Mengenal Tren Bullish, Ciri Hingga Bedanya dengan Bearish

Oleh Sahabat Pegadaian dalam Investasi

06 January 2026
Bagikan :
image detail artikel

Tren bullish adalah situasi pasar yang sedang mengalami peningkatan harga aset secara berkelanjutan dan dipenuhi optimisme serta kepercayaan diri tinggi dari investor.

Tren ini menggambarkan kondisi adanya tekanan beli yang kuat ibarat banteng yang menyeruduk ke atas sehingga prospek keuntungannya tergolong menjanjikan.

Bagi para investor, penting sekali memahami dinamika momen istimewa ini untuk meraih profit yang besar. Yuk, bahas lebih lanjut di artikel berikut.

Apa Itu Tren Bullish?

Secara harfiah, bullish berasal dari kata Bahasa Inggris, yaitu bull yang berarti banteng. Dalam pasar modal, istilah ini mengacu pada penguatan harga saham di periode tertentu.

Hal itu dapat dilihat dari grafik yang menunjukkan adanya pola menukik ke atas. Di situasi ini, para investor akan optimis pada kenaikan saham di pasar modal secara keseluruhan.

Jadi, tren bullish dapat didefinisikan sebagai kondisi ketika pasar saham atau pergerakan harga suatu aset yang sedang mengalami tren kenaikan.

Secara umum, terdapat dua pandangan tren bullish, yaitu dalam jangka pendek dan panjang. Berikut ini penjelasannya.

  • Bullish Jangka Pendek: Harga aset diproyeksikan mengalami kenaikan dalam waktu beberapa jam, hari, atau minggu dan masih mungkin menurun. Di kondisi ini, investor harus mencari titik pembalikan harga untuk memutuskan jual atau beli aset.
  • Bullish Jangka Panjang: Harga aset diperkirakan naik dalam kurun waktu setahun atau lebih. Ini adalah momen yang tepat bagi partisipan saham untuk membeli aset karena menandakan adanya peluang profit dari capital gain dan dividen.

Ciri-Ciri Tren Bullish

Apabila dicermati, kondisi tren bullish biasanya menunjukkan karakteristik tertentu. Adapun ciri-ciri tren bullish adalah sebagai berikut.

  • Peningkatan harga saham mencapai angka 20% setelah sebelumnya sempat melemah sebesar 20%.
  • Investor cenderung berpartisipasi dengan harapan mendapatkan laba yang maksimal.
  • Situasi perekonomian mengalami penguatan atau peningkatan.
  • Trader atau investor memiliki sentimen positif dan keyakinan tinggi terhadap aset maupun pasar tertentu.
  • Pola grafik tertentu menunjukkan tren kenaikan.
  • Volume perdagangan naik karena banyak investor ingin melakukan pembelian aset atau saham yang sedang meningkat.

Penyebab Tren Bullish

Kondisi bullish tidak terjadi tanpa alasan yang jelas. Justru, terdapat berbagai faktor yang dapat memicu terjadinya tren bullish, seperti berikut ini.

1. Psikologi Investor

Salah satu penyebab tren bullish adalah karena psikologi investor. Hal ini mengacu pada harapan positif terkait masa depan yang berpotensi memengaruhi keputusan jual beli aset.

Ketika para investor cenderung optimis, berkeyakinan tinggi, dan memiliki sentimen positif, maka mendorong kenaikan permintaan pada suatu aset beserta harganya.

2. Sentimen Kegiatan Perekonomian

Perlu dipahami bahwa kondisi perekonomian suatu negara dapat memengaruhi pergerakan harga instrumen pasar saham.

Saat masyarakat lebih banyak mengalokasikan dananya untuk berbelanja, tentu akan terjadi penurunan tingkat pengangguran yang mengindikasikan bahwa ekonomi negara naik.

Meningkatnya kekuatan ekonomi ini berpotensi mendatangkan efek positif terhadap nilai saham di pasar modal.

3. Penawaran dan Permintaan

Dalam pasar bullish, permintaan investor terhadap aset atau saham cenderung lebih kuat apabila dibandingkan tingkat penawarannya.

Namun, pihak yang bersedia menjualnya hanya sedikit. Hal ini membuat aset lebih berharga sehingga mengalami kenaikan karena penawarannya yang terbatas.

Para investor pun akhirnya berlomba-lomba dan saling bersaing untuk bisa memperoleh ekuitas yang mereka kehendaki.

4. Rendahnya Suku Bunga

Rendahnya suku bunga dari bank sentral memicu investor untuk beralih atau mencari instrumen investasi alternatif yang lebih menguntungkan. Keadaan ini sukses mengalihkan dana ke pasar modal yang akhirnya mendorong peningkatan harga aset.

Baca juga: Current Share Outstanding: Fungsi Hingga Faktor Pengubahnya

Cara Mengidentifikasi Tren Bullish

Identifikasi terhadap tren bullish dapat dilakukan dengan beberapa cara untuk memaksimalkan aktivitas investasi, yaitu sebagai berikut.

