Growth Funding: Strategi Investasi untuk Jangka Panjang

Oleh Sahabat Pegadaian dalam Keuangan

20 April 2026
Bagikan :
image detail artikel

Di tengah semakin banyaknya pilihan instrumen investasi, growth funding menjadi salah satu opsi bagi investor yang ingin mengejar pertumbuhan nilai aset.

Strategi ini biasanya dimanfaatkan oleh perusahaan yang agresif melakukan ekspansi, inovasi, hingga riset untuk mempercepat pertumbuhan bisnisnya.

Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai growth funding untuk membantu kamu memahami peluang dan risikonya. Simak selengkapnya di bawah ini.

Apa Itu Growth Funding?

Growth funding adalah jenis investasi yang diterapkan ke perusahaan yang sedang berkembang cepat. Growth funding biasanya dalam bentuk reksa dana atau exchange-traded fund (ETF).

Jadi, instrumen ini tidak fokus pada penghasilan rutin, melainkan kenaikan nilai aset (capital gain) dalam jangka panjang.

Salah satu keuntungan growth funding adalah bisa diinvestasikan kembali ke dalam ekspansi bisnis, akuisisi, atau riset dan pengembangan (R&D) sehingga umumnya tidak membagikan dividen.

Namun, perlu dicatat bahwa instrumen ini lebih direkomendasikan untuk investor dengan tujuan investasi jangka panjang dan toleransi risiko yang tinggi.

Pasalnya, semakin tinggi potensi imbal hasil growth funding, maka risikonya juga lebih besar. Nilainya pun bisa lebih fluktuatif dibandingkan dengan jenis funding lainnya.

Baca juga: Mengenal Jenis-Jenis Pendanaan Startup dan Tahapannya

Tips Melakukan Growth Funding

Strategi growth funding memerlukan ketelitian dalam membedakan antara perusahaan yang hanya sedang populer dengan perusahaan yang benar-benar memiliki fundamental kuat untuk berekspansi.

Adapun langkah-langkah strategis bagi investor untuk meminimalkan risiko dan memaksimalkan potensi imbal hasil dalam growth funding adalah sebagai berikut:

1. Menentukan Perusahaan dengan Potensi Pertumbuhan Tinggi

Pilih perusahaan yang menunjukkan kenaikan pendapatan dan laba bersih secara konsisten setiap tahun, misalnya dengan laju pertumbuhan di kisaran 15–20% atau lebih.

2. Mengincar Sektor yang Sarat Inovasi

Bidang seperti teknologi, bioteknologi, energi terbarukan, dan e-commerce kerap menghasilkan saham bertumbuh karena inovasi yang terus mendorong permintaan pasar.

3. Melakukan Analisis Fundamental

Meski berorientasi pertumbuhan, investor tetap menilai indikator penting seperti pertumbuhan pendapatan, EPS (earnings per share), margin keuntungan, hingga return on equity (ROE) untuk melihat kekuatan bisnis dalam jangka panjang.

4. Menilai Kualitas Manajemen dan Arah Visi

Perusahaan dengan pemimpin yang visioner cenderung lebih agresif dalam berkembang. Sosok kepemimpinan sering jadi faktor penting dalam mendorong ekspansi bisnis.

5. Mempertimbangkan Valuasi secara Cermat

Saham growth umumnya memiliki harga tinggi, sehingga penting untuk memastikan valuasinya masih masuk akal dibandingkan potensi pertumbuhannya. Salah satu alat ukur yang bisa digunakan adalah PEG ratio.

6. Berinvestasi dengan Perspektif Jangka Panjang

Perlu diingat, growth funding adalah jenis investasi yang relatif tidak memberikan hasil instan. Pendekatan ini lebih cocok untuk investor yang sabar dan ingin memanfaatkan efek compounding dalam jangka waktu panjang.

Baca juga: Cara Mendapatkan Pendanaan untuk Bisnis Modal Kecil

Jenis-Jenis Growth Funding

Growth fund, bersama dengan value fund dan blend fund, merupakan jenis utama dalam reksa dana dan ETF.

Dari sisi pengelompokan, growth funding biasanya dibedakan berdasarkan kapitalisasi pasar perusahaan yang menjadi underlying asset, yaitu small-cap, mid-cap, dan large-cap.

Di antara ketiganya, produk berbasis large-cap growth tercatat paling dominan dari segi pangsa pasar.

Menariknya, ada juga jenis large-blend fund yang mengombinasikan pendekatan value dan growth. Produk ini cukup diminati karena menawarkan keseimbangan antara potensi pertumbuhan dan valuasi yang lebih stabil.

Di sisi lain, foreign large-cap growth funding masih memiliki porsi yang relatif lebih kecil di pasar. Meskipun begitu, tren investasi ke luar negeri terus menunjukkan peningkatan.

Banyak investor mulai melirik foreign growth funding untuk mendapatkan peluang pertumbuhan dari pasar global.

Demikian penjelasan mengenai growth funding yang perlu kamu pahami. Sebagai strategi investasi, growth funding bisa menjadi pilihan menarik bagi kamu yang ingin mengejar potensi imbal hasil jangka panjang.

Meski risikonya cenderung lebih tinggi, peluang pertumbuhan dari perusahaan-perusahaan yang terus berkembang bisa memberikan keuntungan yang sepadan.

Namun, tidak semua peluang pertumbuhan harus dimulai dari pasar modal. Kalau kamu sedang merintis atau ingin mengembangkan usaha sendiri, akses permodalan juga jadi kunci penting agar bisnismu bisa tumbuh lebih cepat.

Untuk itu, kamu bisa mempertimbangkan layanan Pinjaman Usaha dari Pegadaian yang menawarkan solusi pembiayaan dengan proses relatif mudah dan fleksibel.

Melalui layanan ini, kamu bisa mendapatkan pinjaman hingga Rp10 miliar dengan jangka waktu maksimal 60 bulan.

Pengajuan Pinjaman Usaha ini bisa diajukan melalui kantor cabang Pegadaian terdekat untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap sekaligus dibantu oleh petugas.

Dengan dukungan modal yang tepat, kamu tidak hanya bisa berinvestasi pada perusahaan lain melalui growth funding, tapi juga menciptakan “growth” versi kamu sendiri lewat bisnis yang kamu jalankan!

Baca juga: Sleeping Investor: Kenali Pengertian dan Keuntungannya

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162


Copyright © 2026 Sahabat Pegadaian. All Rights Reserved