Mengenal Sinking Fund, Manfaat, Hingga Contoh Penerapannya

Dalam manajemen keuangan, sinking fund adalah metode penyisihan dana secara rutin untuk tujuan finansial spesifik di masa depan yang sebelumnya telah diketahui.
Sinking fund berperan penting dalam memastikan keuangan tetap stabil. Tidak jarang, konsep ini dianggap serupa dengan dana darurat.
Lantas, apakah kedua istilah tersebut sama? Mari simak penjelasan lebih jauh di artikel berikut untuk mendapatkan jawabannya.
Pengertian Sinking Fund
Sinking fund adalah anggaran dana khusus yang disisihkan secara rutin dan terencana untuk memenuhi kewajiban, pengeluaran, atau kepentingan di masa mendatang.
Konsep menabung ini sebenarnya telah dilakukan sejak lama oleh masyarakat. Fungsinya adalah untuk memastikan ketersediaan dana yang cukup ketika dibutuhkan.
Tujuan spesifik pengumpulan sinking fund oleh masing-masing individu bisa berbeda, seperti untuk:
- Memulai usaha.
- Membayar pajak kendaraan.
- Persiapan liburan.
- Perpanjangan STNK.
- Membeli gadget, properti, atau mobil baru.
- Belanja kebutuhan rumah besar, yaitu renovasi, kulkas, atau kasur.
- Biaya persiapan pernikahan atau ulang tahun.
- Servis kendaraan tahunan, dan lain-lain.
Sinking fund biasanya bersumber dari penghasilan atau laba yang besarannya tetap. Alhasil, alokasi serta waktu pemenuhannya dapat lebih teratur.
Umumnya, tidak ada persentase khusus mengenai besaran sinking fund yang perlu disisihkan karena bergantung pada tujuan, tenggat waktu, dan kemampuan.
Di samping untuk pengaturan finansial pribadi, konsep ini kerap kali diterapkan dalam perencanaan keuangan perusahaan.
Perbedaan dengan Dana Darurat
Sinking fund sering dianggap sebagai istilah lain untuk menyebut dana darurat. Padahal, keduanya tidaklah sama. Perbedaan dengan dana darurat pun cukup mendasar.
Perbedaan antara sinking fund dengan dana darurat (emergency fund) dapat dicermati melalui beberapa aspek, yaitu sebagai berikut.
1. Urgensi Penggunaan
Sinking fund adalah alokasi dana yang sengaja diakumulasikan untuk mencapai tujuan tertentu. Dana ini akan digunakan di waktu yang ditetapkan sejak awal dan tidak mendesak.
Sementara itu, dana darurat adalah anggaran yang khusus dihimpun untuk memenuhi kepentingan darurat dan mendesak sehingga waktu penggunaannya tidak menentu.
2. Tujuan
Sinking fund bersifat terencana. Artinya, tujuan utama sinking fund adalah untuk menyediakan dana yang memadai guna keperluan finansial tertentu di masa depan.
Sedangkan, tujuan dana darurat cenderung untuk menyediakan cadangan uang guna mengatasi hal-hal yang mendesak dan tidak terduga.
3. Jumlah
Perbedaan dengan dana darurat juga dapat dilihat dari segi jumlah. Jumlah sinking fund bisa disesuaikan dengan tujuan spesifik yang hendak dicapai.
Misalnya, kamu ingin membeli handphone baru seharga Rp20 juta, maka pengumpulan sinking fund akan persis dengan nominal tersebut.
Di sisi lain, jumlah dana darurat idealnya sebesar minimal 3-6 kali pengeluaran bulanan sehingga tidak perlu bergantung pada gaji atau tabungan ketika terjadi krisis.
4. Skala Prioritas
Umumnya, sinking fund dilakukan setelah seluruh alokasi finansial utama terpenuhi karena sifatnya tidak darurat atau mendesak.
Sebaliknya, dana darurat termasuk prioritas utama yang wajib masuk dalam perencanaan anggaran keuangan rutin karena kondisi di masa depan tidak dapat diprediksi secara pasti.
Baca juga: Cara Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak Untuk Masa Depan Lebih Baik
Manfaat Sinking Fund
Pada dasarnya, mempunyai sinking fund bisa memberikan manfaat potensial. Adapun beberapa manfaat sinking fund adalah sebagai berikut.
1. Memudahkan dalam Menyimpan Uang
Sinking fund memungkinkan kamu merencanakan pengumpulan dan penggunaan dana secara lebih pasti, detail, sekaligus spesifik.
Hal ini membuat proses penyimpanan uang menjadi mudah tanpa harus mengganggu anggaran finansial lainnya. Dana pun bisa dialokasikan dengan lebih terarah.
2. Lebih Siap Menghadapi Pengeluaran
Perencanaan sinking fund dilakukan dari jauh-jauh hari. Alhasil, kesiapan untuk menghadapi pengeluaran yang besar di masa depan menjadi lebih matang.
Sebagai contoh, kamu ingin pergi liburan bersama keluarga, maka persiapan sinking fund untuk mewujudkan rencana tersebut bisa dimulai sejak awal.
3. Mengurangi Stres Finansial
Metode sinking fund memberikan rasa tenang dan mengurangi stres finansial. Hal itu karena kamu berpeluang mempersiapkan dana untuk kebutuhan dari jauh hari.
