Cash Flow vs Profit, Mana yang Lebih Penting? Yuk Simak!

Oleh Sahabat Pegadaian dalam Keuangan

15 January 2026
Bagikan :
image detail artikel

Dalam bisnis, cash flow dan profit menjadi dua istilah yang sering kali terdengar. Namun, tidak jarang pula yang mengira bahwa kedua metrik tersebut sama.

Pada kenyataannya, cash flow dan profit sangat berbeda meskipun sama-sama penting untuk keberlangsungan operasional bisnis.

Lantas, apa saja perbedaan cash flow vs profit? Kira-kira, manakah yang lebih penting di antara keduanya? Mari simak pembahasannya di artikel ini.

Pengertian Cash Flow

Cash flow adalah aliran nyata uang yang masuk dan keluar dalam suatu bisnis. Ini bisa menunjukkan berapa banyak uang yang dimiliki pada periode tertentu.

Kas masuk bisa bersumber dari hasil penjualan atau pembayaran utang. Lalu, kas keluar lebih mencakup biaya pelunasan utang, pembayaran gaji, dan pembelian bahan baku.

Arus kas akan bernilai positif ketika jumlah uang yang masuk lebih banyak daripada kas keluar. Jika yang terjadi sebaliknya, berarti cash flow bernilai negatif.

Alhasil, bisa dipahami bahwa cash flow menjadi indikator likuiditas yang dapat membantu untuk mengetahui seberapa mampu perusahaan memenuhi kewajiban finansialnya.

Laporan cash flow (arus kas) sendiri dibagi menjadi tiga bagian, yaitu arus kas dari aktivitas operasi, arus kas dari aktivitas investasi, dan arus kas dari aktivitas pendanaan.

Ketiga bagian dalam laporan tersebut digunakan untuk memberikan gambaran komprehensif tentang aktivitas operasional, investasi, serta pendanaan.

Pengertian Profit

Profit (laba bersih) adalah selisih antara penghasilan dan seluruh biaya operasional, termasuk pajak serta bunga. Profit dihitung menurut basis akrual.

Artinya, penghasilan dan biaya akan diakui saat transaksi terjadi. Jadi, bukan ketika uang telah benar-benar diterima atau dibayarkan.

Misalnya, suatu perusahaan dapat mencatat penjualan sebesar Rp100 juta walaupun pembayarannya baru diterima dua bulan kemudian.

Pada bisnis berskala kecil, profit biasanya langsung masuk ke akun pribadi pemiliknya. Sedangkan dalam korporasi, profit akan dibayarkan ke shareholder dalam bentuk dividen.

Di sisi lain, pemilik perusahaan bisa menyimpan atau menginvestasikan kembali laba ke bisnis untuk mendorong adanya pertumbuhan.

Baca juga: 7 Perbedaan Omzet dan Profit dalam Bisnis & Cara Hitungnya

Perbedaan Cash Flow vs Profit

Selain pengertian, terdapat berbagai aspek yang memperlihatkan perbedaan antara cash flow vs profit. Adapun perbedaan-perbedaan tersebut adalah sebagai berikut.

1. Apa yang Diukur

Pada dasarnya, cash flow dan profit sama-sama tolok ukur keberhasilan suatu perusahaan. Hanya saja, cash flow menilai likuiditas jangka pendek atau seberapa mampu perusahaan bertahan.

Sementara itu, profit mengukur tentang profitabilitas yang berkaitan dengan efisiensi, kontinuitas, dan pertumbuhan perusahaan di masa mendatang.

2. Kepentingan dan Tujuan

Perbedaan cash flow dan profit juga dapat dilihat berdasarkan kepentingan sekaligus tujuannya. Cash flow mengacu pada modal yang bisa membuat bisnis tetap beroperasi.

Artinya, tujuan cash flow adalah memastikan perusahaan dapat menjalankan aktivitas operasionalnya secara lancar untuk bertahan.

Berbeda halnya dengan itu, profit menjadi tujuan dan standar utama untuk menilai kesehatan finansial suatu perusahaan.

3. Apa yang Diprediksi

Jika diamati, cash flow dapat memperlihatkan tren arus kas yang positif dan negatif. Hal ini berguna untuk membantu perusahaan mengambil keputusan finansial dengan bijaksana.

Pasalnya, perusahaan perlu memastikan bahwa memiliki kecukupan dana untuk membayar pengeluaran secara tepat waktu melalui arus kas.

Di sisi lain, profit menunjukkan tren penjualan serta pengeluaran secara keseluruhan sehingga perusahaan dapat menyesuaikan tujuan bisnis dengan kinerja.

4. Cara Menghitung

Selanjutnya, perbedaan cash flow dan profit terlihat dari cara menghitungnya. Umumnya, rumus yang umumnya digunakan untuk menghitung cash flow adalah sebagai berikut.

