Begini Contoh Neraca Keuangan, Komponen, Hingga Jenisnya

Oleh Sahabat Pegadaian dalam Keuangan

11 January 2026
Bagikan :
image detail artikel

Dalam praktik akuntansi, neraca keuangan menjadi laporan yang dinilai rumit dan kompleks. Di saat yang sama, laporan ini wajib dipahami terutama oleh setiap pemilik bisnis.

Lebih dari sekadar angka, memahami neraca keuangan berguna untuk melihat cerita di balik posisi finansial perusahaan pada suatu titik waktu tertentu.

Lantas, bagaimana contoh neraca keuangan? Isi neraca keuangan apa saja? Untuk menjawab pertanyaan ini, mari simak penjelasannya di artikel berikut.

Definisi Neraca Keuangan

Sebelum mengetahui bagaimana contoh neraca keuangan, kamu perlu mempelajari informasi dasar mengenai laporan keuangan tersebut.

Neraca keuangan adalah bagian dari laporan keuangan yang berisi tentang aktiva, kewajiban pembayaran, serta ekuitas perusahaan/organisasi dalam waktu tertentu.

Laporan keuangan fundamental ini perlu dimiliki oleh setiap organisasi atau perusahaan untuk memonitor dan mengelola finansial dengan baik.

Biasanya, neraca keuangan pada organisasi atau perusahaan besar akan disajikan dalam bentuk lebih kompleks daripada yang skalanya kecil karena memuat banyak informasi.

Di dalam neraca keuangan, kalkulasi nominal antara aset dengan akumulasi kewajiban dan modal perusahaan wajib sama. Jumlah modal harus lebih besar daripada kewajiban.

Ini menandakan bahwa kondisi finansial perusahaan sehat. Sebaliknya, jika kewajiban (utang) yang harus dibayarkan lebih banyak dari modal, berarti finansial sedang tidak sehat.

Itulah mengapa neraca keuangan dikatakan dapat memberikan gambaran yang komprehensif mengenai stabilitas dan kesehatan finansial perusahaan.

Melalui neraca keuangan (balance sheet), para pemangku kepentingan bisa menganalisis likuiditas dan profitabilitas serta memprediksi aliran dana atau kas di masa mendatang.

Alhasil, setiap keputusan dapat diambil secara lebih bijaksana dengan mempertimbangkan tujuan finansial dan operasional yang berkelanjutan.

Komponen Utama Neraca Keuangan

Laporan neraca keuangan merefleksikan hubungan antarkomponen utamanya. Lantas, isi neraca keuangan apa saja? Nah, berikut ini adalah isi/komponen utama neraca keuangan.

1. Aktiva (Aset)

Komponen ini terbagi menjadi dua, yaitu aktiva lancar dan tidak lancar. Aktiva lancar (current assets) merupakan aset yang mudah dialihkan bentuknya. Contohnya, antara lain:

  • Biaya down payment (uang muka).
  • Uang kas.
  • Piutang usaha
  • Stok atau persediaan.
  • Surat berharga.
  • Investasi jangka pendek.
  • Beban dibayar di muka, dan lain-lain.

Sebaliknya, aktiva tidak lancar (non-current assets) adalah aset yang sulit dicairkan. Contoh aktiva tidak lancar, meliputi gedung, hak cipta, paten, tanah, mesin, merek, dan goodwill.

2. Kewajiban (Liabilitas)

Kewajiban mengacu pada utang perusahaan kepada pihak lain yang harus dibayar di masa depan. Kewajiban (liabilitas) terdiri atas dua kategori utama, yaitu:

  • Kewajiban Lancar (Current Liabilities): Utang dengan periode tagihan di bawah satu tahun, seperti pinjaman usaha, biaya perawatan mesin rutin, gaji karyawan, biaya listrik, dan pajak.
  • Kewajiban Tidak Lancar (Non-Current Liabilities): Utang yang tagihan pembayarannya setelah satu tahun ke atas, misalnya dana pensiun, pinjaman jangka panjang, utang obligasi, dan lain sebagainya.

3. Ekuitas (Equity)

Ekuitas disebut juga modal, yaitu sejumlah kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan. Sumbernya berasal dari pemilik maupun investor.

Ekuitas pun dapat dipahami sebagai klaim pemilik terhadap aktiva perusahaan setelah seluruh kewajiban telah dilunasi.

Komponen ini mencerminkan nilai residu perusahaan yang dimiliki oleh pemilik perusahaan atau shareholder. Ekuitas dibagi menjadi dua, di antaranya:

  • Saham Disetor: Jumlah kas yang diserahkan oleh shareholder kepada perusahaan untuk berbagai kebutuhan, seperti belanja modal kerja atau membeli aset di neraca keuangan.
  • Laba Ditahan: Laba perusahaan yang tidak dibagikan ke shareholder sebagai dividen. Namun, keuntungan akan dialokasikan kembali ke perusahaan.

