Inklusi Keuangan: Tujuan, Elemen, Manfaat, dan Contohnya

Di tengah meningkatnya kebutuhan finansial, masih banyak masyarakat yang kesulitan mengakses layanan keuangan formal, termasuk untuk menabung, memperoleh pembiayaan, hingga memulai investasi.
Kondisi ini membuat pengelolaan keuangan menjadi tidak optimal dan berisiko. Oleh karena itu, inklusi keuangan adalah konsep penting yang hadir untuk menjembatani kesenjangan tersebut.
Hal ini bertujuan agar setiap lapisan masyarakat memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses layanan keuangan secara aman dan terjangkau.
Dengan inklusi keuangan yang baik, peluang masyarakat untuk memanfaatkan produk keuangan dan investasi pun semakin terbuka. Untuk memahami lebih jauh mengenai peran dan manfaatnya, simak pembahasan artikel ini sampai akhir.
Apa Itu Inklusi Keuangan?
Inklusi keuangan adalah kondisi ketika masyarakat memiliki akses yang memadai terhadap lembaga, produk, dan layanan jasa keuangan formal yang sesuai dengan kebutuhan serta kemampuan finansialnya.
Akses tersebut mencakup kemudahan dalam menggunakan berbagai layanan keuangan, seperti tabungan, pembiayaan, asuransi, hingga investasi, dengan biaya yang terjangkau dan kualitas layanan yang baik.
Konsep ini tidak hanya berfokus pada ketersediaan layanan keuangan, tetapi juga memastikan bahwa masyarakat dapat memanfaatkannya secara efektif dan aman.
Dengan demikian, inklusi keuangan berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat sistem keuangan secara menyeluruh.
Tujuan Inklusi Keuangan
Sebagai bagian dari upaya pembangunan ekonomi, inklusi keuangan memiliki tujuan yang dirancang untuk menjawab berbagai tantangan akses keuangan di masyarakat. Berikut beberapa tujuan utama inklusi keuangan:
1. Memperluas Akses Layanan Keuangan Formal
Inklusi keuangan bertujuan agar seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok berpenghasilan rendah, dapat mengakses layanan keuangan formal seperti tabungan, pembiayaan, dan investasi tanpa hambatan yang berarti.
2. Mendorong Efisiensi dan Stabilitas Sistem Keuangan
Dengan semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam sistem keuangan formal, transaksi menjadi lebih efisien dan transparan. Hal ini berkontribusi terhadap stabilitas sistem keuangan nasional.
3. Mengurangi Kesenjangan Ekonomi
Akses keuangan yang merata membantu masyarakat mengelola keuangan dengan lebih baik, sehingga berpotensi mengurangi ketimpangan ekonomi dan meningkatkan pemerataan kesejahteraan.
4. Menekan Praktik Keuangan Tidak Bertanggung Jawab
Inklusi keuangan mendorong masyarakat menggunakan layanan resmi yang diawasi regulator, sehingga dapat mengurangi risiko penipuan, investasi ilegal, dan praktik shadow banking.
5. Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
Melalui akses keuangan yang lebih luas, masyarakat dapat meningkatkan produktivitas, membuka peluang usaha, dan berpartisipasi dalam aktivitas ekonomi yang berkelanjutan.
Baca juga: Tring! by Pegadaian: Kenali Fitur Layanan & Keuntungannya
Elemen Inklusi Keuangan
Agar inklusi keuangan dapat berjalan secara optimal, terdapat beberapa elemen utama yang saling berkaitan. Elemen-elemen di bawah ini menjadi fondasi dalam menciptakan sistem keuangan yang inklusif:
1. Akses
Kemudahan bagi masyarakat untuk menjangkau layanan keuangan formal, baik secara fisik maupun digital, seperti membuka rekening atau menggunakan layanan keuangan berbasis aplikasi.
2. Ketersediaan dan Variasi Produk
Tersedianya beragam produk keuangan, mulai dari transaksi, tabungan, kredit, asuransi, hingga investasi, yang relevan dengan kebutuhan berbagai kelompok masyarakat.
3. Keterjangkauan
Biaya layanan keuangan harus disesuaikan dengan kemampuan finansial pengguna agar tidak menjadi penghalang dalam pemanfaatannya.
4. Penggunaan yang Bertanggung Jawab
Masyarakat didorong untuk menggunakan produk keuangan secara bijak dan berkelanjutan, yang didukung oleh pemahaman dan literasi keuangan yang memadai.
5. Kualitas dan Keamanan Layanan
Layanan keuangan harus aman, transparan, dan dapat diandalkan, dengan perlindungan konsumen yang kuat untuk membangun kepercayaan masyarakat.
Perbedaan Inklusi dan Literasi Keuangan
