Funding: Tujuan, Fungsi, Hingga Bedanya dengan Financing

Dalam ekosistem keuangan, funding adalah proses penyediaan atau pengumpulan sumber daya finansial untuk membiayai tujuan tertentu.
Konsep ini sering kali digunakan pada konteks bisnis maupun perbankan sehingga peranannya dinilai cukup sentral dalam menggerakkan roda sistem ekonomi.
Oleh karena itu, memahami konsep dasar funding sangat penting sebelum memutuskan strategi finansial akhir. Mari simak ulasannya lebih lanjut di artikel berikut.
Apa Itu Funding?
Funding berasal dari kata Bahasa Inggris, yaitu fund yang berarti dana, modal, atau simpanan. Merujuk pada hal ini, funding adalah proses penghimpunan dana.
Dalam konteks perbankan, funding bisa didefinisikan sebagai proses untuk menggalang dana dari nasabah dalam bentuk giro, tabungan, deposito, dan lain sebagainya.
Nasabah nantinya akan memperoleh imbalan (return) serta jaminan keamanan atas simpanan tersebut asalkan funding dilakukan oleh lembaga keuangan legal.
Di sisi lain, funding pada bisnis lebih mengarah ke proses mencari dan menghimpun dana untuk beragam kebutuhan, seperti operasional, pengembangan usaha, dan ekspansi.
Dana tersebut dapat berasal dari sumber internal (kas perusahaan) maupun eksternal (investor, pemerintah, pinjaman bank, atau penyedia layanan pembiayaan).
Tujuan Funding
Secara umum, tujuan utama dilakukannya funding cukup beragam. Adapun beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Riset (Research Funding)
Funding bertujuan untuk melangsungkan penelitian komersial dan nonkomersial. Dana riset komersial disediakan oleh bagian penelitian dan pengembangan perusahaan. Lalu, dana riset nonkomersial diperoleh dari badan aman, lembaga pemerintah, atau dewan penelitian.
2. Investasi (Investment Funding)
Pengelola nantinya akan menghimpun dana dari berbagai penanam modal untuk membeli produk sekuritas. Lalu, dana dikelola oleh manajer investasi profesional agar menghasilkan pengembalian tinggi dengan risiko rendah.
3. Bisnis (Business Launch Funding)
Tujuan funding ini dilakukan untuk merintis dan mengembangkan bisnis. Pelaku bisnis akan mencari investor yang bersedia untuk memberikan suntikan dana. Dana dari funding ini pun dapat diberikan ke individu atau badan usaha yang ingin mengembangkan usahanya.
Fungsi Funding
Funding bukan sekadar modal atau dana saja. Proses ini adalah kunci keberlangsungan dan percepatan pertumbuhan bisnis. Adapun beberapa fungsi funding adalah sebagai berikut.
- Menjaga Kesehatan Cash Flow: Tanpa adanya dana yang memahami bisnis atau perusahaan tentu akan mengalami kesulitan dalam membayar kewajiban pajak, berbagai tagihan, dan upah karyawan.
- Solusi di Masa Sulit: Funding berfungsi sebagai solusi atau penyelamat saat berada dalam masa sulit atau kondisi tidak terduga, seperti krisis ekonomi dan pandemi yang berpotensi melumpuhkan bisnis.
- Menunjang Ekspansi Bisnis: Dengan dana yang cukup, maka dapat mewujudkan rencana penambahan lini produk atau pembukaan cabang baru.
- Meningkatkan Peluang Sukses: Funding tidak hanya memungkinkan investor atau lembaga keuangan menyediakan dana, tetapi juga membuka peluang kolaborasi, jaringan bisnis, dan akses ke pasar baru.
- Meningkatkan Nilai Perusahaan: Perusahaan bisa menggunakan dana untuk memperluas pasar dan meningkatkan kinerja bisnis sehingga nilai perusahaan pun naik. Ini bagus untuk mengoptimalkan potensi perolehan keuntungan.
Baca juga: Angel Investor: Jenis, Ciri, Contoh, & Cara Mendapatkannya
Metode Funding
Menurut sumber dananya, metode funding terbagi menjadi tiga. Berikut ini adalah penjelasan terkait ketiga metode tersebut.
1. Pemerintah
Pemerintah akan memberikan dana ke proyek yang dinilai dapat mendatang manfaat untuk masyarakat. Untuk mendapatkannya, maka perlu mengikuti seleksi terlebih dahulu. Pemberian bisa dilakukan secara langsung atau lewat lembaga pemerintah.
2. Investor
Dalam hal ini, pelaku bisnis akan menawarkan ide maupun rencana bisnis kepada investor melalui pitching. Apabila investor tertarik, maka dana diberikan sebagai modal. Metode ini dinilai yang paling standar dan umum dilakukan.
3. Crowdfunding
Metode ini dilakukan dengan mengumpulkan dana dari masyarakat lewat jejaring online. Pelaksanaan crowdfunding umumnya di situs web resmi atau platform media sosial untuk meraih jangkauan yang lebih luas.
Tahapan Funding Startup
Dalam startup, funding dilakukan agar mendapatkan modal. Biasanya, proses ini berlangsung selama bertahap sehingga kinerja akan terus dievaluasi.
Tujuannya tidak lain untuk menentukan perolehan jumlah dana. Terdapat enam tahapan funding startup yang perlu dipahami, yaitu:
