Rekonsiliasi Bank: Tujuan, Komponen, Proses, dan Contohnya

Oleh Sahabat Pegadaian dalam Keuangan

07 February 2026
Bagikan :
image detail artikel

Kesalahan selisih pencatatan uang di rekening bank sering kali terlihat sepele, tetapi dampaknya bisa besar bagi kondisi keuangan bisnis. Bayangkan ketika saldo di pembukuan menunjukkan angka aman, sementara rekening bank justru berbeda.

Tanpa rekonsiliasi bank, kamu berisiko salah mengambil keputusan keuangan, mulai dari pembayaran, investasi, hingga perencanaan kas harian.

Oleh karena itu, memahami proses ini menjadi langkah penting agar setiap rupiah tercatat dengan benar. Simak artikel ini sampai akhir untuk memahami penjelasan lengkapnya.

Apa Itu Rekonsiliasi Bank?

Rekonsiliasi bank adalah proses mencocokkan saldo kas yang tercatat di pembukuan perusahaan dengan saldo yang tertera pada laporan bank atau rekening koran.

Tujuan utamanya yaitu memastikan seluruh transaksi, baik penerimaan maupun pengeluaran, telah dicatat dengan benar oleh kedua pihak. Jika terdapat selisih, maka perbedaan tersebut harus ditelusuri dan disesuaikan.

Proses ini umumnya dilakukan secara rutin, minimal sebulan sekali atau bahkan mingguan, agar kesalahan pencatatan dapat segera diketahui sebelum menimbulkan masalah yang lebih besar.

Penyebab Rekonsiliasi Bank

Perbedaan saldo antara buku kas dan laporan bank dapat terjadi karena beberapa hal, di antaranya:

  • Cek yang sudah diterbitkan tetapi belum dicairkan.
  • Setoran yang masih dalam proses pencatatan bank.
  • Biaya administrasi bank yang belum dibukukan.
  • Pendapatan bunga dari bank yang belum dicatat.
  • Transaksi otomatis seperti autodebet yang belum tercatat.
  • Kesalahan input data atau pencatatan ganda.
  • Cek kosong akibat saldo tidak mencukupi.


Faktor-faktor tersebut membuat saldo di buku dan di bank jarang langsung sama sehingga perlu dilakukan rekonsiliasi secara berkala.

Tujuan Rekonsiliasi Bank

Pelaksanaan rekonsiliasi bukan hanya formalitas administrasi. Ada beberapa tujuan rekonsiliasi bank yang penting bagi pengelolaan keuangan, yaitu:

  • Mencocokkan saldo kas perusahaan dengan saldo bank.
  • Menemukan perbedaan pencatatan dan menelusuri penyebabnya.
  • Memastikan seluruh transaksi tercatat secara benar dan teliti.
  • Mengontrol penggunaan dana agar tidak terjadi kelebihan pengeluaran.
  • Mencegah kesalahan, kecurangan, atau penyelewengan dana.
  • Membantu perusahaan membuat keputusan keuangan yang lebih akurat.


Baca juga: Cash Flow vs Profit, Mana yang Lebih Penting? Yuk Simak!

Komponen Rekonsiliasi Bank

Sebelum melakukan rekonsiliasi, kamu perlu memahami beberapa komponen penting yang biasanya menyebabkan selisih saldo. Komponen inilah yang menjadi dasar penyesuaian saat pencocokan data dilakukan.

1. Setoran dalam Proses (Deposit in Transit)

Setoran yang sudah diterima dan dicatat perusahaan, tetapi belum tercatat oleh bank karena masih dalam proses. Akibatnya, saldo perusahaan lebih besar dibanding laporan bank.

2. Cek Beredar (Outstanding Check)

Cek yang sudah dikeluarkan perusahaan, namun belum dicairkan penerima. Saldo buku perusahaan sudah berkurang, tetapi saldo bank masih terlihat lebih tinggi.

3. Cek Kosong (Non-Sufficient Fund Check)

Cek yang tidak dapat dicairkan karena saldo tidak mencukupi. Bank biasanya tetap mengenakan biaya sehingga saldo rekening berkurang tanpa tercatat di pembukuan perusahaan.