Baca juga: Contoh Laporan Keuangan Sederhana: Fungsi dan Cara Buatnya

Jenis Neraca Keuangan

Secara umum, terdapat tiga jenis neraca keuangan berdasarkan format penyajiannya, yaitu neraca skontro, neraca staffel, dan neraca saldo. Berikut ini adalah penjelasannya.

1. Neraca Skontro

Salah satu dari tiga jenis neraca keuangan ini menyajikan informasi dengan bentuk memanjang ke samping. Akun aktiva, kewajiban, dan ekuitas dipisahkan menjadi dua lajur.

Lajur pertama di paling kiri diikuti oleh nominal. Lalu, akun kewajiban dan ekuitas beserta nominalnya berada di lajur yang kedua.

Bentuk neraca skontro cenderung ringkas sehingga cocok digunakan untuk usaha dengan jumlah akun yang sedikit, seperti UKM (Usaha Kecil Menengah).

Adapun contoh neraca keuangan dalam bentuk skontro adalah sebagai berikut.

gambar

2. Neraca Staffel

Neraca staffel disajikan dalam bentuk memanjang ke bawah dengan meletakkan informasi akun di bagian kiri. Sedangkan, nominalnya ada di sebelah kanan tabel.

Susunan penulisannya, yaitu aktiva, kewajiban, dan ekuitas secara berurutan ke bawah. Jenis neraca keuangan ini biasanya diterapkan oleh perusahaan berskala besar.

Adapun contoh penyajian laporan neraca keuangan berformat staffel adalah sebagai berikut.

gambar

3. Neraca Saldo

Jenis neraca keuangan ini merupakan kumpulan daftar saldo akun di buku besar yang disusun di akhir periode secara sistematis.

Laporan neraca saldo (trial balance) berguna untuk memastikan keseimbangan total debit dan kredit di buku besar. Berikut ini merupakan contoh neraca saldo sederhana.

gambar

Baca juga: Contoh Laporan Rencana Anggaran Biaya dan Cara Membuatnya

Cara Menyusun Neraca Keuangan

Pada dasarnya, cara menyusun neraca keuangan dapat dilakukan secara manual. Adapun tahapan yang perlu diterapkan, yaitu:

  • Kumpulkan seluruh data keuangan yang dibutuhkan terlebih dahulu, termasuk buku besar, laporan laba rugi, catatan transaksi, dan dokumentasi relevan lainnya.
  • Tentukan tanggal dan periode pelaporan, biasanya dilakukan setiap triwulan.
  • Identifikasi dan susun daftar aset, baik lancar dan tidak lancar.
  • Susun daftar kewajiban lancar dan tidak lancar.
  • Hitung ekuitas pemilik dan buat format neraca standar.
  • Pastikan total aset sama dengan jumlah kewajiban dan ekuitas. Periksa ulang jika perlu agar tidak ada kesalahan atau data yang terlewat.
  • Setelah neraca keuangan selesai disusun dan diverifikasi, laporkan atau publikasikan ke pihak berkepentingan di perusahaan, seperti stakeholder, shareholder, manajemen, maupun pihak eksternal lainnya.

Demikian pemaparan informasi mengenai definisi, komponen utama, cara menyusun, jenis, beserta contoh neraca keuangan.

Dalam hal ini, bisa dipahami bahwa neraca keuangan adalah cerminan kesehatan finansial dari suatu bisnis atau perusahaan.

Neraca keuangan yang sehat dan solid merupakan hasil dari perencanaan matang sekaligus efisiensi dalam manajemen sumber daya.

Mempelajari laporan keuangan ini secara menyeluruh dapat memberdayakan pemilik usaha untuk mengambil keputusan pendanaan yang cerdas.

Pasalnya, tantangan likuiditas bisa muncul kapan saja. Jika memang sedang memerlukan dana cepat, Pinjaman Usaha dari Pegadaian termasuk solusi yang dapat dipertimbangkan.

Produk ini cocok untuk pembiayaan usaha individu dan badan usaha. Cukup ajukan transaksinya di kantor cabang Pegadaian terdekat dengan jaminan BPKB kendaraan.

Dana pinjaman nantinya bisa diterima nasabah setelah tahap verifikasi, survei, dan persetujuan kredit selesai dilakukan oleh petugas Pegadaian.

Selanjutnya, akan dilakukan kegiatan pendampingan selama masa kredit terhadap nasabah. Pinjaman Usaha menawarkan angsuran bersifat tetap per bulan.

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, atasi masalah finansial melalui layanan Pinjaman Usaha di Pegadaian sekarang!

Baca juga: Contoh Laporan Keuangan Akuntansi Berdasarkan Jenis-Jenisnya

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162


Copyright © 2026 Sahabat Pegadaian. All Rights Reserved