- Seed funding: Di tahap awal ini, total dana yang diperoleh dari investor biasanya sebesar Rp500 juta hingga Rp2,5 miliar.
- Series A: Biasanya, pendanaan ini diberikan ke startup yang telah siap mengeluarkan produk dengan total dana mencapai Rp10-Rp3,3 miliar.
- Series B: Umumnya, startup yang ada di tahap ini telah mempunyai pengguna dan dapat menghasilkan keuntungan pasti. Perolehan dananya berkisar Rp22-Rp80 miliar.
- Series C: Pada tahap ini, funding ditujukan untuk startup yang memiliki skala besar sehingga bisa mendapatkan dana sekitar $25-100 juta USD.
- IPO (Initial Public Offering): Untuk meraih IPO, maka perusahaan harus siap go public. Tetapi, ini memerlukan waktu yang tidak singkat. Bisnis atau perusahaan setidaknya sudah berdiri selama 5-10 tahun.
Contoh Funding
Pada dasarnya, contoh funding cukup mudah ditemukan di kehidupan sehari-hari. Mari mengambil contohnya dalam bisnis startup teknologi.
Misalnya, startup A berencana melakukan ekspansi ke Asia Tenggara dan memperoleh funding dari venture capital sebesar $2 juta USD. Dana tersebut bisa digunakan untuk marketing, meningkatkan infrastruktur server, dan menambah tim.
Nah, menurut ilustrasi contoh tersebut, bisa diketahui bahwa startup berpotensi lebih cepat menjangkau pasar baru melalui funding sehingga tidak harus menunggu laba dari operasional sebelumnya.
Baca juga: Perusahaan Modal Ventura: Manfaat dan Jenis Pembiayaannya
Perbedaan Funding dengan Financing
Umumnya, funding kerap digunakan bergantian dengan istilah financing, Tidak jarang, ada yang menganggapnya sama. Padahal, keduanya cukup berbeda.
Funding lebih mencakup sumber dana dari hibah, investor, atau modal ventura. Di sisi lain, financing lebih condong ke bentuk kredit dan ada kewajiban pengembalian beserta bunga.
Perbedaan funding dengan financing pun tampak dari tujuan penggunaannya. Dalam funding, dana bisa digunakan untuk beragam keperluan, seperti investasi atau modal kerja.
Sementara itu, dana financing biasanya dipakai oleh peminjam untuk mencapai tujuan tertentu, seperti pembiayaan proyek bisnis, pembelian rumah, atau mobil.
Jika dibandingkan dari segi risiko, funding berisiko lebih tinggi karena dana yang disediakan tidak bisa dikembalikan secara penuh atau disertai bunga seperti harapan.
Sebaliknya, risiko financing terbilang lebih terkontrol karena pemberi pinjaman mempunyai kendali atas syarat kredit dan hak mengambil agunan kalau peminjam gagal bayar.
Demikian pemaparan informasi seputar apa itu funding, tujuan, fungsi, metode, tahapan, contoh, dan perbedaannya dengan financing.
Funding adalah fondasi yang memungkinkan ide-ide inovatif terwujudkan. Bagi pelaku usaha, konsep ini menjadi elemen krusial yang menentukan kontinuitas bisnis.
Pasalnya, pilihan sumber pendanaan sangat berpengaruh pada kesuksesan usaha dalam jangka panjang. Inilah mengapa penting sekali memilih solusi permodalan, baik berupa funding maupun financing secara tepat.
Salah satu financing yang bisa diandalkan, yaitu Pinjaman Usaha dari Pegadaian. Layanan ini cocok untuk pembiayaan usaha individu dan badan usaha dengan jaminan BPKB kendaraan.
Ajukan permohonan langsung di kantor cabang Pegadaian terdekat. Dana pinjaman nantinya dapat diterima setelah tahap verifikasi, survei, dan persetujuan kredit selesai.
Selanjutnya, nasabah akan mendapatkan kegiatan pendampingan dari Pegadaian selama masa kredit berlangsung. Angsuran yang diterapkan pun bersifat tetap per bulan.
Tunggu apa lagi? Dapatkan kebutuhan dana untuk mengakselerasi pertumbuhan bisnis melalui Pinjaman Usaha dari Pegadaian sekarang!
Baca juga: Joint Venture: Dasar Hukum, Karakteristik, dan Jenisnya
Artikel Lainnya

Keuangan
Kesalahan Generasi Milenial dalam Mengelola Keuangan
Generasi milenial adalah kelompok usia yang lahir antara tahun 1980 sampai 2000. Dibesarkan di zaman yang memiliki kecanggihan teknologi, generasi ini dikenal sebagai generasi yang paling mudah belajar, meskipun sedikit pemalas. Saat ini, generasi milenial berada di kisaran umur 17 hingga 37 tahun, yang mana sebagian dari mereka telah memasuki usia produktif. Mereka bekerja, memperoleh […]

Keuangan
Berapa Besar Gaji PNS? Ini Pembagian Berdasarkan Golongannya
PNS mendapatkan gaji yang dibedakan berdasarkan golongannya. Lantas, berapa besar gaji yang didapatkan masing-masing golongan PNS? Simak di sini!

Keuangan
ROE (Return on Equity): Fungsi, Rumus, dan Cara Perhitungannya
ROE adalah rasio keuangan yang mengukur efektivitas penggunaan modal investor. Ketahui fungsi, rumus, dan cara menghitungnya di sini!