Proses Rekonsiliasi Bank

Setelah memahami komponennya, langkah berikutnya adalah mengetahui proses rekonsiliasi bank secara sistematis agar pencocokan saldo dapat dilakukan lebih cepat dan akurat. Di bawah ini adalah langkah-langkahnya:

1. Bandingkan Saldo Buku Kas dengan Rekening Koran Bank

Tahap pertama dimulai dengan membandingkan saldo akhir kas perusahaan pada buku besar dengan saldo yang tercantum pada rekening koran dari bank pada periode yang sama.

Rekening koran biasanya memuat seluruh aktivitas transaksi, seperti setoran, penarikan, cek, biaya administrasi, hingga bunga bank. Dari sini, kamu bisa melihat gambaran riil arus keluar-masuk uang di rekening.

Pada praktiknya, kedua saldo hampir tidak pernah langsung sama. Perbedaan ini wajar terjadi karena ada transaksi yang belum tercatat atau masih dalam proses. Oleh sebab itu, tahap ini berfungsi sebagai titik awal untuk mengidentifikasi adanya selisih.

2. Catat Seluruh Transaksi yang Tercatat di Bank

Setelah menemukan perbedaan, langkah berikutnya adalah menyalin seluruh transaksi yang muncul di rekening koran ke dalam pembukuan perusahaan.

Beberapa transaksi sering kali dilakukan otomatis oleh bank tanpa pemberitahuan langsung, misalnya:

  • Biaya administrasi bulanan,
  • Biaya transfer atau penalti,
  • Pendapatan bunga,
  • Autodebet pembayaran tertentu.


Jika transaksi ini belum dicatat di buku kas, maka saldo perusahaan akan terlihat tidak akurat. Dengan mencatatnya terlebih dahulu, kamu memastikan bahwa pembukuan sudah mencerminkan kondisi sebenarnya.

Tahap ini membantu mengurangi selisih sebelum masuk ke penelusuran lebih lanjut.

3. Telusuri Transaksi yang Masih dalam Proses

Apabila setelah pencatatan masih terdapat selisih, kamu perlu menelusuri transaksi yang statusnya belum selesai atau belum tercatat di salah satu pihak.

Contohnya:

  • Setoran yang sudah dicatat perusahaan tetapi belum diproses bank (deposit in transit),
  • Cek yang sudah diterbitkan tetapi belum dicairkan penerima (outstanding check).


Kedua kondisi ini membuat saldo buku dan saldo bank tampak berbeda meskipun sebenarnya transaksinya sah.

Pada tahap ini, kamu bisa memeriksa bukti transaksi, menghubungi pihak bank, atau menanyakan kepada bagian terkait di internal perusahaan. Tujuannya adalah memastikan apakah transaksi memang masih berjalan atau justru terjadi kesalahan pencatatan.

4. Buat Lembar Kerja Rekonsiliasi dan Hitung Selisih

Setelah seluruh data terkumpul, susun lembar kerja rekonsiliasi. Lembar ini berfungsi sebagai alat bantu untuk menghitung dan merangkum seluruh penyesuaian.

Biasanya berisi:

  • Saldo awal bank,
  • Penambahan atau pengurangan dari transaksi yang belum tercatat,
  • Saldo akhir setelah penyesuaian,
  • Perbandingan dengan saldo buku kas.


Melalui perhitungan ini, kamu dapat melihat dengan jelas dari mana asal selisih muncul. Jika hasil akhirnya sudah sama, berarti rekonsiliasi berhasil dilakukan.

Tahap ini menuntut ketelitian tinggi karena satu angka yang keliru dapat menyebabkan perbedaan yang besar.

5. Lakukan Penelusuran Lanjutan dan Pengecekan Ulang

Sebagai langkah terakhir, lakukan pengecekan ulang terhadap seluruh data, terutama jika masih terdapat selisih yang mencurigakan.

Periksa juga, apakah ada kemungkinan salah input nominal, pencatatan ganda, transaksi terlewat, atau jurnal pembalik yang belum dibuat.