1. Dengan Grafik Candlestick

Kemungkinan pasar dalam keadaan bullish atau bearish bisa diketahui dengan mengamati grafik candlestick. Saat candlestick berwarna hijau atau biru, berarti sedang bullish.

Sedangkan, pasar bearish ditandai dengan candlestick yang berwarna merah atau hitam. Tetapi, perlu dipahami bahwa mengamati warna grafik candlestick tidak cukup untuk membuat keputusan investasi.

Kamu pun perlu melakukan perbandingan dengan moving average guna memahami apakah grafik berada di bawah atau atas.

2. Menggunakan Moving Average

Indikator teknikal ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi tren dengan cara menghaluskan data harga selama kurun waktu tertentu.

Moving average dengan berbagai rentang waktu bisa membantu investor untuk mengonfirmasi dan mendeteksi adanya perubahan tren pasar.

Ketika harga ada di atas moving average, artinya sedang dalam situasi bullish. Sebaliknya, harga yang berada di bawah moving average menandakan pasar bearish.

Cara Menghadapi Tren Bullish Bagi Investor

Tren bullish bukanlah keadaan yang bisa dihindari oleh pelaku pasar. Terlebih, hal tersebut sering kali terjadi. Sebagai investor, kamu harus bisa menunjukkan sikap yang tepat.

Selama masih dalam “time frame” investasi jangka panjang dan memilih saham dengan fundamental bagus, maka bullish tidak akan menjadi masalah yang serius.

Dalam hal ini, ada beberapa cara menghadapi tren bullish bagi investor yang dapat diterapkan, antara lain:

  • Tetap waspada agar tidak terbawa euforia pasar karena keyakinan yang berlebihan berpotensi mengarah ke bubble ekonomi.
  • Menyusun strategi investasi yang jelas dengan mempertimbangkan kembali, tujuan, profil risiko, hingga periode waktu investasi.
  • Menganalisis situasi secara mendalam agar keputusan investasi tidak hanya berdasarkan tren, melainkan juga menimbang risiko dan potensi imbal hasil.
  • Melakukan diversifikasi portofolio sebagai bentuk manajemen risiko.
  • Tetap memantau pergerakan harga secara berkelanjutan untuk memastikan kondisi pasar serta membuat penyesuaian ketika dibutuhkan.
  • Menjual saham di waktu yang tepat, yaitu saat telah mencapai puncaknya. Namun, tetap perhitungkan tingkat risiko yang ada.

Baca juga: Mengenal Indeks MSCI, Fungsi, Hingga Proses Pemilihan Saham

Beda Bullish dan Bearish

Dalam investasi, terdapat dua konsep dasar yang menggambarkan kondisi atau pergerakan harga di pasar modal, yaitu bullish dan bearish.

Jika bullish mengindikasikan adanya peningkatan, maka bearish justru menunjukkan kondisi pasar saat harga aset sedang mengalami penurunan signifikan.

Bearish market biasanya terjadi karena pertumbuhan ekonomi yang melambat. Di samping itu, para investor cenderung bersikap pesimis dan khawatir pada prospek masa depan.

Pada situasi ini, mereka pun lebih memilih untuk menjual aset yang dimiliki. Akibatnya, tercipta tekanan jual yang mempercepat penurunan harga.

Kesimpulannya, tren bullish adalah situasi yang memberikan perspektif positif bagi investor. Memahami hal ini berguna untuk membantu merencanakan masa depan yang lebih stabil.

Dengan sentimen pasar yang mengarah ke tren bullish, kamu dapat memanfaatkan momentum ini sebagai bahan pertimbangan untuk melakukan diversifikasi investasi.

Sebagai catatan, volatilitas pasar tetap ada sehingga disarankan untuk menerapkan pendekatan investasi yang bijaksana dan sesuai profil risiko.

Perlu diingat pula bahwa seluruh keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pribadi dan menjadi tanggung jawab sendiri. Informasi ini hanya bersifat edukatif.

Jika kamu sedang mencari pilihan aset berharga dan stabil yang bisa masuk ke portofolio jangka panjang, maka Tabungan Emas dari Pegadaian patut dipertimbangkan.

Layanan ini memberikan jaminan emas 24 karat dengan pembelian minimal Rp10 ribuan yang dapat diajukan di Tring! by Pegadaian atau kantor cabang Pegadaian terdekat.

Saldo emas yang terkumpul nantinya dapat digunakan sesuai kebutuhan, seperti ditransfer ke sesama pengguna, dijual kembali, digadaikan, atau dikonversi menjadi emas fisik.

Besaran gramasi emas yang memungkinkan untuk dibeli bisa dihitung menggunakan fitur Simulasi Tabungan Emas. Jadi, yuk segera buka rekening Tabungan Emas di Pegadaian!

Baca juga: Exit Liquidity: Cara Kerja, Dampak, dan Cara Menghidarinya

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162


Copyright © 2026 Sahabat Pegadaian. All Rights Reserved