Artinya, baik kamu membeli 1 gram maupun 100 gram emas, aturan pajaknya tetap sama, yang membedakannya adalah:
- Jenis emas, apakah batangan atau perhiasan.
- Siapa yang membeli, konsumen akhir atau pelaku usaha.
- Tujuan transaksi, untuk investasi atau kegiatan bisnis.
Sebagai contoh, pembelian emas batangan untuk investasi umumnya tidak dikenakan PPh Pasal 22, berapa pun jumlah gramnya. Sebaliknya, pajak bisa muncul pada transaksi antar pelaku usaha, bukan karena jumlah emasnya besar.
Dasar Pengenaan Pajak (DPP) Emas
Dalam transaksi emas, pajak dihitung berdasarkan Dasar Pengenaan Pajak (DPP), yaitu nilai yang menjadi acuan untuk menentukan besarnya pajak yang harus dibayarkan.
Penentuan DPP ini tergantung pada jenis transaksi, apakah berupa barang atau jasa. Ini penjelasannya:
1. Penyerahan Barang (Emas Batangan atau Perhiasan)
Jika transaksi berupa penyerahan barang fisik, seperti emas batangan atau perhiasan, DPP ditentukan dari harga jual emas tersebut. Artinya, seluruh nilai transaksi menjadi dasar perhitungan pajak.
2. Penyerahan Jasa Terkait Emas
Berbeda dengan penjualan barang, jika transaksi yang dilakukan berupa jasa, seperti jasa pembuatan atau perbaikan perhiasaan, DPP akan dihitung dari nilai penggantian atau biaya jasa. Jadi, yang menjadi dasar pajak adalah biaya layanan, bukan harga emasnya.
3. Ketentuan dalam Aturan Terbaru
Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 48 Tahun 2023, pabrikan dan pedagang emas wajib memungut PPh Pasal 22 sebesar 0,25% dari harga jual.
Namun, pajak ini tidak berlaku untuk konsumen akhir, termasuk pembelian untuk investasi atau penggunaan pribadi.
PPh Pasal 22 lebih banyak diterapkan pada transaksi antar pelaku usaha. Bagi pembeli yang dipungut, pajak ini tidak bersifat final.
Artinya, jumlah pajak yang sudah dipungut bisa digunakan sebagai kredit pajak dan dikurangkan saat menghitung total kewajiban pajak dalam SPT Tahunan.
Baca juga: Pajak Emas 0,25% Berlaku untuk Siapa? Begini Regulasinya
Tarif Pajak Emas dan Mekanisme Pemungutannya
Setelah memahami dasar pengenaan pajak sekaligus jawaban dari berapa gram emas kena pajak, penting juga untuk tahu berapa tarif yang berlaku serta bagaimana pajak tersebut dipungut dalam transaksi emas.
Tarif ini berbeda tergantung jenis emas dan pihak yang terlibat dalam transaksi. Berikut ini mekanismenya:
1. Tarif PPN Emas Perhiasan
PPN emas perhiasan dikenakan dengan tarif khusus yang lebih ringan dari tarif umum, tergantung kepada siapa emas tersebut dijual dan kelengkapan dokumennya.
Pabrikan emas perhiasan memungut PPN sebesar 1,1% dari harga jual untuk penjualan ke sesama pabrikan atau pedagang dan 1,65% jika dijual ke konsumen akhir.
Di sisi lain, pedagang emas perhiasan dapat mengenakan tarif 1,1% jika memiliki dokumen pajak lengkap dan 1,65% jika tidak tersedia. Khusus untuk penjualan kepada pabrikan, tarif PPN bisa menjadi 0%.
2. Tarif PPh Pasal 22 Emas Perhiasan
Selain PPN, transaksi emas perhiasan juga dapat dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 0,25% dari harga jual. Pajak ini dipungut oleh pabrikan atau pedagang emas saat melakukan penjualan.
Namun, pajak ini tidak berlaku untuk konsumen akhir, wajib pajak UMKM dengan PPh final, atau yang memiliki surat keterangan bebas (SKB).
Penting dipahami, PPh Pasal 22 ini bukan pajak yang langsung selesai. Pajak yang sudah dipungut dapat diperhitungkan sebagai pembayaran pajak dalam tahun berjalan, sehingga nantinya bisa mengurangi total kewajiban pajak saat pelaporan tahunan.
3. Tarif PPN Emas Batangan
Berbeda dengan perhiasan, emas batangan memiliki perlakuan pajak yang lebih ringan. Dalam kondisi tertentu, emas batangan tidak dikenakan PPN, terutama jika digunakan untuk kepentingan cadangan devisa negara.