Jangan terburu-buru melakukan penyesuaian sebelum yakin seluruh data sudah benar. Pemeriksaan ulang ini penting untuk menjaga akurasi laporan keuangan sekaligus mencegah kesalahan berulang di periode berikutnya.

Baca juga: Cara Membaca Laporan Keuangan Secara Umum & Sesuai Jenisnya

Contoh Rekonsiliasi Bank

Agar kamu lebih mudah memahami penerapannya, berikut contoh kasus rekonsiliasi bank dengan angka yang berbeda.
Misalkan pada akhir bulan, perusahaan memperoleh data sebagai berikut:

Data Awal

  • Saldo akhir menurut bank (rekening koran): Rp12.500.000
  • Saldo akhir menurut buku kas perusahaan: Rp11.900.000


Setelah dilakukan pengecekan, ditemukan beberapa transaksi yang menyebabkan selisih:

Transaksi yang Perlu Direkonsiliasi
1. Transaksi di sisi bank tetapi belum dicatat di buku:

  • Setoran pelanggan belum tercatat: Rp800.000
  • Biaya administrasi bank: Rp150.000

2. Transaksi di sisi buku tetapi belum tercatat di bank:
Cek yang sudah diterbitkan namun belum dicairkan: Rp350.000

Penyesuaian sisi Bank

  • Saldo akhir bank: Rp12.500.000
  • Ditambah setoran dalam proses (deposit in transit): Rp800.000
  • Dikurangi biaya administrasi bank: – Rp150.000
  • Saldo setelah penyesuaian (Bank): Rp12.500.000 + Rp800.000 – Rp150.000 = Rp13.150.000


Penyesuaian sisi Buku

  • Saldo akhir buku: Rp11.900.000
  • Dikurangi cek beredar (outstanding check): – Rp350.000
  • Saldo setelah penyesuaian (Buku): Rp11.900.000 – Rp350.000 = Rp11.550.000


Berikut ini tabel rekonsiliasi bank untuk lebih jelasnya:

gambar

Melakukan rekonsiliasi bank secara rutin membantu kamu memahami arus uang masuk dan keluar dengan lebih akurat.

Dari proses ini, kamu bisa mengetahui apakah saldo benar-benar tersedia, apakah ada selisih pencatatan, serta kapan waktu yang tepat untuk menambah likuiditas. Dengan catatan yang rapi, keputusan keuangan pun jadi lebih terukur dan minim risiko.

Namun, jika setelah evaluasi kas ternyata dana tunai belum mencukupi untuk kebutuhan mendesak atau tambahan modal, kamu tidak harus terburu-buru menjual aset.

Kamu bisa menggadaikan aset berharga seperti emas di Pegadaian untuk mendapatkan dana cepat tanpa kehilangan kepemilikannya.

Melalui Gadai Emas Pegadaian, kamu bisa menjadikan emas batangan atau perhiasan sebagai jaminan untuk memperoleh pinjaman dengan proses yang praktis.

Pengajuannya sederhana, cukup membawa identitas diri dan emas yang ingin digadaikan, lalu dana bisa cair yang akan diberikan secara tunai maupun transfer.

Skema pembayarannya pun fleksibel karena pinjaman dapat dicicil, dilunasi sewaktu-waktu, bahkan diperpanjang sesuai kemampuan finansial.

Selain itu, kamu tidak perlu khawatir soal keamanan, sebab emas disimpan secara profesional dan dilindungi asuransi selama masa gadai.

Jadi, saat membutuhkan tambahan dana tanpa prosedur yang rumit, manfaatkan emas yang kamu miliki sebagai solusi likuiditas.

Coba dulu fitur Simulasi Gadai Emas Pegadaian untuk menghitung estimasi pinjaman sesuai kebutuhanmu, lalu ajukan pinjamannya di cabang Pegadaian terdekat agar dana bisa segera kamu dapatkan.

Baca juga: Cost of Fund: Komponen, Cara Kerja, Hingga Cara Hitungnya

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162


Copyright © 2026 Sahabat Pegadaian. All Rights Reserved