Meskipun saling berkaitan, inklusi keuangan dan literasi keuangan memiliki fokus yang berbeda. Inklusi keuangan menitikberatkan pada ketersediaan dan kemudahan akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.
Artinya, setiap orang memiliki kesempatan untuk menggunakan produk keuangan seperti tabungan, pembiayaan, atau layanan digital.
Sementara itu, literasi keuangan berkaitan dengan tingkat pengetahuan dan pemahaman seseorang dalam mengelola keuangan.
Literasi keuangan membantu masyarakat memahami cara menyusun anggaran, menabung, berinvestasi, serta mengambil keputusan finansial secara bijak.
Dengan kata lain, inklusi menyediakan akses, sedangkan literasi memastikan akses tersebut dimanfaatkan dengan tepat.
Baca juga: Inilah Cara Tring! by Pegadaian Jaga Keamanan Saldo dan Data Penggunanya
Contoh Inklusi Keuangan
Contoh inklusi keuangan dapat dilihat dari peran Pegadaian dalam memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat Indonesia.
Sejak berdiri pada tahun 1901, Pegadaian secara konsisten berkontribusi dalam mendukung inklusi keuangan melalui berbagai layanan, seperti investasi emas, gadai, hingga pembiayaan, yang dirancang untuk membantu memenuhi kebutuhan finansial masyarakat dari berbagai latar belakang.
Selain menyediakan layanan secara langsung, Pegadaian juga menghadirkan inovasi digital melalui aplikasi Tring! by Pegadaian.
Aplikasi ini memudahkan masyarakat untuk mengakses layanan keuangan dalam satu platform terintegrasi, baik konvensional maupun syariah.
Dengan konsep “1 User ID, Semua Kebutuhan”, pengguna dapat melakukan registrasi satu kali untuk mengakses berbagai layanan.
Melalui Tring! by Pegadaian, kamu dapat memanfaatkan layanan investasi emas seperti Tabungan Emas, Cicil Emas, dan Deposito Emas, memantau harga emas terbaru, hingga melakukan transaksi jual beli emas.
Selain itu, tersedia pula layanan gadai dan pembiayaan yang dapat diakses secara digital sehingga lebih praktis dan efisien.
Keunggulan aplikasi ini terletak pada kemudahan akses, keamanan data dan aset emas yang terjamin secara fisik, variasi fitur layanan, serta pilihan metode pembayaran yang fleksibel.
Seluruh layanan dalam Tring! by Pegadaian juga telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga segala transaksi dijalankan berdasarkan regulasi resmi.
Kehadiran aplikasi ini menjadi contoh nyata bagaimana teknologi finansial dapat mendorong inklusi keuangan di Indonesia.
Demikian pembahasan tentang inklusi keuangan adalah konsep penting yang berperan dalam memperluas akses layanan keuangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat sistem keuangan nasional.
Dengan inklusi keuangan yang baik, masyarakat memiliki peluang lebih besar untuk mengelola keuangan secara sehat, termasuk memanfaatkan instrumen investasi emas sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang.
Dalam konteks tersebut, Pegadaian sebagai Lembaga Jasa Keuangan (LJK) berperan dalam menghadirkan layanan keuangan yang semakin mudah diakses dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Dukungan terhadap inklusi keuangan ini juga diperkuat melalui pemanfaatan teknologi digital yang memudahkan akses layanan keuangan secara cepat dan terintegrasi.
Bagi kamu yang ingin mengelola keuangan dengan lebih praktis sekaligus memulai investasi emas secara aman dan terencana, kini saatnya memanfaatkan kemudahan layanan digital dari Pegadaian.
Unduh aplikasi Tring! by Pegadaian sekarang dan rasakan langsung kemudahan mengakses berbagai layanan keuangan dalam satu genggaman untuk mendukung perencanaan keuangan jangka panjangmu!
Baca juga: Cara Daftar Akun Tring! by Pegadaian untuk Nabung & Cicil Emas
Artikel Lainnya

Keuangan
Remitansi: Pengertian, Jenis, Manfaat, dan Caranya
Remitansi adalah layanan yang disediakan oleh bank atau lembaga keuangan non bank untuk transfer uang antar negara. Kenali manfaat dan caranya di sini.

Keuangan
Mawaris: Pengertian, Dasar Hukum, Tujuan, dan Manfaatnya
Mawaris adalah ilmu pembagian warisan berdasarkan prinsip dan syariat Islam. Mari pahami dasar hukum, tujuan, dan manfaatnya di artikel ini.

Keuangan
5 Barang yang Bisa Digadaikan di Pegadaian
Tak hanya uang, kamu juga bisa menabung emas di Pegadaian. Sebenarnya, apa saja keuntungan menabung emas? Simak ulasannya di sini.
