Anuitas: Definisi, Jenis, Rumus, dan Cara Menghitungnya

Oleh Sahabat Pegadaian dalam Investasi

19 January 2026
Bagikan :
image detail artikel

Mengelola keuangan saat mengambil kredit bisa menjadi tantangan, terutama bagi kamu yang ingin memastikan anggaran bulanan tetap terkendali. Salah satu metode perhitungan cicilan yang populer adalah anuitas.

Anuitas adalah sistem pembayaran kredit di mana jumlah angsuran pokok dan bunga dijumlahkan sehingga pembayaran bulanan tetap konstan dari awal hingga akhir periode.

Metode ini memudahkan kamu untuk merencanakan pengeluaran, tanpa harus bingung menghitung tiap bulan. Simak artikel ini sampai akhir agar kamu lebih memahami konsep anuitas dan cara menghitung bunga anuitas dengan tepat.

Apa Itu Anuitas?

Anuitas adalah metode pembayaran kredit yang menyatukan komponen pokok dan bunga dalam satu cicilan tetap setiap bulan.

Misalnya, jika kamu meminjam dana untuk membeli kendaraan dengan tenor 12 bulan, setiap bulan kamu akan membayar jumlah yang sama, meskipun komposisi antara pokok dan bunga akan berubah seiring waktu.

Di awal, pembayaran bunga lebih dominan, sedangkan pokok pinjaman masih sedikit. Seiring berjalannya waktu, porsi bunga menurun dan porsi pokok meningkat, sehingga total angsuran tetap sama.

Perbedaan Anuitas dan Angsuran

Seringkali orang bingung membedakan antara sistem anuitas dengan sistem angsuran biasa (sistem menurun). Berikut perbedaannya:

  • Anuitas: Total cicilan bulanan tetap konstan. Cocok untuk kamu yang ingin kepastian anggaran bulanan. Di awal pembayaran, bunga lebih besar, lalu perlahan menurun seiring pokok meningkat.
  • Angsuran (Sistem Menurun): Total cicilan berkurang setiap bulan. Porsi pokok dan bunga menurun bersamaan. Cocok untuk kamu yang ingin melunasi pokok lebih cepat dan membayar total bunga lebih sedikit.

Baca juga: Suku Bunga: Ini Fungsi, Jenis, & Faktor yang Memengaruhi

Jenis Anuitas

Setiap jenis anuitas memiliki karakteristik dan pola pembayaran yang berbeda, sehingga pemilihan jenis yang tepat akan membantu kamu mengelola pembayaran kredit atau investasi dengan lebih efektif.

1. Anuitas Jatuh Tempo

Anuitas jatuh tempo merupakan skema anuitas yang menetapkan kewajiban pembayaran pada awal setiap periode. Pola ini umumnya digunakan pada transaksi yang mensyaratkan pembayaran di muka agar manfaat atau layanan dapat dinikmati pada periode selanjutnya.

Dengan sistem ini, besar cicilan telah ditentukan sejak awal dan dibayarkan secara konsisten di awal periode. Contohnya, premi asuransi yang dibayarkan di awal masa perlindungan atau pembayaran sewa gedung yang dibayarkan di muka setiap bulan.

2. Anuitas Langsung

Anuitas langsung mengatur pembayaran cicilan secara berkala yang dimulai sejak periode pertama tanpa adanya jeda atau penundaan.

Dalam penerapannya, besaran cicilan telah ditetapkan sejak awal perjanjian dan dibayarkan secara konsisten sesuai jadwal yang disepakati. Misalnya, cicilan pembelian barang elektronik atau kendaraan yang dibayar setiap bulan sesuai jadwal kredit.

3. Anuitas Sederhana

Pada anuitas sederhana, kewajiban pembayaran baru dilakukan setelah periode tertentu selesai. Pola ini umum digunakan pada produk keuangan yang memberikan bunga atau keuntungan di akhir periode.

Sebagai contoh, obligasi yang membayar bunga setiap enam bulan atau deposito yang memberikan bunga pada akhir periode penempatan dana.

4. Anuitas Tertunda

Anuitas tertunda menerapkan skema pembayaran cicilan secara berkala yang baru dimulai setelah melewati jangka waktu tertentu sesuai kesepakatan.

Jenis ini memberikan kamu ruang penyesuaian cash flow di awal periode sebelum kewajiban pembayaran berjalan secara rutin.