Selain itu, PPN juga tidak dipungut jika emas batangan memenuhi kriteria tertentu sesuai peraturan yang berlaku, seperti standar kemurnian dan sertifikasi. Inilah salah satu alasan emas batangan sering dipilih sebagai instrumen investasi.
4. Tarif PPh Pasal 22 Emas Batangan
Untuk transaksi emas batangan, pengusaha yang menjual emas tetap memiliki kewajiban memungut PPh Pasal 22 sebesar 0,25% dari harga jual.
Namun, sama seperti emas perhiasan, ada beberapa kondisi yang membuat pajak ini tidak dipungut. Misalnya, jika pembeli adalah konsumen akhir, pelaku UMKM dengan skema pajak final, atau pihak yang memiliki surat keterangan bebas pajak.
Selain itu, transaksi dengan Bank Indonesia dan penjualan melalui pasar fisik emas digital tertentu juga termasuk yang dikecualikan.
Baca juga: Beli Emas di Pegadaian, Ini Cara & Penjelasan Pajaknya
Contoh Cara Menghitung Pajak Emas
Supaya lebih mudah dipahami, berikut beberapa contoh perhitungan pajak emas berdasarkan jenis transaksi yang berbeda.
1. Perhitungan PPN Emas Perhiasan
Misalnya, sebuah toko emas menjual perhiasan kepada konsumen akhir dengan harga Rp50.000.000. Karena termasuk penjualan ke konsumen akhir, transaksi ini dikenakan PPN sebesar 1,65% dari harga jual. Maka perhitungannya adalah:
Harga perhiasan: Rp50.000.000.
Tarif PPN: 1,65%.
PPN = 1,65% × Rp50.000.000 = Rp825.000.
Total yang dibayar:
Rp50.000.000 + Rp825.000 = Rp50.825.000
2. Perhitungan PPh Pasal 22 Emas Batangan
Misalnya, sebuah pabrikan emas menjual emas batangan kepada pedagang dengan nilai transaksi Rp150.000.000. Karena transaksi ini terjadi antar pelaku usaha, maka dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 0,25% dari harga jual.
DPP dalam kasus ini tetap mengacu pada harga jual, yaitu Rp150.000.000, dengan perhitungan sebagai berikut:
Harga emas batangan: Rp150.000.000.
Tarif PPh 22: 0,25%.
PPh 22 = 0,25% × Rp150.000.000 = Rp375.000.
Total yang dibayar:
Rp150.000.000 + Rp375.000 = Rp150.375.000.
Itulah penjelasan lengkap mengenai berapa gram emas kena pajak beserta aturan, tarif, dan cara menghitungnya. Dengan memahami hal ini, kamu bisa lebih tenang saat membeli atau berinvestasi emas karena sudah tahu potensi biaya yang muncul.
Kalau ingin mulai investasi emas secara bertahap, kamu bisa memanfaatkan layanan Tabungan Emas di Pegadaian.
Layanan ini memungkinkan kamu menabung emas mulai dari Rp10 ribuan di aplikasi Tring! by Pegadaian atau langsung ke kantor cabang Pegadaian terdekat, karena Pegadaian Selalu Hadir Melayani Sepenuh Hati.
Saldo emas yang terkumpul nantinya bisa dijual kembali, digadaikan, atau bahkan dicetak fisik sesuai kebutuhan. Selain itu, kamu juga bisa memantau saldonya kapan saja melalui Tring! by Pegadaian.
Jika ingin mencoba menghitung estimasi tabungan emas sesuai kemampuan finansialmu, kamu juga bisa menggunakan fitur Simulasi Tabungan Emas di website resmi Pegadaian.
Dengan begitu, aktivitas investasi emas pun bisa berjalan lebih terencana dan menguntungkan di masa depan.
Baca juga: Inilah 6 Tips Membeli Emas Perhiasan untuk Investasi
Artikel Lainnya

Emas
Begini Cara Investasi Emas Syariah di Pegadaian, Simak!
Investasi emas syariah dapat dilakukan di Pegadaian melalui Cicil Emas. Yuk, ketahui cara investasi emas di Pegadaian secara syariah dalam artikel ini!

Emas
Apa Itu Trading Emas? Ini Kelebihan, Risiko, & Caranya
Trading emas di Pegadaian melibatkan aktivitas jual beli emas fisik yang bisa dilakukan secara online. Ketahui informasi lengkapnya di artikel ini!

Emas
Ingin Mencoba 5 Makanan Bertabur Emas Ini?
Siapa yang tak suka emas? Selain dipakai sebagai perhiasan, logam mulia yang satu ini juga belakangan mulai dilirik orang sebagai alat investasi. Di Indonesia, emas sering dilibatkan dalam berbagai acara sakral, salah satunya pernikahan. Biasanya emas dipakai sebagai seserahan utama mempelai pria kepada wanita. Harga yang kian hari kian naik ternyata tak juga membuat emas […]