Saat pengeluaran tiba, maka seluruh dana telah tersedia sesuai rencana sehingga tidak perlu khawatir, bingung, atau panik mencari dana tambahan.
4. Melatih Disiplin Finansial
Sinking fund juga dapat melatih kamu dalam mengatur keuangan secara disiplin. Manfaat ini mungkin tidak langsung disadari, tetapi kebiasaan menyisihkan uang yang dilakukan secara konsisten akan berpengaruh positif terhadap gaya hidup finansial dalam jangka panjang.
5. Menjaga Stabilitas Dana Darurat
Sinking fund disiapkan untuk menghadapi kebutuhan yang telah diprediksi. Jadi, kamu pun tidak perlu lagi mengambil dana darurat yang memang dikhususkan untuk keperluan di kondisi tidak terduga atau mendesak sesungguhnya.
6. Mencegah Terjadinya Utang
Selanjutnya, manfaat sinking fund adalah membantu mencegah terjadinya utang di kemudian hari. Dengan cadangan dana yang cukup, kamu tidak perlu lagi mengajukan pinjaman ke lembaga keuangan atau pihak lain sehingga beban finansial lebih berkurang.
Cara Mempersiapkan Sinking Fund
Metode sinking fund tidak sama dengan tabungan biasa. Terdapat beberapa cara yang bisa kamu lakukan dalam menyiapkan sinking fund untuk meraih tujuan finansial, di antaranya:
- Menentukan tujuan keuangan secara spesifik di awal agar alokasi dana menjadi lebih jelas. Dalam hal ini, kamu bisa menyusun daftar kebutuhan di masa depan.
- Membuat rekening khusus terpisah dengan kebutuhan sehari-hari agar lebih mudah dalam mengelolanya.
- Menetapkan jumlah dana yang dibutuhkan dan jangka waktu pengumpulan.
- Menyesuaikan dengan budget agar tidak membebani diri sendiri dan tetap menjaga stabilitas keuangan.
- Menabung secara konsisten agar target dapat tercapai sesuai rencana.
Baca juga: Alasan Pentingnya Dana Darurat dan Cara Menyiapkannya
Contoh Penerapan Sinking Fund
Secara umum, contoh penerapan sinking fund cukup mudah ditemukan di kehidupan sehari-hari. Misalnya, kamu telah merencanakan untuk membeli rumah.
Nah, kamu dapat mulai untuk menentukan estimasi besaran down payment yang hendak dibayar beserta jangka waktu pengumpulannya.
Jika kamu membuat asumsi dana yang dibutuhkan sebesar Rp45 juta dalam kurun waktu selama 3 tahun, maka kamu perlu menyisihkan uang setiap bulannya senilai Rp1,25 juta.
Secara garis besar, sinking fund adalah strategi cerdas yang diterapkan untuk mengelola arus kas dengan disiplin tanpa beban utang mendadak.
Mempelajari hal ini memungkinkan kamu menyiapkan langkah yang tepat untuk menyiapkannya karena dibutuhkan komitmen tinggi.
Oleh karena itu, pastikan dana yang telah dikumpulkan terlindungi dari risiko inflasi. Dalam hal ini, pertimbangkan untuk mengalokasikan sebagian dana ke Deposito Emas.
Emas dikenal sebagai aset yang memiliki nilai cenderung stabil. Alih-alih tergerus inflasi, nilai emas justru terus naik dari waktu ke waktu sehingga cocok untuk pelindung nilai.
Deposito Emas dari Pegadaian sendiri memungkinkan kamu menyimpan emas dengan imbal hasil tambahan dalam bentuk gram.
Layanan ini menawarkan minimal transaksi sebesar 5 gram dan jangka waktu pembiayaan fleksibel, mulai dari 6, 9, serta 12 bulan.
Untuk mengajukan Deposito Emas, kamu harus memiliki rekening Tabungan Emas aktif terlebih dahulu. Kamu dapat mengajukan pembukaan rekening di Tring! by Pegadaian.
Bagaimana, tertarik untuk mendepositokan emas? Yuk, optimalkan potensi pertumbuhan sinking fund dengan Deposito Emas di Pegadaian sekarang!
Baca juga: Cara Menghitung Dana Pensiun yang Tepat dan Tips Persiapannya Sejak Dini
Artikel Lainnya

Keuangan
Apa itu Resesi? Penyebab, Dampak, Tanda, dan Cara Mengatasi
Resesi adalah kondisi di mana perekonomian suatu negara sedang mengalami penurunan yang berdampak pada banyak aspek kehidupan. Simak selengkapnya di sini!

Keuangan
10 Persiapan Pernikahan yang Jadi Prioritas Calon Pengantin
Persiapan pernikahan perlu menjadi prioritas calon pengantin. Apa saja hal yang perlu disiapkan? Yuk, cek selengkapnya di artikel ini!

Keuangan
Gadai Sertifikat Rumah tanpa Ribet di Pegadaian, Yuk Simak!
Gadai sertifikat rumah tanpa ribet bisa menjadi solusi saat membutuhkan dana mendesak. Simak syarat dan prosedurnya di Pegadaian di sini!

Bsgus

Hai Yonari Halawa, Sahabat Pegadaian. Terima kasih sudah membaca artikel kami dan terima kasih atas apresiasinya. Nantikan artikel menarik kami selanjutnya, semoga sehat selalu Sahabat. -Mita