Misalnya, pembayaran bunga pinjaman atau deposito yang baru dibayarkan setelah beberapa bulan sejak penempatan dana, atau cicilan kredit yang mulai dibayar beberapa bulan setelah pencairan pinjaman.

Rumus Anuitas

Perhitungan anuitas memerlukan rumus yang memungkinkan jumlah angsuran bulanan tetap sama, walaupun porsi pokok dan bunga berubah. Berikut dua rumus yang umum digunakan:

1. Rumus Dasar Anuitas

Bunga = SP × i × (30/360)

Keterangan:

SP = Saldo pokok pinjaman pada bulan sebelumnya.
i = Suku bunga tahunan..
30 = Jumlah hari dalam sebulan.
360 = Jumlah hari dalam setahun.

2. Rumus Pengembangan

P × i × [(1 + i)ᵗ / (1 + i)ᵗ - 1]

Keterangan:
P = Pokok pinjaman.
i = Suku bunga per periode.
t = Tenor atau jumlah periode kredit.

Baca juga: Apa Itu Bunga Efektif, Bedanya dengan Bunga Flat dan Anuitas

Cara Menghitung Bunga Anuitas

Untuk mempermudah, mari kita lihat contoh perhitungan:

Misalnya, kamu membeli laptop secara kredit senilai Rp 15.000.000 dengan tenor 6 bulan dan bunga 12% per tahun. Maka cara menghitung bunga anuitasnya sebagai berikut:

1. Hitung Bunga Bulan Pertama

Bunga = SP × i × (30/360)
Bunga = 15.000.000 × 0,12 × (30/360)
Bunga = 15.000.000 × 0,12 × 0,0833
Bunga = 150.000

Artinya, bunga yang harus dibayarkan pada bulan pertama sebesar Rp150.000.

2. Hitung Angsuran Bulanan

P × i × [(1 + i)ᵗ / (1 + i)ᵗ - 1]
Angsuran = 15.000.000 × 0,01 × (1 + 0,01)6 / (1 + 0,01)6 − 1
Angsuran ≈ 2.545.000

Dengan demikian, total angsuran yang dibayarkan setiap bulan adalah sekitar Rp2.545.000.

Catatan: Perhitungan di atas merupakan simulasi dan bersifat perkiraan. Jumlah cicilan dan perhitungan dapat berbeda, bergantung pada ketentuan lembaga keuangan serta kesepakatan dalam perjanjian kredit.

Demikian pembahasan tentang anuitas adalah metode pembayaran kredit dengan cicilan tetap yang membantu kamu menjaga keteraturan arus kas bulanan.

Dengan cicilan yang jumlahnya konsisten, kamu dapat memprediksi pengeluaran dengan lebih akurat dan menghindari tekanan keuangan akibat beban cicilan yang tidak terduga.

Keteraturan arus kas ini menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan keuangan yang sehat. Saat pengeluaran rutin, termasuk cicilan kredit, sudah terkelola dengan baik, kamu memiliki peluang lebih besar untuk menyisihkan dana secara konsisten, sekecil apapun nilainya.

Kebiasaan menyisihkan dana inilah yang dapat diarahkan ke instrumen yang bersifat jangka panjang, salah satunya emas.

Melalui Tabungan Emas Pegadaian, kamu bisa mulai menabung emas mulai dari Rp10 ribuan dalam bentuk saldo digital di Tring! by Pegadaian.

Didukung aplikasi yang membantumu memantau saldo serta melakukan berbagai transaksi, fleksibilitas pencetakan emas fisik, serta karakter emas yang relatif stabil, layanan ini membantu kamu membangun aset secara bertahap tanpa mengganggu arus kas.

Dengan membangun kebiasaan menabung emas yang konsisten, kamu dapat menata keuangan secara lebih seimbang, baik untuk memenuhi kewajiban saat ini maupun mempersiapkan tujuan finansial di masa depan melalui Tabungan Emas Pegadaian.

Jadi, segera buka rekening Tabungan Emasmu di Tring! by Pegadaian dan manfaatkan keunggulan emas sebagai aset bernilai jangka panjang!

Baca juga: Inilah 3 Cara Menghitung Bunga Tabungan, Simak & Catat!

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162


Copyright © 2026 Sahabat Pegadaian. All Rights Reserved