(Kas dari aktivitas pendanaan + hasil investasi + operasional) - pembayaran tunai untuk aktivitas serupa

Misalnya, toko kue A menerima pesanan kue ulang tahun. Lalu, toko pun meminta supplier mengirimkan bahan-bahan yang akan digunakan dan membayar sebesar Rp10 juta. Setelah pesanan selesai, pelanggan membayar senilai Rp12 juta. Berapakah arus kas bersihnya?

Jawab:

(Kas dari aktivitas pendanaan + hasil investasi + operasional) - pembayaran tunai untuk aktivitas serupa
= Rp12.000.000 - Rp10.000.000
= Rp2.000.000.

Lain halnya dengan itu, cara menghitung profit umumnya menggunakan rumus seperti berikut.

Jumlah pendapatan : hasil penjualan - biaya langsung dan tidak langsung

Dalam hal ini, biaya langsung meliputi pembelian bahan produksi dan upah tenaga kerja. Kemudian, biaya tidak langsung termasuk biaya sewa dan utilitas.

Sebagai contoh, pada Q1 tahun 2023, perusahaan A melaporkan penghasilan sebesar Rp150 juta. Total pengeluaran untuk kuartal tersebut adalah Rp120 juta. Berapakah laba bersihnya?

Jawab:

Jumlah pendapatan : hasil penjualan - biaya langsung dan tidak langsung
= Rp150.000.000 - Rp120.000.000
= Rp30.000.000.

5. Metode Akuntansi

Dari segi metode akuntansi, perusahaan biasanya menggunakan antara metode langsung dan tidak langsung pada laporan cash flow.

Sementara itu, perusahaan atau bisnis akan melakukan perhitungan dengan metode cash-basis dalam laporan penghasilan laba rugi.

6. Laporan yang Digunakan

Cash flow vs profit tercatat dalam laporan yang berbeda. Cash flow ada di cash flow statement (laporan arus kas) yang terbagi menjadi tiga bagian, yaitu operasional, investasi, dan pendanaan. Nah, profit dicatat di income statement (laporan laba rugi).

Baca juga: Tips Mengelola Cash Flow Bisnis

Mana yang Lebih Penting, Arus Kas atau Laba?

Setelah mengetahui berbagai perbedaan antara cash flow vs profit, lantas manakah yang lebih penting di antara keduanya dalam bisnis?

Sebenarnya, cash flow maupun profit saling berhubungan dan memiliki peran yang sama pentingnya untuk kontinuitas bisnis perusahaan.

Pelaku bisnis membutuhkan keduanya untuk melihat perkembangan bisnis dan stabilitas keuangannya. Jadi, cash flow dan profit dapat dikatakan saling melengkapi.

Suatu bisnis perusahaan memang diharuskan untuk menghasilkan laba sebesar-besarnya, namun tetap tidak boleh melupakan arus kas.

Demikian penjelasan mengenai cash flow vs profit, mencakup pengertian, perbedaan, dan manakah yang lebih penting dari keduanya.

Dengan memahaminya, kamu dapat memastikan kondisi kesehatan finansial, baik bagi bisnis maupun pribadi. Kedua metrik keuangan ini harus dikelola secara seimbang.

Pasalnya, strategi keuangan yang cerdas bukan hanya berfokus pada laba besar sesaat, melainkan juga manajemen aset untuk menjaga ketersediaan dana darurat.

Untuk memastikan cash flow dan profit dikelola dengan efektif, maka dibutuhkan instrumen keuangan yang tepat guna melengkapi strateginya.

Salah satu yang patut menjadi pertimbangkan, yaitu Tabungan Emas dari Pegadaian dengan penawaran jaminan emas 24 karat.

Layanan ini menetapkan pembelian awal minimal Rp10 ribuan dan pengenaan biaya pengelolaan rekening ringan, yaitu sebesar Rp30.000 saja per tahun.

Selain kantor cabang Pegadaian terdekat, kamu dapat membuka rekening Tabungan Emas secara online melalui Tring! by Pegadaian.

Setelah saldo emas terkumpul, kamu bisa menggunakannya sesuai kehendak untuk digadaikan, dijual kembali, dikirim ke sesama pengguna, atau diubah menjadi emas fisik.

Perkiraan gramasi emas yang memungkinkan untuk dibeli dapat diperhitungkan menggunakan fitur Simulasi Tabungan Emas.

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, mulai rencanakan keamanan finansial masa depan dengan menabung emas di Pegadaian sekarang!

Baca juga: Mengenal Rasio Profitabilitas, Fungsi, Jenis, & Rumusnya

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162


Copyright © 2026 Sahabat Pegadaian. All Rights Reserved